
Ini chapter spesial ketiga yang berjudul Izumi vs Hozuki, dan chapter spesial ini tidak ada hubungannya dengan akur utama cerita.
~
Tepat pada tengah malam, saat bulan purnama berada di tengah-tengah ribuan bintang, munculah sebuah fenomena luar biasa yang tak terduga.
Gelombang cahaya tiba-tiba melintasi bumi, semua orang di seluruh dunia terbangun dari tidur lelapnya dengan terkejut karena efek dari gelombang cahaya misterius yang melintasi bumi.
Izumi yang saat itu berada di sebuah kapal pesiar karena ia terpisah oleh teman-temannya, entah kenapa Izumi bisa terpisah oleh teman-temannya...
Saat itu Izumi belum tidur karena ia sedang berpikir agar bisa kembali berkumpul dengah teman-temannya tetapi ia melihat sebuah fenomena langka gelombang cahaya melintasi bumi dengan mata telanjang.
"Apa yang terjadi barusan? Apakah itu sebuah teknik dari musuh?" Izumi berpikir demikian.
Izumi berpikir bahwa gelombang cahaya tersebut berasal dari musuh-musuh nya yang akan mengincarnya.
Tiba-tiba puluhan orang yang berada di kapal pun berteriak.
"Kenapa tiba-tiba hatiku terasa deg-degan ya!!"
"Aku merasakan firasat buruk!!"
"Itu tadi seperti gelombang kejut!!"
Orang yang tertidur pulas pun terbangun dalam keadaan terkejut karena efek gelombang cahaya yang melintasi bumi.
"Hah? Semua orang tiba-tiba berteriak dan itu sangat aneh.. sebenarnya apa yang terjadi disini.." ucap Izumi.
"Guahahahahah!! Itu adalah efek dari benturan antara dua universe!!" Ucap seseorang yang berenang di laut.
Izumi langsung menoleh ke arah laut, Izumi langsung terjun ke laut kemudian membekukan laut yang dipijaknya."zzzz..."
"Apa maksudmu benturan antara dua universe? Apa kau orang gila yang suka mengada-ngada?" Tanya Izumi.
Pria yang berenang itu pun naik ke permukaan air, ia pun berdiri di atas air."Sayang sekali kau tidak percaya akan hal itu.." ucap pria tersebut.
"Siapa namamu hah? Sepertinya kau orang yang cukup kuat..." Ucap Izumi.
"Namaku Hozuki Kuromatsu, akulah orang yang berencana untuk menjajah universe kalian, aliansi bajak laut kuning di universe ku akan datang 5 jam lagi, bila kau tidak mau dunia berperang dipenuhi dengan kehancuran, kau harus bisa mengalahkanku..." Ucap Hozuki.
"Menjajah Universe lain ya? Apa Universe lain itu ada? Kau memang mengada-ngada.." ucap Izumi.
"Lihatlah ke langit," suruh Hozuki.
Izumi kemudian mendongak ke langit, Izumi terkejut karena ia melihat sebuah portal kecil yang perlahan mulai membesar.
"Kau... Apa kau juga bajak laut?" Geram Izumi.
"Benar, bajak laut di universe kunjungi sudah canggih, bajak laut sudah bisa menciptakan mesin waktu, bahkan alat pemusnah planet.." ucap Hozuki.
"Kurang ajar, aku juga bajak laut, tapi aku tidak punya hasrat untuk menguasai universe lain.." geram Izumi.
"Setelah aku menjadi raja bajak laut, aku membuat projek besar-besaran dengan para peneliti, agar Bajak Laut Kurama makin ditakuti, bahkan di universe lain.." ucap Hozuki tersenyum licik.
"Jjjjjjjzzzzzzzz......." Izumi menyerang Hozuki dengan duri-duri es raksasa."Rasakan ini sialan, mati kau!!"
Hozuki terkena serangan Izumi tetapi tubuh Hozuki mencair,"Ya ampun, aku ini manusia air, takkan semudah itu kau mengalahkanku khukhukhu.." Setelah tubuhnya mencair, Hozuki kembali ke bentuk aslinya.
"Cih.." geram Izumi.
