Cosplay

Cosplay
Chapter 461 - Information.



Tampak langit pun perlahan semakin gelap yang telah menandakan waktu malam akan segera tiba. Sementara itu di sebuah atap gedung disudut Man City, terlihat Hugo dan Amber yang sedang menunggu kedatangan Saito.


"Apa yang dilakukan si Saito itu, bahkan sampai sekarang dia belum sampai disini untuk menemui kita. Kenapa juga dia tiba-tiba pergi sendirian, katanya ada urusan penting, urusan penting apa juga.." ucap Amber yang mengeluh karena telah menunggu lama kedatangan Saito.


"Ini sangat aneh, Amber. Tidak seperti biasanya Saito datang terlambat seperti ini. Pasti sedang terjadi sesuatu dengannya." ucap Hugo sembari mengamati sekitar.


Beberapa saat kemudian, terlihat sebuah pedang yang terbang mengarah ke arah Hugo. Hugo yang melihat pedang itu pun langsung meraihnya, "Sepertinya ini pedang milik Saito." Hugo membalikkan pedang tersebut dan sekilas terlihat terdapat sebuah pesan tulisan yang terukir pada pedang itu, "Ada pesan, sepertinya ini dari Saito."


"Pesan?" gumam Amber.


Hugo dan Amber pun membaca pesan yang tertulis pada pedang tersebut. Setelah membaca, mereka pun terlihat cukup kesal.


"Ah, bisa-bisanya dia dikalahkan dan tertangkap oleh pria bernama Benn Hindergrass. Dia sangat ceroboh sekali." ucap Amber.


"Tenang, Amber. Selama dia tidak membocorkan rahasia-rahasia kita, itu masih tidak masalah. Aku yakin dia takkan memberi tahu semua rahasia kita hanya karena tertangkap.." ucap Hugo.


"Lalu, bagaimana kalau dia membocorkan rahasia kita? Ini untuk mengantisipasi bila hal yang lebih buruk terjadi." ucap Amber.


"Aku akan membunuhnya sebelum dia mengatakan rahasia kita, " Selain itu, Saito juga menyampaikan pesan kalau Xia, Pilkington, Dapidson, dan Xianfeng yang terdaftar pada buku Bingo sudah berada di Man City." ucap Hugo.


"Begitu, ya? Sepertinya kita tak perlu bersusah payah untuk pergi ke Working City. Karena target kita datang ke Man City dengan sendirinya." ucap Amber


"Itu benar. Ayo, Amber. Kita pergi. Kita susun rencana. Karena kita kehilangan satu partner kita, jadi tidak boleh gegabah.." ucap Hugo.


~


Masih di Man City, disebuah gang kecil yang cukup sepi, terlihat Stuart dan Company yang duduk disebelah tempat sampah besar untuk menyembunyikan diri mereka dari orang-orang yang berlalu lalang diluar gang.


"Oey, Stuart. Apa tidak ada tempat lain selain dipinggir tempat sampah seperti ini?" tanya Company sembari menutup hidungnya dengan salah satu tangannya.


"Sudahlah, jangan banyak protes, cuma sebentar saja. Jadi tahan. Aku ingin menghubungi Leonardo-san.." ucap Stuart. Ia pun mengeluarkan alat komunikasi nya dari dalam saku nya.


Stuart pun menelpon Leonardo.


"Leonardo-san. Kami berdua mendapatkan informasi yang cukup penting. Ini tentang penculikan dan pembunuhan yang terjadi di Man City. Aku melihat ada tiga orang bertopeng Onii. Mereka membunuh banyak orang di sebuah rumah besar seperti milik orang kaya, sepertinya mereka juga menculik si pemilik rumah itu."


[ Oh, baiklah, Stuart. Itu informasi yang sangat penting. Baiklah, aku juga sedang sibuk, terima kasih untuk infonya, Stuart. ]


Leonardo menutup telponnya.


"Kukira Leonardo-san akan terkejut dan kegirangan mendengar informasi yang kuberikan ini. Ternyata dia hanya biasa saja." ucap Stuart.


"Hadeh, jangan terlalu berekspektasi tinggi, Stuart. Karena itu akan sangat menyakitkan jika realita nya beda seperti yang kita harapkan." ucap Company.


