Cosplay

Cosplay
Chapter 296 - Ultimatum.



Pukulan yang dilesatkan Izumi berhasil menghantam tubuh Zerou hingga menabrak tanah hingga mengalami keretakan yang cukup parah, "Bruakkk!!" Seketika, Zerou memuntahkan cukup banyak darah dari mulutnya karena hantaman kuat dari pukulan Izumi, "Uaghhh...!!"


Lalu disaat yang bersamaan, sebuah cahaya muncul di dekat Izumi dan Zerou. Kemudian cahaya tersebut pun membuat silau area sekitar, "Clingg.." Secar reflek, Izumi pun menyipitkan kedua matanya lalu mundur beberapa langkah dan berdiri disebelah Hozuki.


Hanya dengan menyipitkan mata saja belum cukup untuk menahan silauan cahaya yang sedikit menyakitkan mata, Izumi dan Hozuki pun menyilangkan kedua tangannya dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.


Namun, ketika cahaya menyilaukan itu masih menyelimuti area sekitar, mereka berdua sekilas melihat bayangan kaki yang berjalan menghampiri Zerou terkapar di jalan karena pukulan telak yang dilesatkan oleh Izumi.


"Siapa itu!!"


"Sepertinya ada seseorang yang datang lagi, dan entah kenapa aku merasakan orang yang baru saja datang ini sedikit berbeda dengan yang lainnya.."


Izumi dan Hozuki terkejut dengan sosok yang baru datang tersebut, mereka berdua sedikit kesulitan ketika ingin melihat wajah dari sosok orang misterius ini karena tertutup oleh cahaya yang menyilaukan mata.


Beberapa saat kemudian, silauan cahaya pun perlahan mulai pudar, dan terlihat sosok orang misterius itu adalah seorang perempuan berambut panjang dengan memakai pakaian ala Kunoichi. Perempuan itu tersenyum sembari mengangkat Zerou yang sekarat dan menaruhnya di pundaknya.


"Pantas saja Zerou tidak menjawab panggilan pusat kami. Ternyata ada dua bajak laut yang tengah menjadi sorotan berada disini.." kata perempuan tersebut.


Cahaya yang menyilaukan mata pun kini sudah hilang seratus persen, lalu Izumi dan Hozuki pun bertanya-tanya tentang siapa sosok perempuan yang tiba-tiba datang ini dalam benaknya.


"..... Siapa kau? Apa kau juga pemimpin asli dari mereka-mereka ini?" tanya Izumi.


"Pemimpin yang mempunyai pemimpin dan ada pemimpinnya lagi, di setiap pemimpin pasti ada pemimpin yang aslinya lagi. Itu benar-benar sangat membingungkan.." ucap Hozuki.


Sosok perempuan tersebut hanya tertawa kecil sembari menutup mulutnya dengan salah satu tangannya ketika mendengar ocehan dari Izumi dan Hozuki. Seketika aroma wangi bunga matahari menyelimuti area sekitar.


Aroma wangi bunga matahari yang begitu menyengat, membuat Izumi dan Hozuki sedikit terheran-heran dan semakin penasaran dengan sosok perempuan yang baru saja datang ini.


"..... Ini adalah sebuah peringatan untuk kalian berdua karena telah mengacaukan wilayah kami. Izumi.. Hozuki.. bersiaplah, karena hal yang tak terduga akan terus mengikuti kalian. Tapi, untuk sekarang aku akan membiarkan kalian berdua berkeliaran di Lunarian.." ucap perempuan tersebut sembari tersenyum.


"Apa maksudmu?" tanya Izumi dengan nada sinis.


"Kalian adalah tamu disini. Jadi, selamat datang dan silahkan nikmati keindahan dari Lunarian ini. Dan setelah itu, kalian berdua akan mati.. huahahaha.." Perempuan tersebut tertawa terbahak-bahak ketika ia memberi sebuah ultimatum atau ancaman kepada Izumi dan juga Hozuki.


"Aku tidak peduli ancaman yang kau beritahu itu. Yang terpenting, siapa namamu? Dan siapa dirimu yang sebenarnya?" tanya Izumi kembali.


