
Ini adalah hari yang telah ditunggu-tunggu. Hari dimana Xia serta rekannya Pilkington yang merupakan seorang pengaca pembelot akan berjuang untuk membela Izumi dan lainnya didalam pertarungan menuntut keadilan.
Di gedung pengadilan tinggi Working City. Tampak jelas banyak masyarakat yang turut hadir sedang duduk di barisan bangku yang berada di posisi kanan dan kiri ruangan. Sementara itu, terdapat beberapa kursi ditengah-tengah ruangan yang akan dipergunakan oleh orang-orang yang terlibat dalam konflik tersebut.
Banyak orang yang telah hadir dalam ruangan gedung pengadilan tersebut hanya untuk melihat jalannya proses hukum. Selang beberapa saat kemudian, terlihat beberapa orang yang cukup menonjol dalam tokoh politik Working City. Mereka adalah Juliasu Stonefire, Emperu Pandora, dan Stepyan Nosstrantoss.
Mereka bertiga adalah salah satu kaki tangan atau bisa disebut masih dalam satu komplotan Konstantine bersaudara dan juga Ragiru. Ketika mereka bertiga memasuki ruangan, dalam sekejap suara tepuk tangan terdengar begitu meriah dari barisan bangku sebelah kiri. Sementara teriakan "Huuu" terdengar begitu menggema tepat dari bangku barisan kanan.
Kubu pro dan kontra pemerintah kini sudah berada dalam satu ruangan untuk menyaksikan Xia Wakarimashita yang berjuang untuk menegakkan keadilan.
Namun, yang paling mengejutkan disini adalah tamu tak diundang. Dia adalah Konstantine Fischl. Sepertinya dia punya rencana sendiri untuk menghadiri persidangan ini. Bau-bau ketidakadilan mulai tercium dari kubu kontra pemerintah. Fischl datang memasuki ruangan, lalu duduk disebuah bangku kosong tepat didekat bangku barisan hakim yang berada di posisi arah jam 12.
Fischl tersenyum licik dengan sorot mata yang cukup mencurigakan, dia berkata pelan, "Nah, mari kita lihat berjalannya proses hukum yang baik dan benar. Pasti seru sekali.." Dia menaikkan salah satu kakinya ke kaki lainnya. Menyandarkan pipinya ke telapak tangannya.
Tak berselang lama kemudian, Ragiru serta pengacara nya yang bernama Stoneformed Mckiley datang memasuki ruangan dengan rasa percaya diri akan kemenangan yang dia raih dalam persidangan kali ini. Bagaimana tidak? Ragiru telah membayar salah satu polisi keamanan untuk menyogok hakim agar dia dimenangkan dalam persidangan ini.
"Sayang sekali. Mereka pasti akan menangis teriak minta ampun dan memohon kepadaku karena telah dijatuhi hukuman mati. Aku tidak sabar menunggu moment-moment itu." ucap Ragiru dengan nada pelan.
"Tuan Ragiru, kenapa mereka belum datang? Padahal ini sudah hampir dimulai waktu persidangan? Apa mereka kabur?" tanya Mckiley.
"Tidak!!!" Xia memasuki ruangan persidangan dan berteriak dengan lantang. Dia membantah bahwa Izumi dan yang lainnya telah kabur dari proses hukum yang akan mereka jalani, "Maaf, kami terlambat karena harus menyiapkan beberapa barang bukti!!"
Setelah Xia memasuki ruangan, disusul dengan Pilkington sang pengacara handal yang telah membelot dari jalan keburukan. Kemudian, dibelakang Pilkington terlihat sahabat sejatinya, seorang pria yang cerdas dalam pengetahuan hukum, pria ini juga bertugas sebagai pengacara kali ini. Dia adalah Dapidson Farfan.
"Pilkington? Dapidson? Mereka berniat membawa dua pengacara sekaligus dalam persidangan kali ini? Sampai segitunya ya mereka tidak mau kalah. Ckckck." ucap Ragiru.
Kemudian disusul dengan rombongan Izumi dan rekan kelompok Bajak Laut nya yang memasuki ruangan. Untuk sekarang identitas asli Izumi dan bersama dengan lainnya yang merupakan seorang Bajak Laut pun belum terbongkar oleh siapapun. Mereka masih dianggap sebagai warga biasa yang telah melanggar hukum.