"Ya. Aku tahu itu."


Sementara itu di sebuah penginapan. Tepat di ruang makan. Terlihat Firehn, Aisah, Xia, Izumi dan yang lainnya pun tampak duduk di tempat duduknya masing-masing sembari memakan makanan berat di malam hari.


"Habat!!! Makanan disini sangat lezat sekali!! Bahkan aku tidak bisa berhenti untuk memakannya!!" ucap Izumi dengan dua ayam goreng yang sudah berada dikedua tangannya.


"Benar, aku juga sangat menikmati makanan disini, ditambah Yakiniku ini rasanya sangat lezat!!!" ucap Davidestorm.


"Sushi ini juga tidak terlalu buruk. Dan sangat lezat sekali. Mungkin Killa bisa mendapatkan resep Sushi ini dan membuatnya sendiri saat berada di kapal.." ucap Yoshino.


"Hah?! Aku tidak mau!! Kenapa juga aku harus memasak makanan untuk dirimu!!" Bentak Killa.


Vika hanya tersenyum melihat kelakuan teman-teman kru kelompok Bajak Laut nya. Disis lain, Pilkington memakan kentang goreng dengan sangat lahap, begitu juga dengan Xianfeng. Pilkington dan Xianfeng pun memperebutkan kentang goreng terakhir.


"Oey, itu kentang goreng terakhir sudah aku incar. Dan, aku lah yang telah mendapatkannya terlebih dahulu." ucap Pilkington.


"Tidak bisa. Akulah yang mendapatkan kentang goreng terakhir itu terlebih dahulu. Kau jangan mengarang, Pilkington." ucap Xianfeng.


"Hadeh, lagi-lagi kalian bertengkar lagi karena memperebutkan makanan. Kenapa kalian tidak potong saja kentang goreng itu menjadi dua bagian agar bisa memakannya sama-sama.." ucap Dapidson.


"Tidak, aku tidak ingin berbagi kentang goreng itu dengannya." ucap Xianfeng sembari menunjuk ke arah Pilkington.


"Apa katamu? Seharusnya akulah yang mengatakan gak itu kepadamu!!" ucap Pilkington yang menunjuk balik Xianfeng.


"Jduakk!! Jduakk!!" Tanpa basa-basi, Xia pun langsung menjitak kepala Xianfeng dan Pilkington hingga benjol.


"Kalian berdua!! Bisakah kalian diam saat makan?! Kalian terlalu berisik, tahu!!" bentak Xia.


Seketika, semua orang yang berada didalam ruang makan tersebut pun langsung tertawa terbahak-bahak melihat Pilkington dan Xianfeng yang dijitak oleh Xia hingga kepala mereka berdua benjol.


Kemudian, Aisah yang duduk disebelah Firehn pun bertanya, "Papa, kapan aku bisa bertemu Mama?" Aisah mempertanyakan tentang nama nya. Karena Aisah sendiri cukup lama tidak bertemu dengan mamanya.


"Tenang, Aisah. Besok kita akan bertemu dengan Mama. Kau pasti rindu, kan?" tanya Firehn.


"Ya!! Aisah sangat rindu dengan Mama!! Aisah juga tak sabar ingin memeluk erat Mama!!" ucap Aisah dengan nada bersemangat.


Firehn pun mengelus-elus rambut Aisah, "Yosh.. Yosh.. Setelah makan, Aisah langsung pergi ke kamar dan tidur ya, supaya besok tidak bangun kesiangan."


"Baik, Papa!!"


Malam yang cukup dingin dengan bulan purnama yang bersinar terang benderang, serta suara hewan-hewan malam yang menghiasi sepi nya malam. Hari yang cukup panjang akhirnya telah memasuki waktu malam.


Jalanan Man City perlahan semakin sepi semakin berjalannya waktu menuju ke tengah malam. Dan, suhu udara juga semakin dingin. Malam hari juga waktu yang tepat bagi orang-orang yang ingin mengistirahatkan pikirannya dari beban pikiran yang telah menyelimutinya.


Cukup untuk hari ini.


B E R S A M B U N G


Jangan lupa like koment dan share serta kritik dan saran yang membangun agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti. See you next Chapter, terus dukung cerita Cosplay!!