"Yuhuuu!! Rasakan ini!! Misi pistol!!" Jari-jari Hozuki membentuk seperti pistol lalu menembakkan peluru peluru air ke arah Izumi."Dooorrr!! Dooorrr!! Dooorrr!!"
Izumi meloncat untuk menghindari serangan Hozuki,"Aku harus memancing orang ini agar menjauh dari kapal pesiar.." Izumi pun berlari menjauh dari kapal pesiar.
Hozuki pun tak membiarkan Izumi kabur darinya, Hozuki pun menyebur ke air, lalu berenang dengan cepat mengejar Izumi yang berlari dengan bantuan es nya.
"Kau mau kabur dariku hah guahahahahah!! Takkan kubiarkan itu terjadi, kau adalah korban pertamaku!!" Teriak Hozuki mengejar Izumi.
"Akhirnya dia terpancing untuk mengejarku, kapal pesiar sekarang sudah aman.." ucap Izumi sambil menoleh ke arah Hozuki yang mengejarnya.
Setelah sekiranya sudah cukup jauh, Izumi berhenti,"Kita bertarung disini.."
"Apa kau yakin? Ini adalah lautan!! Seekor kucing berani sekali memasuki kandang singa!! Guahahahahah!!" Hozuki tertawa jahat.
"Hahaha!! Jangan remehkan seekor kucing dasar singa sialan!!" Izumi juga tertawa jahat.
Hozuki muncul ke permukaan sambil menyembur air ke arah Izumi."Bruuussshh!!!"
Tetapi Izumi menciptakan tembok es untuk bertahan dari semburan air Hozuki."Es akan membekukan air.."
"Coba saja kalau bisa guahahahahah!!" Hozuki kembali mencoba menyerang Izumi, Hozuki menciptakan ombak air raksasa yang langsung mengarah ke Izumi."Rasakan itu!!"
"Jjjjjjjzzzzzzzz...." Izumi membekukan ombak air milik Hozuki."Apa kau lupa, es bisa membekukan air.." ucap Izumi dengan santai menghadapi serangan Hozuki.
"Pertarungan ini mulai menarik.." Hozuki tersenyum licik.
"Aku jadi tak sabar untuk menikmati pertarungan ini.." Izumi juga tersenyum licik.
Ombak air yang telah dibekukan oleh Izumi pun dihancurkan oleh Izumi, pecahan es yang sangat tajam mengarah ke Hozuki.
Tetapi pecahan-pecahan es tidak menggores tubuh air Hozuki."Itu tidak membuatku tergores, apa kau tidak punya serangan lain?"
"Kau meremehkanku ya? Akan ku buat kau agar tidak meremehkanku.." ucap Izumi.
"Hyaaaa!!!"
Brrruuuaasshhhh!!!! Gelombang air dan gelombang es saling bertabrakan.
Izumi bergerak dengan cepat ke hadapan Hozuki, Izumi menendang Hozuki.
Dengan cepat Hozuki menyilangkan kedua tangannya untuk menahan tendangan Izumi, walaupun Hozuki menahannya, tendangan Izumi cukup kuat untuk membuat Hozuki terpental.
"Cih.. kau cukup tangguh juga ya.." ucap Hozuki.
"Apa kau sudah tidak meremehkanku lagi, bocah air?" Tanya Izumi dengan nada mengejek.
"Aku akan mengakui kekuatanmu, bila kau berhasil membuatku berdarah walaupun sedikit.." ucap Hozuki.
"Kau sombong sekali ya.." ucap Izumi.
Tiba-tiba air di dekat Hozuki naik ke atas lalu membentuk sebuah tangan raksasa, Hozuki menyebutnya,"Mizu God Hand.."
Tangan air raksasa yang diciptakan Hozuki mengepalkan telapak ya lalu tangan air tersebut memanjang dan mencoba memukul Izumi."Shuuuupppp.."
"Byuuuurrrr!!!" Izumi berhasil menghindari serangan Hozuki. Lalu Izumi menciptakan hujan es yang sangat tajam."Ice Rain!!!"
Hujan es mengarah ke arah Hozuki. Tetapi es-es tajam yang mengarah ke Hozuki pun hanya menembus tubuhnya.