Setelah semua peserta persidangan telah hadir. Tiga hakim pun masuk dengan pakaian jubah ala hakimnya. Mereka terlihat seperti pria paruh baya yang kalem, tapi tepat didalam lubuk hatinya mereka terlihat tersenyum licik dan menunggu Moment untuk menjatuhkan Izumi dan lainnya.
"Kalian tenang saja. Aku yakin kalian akan menang dalam persidangan ini." ucap Xia sembari melirik ke arah Izumi.
"Kenapa kau begitu yakin?" tanya Izumi.
"Entah kenapa, aku merasa orang-orang di negara ini sangat kaku-kaku sekali." ucap Yoshino dengan nada pelan.
"Kombinasi terhebat katamu, Xia? Meski kau membayar dua pengacara sekaligus, kau takkan bisa memenangkan pertempuran ini. Lagipula, kenapa kau rela membantu mereka yang sudah pasti kalah? Apa ini tentang egomu yang selalu berbicara tentang keadilan?" tanya Ragiru dengan nada ejek.
"Ya. Karena keadilan akan selalu berada di pihak pemenang. Ketidakadilan akan musnah dalam jurang kehancuran. Lebih baik kau persiapkan mentalmu agar tidak menangis ketika kau kalah dalam persidangan ini.." ucap Xia. Dia menunjukkan wajah yang sangat serius. Bahkan dia menunjuk ke arah Ragiru yang menandakan pertentangan.
"Kyaaa!!! Aku takut!!! Xia-chan sepertinya telah mengancamku dengan sesuatu yang jahat!! Taskete!!" teriak Ragiru dengan nada sok imut.
"Cih. Aktingmu terlihat jelas didepan mataku. Dasar biadab. Aku berjanji akan menghancurkan komplotanmu. Dan juga, aku akan menegakkan keadilan di Negara ini.." ucap Xia.
Kala itu Fischl yang mendengarkan perkataan Xia pun langsung mencoba untuk menahan tawanya, "Konyol sekali, Xia Wakarimashita!!" teriaknya. Dia berdiri dari kursinya, "Menyerah saja pada mimpi konyolmu itu, Xia!! Yang kau katakan itu hanya sia-sia belaka!! Kita sudah menegakkan keadilan kok!! Ini adalah keadilan versi kita!! Huahaha!!"
"Keadilan versi pemerintah sendiri yang kau maksud?" tanya Xia dengan nada sinis.
"Ah, maaf. Sepertinya aku terlalu terbawa suasana di dalam persidangan ini. Ya, mau bagaimana lagi, bahkan persidangan yang belum dimulai saja sudah terasa sangat panas." ucap Fischl. Dia kembali duduk di kursinya. Kemudian dia pun mempersilahkan para hakim untuk memulai persidangan.
Ketua hakim yang sudah berada dalam barisan bangkunya pun berdiri sembari memegang sebuah palu guna untuk memulai persidangan. Ketua hakim diam sejenak, melihat situasi didalam ruang persidangan sudah tenang atau belum. Dan, ketika suasana di ruangan sudah cukup kondusif, ketua hakim pun...
"Baiklah, dengan ini persidangan yang terjadi atas kasus tuan Ragiru dengan orang yang dia anggap sebagai ancamannya telah dibuka. Persidangan ini telah dimulai!!!"
"Tok!!" Ketukan palu menandakan persidangan telah dimulai.
Tepat disinilah pertarungan keadilan antara Xia, Izumi dan rekan-rekannya melawan Ragiru yang mencoba menjebak mereka dalam ketidakadilan. Suasana di dalam ruang pengadilan semakin memanas seiring berjalannya waktu. Ditambah dengan sidang yang telah dimulai membuat suasana menjadi super panas. Presentasi kerusuhan yang terjadi dalam kerusuhan pun semakin besar.
Apakah kombinasi pengacara Pilkington dan Dapidson mampu menumbangkan ketidakadilan yang berada dalam diri Ragiru? Ini masih permulaan. Awal dari rangkaian deretan cerita untuk melawan ketidakadilan.
Mampukah Xia memenangkan pertarungan untuk melawan ketidakadilan ini?
B E R S A M B U N G