
Keesokan harinya. Pagi hari sekitar pukul delapan pagi, terlihat Dapidson dan Pilkington bersama dengan Xianfeng yang terlihat sedikit tidak beres hari ini. Mereka bertiga telah berada di sebuah jalanan besar di Working City. Mereka bertiga berniat menuju ke tempat para Konstantine berada untuk menyelamatkan Xia.
"Xia.. Tidak mungkin Xia akan dibunuh oleh mereka. Aku tidak bisa hidup tanpa Xia. Xia oh Xia. Sebentar lagi aku akan menyelamatkanmu Yeay.." Xianfeng berbicara sendiri, kadang dia tersenyum sendiri, lalu bersedih, ekspresi nya sering berganti-ganti seperti orang stress.
"Lihat, Dapidson." Pilkington menunjuk ke arah Xianfeng, "Penyebabnya pasti karena Xia telah diculik, jadi kita harus cepat-cepat untuk menyelamatkannya agar Xianfeng kembali normal." ucap Pilkington.
"Penyakit insting negatifnya kumat disaat-saat begini, ditambah sekarang Xianfeng seperti orang stress karena insting negatif miliknya telah mengendalikan pikirannya. Dasar Konstantine sialan.." ucap Dapidson merasa sedikit kesal.
Kemudian, Xianfeng berhenti dari jalannya, *******-***** rambutnya dengan kedua tangannya, melihat kesana-kemari, dan menganggap siapapun yang lewat adalah musuhnya. Ini adalah efek dari insting negatif yang ia punya.
"Bahaya.. mereka menatapku, pasti mereka hendak membunuhku. Sialan.. Jangan-jangan mereka juga yang telah menculik Xia. Aku tidak bisa membiarkan hal ini.." ucap Xianfeng.
"Tenanglah, Xianfeng. Mereka hanya warga sipil biasa yang sedang lewat. Orang yang menculik Xia adalah Konstantine bersaudara." ucap Pilkington.
"Huh? Benarkah? Syukurlah. Ternyata aku salah menganggap orang sebagai musuh. Aku jadi sedikit merasa lega." ucap Xianfeng.
Akhirnya Pilkington, Dapidson, dan Xianfeng melanjutkan jalannya kembali. Beberapa menit pun tak terasa telah berlalu. Dan gedung walikota Working City sudah terlihat di depan mata. Mereka bertiga berfikir bahwa Xia telah dibawah, ketempat Konstantine bersaudara serta komplotannya bekerja untuk korupsi.
Namun, terlihat sebuah pergerakan mencurigakan yang sangat cepat dari sudut ke sudut. Sekilas, seorang pria bergerak cepat dibelakang Pilkington dan yang lainnya, lalu ketika mereka menoleh, tiba-tiba pria itu kembali menghilang dalam sekejap mata.
"..... Hmm, ada yang mencurigakan disini." Pilkington menyadari bahwa mereka bertiga telah diikuti oleh seseorang. Pilkington juga merasakan hawa pembunuh.
Mereka masih berjalan, Pilkington juga sedikit waspada sembari melihat kondisi sekitar. Dan, kemudian Pilkington merasa ada sesuatu yang cepat datang dari arah belakang.
Dengan spontan, Pilkington pun berkata, "Kalian berdua merunduk!!!" Pilkington juga dengan sigap langsung mengeluarkan sebuah pistol dari dalam sakunya.
Dapidson menunduk. Xianfeng yang tak kunjung menunduk pun dipaksa Dapidson dengan salah satu tangannya yang membuat Xianfeng menunduk.
"Dorrr!!!" Pilkington mengeluarkan satu tembakan.
"Tyengg!!!" Seorang pria berhasil menangkis tembakan tersebut dengan sebuah pedang. Tapi, pedang tersebut langsung patah begitu saja setelah dibuat untuk menangkis. Pria itu langsung membuangnya.
"Oh, ternyata itu kau, Diamitris Gianfriancoison? Orang dekat dari Konstantine bersaudara. Tak kusangka kau langsung ditugaskan untuk membunuh kami.." ucap Pilkington.
"Ya. Sayang sekali, Pilkington. Kau berpihak ke lawan. Maafkan aku, kalau aku tak sengaja membunuhmu sekarang.." ucap Diamitris.
Melihat sebuah pertarungan akan segera terjadi, beberapa orang yang lewat di jalanan itu pun langsung lari berhamburan. Mereka tak ingin terlibat, dan tak ingin dibunuh oleh orang-orang dari Pemerintah. Seketika, jalanan itu pun langsung sepi.