Hozuki kembali menyerang, Hozuki melesat ke arah Izumi, Hozuki mencoba memukul dan menendang Izumi tetapi Izumi berhasil menangkis pukulan dan tendangan Hozuki.
"Khukhukhu... Sampai kapan kau akan bertahan? Apa kau tidak punya jurus untuk menyerang?!" Tanya Hozuki.
"Bertahan merupakan strategi untuk menyerang.." ucap Izumi.
"Cccckkkk..." Hozuki berhasil mencekik leher Izumi."Kau lengah, dan akulah yang menang.."
"Ukh..." Izumi sedikit merintih kesakitan, tetapi tiba-tiba Izumi tersenyum jahat, tiba-tiba tubuh Izumi pun membeku dan perlahan membekukan tubuh Hozuki.
Menyadari hal itu, Hozuki langsung menghindar sebelum dibekukan oleh Izumi."Ternyata kau mau menyerangnya dari dekat ya.."
"Demi kemenangan, aku rela mengorbankan tubuhku.." ucap Izumi.
"Ternyata kau punya rencana licik juga ya.." ucap Hozuki.
"Swoooooooooooootttt!!!" Tiba-tiba sabit es meluncur dengan cepat membelah tubuh Hozuki menjadi dua.
"Apakah aku berhasil menggoresmu? Sepertinya aku cukup berlebihan sampai tubuhmu terbelah menjadi dua.." ucap Izumi.
Tubuh Hozuki yang terbelah pun kembali menyatu,"Apa kau lupa, aku ini manusia air.."
"Akan ada dimana saatnya kau tidak bisa menggunakan kekuatan airmu, sampai saat itu tiba, aku harus membuatmu lelah.." ucap Izumi.
"Wah-wah jadi itu rencananya ya, seorang musuh memberitahu rencananya kepada lawannya itu merupakan bunuh diri.." ucap Hozuki.
"Tidak apa-apa, karena aku sengaja memberitahukan ini padamu agar kau berhati-hati padaku guahahahahah!!" Teriak Izumi.
"Hoi-hoi, apa aku salah dengar?! Kau bahkan belum bisa melukaiku.. dan sekarang kau dengan pedenya berkata seperti itu padaku.." ucap Hozuki.
Izumi menciptakan tangan es raksasa untuk menandingi tangan air raksasa milik Hozuki.
Dan,
Tangan air raksasa milik Hozuki dan tangan es raksasa Izumi saling mengadu pukul."Bummm!!"
Saat beradu pukul, tiba-tiba angin berhembus dengan sangat kencang, aura mereka berdua mulai berkobar-kobar.
"Astaga, ternyata kau suka meniru jurus orang lain ya.." ucap Hozuki.
"Meniru jurus orang lain merupakan sebuah strategiku," ucap Izumi.
"Lagi-lagi kau membeberkan rencananya untuk mengalahkanku pada lawanmu, kau benar-benar meremehkan lawanmu.." ucap Hozuki.
"Ini pertarungan yang sangat menyenangkan!!" Teriak Izumi.
"Apa kau lupa, waktumu tinggal 4 jam lagi menuju penjajahan duniamu.." ucap Hozuki.
"Aku tidak lupa akan hal itu, bertarung denganmu kuanggap sebagai latihan untuk memperkuat fisikku.." ucap Izumi.
"Kau pasti akan menyesal!!" Hozuki berubah menjadi air, Hozuki bersatu dengan laut,"Kau akan terjebak dengan jurus maut ku ini!!"
"Aku harus waspada terhadapmu, sepertinya kau akan menggunakan jurus yang cukup kuat.." ucap Izumi.
Perlahan es yang dipijak Izumi pun retak karena goyangan laut yang sangat kuat,"Lihatlah ini!!"
Izumi berpijak pada es yang cukup besar,"K-kenapa es yang kulihat ini seakan berputar-putar ya.." batin Izumi.
"Inilah pusaran air mematikan!! Siapapun orangnya pasti akan terjebak dalam pusaran air mematikan yang kuciptakan ini.." ucap Hozuki.
"Kau benar-benar sudah serius ya!!" Teriak Izumi.
"Inilah awal dari kematianmu, Izumi!!!"
B E R S A M B U N G