
Lost Heaven pun berhasil mengalahkan Garnet yang mempunyai kekuatan Springbread dengan cukup mudah hanya dengan membekukannya dan menghancurkan tubuh Garnet yang telah membeku hingga pecah.
Setelah berhasil mengalahkan Garnet, Heaven pun langsung bergegas pergi sembari memasukkan telapak tangannya kedalam saku celananya disertai raut wajah datar yang selalu ia pasang. Kini, Heaven bergegas pergi untuk mencari lawan yang ia anggap sebagai lawan yang cukup berbahaya bagi kubu Aliansi.
*****
Sementara itu, disisi lain perang, terlihat Ezeqia dan Melody yang berlari melewati sela-sela pertarungan antara pasukan Aliansi dan pasukan Bajak Laut Hristov. Kini mereka berdua sedang bergegas menuju ke garis depan, ke tempat Hristov berada.
Akan tetapi, walaupun Ezeqia dan Melody sudah melihat pertarungan antara Angkatan Laut dan Hristov sudah berada di depan matanya. Namun, mereka berdua tak kunjung sampai, seolah-olah mereka berdua hanya berlari di tempat.
Merasa ada sedikit keanehan, Melody dan Ezeqia pun berhenti sejenak dari larinya. Lalu, mereka berdua pun mulai berdiskusi untuk membahas sebuah kejanggalan yang menimpa mereka berdua.
"Melody, apa kau tidak merasa ada keanehan. Kita berdua sudah melihat pertarungan Angkatan Laut dan Hristov di depan mata. Tapi, ketika kita berdua menghampirinya, seolah-olah tempat dimana Hristov berada semakin menjauh." ucap Ezeqia.
"Benar juga, seolah-olah kita hanya berlari di tempat sampai stamina kita terkuras cukup banyak. Apa jangan-jangan apa yang terjadi pada kita berdua ada hubungannya dengan kekuatan musuh?" tanya Melody.
"Kemungkinan ada campur tangan musuh. Sepertinya, tanpa kita sadari, seolah-olah kita sudah terjebak dalam perangkap musuh. Ini seperti sebuah ilusi." ucap Ezeqia.
"Ilusi?" gumam Melody sambil memikirkan sesuatu hal dengan fenomena janggal yang menimpa dirinya dan juga Ezeqia saat ini.
Setelah itu, Melody pun kembali mengeluarkan lonceng kecilnya dari dalam saku bajunya. Lalu, ia pun langsung menggoyangkan lonceng tersebut hingga menciptakan sebuah gelombang suara. Gelombang suara tersebut langsung menyebar luas ke seluruh area. Melody menyebut tekniknya ini sebagai..
"Soumdwafe.."
Gelombang suara tersebut menyebar sebagai lonceng yang dibunyikan oleh Melody sebagai titik pusatnya. Gelombang suara tersebut masih menyebar seperti sebuah radar. Dan, tak berselang lama, Ezeqia dan Melody pun terkejut seolah-olah sudah sadar dari sebuah ilusi.
"Eh.. Melody, lihatlah. Ternyata, daritadi, kita hanya berlari di tempat saja. Dan, lokasi Hristov masih jauh di depan sana." ucap Ezeqia.
Melody pun langsung menatap Ezeqia dan mengangguk pelan. Lalu, ia pun berkata, "Benar, sepertinya kita sudah terjebak oleh ilusi musuh."
"Tapi, aku tidak bisa menebak siapa dalang dari semua ini. Apa kau mempunyai sebuah pentujuk?" tanya Ezeqia.
"Entahlah, tapi aku sedikit cu-" ucap Melody.
"Jrottttt...!!!"
Tiba-tiba seorang pria menusuk punggung Melody menggunakan sebuah pedang. Dan, terlihat darah Melody dari bekas tusukan pedang tersebut bercucuran deras. Ezeqia yang berdiri disebelah Melody pun terkejut dengan seorang pria yang muncul secara tiba-tiba dan menusuk Melody dari belakang.
"Melody..!!" teriak Ezeqia.
Pria yang menusuk Melody tersebut ialah Saint Freur De Blaz, salah satu anggota dari Guardian Six Bajak Laut Hristov. Terlihat Freur yang menusukkan pedangnya semakin dalam ke tubuh Melody. Dan, seketika Melody langsung memuntahkan banyak darah dari mulutnya.
"Matilah.." ucap Freur.
Ezeqia pun langsung menarik pedangnya dan mencoba untuk menebas leher Freur. Kini sorot Ezeqia semakin tajam, seolah-olah dipenuhi dengan amarah yang cukup besar.
"Beraninya kau menusuk Melody dari belakang..!!"
