
Pulau besar tiruan yang diciptakan oleh Fischl perlahan akan segera menghantam, disisi lain Yoshino sudah bersiap untuk melakukan sesuatu dengan teknik tiga pedangnya.
Sekilas, kedua mata Yoshino mengeluarkan cahaya merah menyilaukan selama dua detik, itu merupakan insting dari seorang pendekar pedang. Lalu, tiba-tiba angin berhembus kencang seolah-olah telah menyelimuti Yoshino.
"Santoriyuu.." Yoshino berlari beberapa meter kedepan, lalu ia melompat ke udara dengan sangat tinggi ke arah pulau buatan yang sebentar lagi akan segera menghantam.
"Sanzen No Isekai!!!!!"
"Batsssss!!!!"
Fischl tampak terkejut ketika Yoshino berhasil membelah pulau itu menjadi dua bagian, "Apa?! Dia membelah pulau sebesar itu?! Ya, meski pulau itu terbuat dari balon.."
Pulau buatan yang tercipta dari balon itu akhirnya terbelah menjadi dua, dan disaat yang bersamaan gas beracun perlahan mulai keluar. Lalu, Yoshino yang sudah mengetahui hal itu pun tak tinggal diam begitu saja. Ia melakukan posisi kuda-kuda teknik tiga pedangnya lagi saat masih berada jauh di udara.
"Santoriyuu.."
Yoshino menebas dengan pergerakan memutar dengan cukup cepat.
"Ousama No Tatsumaki!!!"
Saat Yoshino menebaskan tiga pedangnya, disaat yang bersamaan juga angin tornado berskala besar muncul dan langsung menghempaskan gas beracun untuk menetralisirnya. Sementara dua bagian pulau yang terbelah sekilas perlahan hancur tak tersisa karena angin tornado tersebut.
Fischl dan Babenko cukup terkejut karena berhasil menetralisir gas beracun dalam skala besar dengan cukup mudah. Sementara itu, Izumi, Davidestorm, Killa, Vika, dan Xia yang menyaksikan hal itu pun ikut merasa senang. Mereka benar-benar tak menyangka Yoshino telah membuat sesuatu yang diluar perkiraan.
"Woi, Yoshino!!! Tak kusangka teknik tiga pedangmu bisa membuat semua orang terkejut!!" teriak Davidestorm.
Fischl pun merasa sangat kesal karena Yoshino berhasil mematahkan serangan besar nya dengan sangat mudah. Setelah itu, Fischl pun menciptakan sebuah balon besar lalu menaikinya. Ia langsung melesat terbang ke arah Yoshino yang masih berada di udara.
"Sialan kau!!! Kenapa kau bisa mematahkan serangan besar yang kuciptakan dengan taruhan stamina yang tidak sedikit?!" ucap Fischl dengan nada kesal.
Yoshino melihat ke arah Fischl, ia tersenyum licik menyerangai. Yoshino memasang kuda-kuda teknik tiga pedangnya kembali, kini dirinya menghadap ke arah Fischl.
Sementara itu Fischl menciptakan ratusan pedang yang terbuat dari balon sekaligus. Beberapa saat sebelumnya, Fischl menyentuh beberapa pedang, jadi oleh karena itu dia bisa menciptakan ratusan pedang dari balonnya secara instan.
"Baloon Sword Of Ragnarok!!!" Fischl pun langsung melesatkan ratusan pedang balon itu ke arah Yoshino dengan sangat cepat.
Yoshino yang menyadari hal itu pun langsung melesat terbang ke arah Fischl dengan dorongan angin pada kedua kakinya. Yoshino terbang meliuk-liuk dengan sangat lincah ke arah Fischl untuk menghindari ratusan pedang yang mencoba untuk melukainya.
"Ini adalah akhir bagimu, Fischl." ucap Yoshino.
"Tidak. Bukan aku yang berakhir. Tapi, dirimu lah yang berakhir!!!" Fischl menciptakan satu pedang lagi di salah satu tangannya, ia akan menggunakan pedang itu untuk menebas Yoshino bila sudah sangat dekat dengannya.
"Santoriyuu.." Yoshino sudah bersiap-siap untuk melakukan tebasan teknik berpedangnya kembali.
"Kau takkan bisa mengalahkanku!!!" teriak Fischl.
"Ryuu Raiden!!!"
Tiba-tiba aura besar membentuk sebuah naga raksasa muncul dibelakang Yoshino. Ketika Yoshino melesatkan tebasan tiga pedangnya, disaat yang bersamaan aura naga raksasa itu juga melesat dibelakang tebasan menuju ke arah Fischl berada.
