Cosplay

Cosplay
Chapter 325 - The Butterfly Light Effect.



...*****...


Bunga mekar yang menciptakan suatu harapan. Bunga gugur yang menciptakan kenangan. Hal ini sama seperti iklim aneh yang terjadi di New Vegas Town, dimana banyak pohon Sakura yang mekar dan berguguran secara bersamaan.


Semua hal yang terjadi di dunia ini masih penuh dengan misteri yang belum terkuak dari nalar manusia. Apakah ini ada sangkut pautnya dengan Densetsu yang melegenda itu?


Beberapa ekor kupu-kupu dengan corak cantik terlihat sedang terbang puluhan meter di udara tepat dibawah Shion berlari. Masih dihari yang sama, seorang Ninja dengan pergerakan bagai bayang-bayang sedang mengejar Shion dari atap ke atap. Dia bagaikan predator yang sedang mengamati target mangsanya.


Tak berselang lama, Shion melihat cukup banyak pohon Sakura tepat beberapa meter dihadapannya. Shion menuju ke pohon Sakura itu dan bersembunyi dibaliknya. Ia beristirahat sejenak setelah cukup lama berlari. Tampaknya Shion masih belum menyadari bahwa ada seorang Ninja yang sedang mengejarnya.


"..... Sepertinya aku sudah berlari cukup jauh. Aku yakin tidak ada orang lagi yang berhasil mengejarku setelah aku bersembunyi disini."


Shion merasa bahwa ia sudah aman, karna baginya dia sudah berlari cukup jauh hingga tak terlihat siapapun dari pihak Serikat Lunarian yang sedang mengejarnya. Shion duduk bersandar dibalik pohon Sakura serta mengelap keringat yang membasahi wajahnya dengan kain selendangnya.


Setelah itu, tiba-tiba Shion dikejutkan dengan sesosok Ninja yang hadir dengan posisi badan terbalik tepat dihadapan Shion. Melihat hal itu sontak membuat Shion terkejut, "Kyaa!!!"


"Hey, Nona. Kau sedang bermain kejar-kejaran dengan siapa?"


Sesosok Ninja itu ialah sebuah clone milik Suin yang tercipta dari teknik burung gagaknya. Meskipun hanya sebuah clone yang tak sekuat dari sosok aslinya, namun clone ini tidak bisa diremehkan begitu saja.


Shion yang terkejut pun langsung membalikkan badannya untuk berlari, namun sebelum Shion berhasil berlari clone Suin memegangi tangan Shion dengan sangat erat, "Sudah kubilang, kau mau kemana lagi, Nona?"


"Lepaskan!!!"


Shion mencoba memukul wajah clone Suin namun dengan cepat clone Suin menyodorkan sebuah kunai ke leher Shion dan membuatnya berhenti tak berkutik setelah mendapat ancaman.


"Diamlah Nona, aku tak ingin melakukan kekerasan pada sosok dirimu yang cantik ini. Menyerah dan terima takdirmu.."


Dengan situasi seperti ini, Shion sudah tak lagi memegang prinsipnya. Dia terlihat begitu pasrah dengan keadaan yang menimpanya saat ini. Dan, dengan cepat clone Suin langsung memborgol kedua tangan Shion.


"Ikutlah, jangan menentang. Agar kau tidak dijatuhi hukuman yang lebih berat lagi. Semua orang sudah menunggumu, Nona Shion. selamat datang kembali di Mighty Town."


Sekilas Shion meneteskan air matanya, lalu bergerak sesuai keinginan Suin untuk kembali menuju ke Mighty Town. Akan tetapi, sesuatu yang tak terduga-duga terjadi..


Dua ekor kupu-kupu datang ke arah clone Suin sembari mengeluarkan sebuah cahaya terang benderang. Tak berselang lama, kupu-kupu itu menciptakan sinar putih yang menyilaukan mata. Clone Suin pun terkejut akan hal itu hingga membuat kedua matanya terasa perih.