"Pilkington, lihatlah. Jalanan sudah sepi dalam sekejap. Tepat sekali, aku bisa membunuhmu dan dua orang itu dengan sangat leluasa.." ucap Diamitris.
"Hei, Dapidson. Kenapa kau membuatku menunduk begini.. Leherku jadi sakit tahu." ucap Xianfeng sembari menggerakkan lehernya ke kanan dan ke kiri. Kemudian, secara tak sengaja Xianfeng melihat ke arah Diamitris. Dia menaikkan salah satu alisnya, "Huh? Kau siapa?"
"Tidak!!! Apa?! Xia akan dibunuh?! Itu tidak mungkin?! Atau.. Xia akan dibunuh lalu diambil organ-organ nya lalu dijual ke pasar gelap?! Tidak!!" teriak Xianfeng.
"Cih. Sekarang pikiran si Xianfeng semakin kemana-mana. Pilkington, ayo kita kalahkan dia dan langsung pergi. Kita tak boleh membuang, waktu disini.." ucap Dapidson.
"Ya.."
Pilkington menodongkan kembali pistolnya ke arah Diamitris. Akan tetapi, Diamitris bergerak dengan cepat dan langsung saja berhasil mencuri pistol itu dari genggaman Pilkington.
"Apa kau tidak tahu keahlianku, kalau Steal weapon adalah keahlian utamaku? Tanpa senjata kalian bisa apa?" tanya Diamitris.
Sekarang situasi terbalik, Diamitris lah yang kini menodongkan senjata pistol yang baru saja ia rebut dari Pilkington. Diamitris tampak memasang senyuman licik.
"Bagaimana rasanya pistol mu sendiri mengarah ke arahmu sendiri? Apa kau panik? Apa kau siap menghadapi kematian? Apa kau akan menangis dan merengek kepada ibumu?? Huahahaha!! Pilkington!!! Apa yang akan kau lakukan di posisi ini.." ucap Diamitris dengan nada mengejek.
"Cih.." Pilkington langsung mengangkat kedua tangannya setelah Diamitris menodongkan pistolnya sendiri ke arahnya, "Apa kau tidak malu melawan seseorang dengan senjata yang kau curi, dasar sampah.." ucap Pilkington.
Dapidson juga ikut mengangkat kedua tangannya ke atas. Disisi lain, insting negatif yang telah menguasai pikiran Xianfeng pun harus membuatnya tampak seperti orang stress. Berbicara sendiri, berspekulasi hal buruk sendiri.
"Xia!! Jangan-jangan Xia diculik lalu dibawa ke seseorang penyembah iblis untuk dijadikan sebuah tumbal??? Apa Xia akan dimakan oleh iblis?? Apa Xia akan digunakan sebagai tumbal?? Ah tidak-tidak!!!" ucap Xianfeng.
"Oey, Xianfeng!! Apa-apaan bicara konyolmu itu. Mana mungkin ada penyembah iblis disini. Lagipula, jaman sekarang tak ada yang namanya iblis.." ucap Dapidson sembari menoleh ke arah Xianfeng.
"Tunggu dulu, apa pacarnya Xia itu sudah gila?" tanya Diamitris.
"Entahlah. Gara-gara komplotanmu yang menculik Xia, sekarang dia menjadi seperti ini. Sungguh ironis. Tapi aku akan menyelamatkan Xia demi membuat Xianfeng kembali normal seperti biasanya.." ucap Pilkington.
"Menyelamatkan Xia? Yang benar saja. Kalian itu takkan bisa menyelamatkan Xia. Sekarang Xia tidak berada di gedung walikota, melainkan di tempat lain. Sekarang dia sedang menunggu giliran untuk di eksekusi.." ucap Diamitris.
"Di eksekusi mati?"
"Ya. Itu yang aku tahu. Tapi buat apa kalian mencoba menyelamatkan Xia. Karena sebentar lagi kalian juga akan segera kubunuh. Sudah tak ada harapan lagi untuk menyelamatkannya, paham?" tanya Diamitris sembari tersenyum licik.
"Batssss!!!" Tiba-tiba sebuah tebasan pedang datang dari belakang Diamitris dan berhasil mengenai punggungnya, "Uaghhh!!!!"
"!!!!!" Pilkington dan Dapidson pun terkejut karena tiba-tiba Diamitris terkena tebasan pedang dan langsung tersungkur ke tanah.
Setelah Diamitris tersungkur ketanah, tiba-tiba terlihat Yoshino yang berjalan ke arah Pilkington dan Dapidson sembari memegang pedang Black Lotus nya, "Hoi.. Sepertinya aku mencium bau kesulitan untuk kalian.." ucap Yoshino sembari tersenyum bersemangat.
B E R S A M B U N G