
"..... Sepertinya ada seseorang yang mereka incar, tapi di lembar koran ini tidak tertulis siapa yang tengah diincar." ucap Kenkomura.
Tiba-tiba Killa merasakan firasat buruk yang menyelimuti hatinya, "Firasatku mengatakan kalau mereka sedang mengincar kita semua. Namun ini hanya sebuah firasat saja, bisa salah dan bisa benar juga." ucap Killa.
"Huh? Kenapa kau bisa beranggapan bahwa kitalah yang mereka incar? Kalau mempercayai firasat saja itu kurang logis." tanya Alice.
"Tapi.." Tiba-tiba Keikomaru menyela pembicaraan mereka, "Sebuah firasat tidak boleh dihiraukan begitu saja. Aku punya ide, namun hal ini hanya sebagai antisipasi saja, kalau benar yang mereka incar adalah kita, kalau bukan ya beruntung. Ini adalah sebuah pertaruhan.."
Sebuah pertaruhan, beruntung atau tidaknya tergantung dari rencana Keikomaru yang akan diterapkan ini. Pada akhirnya, Keikomaru pun menjelaskan dengan detail rencana yang ada dalam pikirannya dan..
"Apa?!!" Davidestorm terkejut ketika dirinya akan dijadikan kelinci percobaan dan menjadi tokoh sentral dalam rencana Keikomaru. Karena menurut Keikomaru, Davidestorm cocok dalam tugas sebagai pengalih perhatian, terlebih lagi Davidestorm yang mempunyai kamera ajaib. Keikomaru berfikir bahwa Davidestorm bisa lolos dengan mudah apabila terjadi aksi kejar-kejaran.
"..... Seperti yang kujelaskan barusan, Davidestorm-kun. Kami mengandalkanmu, lagipula kau bisa menciptakan apapun untuk kabur bila benar kitalah yang diincar. Walaupun aku tak tahu apa alasan kita diincar oleh mereka.." ucap Keikomaru.
Beberapa saat kemudian ketika Keikomaru, Davidestorm, dan yang lainnya sedang sibuk membahas rencana. Tiba-tiba Ushiwakamaru mendapatkan selembar koran lainnya yang berterbangan di sekitarnya. Tanpa banyak basa-basi ia pun langsung mengambilnya begitu saja dan mulai membacanya.
Akan tetapi, raut wajahnya yang berubah secara drastis ketika membaca lembaran lain dari koran tersebut sempat mengejutkan semua orang yang berada dikapal, namun hanya Davidestorm saja yang sibuk dengan dirinya sendiri karena terus berfikir keras alasan kenapa dirinya dijadikan kelinci percobaan.
"Oey, semuanya..!! Ternyata alasan dibalik penjagaan yang ketat ini adalah karena Izumi dan Hozuki telah membuat kekacauan di Crystalline Town. Oleh karena itu, pihak Lunarian akan menangkap siapapun yang mempunyai hubungan dengan kedua orang tersebut.."
"Apa?!! Yang benar saja ucapanmu itu, Ushiwakamaru?! Sejak kapan mereka berdua sudah sampai di Lunarian mendahului kami?" Yoshino pun tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ushiwakamaru.
"Haddeh, ternyata firasatku berkata benar." Killa langsung menepuk jidatnya.
Dan, "Shoba taicho juga ikut serta dalam kekacauan itu?!! Syukurlah Shoba taicho tidak apa-apa!! Shoba taicho aku akan segera bertemu denganmu..!!" Ushiwakamaru terlihat begitu senang ketika melihat Shoba kaptennya juga masuk dalam koran.
"..... Ya, ini berita buruk. Kita belum sampai di Lunarian saja sudah mendapatkan banyak musuh. Kok aku heran kenapa mereka berdua itu suka membuat keributan haddeh.." ucap Alice.
"Yare-yare.." Vika menggelengkan kepalanya.
"Tapi, ini adalah sesuatu yang menarik konoyarou!! Inilah jalan bajak laut yang sangat tidak membosankan huahahahaha..!! Supersss..!!" Franksboy menggunakan pose yang sedikit aneh.