Fischl yang melihat serangan tebasan itu mengarah ke arahnya pun mencoba untuk menangkisnya dengan pedang balon yang ia ciptakan. Akan tetapi..
Pedang balon itu hancur dalam sekejap, "Apa?! Tak mungkin?!" Fischl benar-benar syok dan tak menyangka sama sekali. Kemudian, serangan tebasan dari Yoshino itu pun langsung menghantam dan mengenai Fischl.
"Uaghhhhhh!!!" Fischl merintih kesakitan di udara karena serangan pedang yang dilesatkan oleh Yoshino. Fischl merasa seperti tubuhnya sendiri seperti terkena tebasan pedang pada umumnya lalu merasakan seperti ditusuk oleh ribuan jarum. Fischl benar-benar kesakitan.
Tak berselang setelah Fiscl setelah terkena serangan tersebut, ia pun langsung terjatuh dan menghantam ke tanah, "Bruakk!!"
Babenko terkejut ketika melihat Fischl berhasil dikalahkan oleh Yoshino, disaat bersamaan juga ia melepaskan masker gas nya, lalu mengepalkan kedua telapak tangannya dan memasang raut wajah marah.
"Fischl.. Kenapa kau sampai bisa dikalahkan seperti itu? Ini tidak nyata kan?" Kemudian, Babenko melihat ke sisi lain, ia secara tak sengaja melihat Koizumi yang diam berada dalam tatapan kosong, "Oey, kau juga ternyata sudah berhasil dikalahkan, Koizumi. Kenapa kalian bisa kalah? Keluar Konstantine tak ada riwayatnya kalah oleh seseorang.." ucapnya.
Disisi lain, terlihat Yoshino yang sudah berpijak ke tanah kembali lalu berjalan mendekat ke arah Fischl yang terkapar ditanah sembari memasukkan ketiga pedangnya kedalam sarung pedang. Yoshino berdiri tepat didepan Fischl.
Fischl masih sedikit sadar namun memiliki luka yang cukup serius.
"Inilah akhirmu. Kau sudah kalah. Aku telah memenangkan pertarungan ini." ucap Yoshino.
"Si.. sia.. lan.. kau.. a.. aku.. takkan.. ka.. lah.." ucap Fischl dengan lemas, tak berselang lama kemudian, Fischl pun pingsan.
"Kau sangat tangguh, kau kalah setelah aku menggunakan teknik baru yang berhasil kukembangkan.." ucap Yoshino.
Setelah itu, Davidestorm pun berlari ke arah Yoshino dan berteriak, "Oey, Yoshino!! Tebasan tiga pedangmu yang terakhir itu sangat keren sekali!!!" Davidestorm sudah berdiri disebelah Yoshino lalu merangkulnya, "Itu teknik barumu, kah? Jadi setelah ini, traktir aku bir Yoshino!! Anggap saja pesta perayaan kau punya teknik baru!!"
"Malas, aku gak punya uang.." ucap Yoshino.
"Hadeuh, lalu kapan kau punya uangnya.." ucap Davidestorm.
Kembali ke tempat Babenko berada.
Babenko sangat kesal karena saudara-saudara nya berhasil dikalahkan oleh kelompok Bajak Laut Cosplay. Ia melihat ke arah Yoshino dan Davidestorm. Babenko berjalan mendekat ke arah mereka berdua dengan hawa niat membunuh.
Akan tetapi, Izumi datang dan berdiri beberapa meter dihadapan Babenko.
"Apa kau sudah lupa kalau lawanmu adalah aku. Lagipula, aku ingin melihat kekuatan Awakening yang seolah-olah terdengar sangat kuat itu.." ucap Izumi dengan tersenyum lebar bersemangat.
"Oh benar juga. Masih ada dirimu ya. Baiklah aku akan melawanmu dan membunuhmu sekarang, setelah itu aku akan membunuh teman-temanmu yang telah mengalahkan saudara-saudara ku.." ucap Babenko.
"Ya, lakukan sesukamu setelah kau berhasil mengalahkanku. Karena, aku juga tak berniat kalah dari seseorang yang telah menyakiti Xia sepertimu.." ucap Izumi.
"Baiklah, kalau itu yang kau mau, aku akan segera menggunakan kekuatan Awakening ku, jadi bersiaplah menuju jalan kematian." ucap Babenko dengan nada sinis.
B E R S A M B U N G