
Chapter 515 - Demon Orc
Firehn yang kini sudah berada di dataran tinggi level 1 pun pun terpaksa harus menghentikan jalannya setelah melihat makhluk buas, jahat, ganas dan memiliki postur tubuh seperti manusia namun sedikit lebih besar. Kulitanya berwarna hijau dan wajah mereka banyak yang terlihat mirip seekor kera dan babi.
"Makhluk apa itu? Aku belum pernah menemui makhluk seperti itu sama sekali dalam hidupku." Dontschew pun cukup kebingungan dengan makhluk tersebut.
Tak berselang lama kemudian, Legolas kini berhasil mencapai dataran tinggi level 1 hanya dengan terbang menggunakan sayap elf nya, lalu dia menghampiri Firehn dan yang lainnya.
"Makhluk itu bernama Orc!"
"Apa katamu, Orc?" tanya Zhakarchenko yang sedikit tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Legolas.
"Orc adalah makhluk buas yang berasal dari dunia lain. Sepertinya Filimonov dengan kekuatan iblis nya berhasil memanggil mereka ke dunia ini. Selain itu, Orc ini sangatlah tangguh, serangan biasa takkan mampu untuk memulainya.." ucap Legolas.
"..... Jadi seperti itu, ya? Filimonov melakukan hal ini untuk mengulur-ulur waktu agar Zone ini terus menyempit dan melenyapkan kita begitu saja, Filimonov ternyata cukup licik.." ucap Firehn.
Beberapa saat kemudian, puluhan pasukan Revolusi datang dibelakang Firehn yang lainnya.
"Tuan Firehn, kami datang!!!"
"Maafkan kami karena datang terlambat!!"
"Tenanglah, kami akan mengalahkan makhluk aneh itu!!!"
Salah satu pasukan Revolusi itu langsung berlari ke arah Orc. Akan tetapi, "Tunggu!! Jangan kesana!!!" Firehn berteriak melarang hal itu, namun salah satu pasukan Revolusi itu tak menggubris apa yang dikatakan oleh Firehn, dan alhasil..
"Buaggghhhh!!!" Orc itu mengambil sebuah gada besar yang berada di punggungnya lalu memukul perut pasukan Revolusi tersebut hingga terpental cukup jauh sampai terjatuh dari dataran tinggi level 1 menuju kebawah.
Firehn dan yang lainnya pun terkejut ketika salah satu pasukan Revolusi itu berhasil terpental cukup jauh hanya dengan satu kali pukulan gada.
"Tcih, kalau begini kita takkan bisa bertarung melawan Filimonov sampai Zone ini menyempit. Si Filimonov itu ternyata mempermainkan kita.." ucap Vukadinovic dengan raut wajah kesal.
Sementara itu di tempat Leonardo berada. Saat ini mereka masih berdiam diri di perbatasan, tepatnya juga di dekat Zone.
"Captain, apa kita tidak bergerak juga? Kalau Zone ini bergerak dan mengenai kita, maka tamatlah sudah, kita akan mati.." ucap Stuart yang sedikit panik.
"..... Tenanglah, kita akan bergerak selagi Zone ini juga bergerak. Lagipula, kita akan bergerak kemana? Kita sudah terkurung disini, jalan satu-satunya agar kita selamat ya cuma dengan mengalahkan Filimonov.." ucap Leonardo, "Lagipula, kalau Angkatan Laut seperti kita ikut campur nanti akan menjadi situasi yang rumit.."
"Benar apa yang dikatakan kapten Leonardo, kita akan bergerak bila Zone ini juga bergerak. Kita juga bisa mengamati peperangan disana lewat monitor yang terhubung langsung dengan Drone milik Kapten Leonardo.." ucap Limit Company.
"..... Ya, itu benar. Kalau kita terlalu bergerak kedalam, bisa-bisa kita akan terlibat oleh peperangan itu. Lagipula, kita disini hanya untuk mencari informasi tentang isu politik di Negara ini serta rumor iblis yang bekerja sama dengan Filimonov, jadi sekarang semua sudah terlihat jelas. Tujuan kita saat ini hanya melapor ke markas pusat.." ucap Leonardo.