Disisi lain, Davidestorm dengan wajah sedikit menyeramkan masih berada di pojokan sembari memikirkan dirinya yang dijadikan kelinci percobaan sebagai pengalih perhatian. Namun, dirinya yang tak menghiraukan perkataan dari Ushiwakamaru pun tak mengerti alasan dibalik penjagaan ketat ini.
"Baiklah, setelah kita semua telah berhasil menyusup ke dalam Victoria Town, kita berkumpul di alun-alun, okey?" ucap Keikomaru sambil menunjukkan ke sebuah peta yang sebelumnya diberikan oleh Ushiwakamaru.
"Yabai..!! Yabai..!! Yabai..!!" teriak Davidestorm.
Flashback pun berakhir.
Saat ini adalah giliran Davidestorm untuk menunjukkan identitasnya yang sebenarnya kepada para penjaga yang sedang menjaga gerbang perbatasan Victoria Town.
"..... Oey, sedang apa kau? Cepat buka tudung jubahmu itu dan perlihatkan wajahmu dengan jelas kepada kami.."
Para penjaga itu terus memaksa Davidestorm agar membuka tudung jubahnya. Namun, ketika mendengar perkataan dari penjaga tersebut, Davidestorm pun keheranan, "Huh? Dua bajak laut?" Ia berkata pelan.
"Woi..!! Kau dengar tidak!! Ah banyak bacotsss..!!" Dengan cepat, para penjaga itu pun langsung membuka tudung jubah Davidestorm dan..
"Ka-kau..!! Salah satu kru dari Bajak Laut Izumi kan..!! Kau akan kami tangkap..!!" teriak salah satu penjaga.
"Gawat..!!"
Selang beberapa detik, beberapa penjaga pun langsung menodongkan sebuah tombak kehadapan Davidestorm. Kericuhan ini terjadi dan membuat para pedang maupun para pengunjung lain pun langsung berhamburan kembali ke kapalnya masing-masing.
Dan sebelum tombak para penjaga berhasil mengenai Davidestorm, Davidestorm pun menciptakan sebuah palu berukuran raksasa dari kameranya. Setelah itu, "Hiyaa..!! Rasakan ini..!!" Davidestorm melesatkan palu raksasa ke beberapa penjaga dan membuat mereka terhempas.
"Uaghh..!!"
Lalu, Davidestorm pun langsung melemparkan palu raksasa yang ia pegang ke arah beberapa penjaga lainnya hingga terjatuh karena sangat berat, setelah itu ia pun langsung menerobos masuk ke dalam gerbang perbatasan Victoria Town. Kemudian, Davidestorm pun langsung dikejar oleh puluhan penjaga yang berada disekitar pelabuhan.
Disisi lain, Killa, Vika, Yoshino, Alice, Kenkomura, Franksboy, Ushiwakamaru dan Keikomaru yang saat ini berada di deck utama kapal bajak laut Kurama pun saling memberikan sebuah kode satu sama lain.
Setelah itu, mereka semua pun mulai bergerak masuk ke dalam gerbang ketika semua para penjaga telah mengejar Davidestorm yang menjadi pengalih perhatian dari rencana ini.
Sementara itu, Keikomaru yang masih berada di deck utama kapal bajak laut Kurama pun langsung menaiki roket mininya dan bersiap untuk menyalakannya.
"Jiahaha.. sesuai rencana, baiklah dengan mini roket ini aku akan meluncur memasuki Victoria Town. Ini adalah cara masuk yang sangat keren yuhuu..!!"
Keikomaru pun menyalakan korek api dan membakar sebuah tali yang berada dibelakang roket yang ia naiki sekarang, "Zssttt.." Tali itu mulai terbakar dan siap membuat mini roket milik Keikomaru meluncur.
"Tiga.."
"Dua...!!"
"Satu!!!!!!!!"
"Go go go!!!!"
"Bushhh..!!"
Rocket pun langsung meluncur cepat dan melewati gerbang perbatasan begitu saja. Beberapa orang yang melihat aksi Keikomaru pun dibuat terpengangah dan terkesan.
"Sugoii...!!!"
B E R S A M B U N G