Cosplay

Cosplay
Chapter 506 - Belum Ada Judul



Hari ini adalah hari yang panjang bagi Pasukan Revolusi. Bagaimana tidak? Hari ini mereka baru saja tiba di Redrion City setelah perjalanan panjang dari Working City. Setibanya disana, mereka langsung bergegas menuju ke kediaman rumah mewah dari Jedrzejczyk, walikota Redrion City, untuk membahas tentang pemberontakan serta Filimonov.


Konstantine Firehn beserta rombongan nya pun akhirnya bertemu dengan pemimpin pasukan revolusi dari berbagai daerah. Mereka sangat gencar, serta membahas strategi untuk melakukan penyerangan dengan dimulainya tanda perang pemberontakan terhadap pemerintah.


Disisi lain, Izumi secara tak sengaja bertemu dengan saudari perempuan nya sendiri, yaitu Fubuki. Pertemuan antar saudara yang cukup mengejutkan setelah mereka berdua yang telah sekian lama tidak pernah bertemu.


Takdir bukan sembarang takdir, mungkin ada sebuah maksud yang tersirat dari sebuah takdir yang mempertemukan mereka. Hanya sebuah kebetulan musuh Izumi kali ini adalah Filimonov yang merupakan seorang pria kuat dengan kekuatan iblis yang menyertainya.


~


Malam pun telah tiba. Gemerlap malam yang cukup menciptakan aura menakutkan. Pada saat malam, biasanya aura jahat sering kali berkeliaran untuk mencari sebuah mangsa. Entah hanya sebuah dongeng, atau sebuah realita. Itu bukanlah sebuah inti.


Kini Arc Trilogi Man Working Blues telah mencapai titik terakhir. Tanda-tanda perang saudara yang sudah tak bisa dihindari lagi. Yang menang akan bebas menciptakan atau mengatur sebuah sejarah, sedangkan yang kalah hanya bisa tunduk pada sang pemenang. Ini adalah hukum alam. Tidak ada yang bisa menentang hukum alam.


~


Dua Minggu kemudian. Di setiap daerah yang berada di Negara Grousse Kontinent tidak ada sama sekali tanda-tanda pembunuh bayaran yang mencoba untuk melakukan aksi penculikan dan pembunuhan. Bahkan situasi di setiap daerah terlihat begitu kondusif. Bagi orang normal, situasi seperti ini memang tidak ada keanehan, namun bagi Pemerintah, situasi seperti ini adalah sebuah keanehan.


Sudah beberapa hari kebelakang Filimonov sama sekali tidak mendapatkan laporan dari pembunuh-pembunuh bayaran yang tersisa.


"Ini aneh. Benar-benar aneh.." ucap Filimonov. Kali ini ia sedang duduk di kursi nyamannya sembari menatap jendela yang berada tepat disampingnya. Filimonov tampak mengetuk-ngetuk meja yang berada dihadapannya dengan salah satu jarinya.


Kemudian, Elizabeth pun masuk kedalam ruangan Filimonov.


"Elizabeth-chan, apa kau mendapat kabar dari para pembunuh bayaran? Sudah beberapa hari ini aku tidak mendapat pasokan manusia untuk ditumbalkan kepada iblis. Dan juga, aku belum mendapatkan laporan tentang orang-orang yang harus dibunuh.." ucap Filimonov


"Tidak, Filimonov-kun. Bahkan aku sendiri yang mencoba untuk menelpon mereka tapi sama sekali tidak ada jawaban. Mungkin ada sesuatu yang terjadi dengan mereka semua.." ucap Elizabeth.


Filimonov pun berdiri dari duduknya, "Ah, lebih baik aku tanyakan pada Kazimir, masih berapa stok manusia yang tersisa untuk ditumbalkan kepada iblis.."


~


Sementara itu di sebuah gedung terbengkalai yang merupakan tempat rahasia dari orang-orang yang dikurung karena tertangkap oleh Pembunuh Bayaran suruhan Filimonov. Mereka yang tertangkap kemungkinan akan dijual atau menjadi tumbal.


Terlihat Kazimir Blackhaunt yang baru saja menerima sebuah telepon dari Elizabeth. Masker hitam yang menutupi mulutnya, serta pedang hitam yang cukup memancarkan sebuah aura jahat.


"Yare-yare. Nampaknya Tuan Filimonov sedikit ketar-ketir karena jumlah manusia dari korban penculikan semakin sedikit.." ucap Kazimir. Dia berjalan di sebuah lorong menuju ke ruangan besar yang berisi beberapa ruang penjara didalamnya.


