Cosplay

Cosplay
Chapter 420 - Vika vs Piekarski.



Terlihat Piekarski yang begitu santai ketika ia akan berhadapan dengan Vika. Piekarski sama sekaki tak gentar melawan seorang Bajak Laut, dia yakin bahwa dengan kekuatannya yang sekarang bisa mengalahkan Vika.


Piekarski pun mengarahkan tangan kanannya ke arah Vika. Vika yang melihat hal itu pun langsung waspada kemudian bergerak beberapa langkah kebelakang.


"Door.."


Tiba-tiba sebuah pintu muncul tepat dihadapan Vika. Pintu itu muncul dengan posisi terbuka. Vika pun langsung menyilangkan kedua tangannya untuk mengantisipasi ada serangan kejutan yang dilesatkan oleh Piekarski.


Akan tetapi, pintu itu tidak mengeluarkan serangan apapun.


"Eh? Tidak keluar apa-apa?" Vika sedikit kebingungan.


Sekilas pintu tersebut langsung menutup dengan sendirinya, disisi lain Piekarski memegang sebuah kunci lalu memasukkan kedalam saku celananya. Tak berselang lama juga pintu itu menghilang dari hadapan Vika.


"Huh? Apa yang terjadi barusan? Apa kau menciptakan pintu itu hanya untuk menggertakku saja?" tanya Vika.


"Entahlah, kita bisa lihat untuk kedepannya nanti. Apakah aku hanya sekedar menggertak atau tidak." ucap Piekarski.


Vika pun langsung berlari dengan cepat ke arah Piekarski sembari mengeluarkan belatinya. Ketika jarak satu meter didepan Piekarski, Vika pun bergerak memutar membelakangi Piekarski.


"Hyaaaa!!!"


Vika mencoba menusuk punggung Piekarski. Akan tetapi, sebuah keanehan terjadi. Tiba-tiba pergerakan tangan Vika berubah arah sehingga serangan yang ia lesatkan pun meleset.


"Apa?" Vika sangat kebingungan. Bagaimana mungkin dari jarak yang sangat dekat serangannya bisa meleset.


Piekarski pun melirik Vika yang berada dibelakangnya, ia tersenyum licik lalu berkata, "Jangan kelihatan bingung dong. Kau juga sudah dekat denganku, kenapa tidak kau serang saja? Lagipula aku tidak akan menghindar. Apa mungkin, kau tak bisa menyerangku?"


Vika pun memasang raut wajah kesal.


"Trik apa yang kau gunakan? Kenapa tanganku bisa bergerak ke arah lain saat mencoba menyerangmu, apa kau sedang mengendalikan diriku?" tanya Vika.


"Tentu saja tidak. Mana mungkin aku punya kekuatan untuk mengendalikan tubuh seseorang." ucap Piekarski, tanpa basa-basi ia pun langsung menendang bahu Vika dengan kuat sehingga membuat Vika harus terpental beberapa meter.


Vika masih bisa berdiri setelah terpental. Sorot mata Vika tiba-tiba berubah. Ia mencoba untuk menganalisis keadaan aneh ini. Dan disaat yang bersamaan juga, Vika kembali berlari ke arah Piekarski. Tapi sayang sekali, lagi-lagi serangannya meleset secara misterius. Bahkan sama sekali tak menggores tubuh Piekarski.


Lantas, Vika pun langsung mencoba untuk menyerang Piekarski dari segala arah. Namun semua usaha yang ia lakukan tampak sia-sia. Semua serangan yang ia lesatkan sama sekali tak berhasil mengenai Piekarski. Vika terlihat ngos-ngosan, sepertinya staminya telah terkuras cukup banyak.


"Apa yang sebenarnya terjadi. Sepertinya kejadian aneh ini terjadi setelah sebuah pintu muncul dihadapanku, lalu menutup dengan sendirinya, kemudian menghilang. Disisi lain, aku melihatnya memegang kunci." gumam Vika.


Vika mencoba menganalisis lebih dalam dengan semua hal itu. Disisi lain, Piekarski langsung bergerak ke arah Vika.


"Hoi, apa yang kau lakukan? Apa kau sedang melakukan telepati untuk meminta bantuan rekan-rekanmu? Apa kau kesusahan untuk menyerangku? Apa kau sudah menyerah? Kemana sikap bersemangatmu tadi?" tanya Piekarski.


