
Ada bermacam-macam bentuk peristiwa di muka bumi ini, seperti kejadian perkara yang menimbulkan keributan yang wah, atau mereka para pemimpin yang melakukan suap-menyuap.
Atau mereka yang tersenyum saat duduk manis di tempat duduk, kemudian mengerakkan kedua tangan mereka untuk membuka laci. Dibalik meja teman sekantor. Tikus-tikus kantor kah? Rahasia.
Konflik membingungkan mungkin sedang terjadi di tempat lain, bukan soal pertempuran menggunakan kekuatan operpower; atau bahkan kekuatan yang melampaui nalar Manusia. Tidak seperti itu, ini adalah trik, intrik, dan konspirasi mahkama agung atau bahkan konspirasi terserah yang terpenting ini tetaplah sebuah konspirasi.
Mungkin saja beberapa aktivis beraksi, menyuarakan hak-hak dan aspirasi soal kesalahan pemerintahan. Atau mungkin ini adalah bentuk unjuk rasa agar sang pemimpin daerah turun dari kursi jabatannya? Tidak bisa didefinisikan.
Seorang Pria nampak pusing, tangan kanannya menyentuh keningnya sendiri, ini adalah Manusia dalam keadaan pusing memikirkan segala spekulasi yang membingungkan, menghadapi fakta atau perbuatan seseorang yang melampaui nalar.
"Mama... oh Mama... Pacarku seorang aktivis.. kepalaku pusing memikirkannya, dia super tomboy bahkan bisa menerbangkan bodyguard pemerintah dengan sekali pukulan, tetapi hatiku selalu cemas, jika saja sang bodyguard akhirnya gelap mata dan menggunakan senjata api yang berbahaya.. tinggal door .. dia hilang dari peradaban..." Pria ini adalah si Pria yang hobi gundah, julukannya adalah 'Negatif-Thingking Otoko' karena kebiasaannya yang selalu memikirkan hal-hal buruk. Ini membuat dia juga bisa mewaspadai orang berbahaya berdasarkan insting 'negatif'-nya. Xianfeng Yuan.
Gundah Gulana Memiliki Pacar Seorang Aktivis, gambaran yang cocok untuk Xianfeng di era yang kaku ini.
Era kekakuan, dan era metropolitan, dari mereka itu pasti, lagu kritik tercipta menghampiri, unjuk rasa merebak, bahkan semuanya nampak suram, begitulah periode yang akan terjadi jika politik dan segala kejadian perkara korupsi menjadi bahan untuk mereka memprotes dengan lantang dan keras.
Membawa spanduk-spanduk, atau bahkan mereka berteriak melemparkan batu, kata mereka yang sebagian, Era ini kaku, Working Men Blues merebak, dan bahkan era untuk para buruh dan pekerja kerah biru memasuki era suram ekonomi dan mengharuskan pendapatan mereka tak karuan.
"Working Men Blues!! Kita harus bertahan di era yang kaku ini!!" Teriak beberapa aktivis.
"Sabar sabar dan gak usah banyak bacot, itulah balasan yang mereka berikan, ternyata pemimpin cuma boneka, sembunyi dibelakang dengan keringat yang jatuh, oh-oh ya-oh ya-oh ya culun!!" Suara keras menggelegar, ini adalah intonasi yang badass dari sang wanita yang memakai topi bundar, dan nampaknya dia berambut pendek, lengkap lagi ada tali yang bergelantung dilehernya, tali khas dari kamera.
"Itu, Xia sudah beraksi, dia adalah idola para aktivis!!" Teriak Aktivis yang lain.
Dalam keributan yang tak terbendung, menara kokoh menjulang tinggi, dan disana ada pengintaian dari banyak orang, atau bahkan beberapa orang penting dalam dunia kepolitikan.
"Babenko, nampaknya kita harus membungkam si Wanita berisik itu, apakah kau setuju?" Suara sedikit berat, ini adalah suara wanita, seperti nuansa suara dari sang perokok berat, betul saja kemudian kepulan asap merebak kepermukaan udara. Konstantine Koizumi.
"Di Era yang kaku ini, jika kita asal bergerak, mereka aktivis yang mengganggu akan bergerombolan berunjuk rasa dengan lebih barbar jika panutan mereka modar secara aneh.." balas Babenko cukup santai, Konstantine Babenko.
