
Kini Izumi dan Yoshino semakin kesulitan menuju ke tempat Hristov berada. Pasalnya, mereka berdua yang awalnya hanya berhadapan dengan Marc, tak berselang lama setelah itu Tim Rendahan Bajak Laut Hristov muncul dan ikut membantu Marc menghadang Izumi dan juga Yoshino.
Sementara itu, tak jauh dari lokasi Izumi berada, terlihat Shu Kobayashi yang cukup kesulitan saat menghadapi kekuatan menggandakan benda milik Espener. Bahkan, Shu juga terlihat mengalami luka goresan dari pedang milik Espener di sebagian tubuhnya.
Dan, perlahan api semangat yang menyelimuti tubuh Shu beserta pedangnya pun mulai menyusut dan menghilang. Kini, ia harus berpikir keras untuk mencari celah pada Espener agar bisa menyerangnya.
"Sialan, kau memang benar-benar lawan yang kuat. Kau bukanlah lawan seperti yang kuhadapi sebelumnya." ucap Shu sembari memegang pedangnya dengan kedua tangannya.
"Etienne kah? Beberapa saat yang lalu, aku sempat melihatmu melawannya, wajar saja kau bisa mengalahkannya. Dia merupakan anggota dari Guardian Six yang lemah." jawab Espener sambil tersenyum menyeringai.
"Kau..!!"
Shu pun langsung berlari dan melompat kehadapan Espener. Lalu, ia pun mencoba untuk menebas Espener dari jarak yang cukup dekat, "Batss..!!"
"Tyengg..!!"
Espener kembali menangkis serangan pedang yang dilesatkan oleh Shu. Setelah itu, Espener pun langsung menendang perut Shu hingga membuatnya terdorong kebelakang, "Baughh..!!"
"Orang sepertimu mana bisa mengalahkan tuan Hristov. Bahkan, kau saja tidak bisa memberi perlawanan yang berarti untukku." ucap Espener.
Disisi lain, di tempat Hristov berada. Terlihat Hristov dan Alonso dengan tatapan santai melihat Rocky dan ribuan pasukan Angkatan Laut yang berdiri beberapa meter dihadapannya. Dan juga, masih terlihat Rocky yang masih mengangkat salah satu tangannya dan bersiap untuk memberikan aba-aba menyerang kepada pasukan Angkatan Laut yang berdiri dibelakangnya.
"Huahahahaha...!!!" Seketika, Hristov tertawa terbahak-bahak sambil merentangkan kedua tangannya. Ia tertawa puas, seolah-olah dirinya akan sangat mudah mengatasi masalah yang ada, "Pasukan Angkatan Laut, kalian bukanlah lawan yang pantas untukku..!! Karena kalian sudah mengalahkan ribuan pasukanku juga, aku akan membalas kalian, dengan tanganku sendiri.."
"Semuanya bersiap-siap.." ucap Rocky.
Setelah Rocky berkata seperti itu, terlihat pasukan Angkatan Laut yang berada di belakangnya pun juga memasang posisi bersiap untuk menyerang. Mereka semua sudah memegang sebuah senjata masing-masing. Mereka sangat antusias untuk melawan Hristov.
Dan, di tengah-tengah pasukan Angkatan Laut tersebut, terlihat Futaba dan Mirabelle yang berdiri bersebelahan. Mereka berdua juga sudah memegang sebuah pedang ditangannya dan bersiap menunggu aba-aba dari Rocky, rekannya.
"Futaba, tak kusangka, sudah saatnya kita akan bertarung melawan Hristov." ucap Mirabelle sambil melirik ke arah Futaba.
"Tentu saja, aku juga tak sabar untuk mengalahkannya dan menjebloskannya ke dalam penjara." jawab Futaba.
Sementara itu, terlihat Alonso dengan raut wajah cukup bersemangat berdiri disamping Hristov. Lalu, ia pun melirik ke arah Hristov dan mengangguk pelan. Tak berselang lama, Alonso pun berjalan tiga langkah di depan Hristov.