Sementara itu, terlihat Xia, Xianfeng, Dapidson, dan Pilkington yang tengah bertarung melawan Pasukan Pemerintah demi menerobos agar bisa menuju ke dataran tinggi level 1 menyusul Firehn dan yang lainnya.
Kembali ke dataran tinggi level 1.
"Kita harus mencari rencana agar bisa melewati para Orc itu dengan mudah. Memang kita bisa bertarung dan mengalahkan mereka, namun itu hanya akan menghambat waktu saja." ucap Firehn.
Tak berselang lama kemudian, Izumi dan Yoshino datang dengan senyum semangatnya melewati Firehn dan lainnya begitu saja.
"..... Tenanglah, Paman. Makhluk aneh seperti ini bisa kami taklukkan dengan mudah." ucap Yoshino dengan pedang Black Lotus yang telah ia bawa di tangan kanannya.
"Ice Frezee.." Tanpa basa-basi, Izumi pun langsung membekukan puluhan Orc itu dengan kekuatan es nya, "Paman, mereka sudah kubekukan, ya walaupun mereka akan bergerak sebentar lagi, jadi.. Paman Firehn dan yang lainnya cepat segera pergi menuju ke dataran tinggi level dua, para Orc ini biar aku dan Yoshino yang mengatasinya.."
"Yeah, itu benar, Captain.." ucap Yoshino.
"Terimakasih, Izumi! Kami sangat tertolong!! Ayo semuanya, kita segera menuju ke dataran tinggi level dua!!" ucap Firehn.
"Ya!!!"
"Kita berdua akan segera menyusul kalian!!!" teriak Izumi.
Firehn, keempat petinggi pasukan Revolusi, dan puluhan pasukan Revolusi lainnya pun langsung bergegas menuju dataran tinggi level 2 disaat para Orc itu masih membeku.
"Berkat bantuan Izumi dan Yoshino, kita bisa melewati para Orc itu tanpa bertarung.." ucap Firehn.
Sekilas, terlihat Legolas yang langsung saja terbang menuju ke dataran tinggi level 2. Dia ingin mencari tahu terlebih dahulu dengan apa yang ia lihat di dataran tinggi level 2. Akan tetapi, ketika Legolas sudah tiba di dataran tinggi level 2, ekspresi wajahnya terlihat cukup terkejut.
"A-apa itu?!!"
Sementara itu di dataran tinggi level 1. Para Orc yang telah dibekukan Izumi dengan kekuatan es nya pun berhasil memecahkan es yang telah membekukannya dan bergerak kembali.
"Izumi, tampaknya makhluk aneh ini cukup kuat. Sangat tidak adil kalau kita tidak mencoba untuk melawannya.." ucap Yoshino.
"Ya, aku juga penasaran dengan makhluk aneh ini. Jarang-jarang kita melawan makhluk seperti ini.." ucap Izumi.
Sementara itu disisi lain. Davidestorm, Killa, dan Vika tampaknya masih berusaha untuk menerobos pasukan Pemerintah yang berjaga. Hingga pada akhirnya, mereka berhasil menerobosnya dan langsung bergegas menuju ke dataran tinggi level 1.
"Dengan ini, kita bisa langsung bergegas menuju ke dataran tinggi level satu!! Kita akan menyusul Izumi dan Yoshino!!" ucap Killa.
"Dasar mereka berdua itu, kenapa selalu meninggalkan kita begitu saja ya. Tapi, ini sedikit menguntungkan, karena mereka mungkin akan menghabisi halangan yang didepan mata dalam sekejap.." ucap Vika.
"Dari dulu kan mereka berdua suka meninggalkan begitu saja dan pergi ke garis depan begitu saja. Seperti halnya di perang Hirsley Bulgarian dulu.." ucap Davidestorm.
Perang baru saja dimulai bersamaan dengan game kematian yang diselenggarakan oleh Filimonov. Mereka harus mencapai setiap level dari dataran tinggi agar bisa bertemu dan bertarung melawan Filimonov.
B E R S A M B U N G