Cosplay

Cosplay
Chapter 230 - Lima Orang Dengan Tekad Yang Luar Biasa!



"Uaghhh..!!" Sho merasakan rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya karena luka yang di deritanya akibat dari serangan Demon Sword milik Hristov. Bahkan, seluruh pakaiannya kini sudah berlumuran banyak darah. Apalagi, baru saja ia memuntahkan banyak darah.


Sementara itu, terlihat Hristov yang masih berdiri tepat di depan Sho yang terkapar sambil menatap tajamnya. Ia tersenyum menyeringai ketika melihat Sho yang seolah-olah sudah pasrah akan ajal yang menjemputnya.


"Bagaimana? Apakah kau sudah bisa merasakan hawa kematian yang akan menjemputmu? Sungguh ironis, kematianmu hanya sia-sia." ucap Hristov.


Selang beberapa detik, terlihat Sho yang mulai kesulitan untuk bernafas, bahkan ia pun sudah kesulitan untuk berbicara. Apakah sudah saatnya untuk diriku mati? Pikirnya.


"Padahal aku sudah memberimu keringanan untuk menjadi anak buah. Tapi kau tetap bersikukuh menolak dan setia pada Angkatan Laut lemah seperti mereka." ucap Hristov, "Kalau begitu, aku akan mengirimu ke neraka sekarang juga, selamat tinggal."


Seketika, Hristov pun langsung mengangkat pedangnya ke atas, lalu mengayunkannya ke arah Sho yang terkapar di tanah. Hristov berniat untuk menusuk jantung Sho.


Akan tetapi, sebelum pedang Hristov menusuk jantung Sho. Dengan cepat, Rocky pun melesat ke arah Hristov sembari melesatkan pukulan panasnya.


"Takkan kubiarkan hal itu terjadi..!!"


Hristov pun langsung mundur beberapa langkah untuk menghindari pukulan panas dari Rocky, "Hampir saja, Seharusnya kau sudah mati, kenapa kau masih hidup sampai sekarang. Pasti sebuah plot armor sedang berpihak kepadamu."


Rocky pun langsung berdiri di depan Sho yang terkapar sembari mengepalkan kedua tangannya yang terlihat berwarna merah ke orenan seolah-olah kedua tangannya telah dilapisi oleh suhu panas.


Disaat yang sama, Futaba dan Mirabelle pun datang dibelakang Rocky. Mereka berdua pun seketika terkejut dan syok setelah melihat kondisi dari Sho yang terluka parah.


"Futaba, Mirabelle, bawa Sho sejauh mungkin. Kalian harus menyembuhkannya, jangan sampai dia mati. Sho adalah aset berharga bagi Angkatan Laut. Dan juga, panggil bala bantuan dari Markas besar. Suruh mereka untuk mengirim salah satu Admiral disini." perintah Rocky dengan raut wajah serius.


"Baik..!!" jawab Futaba dan Mirabelle secara serentak. Lalu, mereka berdua pun langsung membawa Sho pergi menjauh.


Dan kini, Hristov dan Rocky akan melanjutkan pertarungannya kembali. Pasalnya, Rocky tak terima ketika ribuan pasukan Angkatan Laut miliknya dikalahkan begitu saja oleh Hristov dalam sekejap mata.


"Apa kau ingin bernasib sama dengan rekanmu itu, Rocky Whitecoffe?" tanya Hristov sambil tersenyum menyeringai.


"Tidak, justru aku yang akan menghabisimu disini sekarang juga. Kekalahanmu adalah kemenangan bagi kami." ucap Rocky.


Seketika, Hristov pun menancapkan pedangnya ke tanah lalu bertepuk tangan saat mendengar perkataan dari Rocky yang ia anggap sebagai lawakan sembari menggelengkan-gelengkan kepalanya.


"Wow, apa aku tidak salah dengar? Apa kau berniat melawak dihadapanku? Karena perkataanmu begitu mustahil bagiku." ucap Hristov dengan nada remeh.


"Diamlah." tegas Rocky.


Tanpa pikir panjang, Rocky pun langsung berlari dengan cepat ke hadapan Hristov dan mencoba untuk melesatkan kembali pukulan panasnya, "Hiyaaa..!!"


"Bodoh sekali.."


Hristov menghindari pukulan Rocky dengan begitu mudah. Lalu, ia mencabut pedangnya yang menancap di tanah dan mencoba untuk menebas Rocky, "Batss..!!"


Rocky memiringkan badannya untuk menghindari tebasan pedang yang dilesatkan oleh Hristov. Setelah itu, Hristov pun mencoba untuk menyentuh salah satu bagian tubuh dari Rocky. Ia berniat untuk membuat Rocky mematung dengan sentuhannya.


Namun, dengan sigap Rocky pun langsung melompat salto beberapa langkah kebelakang untuk menghindari sentuhan dari Hristov. Setelah itu, Hristov pun langsung melompat jauh ke arah Rocky sembari mengangkat pedangnya ke atas.