"Sialan!!! Cahaya apa ini!!!" Karena rasa yang ditimbulkan itu menyakitkan, clone Suin pun musnah seketika.


Sementara itu, tiba-tiba borgol yang mengikat tangan Shion hancur dalam sekejap. Namun anehnya, hanya Shion yang tak merasakan dampak dari efek bom cahaya yang menyilaukan tersebut. Shion pun terjatuh dalam posisi terduduk.


"A.. apa yang sebenarnya terjadi.."


~


Sementara itu, di tempat Suin yang jaraknya cukup jauh dari Shion. Tampak terlihat Suin terkejut dengan pikiran dari clone nya yang tiba-tiba masuk kedalam dirinya.


"..... Rencana gagal. Tiba-tiba ada sebuah bom cahaya yang menyerang clone ku. Aku tidak tahu itu siapa, yang terpenting aku tahu dimana posisi Shion saat ini.." ucap Suin sembari menutup salah satu matanya.


"Baiklah, ayo cepat pergi ketempat Shion berada. Jangan biarkan dia sampai keluar dari Lunar.." ucap Seikou.


"Kita terlambat gara-gara meladeni bajak laut sampah itu. Alhasil mereka juga berhasil melarikan diri, cuih.." ucap Seikan.


"Tsuki-san saat ini juga dia sedang menghubungi pihak Victoria Town agar menutup pelabuhan agar tidak ada siapapun orang yang keluar dari Lunar tanpa izin.." ucap Satsuki.


"Gara-gara bajak laut itu datang, beberapa insiden terjadi diberbagai wilayah Lunar hingga dibuat kacau seperti ini.." ucap Suin.


...*****...


Shion berhasil lolos dari genggaman Suin berkat bantuan dari sosok misterius yang menyerupai aura. Disisi lain pulau Lunar, secara mengejutkan Kenkomura dan Ushiwakamaru bertemu dengan Kenzou di hutan kematian.


"Oey, sepertinya aku pernah melihatmu di turnamen Photography Iceland, ah namamu kan Ken-" ucap Kenkomura.


"Dragzell Kenzou. Apa yang sedang kalian lakukan disini?" tanya Kenzou.


"Sedang mencari kapten si bodoh ini. Dia sangat menyusahkan, bikin beban aja haddeh.." ucap Kenkomura sembari menunjuk Ushiwakamaru dengan jempolnya.


"Woy!!! Yang seenaknya pergi kehutan ini kan dirimu woy!!! Brengsek malah nuduh orang lain!!" teriak Ushiwakamaru.


"Terus terbang diudara membuat staminaku terkuras. Dan juga Hypercarry Town sudah cukup dekat dari sini. Itu tujuan kalian kan?" tanya Kenzou.


"Hypermart?"


"Hypercarry Town. Jadi kalian tidak tahu apa-apa sama sekali tentang kota itu ya. Kalau begitu ikuti saja diriku. Aku akan menjelaskan pada kalian bila sudah sampai disana. Lalu berlama-lama di hutan kematian ini cukup berbahaya karena hal yang tak diduga-duga bisa datang mengancam nyawa kalian.." ucap Kenzou.


"Tadi ada akar-akar dari pohon tua yang hampir saja membunuhku. Akar brengsek!!" geram Ushiwakamaru.


"Hutan kematian. Sesuai namanya saja hutan ini bisa menciptakan banyak korban bila orang yang tak mempunyai informasi tentang hutan ini masuk begitu saja. Tapi aku sedikit salut pada kalian yang masih hidup sampai saat ini setelah memasuki hutan kematian.." ucap Kenzou.


"Kau salah besar, aku hampir mati mencium aroma busuk dari si bodoh ini.." sindir Kenkomura kepada Ushiwakamaru.


"Woy!!! Sialan kau, Kenko!!!"