"Tuan Hristov, sudah waktunya untukku mengacaukan seluruh medan perang. Waktunya juga bagiku untuk unjuk gigi.." ucap Alonso.
"Ya, kuserahkan padamu. Setelah itu, aku akan menghabisi seluruh pasukan Angkatan Laut. Kedua tanganku juga sudah tak sabar menghancurkan mereka semua." ucap Hristov.
Tak berselang lama, Alonso pun langsung merentangkan kedua tangannya sambil menghadap ke langit. Ia menghembuskan nafas panjangnya, "Haaaaahhhh.." Setelah itu, Alonso pun langsung menatap tajam ke arah Rocky dan pasukan Angkatan Laut.
Entah kenapa, Alonso sedikit mulai ketakutan dan keringatnya mulai bercucuran dari pelipisnya. Ia mencoba untuk meneguhkan hatinya, Aku sudah latihan, aku sudah latihan, aku sudah latihan, jadi tenanglah, aku tidak boleh takut, pikirnya.
"Earthquake Original One..!!"
Sebuah gempa yang cukup hebat pun mengguncang seluruh area medan perang. Bahkan seluruh pasukan Aliansi dan pasukan Bajak Laut Hristov juga terkejut dengan terjadinya gempa yang muncul secara tiba-tiba.
Dan, terlihat Rocky dengan raut wajah yang sedikit panik terkejut ketika gempa dahysat ini terjadi.
"Apa yang sebenarnya terjadi?!" ucap Rocky.
"Apa yang sebenarnya terjadi?!
"Kenapa tiba-tiba gempa dahsyat ini terjadi?!"
Pasukan Angkatan Laut yang berada dibelakang Rocky pun mulai terlihat sangat panik.
"Krakk..!!"
Bahkan, gempa dahsyat tersebut membuat sebagian tanah yang dipijak pasukan Angkatan Laut pun mulai mengalami retak-retak dan menciptakan sebuah lubang yang cukup dalam.
"Huwaaaaaa...!!!"
Teriakan pasukan Angkatan Laut yang terjatuh ke dalam lubang tersebut pun mulai terdengar dimana-mana dengan begitu keras.
Rocky pun langsung menoleh kebelakang, ke arah Pasukan Angkatan Laut berada. Lalu, ia pun berteriak, "Kalian semua..!! Hati-hatilah dan cobalah untuk bersikap tenang..!!"
"Kapten Rocky..!! Beberapa pasukan kita terpelosok masuk ke dalam lubang yang diakibatkan oleh gempa bumi ini..!!" teriak salah satu pasukan Angkatan Laut yang berada di dekat Rocky.
Sementara itu, terlihat Futaba dan Mirabelle melihat tanah yang ia pijak mulai mengalami keretakan akibat gempa bumi yang mengguncang tersebut. Dengan sigap, mereka berdua pun langsung melompat beberapa langkah kebelakang secara bersamaan.
"Apa yang sebenarnya terjadi?!" tanya Mirabelle.
"Sepertinya gempa ini merupakan salah satu dari jurus musuh?! Bagaimana dia bisa menciptakan gempa sedahsyat ini?!!" ucap Futaba.
Sementara itu, terlihat Sho di tengah-tengah Angkatan Laut yang mulai berlari berhamburan untuk menyelamatkan diri agar tidak terpelosok ke lubang yang cukup dalam karna secara tiba-tiba tercipta akibat dari gempa bumi tersebut.
"Sialan, situasi semakin runyam, apakah gempa ini terjadi di seluruh area medan perang." gumam Sho.
Dan juga terlihat banyak pasukan Angkatan Laut yang terjatuh ke tanah karena keseimbangan mereka sangat goyah ketika gempa itu terjadi.
Sementara itu, terlihat Hristov yang tersenyum menyeringai sambil merentangkan kedua tangannya. Terlihat juga raut wajahnya yang seolah-olah puas dengan apa yang terjadi di medan perang sekarang.
"Omoshiroi.."
BERSAMBUNG