
Yoshino melompat ke arah Fischl lalu mencoba untuk menebasnya dengan pedang Black Lotus serta Victorie nya, "Batsss!!!" Akan tetapi, Fischl lagi-lagi menciptakan beberapa balon untuk melindunginya dari tebasan Yoshino, "Bumm!! Bumm!!" Balon itu meledak setelah terkena tebasan.
Kemudian, Fischl bergerak dari arah lain. Ia yang saat ini masih memegang pedang balon nya mencoba menebas Yoshino dari titik buta nya, "Enyahlah.."
Hanya merasakan lewat suara, Yoshino berhasil mengetahui dimana Fischl berada. Ia langsung membalikkan badannya kemudian menahan tebasan pedang Fischil dengan kedua pedangnya, "Tyenggg!!!" Lalu, Yoshino dengan cepat memasukkan pedang Victorie nya ke sarung pedang, dan memegang pedang Black Lotus nya dengan kedua tangannya. Yoshino mengangkatnya ke udara.
"Itoriyuu Tiger Claw!!!" Sebuah aura biru membentuk seekor harimau raksasa muncul dan langsung melesat ke arah Fischl bersamaan dengan Yoshino menebaskan pedangnya. Angin tiba-tiba saja berhembus kencang.
"Omoshiroi!!!!" teriak Fischl. Lalu, ia pun menciptakan sebuah perisai raksasa dari kekuatan balonnya untuk menahan tebasan Yoshino.
Akan tetapi, tebasan itu lebih kuat daripada perisai balon yang diciptakan oleh Fischl. Perisai balon itu terbelah dan langsung meledak dengan sangat hebat. Bahkan efek dari ledakan itu perlahan membuat pilar yang menyangga panggung besar mulai retak.
Pada akhirnya pilar itu hancur dan membuat panggung besar itu roboh kebawah. Sekilas, Dapidson dan Xianfeng yang masih berada diatas panggung pun juga ikut terjatuh ke bawah bersama reruntuhan.
Dari kejauhan, Davidestorm yang tak sengaja melihat Dapidson dan Xianfeng terjatuh dari reruntuhan panggung. Davidestorm pun langsung bergegas terbang untuk menjemput mereka berdua menggunakan sepatu roketnya.
Davidestorm terbang cepat, pose nya seperti seorang super yang bergegas menyelamatkan korban dari serangan musuh. Dan pada akhirnya, Davidestorm tiba lalu memegang Dapidson dan Xianfeng. Setelah itu, Davidestorm pun terbang menjauh dari reruntuhan itu. Ia tak mau menganggu pertarungan antara Yoshino dan Fischl karena Davidestorm berfikir semua orang telah mendapatkan aksinya masing-masing.
Dan disaat yang bersamaan juga, terliha Yoshino dan Fischl yang juga jatuh dengan reruntuhan panggung. Fischl langsung menciptakan balon kecil sebagai pijakannya agar tidak menghantam tanah.
Lalu, Yoshino mendekat ke reruntuhan lalu melompat ke reruntuhan lainnya. Yoshino menatap tajam Fischl. Ia menarik pedang Victorienya kembali, lalu memasang posisi kuda-kuda teknik berpedangnya.
"Nitoriyuu No Tatsumaki!!!!" Yoshino melakukan tebasan memutar kemudian sebuah angin tornado muncul dan langsung menghempaskan puing-puing reruntuhan panggung ke segala arah. Yoshino sudah berpijak ke tanah.
Sementara itu, angin tornado tampak masih bergerak mendekat ke arah Fischl yang kini terbang di udara menggunakan balon yang ia ciptakan.
"Huh? Apa-apaan itu? Kenapa dia bisa menciptakan sebuah angin tornado?" gumam Fischl. Ia melihat angin tornado itu sedanh bergerak ke arahnya.
Selang beberapa detik Fischl pun terbang semakin menjauh dari angin tornado itu. Ketika angin tornado sudah menghilang, Fischl kembali mendekat, turun dan berpijak ke tanah. Fischl berdiri beberapa meter dari hadapan Fischl.
"Seorang Bajak Laut sekaligus Pendekar pedang yang cukup mengerikan. Baru kali ini aku melihat seseorang sepertimu. Aku jadi penasaran, apa dilautan sana masih banyak orang yang lebih kuat darimu?" tanya Fischl.