Seketika, sebuah energi hitam kembali muncul dan menyelimuti pedang milik Hristov. Lalu, Hristov pun mencoba untuk menebas Rocky dengan gerakan memutar.


Rocky berguling-guling di tanah ke arah kanan untuk menghindari tebasan pedang yang dilesatkan oleh Hristov. Lalu, ia pun berlari memutar kebelakang Hristov dan mencoba memukulnya dari belakang.


"Enyahlah..!!" teriak Rocky.


Hristov pun langsung membalikkan badannya dan mencoba untuk menebas kepala Rocky. Namun, dengan sigap Rocky pun menundukkan kepalanya dan langsung melesatkan pukulan tepat di perut Hristov, "Buaghh..!!"


Hristov pun langsung terpental kebelakang namun ia mengerem pentalan tersebut dengan kedua kakinya yang menginjakkan ke tanah. Hristov merasakan panas di perutnya, setelah ia melihatnya, pakaian yang dia kenakan berlubang seperti terkena bakaran api.


"Cih, ternyata aku terlalu bermain-main denganmu. Kalau begitu, aku akan segera menghabisimu juga.." ucap Hristov dengan raut wajah serius.


"Akhirnya seranganku ada yang berhasil mengenaimu. Kemenanganku sudah ada di depan mata." ucap Rocky.


Setelah itu, Hristov pun langsung mengangkat pedangnya ke atas. Lalu, energi hitam yang menyelimuti pedang tersebut pun semakin besar dan berkobar-kobar seperti api hitam. Namun, tidak sebesar seperti serangan sebelumnya.


"Rasakan kekuatan kegelapan, dan bersiaplah untuk mati, Rocky..!!"


Tanpa basa-basi, Hristov pun langsung menebaskan pedangnya dari jarak jauh ke arah Rocky berdiri, "Batss..!!"


Dan, "Sringggg...!!!" Tiba-tiba hembusan angin yang cukup kencang datang dan membuat tebasan yang melesat ke arah Rocky pun lenyap seketika.


"Apa yang terjadi?" Rocky cukup terkejut setelah melihat hembusan angin kencang yang membuat serangan tebasan Hristov lenyap.


"Huh? Cih, ada penganggu lagi yang terus berdatangan." ucap Hristov dengan nada sinis.


Lalu, "Bushh..!! Bushh..!!" Terlihat beberapa peluru es melesat ke arah Hristov dengan begitu cepat. Menyadari hal itu, Hristov pun berhasil menghindarinya dengan begitu mudah.


Kemudian, sebuah gasing yang melesat begitu saja ke arah Hristov, namun Hristov pun langsung menebas gasing tersebut dan membuat gasing itu terpental, "Tyengg..!!"


Tak berselang lama, sebuah tebasan api dengan membentuk sebuah rubah api langsung melesat ke arah Hristov. Dengan sigap, Hristov pun langsung menebas tebasan rubah api tersebut dengan pedang miliknya yang diselimuti oleh energi hitam, "Batss..!!"


Setelah itu, Rocky pun merasakan hawa kehadiran seseorang. Ia tersenyum bersemangat sambil berkata, "Kalian datang terlambat, seluruh pasukan Angkatan Lautku sudah dihabisi olehnya."


Seketika, terlihat Izumi, Shu, Ezeqia, dan Schuikhov yang berdiri di depan Rocky sembari menghadap Hristov yang berdiri beberapa meter dihadapan mereka.


"Maafkan aku, Rocky-dono. Tadi, aku mendapatkan musuh yang cukup merepotkan. Oleh karena itu, aku butuh mengisi kembali staminaku." ucap Shu sambil mengarahkan pedangnya ke arah Hristov.


Sementara itu, disebelah kanan Shu, terlihat Ezeqia yang kembali menangkap gasingnya lalu memasukkannya ke dalam saku bajunya. Lalu, ia pun menarik pedangnya dan berkata, "Akhirnya aku sudah tiba disini, sudah saatnya untukku mengalahkan Hristov."


"Huh? Mengalahkan Hristov? Hanya akulah yang boleh mengalahkan Hristov..!!" teriak Izumi dengan begitu bersemangat. Ia berada di sebelah kanan Ezeqia.


"Yare-yare, aku juga merasakan kekuatan yang cukup besar disini. Oleh karena itu, aku segera bergegas kemari." ucap Schuikhov dengan raut wajah bersemangat. Ia berada disebelah kanan Izumi.


Kemudian, Rocky pun langsung berjalan di sebelah kanan Schuikhov, dengan raut wajah yang bersemangat, ia pun berkata, "Hei, bocah es. Yang mengalahkan Hristov disini adalah aku, kau cukup menonton saja."


Kini, Izumi, Rocky, Shu, Ezeqia, Schuikhov sudah membulatkan tekad mereka untuk mengalahkan Hristov demi kemenangan. Apakah mereka berlima bisa mengalahkan Hristov? Ataukah Hristov yang berhasil mengalahkan mereka berlima?


BERSAMBUNG