Awalnya Kazimir tidak merasa ada hal yang aneh. Namun, setelah ditelisik lebih jauh, Kazimir merasakan sesuatu, seperti ada seseorang yang sedang berjalan mengikutinya dari belakang. Akan tetapi, ketika Kazimir menoleh kebelakang, dia tak melihat satu orang pun.


"Huh?"


"Sialan, aku sama sekali tak suka dengan seorang penguntit. Aku ini bukan wanita seksi yang pantas untuk diuntit keparat.." ucap Kazimir. Ia pun langsung menarik pedang hitamnya dari sarung pedangnya, "Blacklist Sword..."


Pedang hitam milik Kazimir Blackhaunt bernama Blacklist Sword. Pedang yang bisa menciptakan aura jahat. Pedang ini akan semakin kuat bila dipegang oleh seseorang dengan hati yang jahat, seperti Kazimir.


Tanpa basa-basi, Kazimir pun langsung melesatkan tebasan ke arah lurus, "Batsss!!!"


"Tyenggg!!!"


Tiba-tiba Benn muncul begitu saja sembari menangkis tebasan Kazimir dengan pedangnya serta tangannya yang lain membuka sebuah jubah yang bisa membuatnya menjadi transparan.


"Davidestorm, tak kusangka jubah tranparan yang kau berikan ini berhasil diketahui olehnya. Jadi apa boleh buat, aku akan melawan.." ucap Benn sembari tersenyum bersemangat.


"Astaga.. Kenapa tempat ini bisa disusupi oleh musuh. Sebaiknya aku harus membunuhmu, kalau tidak, Tuan Filimonov pasti akan memarahiku.." ucap Kazimir.


"Ya, itu kalau kau berhasil mengalahkanku. Aku ini cukup kuat loh, tak semudah dikalahkan dengan apa yang kau bayangkan.." ucap Benn.


Setelah itu, Kazimir dan Benn pun berlari satu sama lain dengan masing-masing pedang yang mereka pegang, "Tyenggg!!! Tyengg!! Tyengg!!!" Kazimir dan Benn terlihat saling beradu pedang satu sama lain dengan begitu sengit hingga menciptakan sebuah percikan api.


Kazimir dan Benn saling melesatkan tebasan pedangnya satu sama lain, dan mereka berdua juga berhasil menghindarinya dengan cukup mudah. Bahkan gerakan beladiri berpedang mereka berdua tampak begitu hebat.


Selang beberapa detik, Kazimir pun mundur beberapa langkah. Mengarahkan pedang Blacklist Sword nya ke arah Benn. Dan dalam sekejap, Blacklist Sword miliknya diselimuti oleh aura jahat berwarna merah gelap.


"Aku tak tahu siapa dirimu. Tapi yang terpenting, aku wajib untuk membunuhmu karena telah berhasil menyusup ke tempat terisolasi seperti ini.." ucap Kazimir dengan nada sinis.


"Aku benar-benar hebat, kan? Bisa menemukan tempat rahasia seperti ini. Kalau kau ingin tahu apa sebenarnya tujuanku kesini, maka aku akan memberitahukannya padamu dengan senang hati.." ucap Benn sembari tersenyum licik menyeringai.


"......" Kazimir sama sekali tak menjawab perkataan dari Benn.


"Baiklah aku beritahu saja padamu. Tujuanku kesini adalah untuk membebaskan semua orang yang telah terculik. Aku akan membebaskan mereka semua.." ucap Benn.


"Jangan berharap. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Sepertinya kau cukup kuat, ya? Tampaknya itu bagus kalau digunakan tumbal kepada iblis. Mungkin Tuan Filimonov akan sangat merasa senang.." ucap Kazimir.


"Iblis, ya? Wuih mengerikan. Tapi, itu takkan terjadi. Karena kau akan kukalahkan disini.." ucap Benn.


Pertarungan antara Benn dan Kazimir pun tak bisa dihindari lagi. Mereka berdua adalah orang-orang kuat dari kubu masing-masing. Kazimir dari kubu pemerintah, sedangkan Benn dari kubu Pasukan Revolusi. Pertarungan antara hidup dan mati akan segera dimulai..


Apakah Benn akan berhasil mengalahkan Kazimir, ataukah sebaliknya? Baiklah, kita akan mengetahui nya di next chapter..


B E R S A M B U N G