"Tentu saja. Aku sering melawan orang yang lebih kuat dariku. Mungkin kau sendiri tidak sebanding dengan mereka.." ucap Yoshino.
"Lagipula aku juga tidak berniat menjadi Bajak Laut sampah seperti macam kalian. Menikmati harta, tahta, dan wanita di tempat ini adalah surga bagiku. Untuk apa aku harus repot-repot jadi Bajak Laut kalau begini saja aku sudah kaya, bisa bebas korupsi pula.." ucap Fischl.
"Aku tak tahu tentang korupsi lah, apalah, itulah. Aku juga sama sekali tak peduli. Tapi, kalian sudah menyakiti Xia, dia adalah kru baru yang telah di rekrut oleh Kapten.." ucap Yoshino.
~
Sementara itu, disisi lain, terlihat Izumi yang terus melesatkan beberapa bola es ke arah Babenko secara bertubi-tubi. Namun, Babenko mengubah bola es yang mengarah ke arahnya itu menjadi sebuah mainan Lego, lalu melesatkannya balik ke arah Izumi.
Izumi melompat kesana-kemari untuk menghindar. Lalu, ia pun melapisi kedua kakinya dengan es kemudian meluncur ke arah Babenko Seperti sedang bermain skating di dataran bersalju.
"Lego of Destiny Area Victory!!!" Babenko mengubah tanah seluas sepuluh meter ke segala arah dengan dirinya menjadi titik pusatnya menjadi mainan kecil semacam puzzle dalam bentuk Lego. Tanah yang dipijak Babenko tidak berubah menjadi mainan Lego.
Izumi terkejut karena tanah yang ia pijak menjadi mainan Lego dalam bentuk puzzle kecil, ia pun langsung terjatuh ke dalam lautan Lego dari tanah yang berubah tersebut, "Apa?!"
"The Power Ball of Lego!!!" Ribuan Puzzle Lego terbang ke udara sembari membawa Izumi. Kemudian puzzle-puzzle Lego itu menyatu dan membentuk sebuah bola raksasa dengan Izumi yang terperangkap didalamnya.
"Kena kau-" ucap Babenko.
"Ice Age!!!!!" Izumi membekukan mainan Lego yang mengurungnya itu lalu menghancurkannya. Izumi jatuh ke bawah dan berpijak ke tanah yang telah berlubang, "Jangan kira kau bisa mengalahkanku dengan serangan seperti itu.."
Izumi berlari mendekat ke arah Babenko. Lalu melompat ke udara, mengangkat salah satu tangannya yang mengepal keatas dengan dilapisi oleh es. Kekuatan es nya terus berkumpul pada salah satu tangan Izumi dan menjadi sebuah tangan es raksasa.
"Ice-Ice No Elephant Hits!!!" Izumi melesatkan pukulan es raksasanya ke arah Babenko.
Babenko tak menghindar. Ia berfikir dengan menyentuh tangan es raksasa Izumi lalu mengubahnya menjadi mainan Lego adalah solusi yang terbaik baginya.
Akan tetapi..
"Apa?!" Meski Babenko mengubah tangan es raksasa Izumi secara perlahan menjadi mainan Lego, akan tetapi dorongan dari Izumi sangatlah kuat. Bahkan Babenko sendiri sedikit terdorong kebelakang, "Mengubah tangan es raksasa mu menjadi mainan Lego ternyata kurang efektif, ya.."
Dengan cepat, Babenko pun langsung melompat beberapa meter kebelakang sebelum pukulan Izumi membuatnya menghantam ke tanah dengan keras.
"Sialan.. kau orang yang cukup merepotkan, ya. Sepertinya aku harus menggunakan kekuatan Awakening untuk melawanmu. Padahal aku tak ingin menggunakan teknik mematikan ini, tapi kau membuatku harus memakainya.." ucap Babenko.
"Ya, gunakan saja. Aku sama sekali tidak takut dengan kekuatan yang akan kau gunakan. Kalau aku kalah darimu, itu artinya aku tidak bisa melanjutkan perjalananku nanti. Karena, tepat didepan sana, sudah banyak musuh yang telah mengincarku.." ucap Izumi dengan nada bersemangat.
B E R S A M B U N G