"Batssss...!!!"
Freur langsung melepaskan pedangnya yang masih menusuk punggung Melody, lalu Freur pun langsung melompat beberapa langkah kebelakang. Setelah itu, ia pun mengeluarkan sebuah bola berwarna biru, seperti bola ramalan yang dimiliki oleh seorang penyihir.
Ezeqia pun bimbang, ia bingung memilih untuk menyerang Freur atau menolong Melody yang terluka terlebih dahulu. Selang beberapa detik, ia pun memutuskan untuk menolong Melody dahulu, karena keselamatan nyawa adalah yang utama.
Ezeqia pun langsung menarik pedang dari punggung Melody, namun rasa sakit yang dirasakan Melody begitu luar biasa. Seketika, Melody pun langsung ambruk di tanah.
"Bertahanlah, Melody..!!" ucap Ezeqia sembari memasang raut wajah yang khawatir.
"Sudah terlambat, kau tidak akan bisa menyelamatkannya kembali, dia sudah tamat..!! Huahahaha..!!" ucap Freur, ia kembali tertawa terbahak-bahak setelah melihat Melody yang terkapar di tanah.
"Sialan, trik licik apa yang kau gunakan itu?! Kenapa kami berdua seolah-olah berlari di tempat?! Apa itu kekuatanmu?!" tanya Ezeqia.
"Tidak, itu bukan kekuatanku. Ini kekuatan dari bola ramalan yang aku pegang ini. Kukira bola seperti ini tidaklah berguna dalam perang. Akan tetapi, bola ramalan ini cukup berguna menjadi senjata yang cukup mematikan. Aku memberitahukanmu hal ini karena sebentar lagi kau akan segera mati menyusulnya." ucap Freur.
"Mati menyusulnya? Aku tegaskan, Melody tidak akan mati semudah itu..!! Aku akan membalaskan dendam Melody setelah aku menghentikan pendarahannya.." ucap Ezeqia sambil menatap tajam Freur.
"Kau kira aku akan berdiam diri saja ketika melihatmu yang mencoba untuk menyembuhkan wanita itu? Jangan bermimpi..!!" ucap Freur.
Dan, "Jrottt..!!" Terlihat seorang pria yang telah menusuk punggung Freur dari belakang dengan menggunakan sebuah pedang. Freur pun terkejut dengan sesuatu yang terjadi menimpanya, ia pun melirik kebelakang dan terkejut.
"Hoi, bukannya kau itu Matos dari Tim Elite Number One? Kenapa kau menyerangku?" tanya Freur.
Freur melihat orang yang menusuknya ialah Matos, akan tetapi wajah Matos pun perlahan berubah menjadi wajah seorang perempuan, dan ternyata, Miu lah yang telah menyamarkan wajahnya mirip seperti Matos. Freur kembali terkejut.
"Hey, bagaimana rasanya tertusuk dari belakang, seperti dirimu yang menusuk Melody itu? Sekarang kau akan bernasib sama dengannya.." ucap Miu.
"Sialan..!! Ternyata kau bermain licik ya..!!" teriak Freur, seketika ia juga mengeluarkan banyak darah dari mulutnya dan darahnya juga bercucuran deras di punggungnya.
Miu pun langsung mencabut kembali pedangnya dan menebas Freur dengan gerakan menyilang, "Batsss..!!"
"Uaghhh..!!"
"Brakkk!!!" Freur pun langsung ambruk dan terkapar di tanah dan pingsan.
Ezeqia pun terkejut dengan kedatangan Miu yang secara tiba-tiba dan juga berhasil mengalahkan Freur dengan cukup mudah.
"Kau kan, dari Kobayashi Squad, Miu." ucap Ezeqia.
"Benar, maafkan aku karena terlambat menolong kalian. Aku baru saja dari garis belakang untuk mengantarkan Kai bersama Maki. Setelah itu, aku kemari." ucap Miu.
"Kalau begitu, bantu aku untuk menghentikan pendarahan pada Melody, bisa gawat kalau dia kehabisan banyak darah." Ezeqia memohon.
"Ya, serahkan saja Melody kepadaku, kau bisa melanjutkan jalanmu menuju ke tempat Hristov. Aku tidak akan membiarkan Melody mati, jadi tenanglah." ucap Miu.
Sekilas, Ezeqia pun menatap Melody dengan raut wajah khawatir, setelah itu ia pun menatap Miu dengan raut wajah bersemangat sembari mengangguk pelan.
"Kalau begitu, aku serahkan Melody kepadamu. Aku juga tidak boleh membuang-buang waktuku.." ucap Ezeqia.
BERSAMBUNG