"Neesan terlalu memikirkan cara menyingkirkan dengan cepat, tanpa memikirkan konsenkuensi yang akan terjadi jika dia terbunuh.." Pria bersurai putih, nampaknya dia adalah yang termuda, sebut saja namanya, Konstantine Fischl.
Trio Konstantine ini adalah Trio yang menguasai politik di kota yang memiliki pendapatan bagus soal dana suap dan korupsi, bahkan pajak meninggi, Kota Ekonomi, Working Metropolitano.
"Dia... beraksi lagi.." menepuk jidat, kembali gundah, serasa ingin mengeluh, memang selalu mengeluh, dalam keluhan, tak lupa insting 'negatif'-nya selalu hidup.
"Mama.. oh Mama.. beginilah gundah gulana memiliki pacar seorang aktivis, tak kenal lelah, lupa waktu, dan terkenal tak takut mati; tidak ingin bungkam, mungkin saja dia lebih mencintai Kota ini daripada pacarnya sendiri..."
Lantas, Ia dengan kegundahan, mencoba menggantikan chanel yang lebih menarik, jika selalu terpaku kepada berita, dia hanya akan makin stress lagi gara-gara ulah sang pacarnya bernama Xia Wakarimashita.
Tidak ada hal yang bagus diceritakan, tidak ada kisah yang menarik yang akan diceritakan, karena karakter bernama Xianfeng hanyalah seperti karakter sampingan beban, karena dia kebanyakan mengeluh, dasar karakter ampas, harusnya dia tak diperkenalkan, lantas saat narasi mengejek Ia , Ia sang Xianfeng menatap tajam kedepan, mendeteksi 'negatif' karena kenampuannya memang seperti itu.
Kesampingkan soal itu, dan lalu bagaimana tentang Kota Ekonomi, Working Metropolitano yang nampak megah namun banyak pendemo berjejeran dimana-mana? Teriakan menggema tak karuan, seperti suara radio rusak yang tak pantas didengarkan lebih mendetail, nantinya malah membikin telinga rusak beneran akibat mendengarkan volume desibel yang berlebihan kerasnya kayak fans klub Besiktas.
Jika saja desibel para pendemo bersaing keras dengan suara fans klub Besiktas, maka itu akan menimbulkan getaran yang merepotkan akibat dua keberisikan itu ber-fushion dalam satu suara yang mengerikan.
Petinggi Politik nampaknya mengerti, bagaimana kerasnya volume desibel suara para pendemo, atau mungkin penonton Red Bull Leipzig mengetahui betapa mengerikannya keberisikan fans Besiktas yang bahkan membuat pemain sepakbola seperti Tino Diamond merengek ingin keluar lapangan karena terlalu berisik mendengarkan teriakan mereka.
"Kebebasan ekspresi masilah bisa ditolerir, bahkan keterbukaan masih ada, bahkan mereka mendengarkan dengan seksama , hanya saja, suara lantang kita didengarkan mereka seperti mendengarkan celotehan Ibu mereka yang hobi marahin mereka pas masih bocil..." Xia bersuara, "Dan kini mereka duduk santai mengintai dari gedung tinggi, atau aparat-aparat negara sombong melangkahi istana yang megah dan menatap kita dengan tatapan meremehkan kemiskinan, padahal kita kekurangan upeti karena mereka!!"
Suara kerasnya, dengan ekspresi gagah berani, menatap tajam kepada para penjaga yang berusaha merelai keributan.
"Ketika mereka mendengar; hanya satu kata , mereka itu 'Tuli' jika aku punya kekuatan kavaleri, aku sudah menghunuskan pedang untuk menusuk jantung mereka..." Xia berapi-api, tetapi.....
Suara mereka tertutup oleh kendaraan berat yang lewat dan ingin memasuki area keributan.
"Minggir, Jelata!!" Teriak sang sopir, dan disebelah sang sopir ada satu perawakan yang sudah gak asing, pelaku korupsi dana Whislist.
"S .. .. ...? Siapa dulu itu? Aku lupa namanya.. namanya tenggelam dalam surat kabar dan televisi karena saat ada kasus gede seperti ini, selalu ada kasus isu yang menutupi kasus gede ini.." Xia tak mengingat; dia lupa.
"Mungkin saja dia hanyalah Kamen Rider yang numpang nebeng.." sambung seseorang. Figuran.
B E R S A M B U N G