Vika tak menghiraukan perkataan Piekarski. Ia hanya fokus untuk menganalisis. Dan beberapa saat kemudian, tiba-tiba raut wajah Vika berubah, sepertinya jalan keluar dari kasus ini sudah Vika temukan.


Piekarski tampak melesatkan beberapa pisau ke arah Vika. Namun Vika berhasil menghindarinya dengan mudah.


Setelah itu Vika pun melemparkan sebuah bom asap ke tanah, "Bofftt!!!" Asap keluar sangat banyak hingga menutupi area sekitar. Piekarski pun sedikit kebingungan dengan apa yang dilakukan Vika, ia berfikir bahwa menyerangnya sama sekali tak berguna.


Sekitar tiga menit kepulan asap tebal itu menutupi area. Setelah itu, kepulan asap itu perlahan mulai menghilang, dan Piekarski pun melihat Vika berdiri beberapa meter dihadapannya.


"Huh? Apa yang sedang kau lakukan? Apa barusan kau menyerangku di dalam kepulan asap itu? Bukannya percuma, ya?" tanya Piekarski.


"Ya. Percuma.." Vika pun langsung bergerak ke arah Piekarski dan mencoba untuk memukul perutnya.


Piekarski yang melihat Vika mencoba menyerangnya pun terlihat sangat santai, ia tak menghindar sama sekali.


Namun, "Buaghhh!!!" Vika berhasil memukul perut Piekarski. Setelah itu, Vika memukul wajah dan dagu Piekarski, "Buaghh!!! Buaghh!!" Piekarski pun terpental satu meter kebelakang karena pukulan Vika yang begitu kuat. Bahkan darah tampak keluar dari mulut dan hidung Piekarski.


"Si-sialan.." Piekarski mencoba untuk bangkit dan berdiri kembali. Jelas ia sangat kebingungan, dimana Vika yang tadi tidak bisa menyerangnya sama sekali tiba-tiba serangannya berhasil mengenainya. Piekarski kini dibuat kebingungan.


Tiba-tiba saja, Vika mengeluarkan sebuah kunci dari saku celananya dan menunjukkannya kepada Piekarski, "Lihatlah ini.." Vika tersenyum licik.


"Ku-kunci?!" Awalnya Piekarski mengira bahwa kunci itu bukanlah miliknya tetapi ketika ia merogoh-rogoh sakunya dan tidak menemukan kunci itu, Piekarski pun langsung memasang wajah panik, "Cih, kenapa kunci itu bisa berada padamu?"


"Lihatlah kebelakang sana.." ucap Vika sembari menunjuk ke arah belakang Piekarski.


Piekarski menoleh kebelakang, dan terkejut ketika pintu yang ia ciptakan terbuka.


"Sebenarnya inti dari permasalahan ini adalah pintu yang menutup itu, kan? Selagi aku bisa membuka pintu itu, aku bisa menyerangmu kapan saja. Disisi lain juga, pintu itu menghilang dan kau mengira aku tidak bisa menemukan pintu itu kan?" tanya Vika.


Piekarski antara panik dan kesal.


"Sebenarnya pintu itu tak menghilang tapi menjadi tak kasat mata dan posisi nya tetap berada disitu sejak awal. Aku mencarinya dalam waktu singkat. Meski itu cukup menyulitkanku." ucap Vika.


"Sialan. Kenapa trik ku bisa diketahui olehmu. Dasar bedebah!!! Kalau begitu aku tak bisa tinggal diam, aku akan membunuhmu sekarang juga!!!" teriak Piekarski. Piekarski langsung berlari ke arah Vika, lalu mengambil sebuah pisau dari sakunya, "Matilah!!!" Ia mencoba menikam Vika.


Akan tetapi, dengan sangat cepat, Vika bergerak membelakangi Piekarski.


Vika pun langsung melesatkan tendangan kuat ke kepala Piekarski dari belakang, "Buaghhh!!" Piekarski terkena tendangan itu, dan terpental sejauh dua meter.


Piekarski pun terkapar di tanah dan pingsan. Ia tak bisa menerima rasa sakit karena serangan tendangan Vika yang cukup kuat.


"Akhirnya aku memenangkan pertarungan ini. Meski aku sedikit kesulitan dengan kekuatannya, tapi usaha untuk menganalisisnya tidak sia-sia. Dia memang punya kekuatan yang cukup merepotkan." ucap Vika yang berdiri didepan Piekarski yang terkapar pingsan.


B E R S A M B U N G


Jangan lupa kritik dan sarannya agar Cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti.