Cosplay

Cosplay
Chapter 191 - Menganalisis



Beberapa saat yang lalu, Davidestorm dan Schuikhov berhasil datang tepat waktu menuju ke tempat Jou berada dengan menggunakan robot yang diciptakan oleh Davidestorm.


Bila mereka berdua datang terlambat beberapa detik, kemungkinan Jou pun akan mati dibunuh oleh Anterwep yang berhasil mengalahkannya.


Dan, saat ini, Jou yang pingsan pun sudah dipindahkan oleh Schuikhov ke atas robot yang sedang dinaiki oleh Davidestorm.


Kini, Schuikhov sembari menarik pedangnya dari sarung pedang berjalan mendekat ke arah Anterwep. Lalu, ia pun berhenti dan berdiri beberapa meter di hadapan Anterwep. Terlihat, Schuikhov yang cukup bersemangat untuk memulai pertarungan, mengingat dirinya sudah lama tidak bertarung semenjak berada di penjara.


"Yo, yo, yo, kawan.. apa kau sudah bersiap merasakan kehebatan dari teknik pedangku?" ucap Schuikhov dengan nada menantang. Bahkan, raut wajahnya juga seolah-olah mengejek Anterwep.


Melihat Schuikhov yang terlihat percaya diri untuk bertarung dengannya, Anterwep pun tersenyum menyeringai, ia menatap tajam Schuikhov, lalu merentangkan kedua tangannya. Tak berselang lama, Anterwep pun berkata, "Wajah bodohmu itu seolah-olah bisa mengalahkanku begitu saja, apa kau tidak lihat? Temanmu itu baru saja aku kalahkan?"


"Ya, aku lihat. Sepertinya kau cukup kuat. Akan tetapi, setiap orang pasti mempunyai sebuah kelemahan." ucap Schuikhov.


Tanpa basa-basi, Schuikhov pun langsung berlari dengan sangat cepat meliuk-liuk ke arah Anterwep. Ketika jaraknya dengan Anterwep sudah cukup dekat, Schuikhov pun mencoba untuk melesatkan beberapa tebasan ke arah Anterwep.


"Batss..!! Batss..!! Batss..!!"


Anterwep salto kebelakang, lalu memiringkan badannya, kemudian menggulingkan badannya ke tanah untuk menghindari tebasan Schuikhov. Melihat hal tersebut, kini Anterwep semakin bersemangat untuk mengalahkan Schuikhov.


"Hebat..!! Aku merasakan kekuatan yang kuat darimu..!! Kalau begitu, aku akan bertarung dengan serius..!!" ucap Anterwep sambil tersenyum menyeringai.


Melihat beberapa tebasannya berhasil dihindari oleh Anterwep, Schuikhov pun langsung berlari dengan sangat cepat mengitari Anterwep dan mencoba untuk mengecohnya.


Lalu, Anterwep hanya melirik kanan-kiri dan memastikan Schuikhov akan datang dari arah mana. Tiba-tiba, Schuikhov datang dari belakang Anterwep dan mencoba untuk menusuk punggungnya.


"Sword Impact!!" ucap Schuikhov.


Saat tusukan pedang Schuikhov akan mengenai punggung Anterwep, tiba-tiba Anterwep pun menghilang dan membuat Schuikhov sedikit kebingungan.


"Apa? Menghilang?" gumam Schuikhov. Lalu, ia pun menoleh kanan-kiri untuk mencari keberadaan Anterwep. Akan tetapi, ia tak menemukan hawa keberadaan Anterwep sama sekali.


Tak berselang lama, Anterwep muncul tepat disamping Schuikhov dan langsung memukul pipinya hingga terpental dan tersungkur ke tanah, "Buaghh!!!"


Walaupun Schuikhov tersungkur ke tanah. Dengan sigap, ia pun langsung bangkit kembali dan mengibas-ngibaskan bajunya yang kotor. Lalu, Schuikhov pun sedikit terheran-heran dengan kekuatan Anterwep.


"Kekuatanmu menghilang ya? Bahkan, aku tidak bisa merasakan hawa keberadaanmu. Ternyata, kekuatanmu cukup membuatku kerepotan." ucap Schuikhov.


"Ternyata kau sama saja dengannya," ucap Anterwep sambil menunjuk ke arah Jou yang berada diatas robot Davidestorm, "Kekuatanku ini bukan menghilang, ya mungkin nasibmu akan sama sepertinya." lanjutnya.