"Hadeh, cowok kok banyak cerewet ya." Seketika, bunga matahari yang cukup besar pun muncul dari bawah tanah di dekat perempuan itu. Lalu, perempuan tersebut pun langsung menaruh Zerou diatas bunga matahari yang baru saja muncul.


Bunga matahari itu kemudian menyelimuti tubuh Zerou hingga menutupi sekujur tubuhnya dan, "Byarr.." Bunga matahari yang cukup besar itu pun langsung meledak menjadi ratusan bunga matahari berukuran kecil dan berhamburan dimana-mana.


"!!!!!" Izumi dan Hozuki yang melihat hal tersebut pun cukup terkejut.


"Woi..!! Kenapa kau banyak basa-basi!! Cepat katakan siapa kau sebenarnya?!!" teriak Hozuki.


"..... Astaga, pria yang kasar terhadap seorang wanita. Kalau begitu aku perkenalkan diriku kepada kalian berdua," Perempuan tersebut pun sedikit membungkuk dan berlagak sedikit sopan, "Namaku adalah Himawari Yakusoku, untuk siapa diriku yang sebenarnya itu tidaklah penting. Karena suatu saat kalian berdua juga pasti akan mengetahuinya.."


Sosok perempuan misterius yang datang tersebut bernama Himawari Yakusoku.


"Himawari Yakusoku.. aku ingatkan sekali lagi, aku tidak takut dengan ancaman apapun yang kau berikan.." ucap Izumi sembari menunjuk ke arah Himawari.


Tak berselang lama, empat bunga matahari kembali muncul dari bawah tanah di dekat Himawari berdiri. Lalu, Himawari pun langsung duduk diatas salah satu dari empat bunga matahari yang muncul.


Kemudian, ketiga bunga matahari lainnya bergerak merambat dan menyelimuti tubuh Himawari hingga mulutnya saja yang terlihat. Sebelum menghilang, Himawari sempat berkata, "Berhati-hatilah.." Setelah itu, sama seperti Zerou, bunga matahari yang telah menyelimuti sekujur tubuh Himawari pun langsung meledak berkeping-keping menjadi ratusan bunga matahari berukuran kecil.


Perlahan aroma bunga matahari yang begitu menyengat pun mulai menghilang.


"Hozuki, sepertinya kita harus segera menemukan nakama-nakama kita. Aku sedikit khawatir tentang yang lainnya.."


".... Ya, aku lebih mengkhawatirkan nakamaku daripada diriku sendiri. Kita harus bergegas cepat."


Izumi dan Hozuki pun langsung berjalan menuju ke gerbang perbatasan yang sedikit terbuka karena ulah dari Shoba.


Ngomong-ngomong soal Shoba, kini Izumi dan Hozuki pun mulai terpikir tentang Shoba yang tiba-tiba menghilang begitu saja.


"Eh iya, dimana Shoba sekarang? Bukannya tadi dia sedang berada di dekat kita ya?" ucap Izumi.


"Benar juga, dimana dia sekarang ya, padahal dia adalah orang yang tahu satu-satunya jalan menuju ke Rose Town. Kalau begini mau bagaimana lagi, kita terobos saja huahaha..!!" ucap Hozuki.


"Ah, mungkin Shoba meninggalkan kita dan bergegas menuju Rose Town terlebih dahulu karena sangat khawatir terhadap nakamanya.." Izumi berpikiran positif terhadap Shoba.


Kini Izumi dan Hozuki pun telah berhasil melewati gerbang perbatasan dan berencana menuju ke Rose Town seperti rencana awalnya ketika mereka berdua bersama Shoba.


*****


Di suatu tempat di pulau Lunarian, di sebuah penjara yang begitu remang-remang dan berisi cukup banyak kepala tengkorak manusia. Terlihat seorang pemuda yang dipenuhi luka disekujur tubuhnya dengan kedua tangannya yang terborgol oleh rantai kuat. Pemuda itu ialah Arata Kobayakawa, salah satu orang yang berasal dari Generasi Closer sama seperti Izumi, Hozuki, dan juga Shoba.


"..... Groombride sialan, aku berjanji akan membalasmu setelah aku bebas dari sini. Tunggu saja.."


B E R S A M B U N G