Namun, setelah melihat kekuatan misterius milik Anterwep, Schuikhov pun tidak ingin bertindak gegabah agar dirinya tidak terkena serangan dari Anterwep untuk kedua kalinya.


"Sett!!!" Tiba-tiba Anterwep kembali menghilang. Melihat hal itu, sontak membuat Schuikhov kembali terkejut. Tak berselang lama, Anterwep pun muncul tepat di depan Schuikhov secara tiba-tiba dan langsung memukul wajah Schuikhov dengan sangat keras, "Buaghhh!!!"


"Uaghh!!" Pukulan Anterwep berhasil mengenai tepat di wajah Schuikhov dan membuatnya terpental cukup jauh dan menabrak tanah hingga mengalami sedikit keretakan, "Bruakk!!!"


"Si-sialan.." Tak berselang lama, Schuikhov pun mencoba untuk bangkit dan berdiri kembali. Seketika, hidungnya mengeluarkan darah, ia pun langsung mengusapnya.


"Bagaimana? Kau terkejut, bukan?" tanya Anterwep sambil tersenyum menyeringai, ia merasa sangat senang ketika pukulannya berhasil mengenai tepat di wajah Schuikhov.


Kemudian, Schuikhov pun menatap tajam Anterwep. Ia mulai berpikir dan menganalisis kekuatan dari Anterwep. Schuikhov pun berkata dalam hatinya, "Kalau kekuatannya bukan menghilang, lalu apa?"


Tiba-tiba, Davidestorm pun langsung turun dari robot miliknya. Lalu, ia pun membuat sebuah pedang dari kameranya. Setelah itu, Davidestorm pun langsung berlari ke arah Anterwep yang terlihat lengah dan mencoba untuk menebasnya.


"Hyaaaaaaa..!!"


Anterwep hanya bersikap tenang, ia melirik kebelakang ke arah Davidestorm yang akan menyerangnya menggunakan pedangnya. Lalu, ia pun tersenyum menyeringai dan berkata, "Bodoh sekali.."


"Batssssssss..!!" Davidestorm mencoba untuk menebas Anterwep dari belakang. Akan tetapi, seperti biasa, Anterwep kembali menghilang.


Ketika Anterwep menghilang, sontak membuat Davidestorm sedikit terkejut dan berkata, "Eh? Kemana perginya dia..!!"


Tak berselang lama, Anterwep kembali muncul dibelakang Davidestorm. Melihat hal tersebut, Schuikhov pun langsung berteriak kepada Davidestorm, "Kawan..!! Awas dibelakangmu..!!"


"Buaghh..!!!" Anterwep pun langsung memukul wajah Davidestorm ketika menoleh ke arahnya dengan sangat kuat. Davidestorm pun langsung terpental cukup jauh sampai menabrak beberapa pasukan Hristov, "Uaghh!!"


Kemudian, terlihat Davidestorm yang terkapar di tanah dengan sedikit ngos-ngosan. Lalu, ia pun mencoba untuk bangkit kembali. Davidestorm pun juga tak menyangka, bahwa pukulan yang dilesatkan oleh Anterwep begitu kuat.


Setelah itu, Davidestorm pun langsung berjalan mendekat ke arah Schuikhov dan berdiri tepat disampingnya. Lalu, ia pun berkata, "Paman, mungkin kalau kita bekerjasama, kita pasti bisa mengalahkannya."


"Mungkin saja kawan. Tapi, kekuatannya masih misterius, aku tidak bisa mendeteksi hawa keberadaannya ketika dia menghilang." ucap Schuikhov.


"Huahahaha..!! Kalian berdua, memang sangat bodoh..!! Lebih baik, kalian menyerah saja, karena sudah jelas kan? Aku yang akan memenangkan pertarungan ini!!" ucap Anterwep sambil tertawa terbahak-bahak.


Lalu, Davidestorm dan Schuikhov pun langsung memasang wajah serius. Davidestorm dengan kamera yang dikalungkan ke lehernya sambil memegang sebuah pedang dan Schuikhov yang juga memegang pedang di tangan kanannya.


Kemudian, mereka berdua pun tersenyum bersemangat dan berkata secara serentak, "Kami pasti akan mengalahkanmu..!!"


BERSAMBUNG