
"Ninpo : Gama No Jutsu!!!"
Salah satu Ninja dengan postur badan yang cukup kekar mengeluarkan salah satu teknik ninjanya untuk memanggil seekor katak setinggi lima meter, "Bofff!!" Ninja itu kemudian naik dan berdiri diatas katak tersebut sembari memasang kuda-kuda bertarung.
Untuk beberapa Ninja lainnya selain menarik katananya, ada juga yang terlihat mengeluarkan sebuah gulungan dan membukanya. Selang setelah itu, Ninja itu juga mengeluarkan sebuah kuas lukis dari dalam sakunya dan mulai menggambar sesuatu.
"Ninpo : Chijojugiga!!!"
Kemudian keluarlah beberapa lukisan hewan serigala dari gulungan itu lalu bergerak cepat ke arah Akamaru dan Shion, serigala-serigala itu mencoba untuk menerkam mereka berdua.
Shion yang tak tahu harus melakukan apapun hanya bisa bersikap pasrah dengan apa yang akan menimpanya nanti, karena ia sudah memantapkan hatinya dan menanggung semua resiko yang ada karena mencoba untuk melarikan diri.
Sementara itu, Akamaru dan Anjhingnya bersikap gagah dan sok keren didepan Shion. Akamaru memasang raut wajah bersemangat, begitu juga dengan Anjhingnya. Tampak Akamaru berdiri diatas punggung Kibamaru, Anjhingnya.
"Kibamaru, ayo kita perlihatkan pada mereka betapa mengerikan kita. Nampaknya mereka semua telah meremehkan salah satu kru jenius dari Shoba Sekke!!"
"Gukk!! Gukk!!"
Kemudian, Akamaru dan Kibamaru secara bersamaan melakukan gerakan berputar-putar begitu cepat hingga menyerupai sebuah permainan gasing. Bahkan lukisan serigala yang akan menerkamnya berhasil dihancurkan seketika.
"!!!!" Sebagian Ninja terkejut karena lukisan serigala itu berhasil dihancurkan. Beberapa dari mereka juga mundur beberapa langkah, kecuali seorang Ninja yang sedang berdiri diatas seekor katak.
Akamaru dan Kibamaru berhenti berputar dan berdiri membelakangi Shion. Akamaru tersenyum menyeringai dan berkata, "Maafkan aku, Shoba Taicho. aku tidak bisa ke Rose Town, karena kami berdua telah menemukan lokasi keberadaan Shion."
"Bajak laut sialan. Berani-beraninya kau membuat ulah di wilayah kekuasaan Serikat Lunarian...!!!"
"Masa bodoh, tujuan kami yang sebenarnya adalah untuk menyelamatkan Shion-chan dari tangan-tangan kotor seperti kalian semua.." ucap Akamaru.
Apa? Shion terkejut hingga menutup mulutnya dengan kedua tangannya setelah mendengar tujuan Akamaru yang sebenarnya, "Ke-kenapa kau ingin menyelamatkanku-"
"Itu karena Kapten Shoba!!! Meskipun dia adalah seorang bajak laut, tetapi hati nuraninya masih ada dan tak tega ketika seorang perempuan menangis!! Dia adalah seorang pria sejati yang pernah kutemui!!" teriak Akamaru.
"Enyahlah, dasar bajak laut!! Katon : FireBall No Jutsu!!!" Seorang Ninja yang duduk diatas katak mengeluarkan jurus semburan bola api yang cukup besar ke arah Akamaru dan Shion.
"!!!!!" Akamaru sedikit kebingungan untuk menghindari bola api besar yang melesat ke arahnya ini. Pasalnya posisinya saat ini berada di gang sepi yang cukup kecil, apalagi ia tersudutkan dibagian ujung gang buntu. Ditambah dirinya harus melindungi Shion dari serangan para Ninja itu, "Cih.."
Semakin dekat bola api itu semakin terasa begitu panas. Ketika Akamaru hendak mengeluarkan teknik rahasianya, tiba-tiba beberapa rantai muncul dari bawah tanah dan langsung membentuk sebuah kotak penjara kemudian mengurung bola api itu.
Bola api itu perlahan menyusut dan pada akhirnya menghilang tanpa ada bekas sama sekali. Setelah melihat kemunculan rantai yang secara tiba-tiba, Akamaru pun mulai berspekulasi.
"Rantai? Jangan-jangan- Sialan kenapa kau telat untuk datang, bodoh.." ucap Akamaru sembari tersenyum licik.
Kemudian dari udara terlihat Hyu Shishiwakamaru yang datang sembari menyerang para Ninja dengan sebuah rantai yang panjang secara membabi buta.
Sembilan sampai sepuluh Ninja berhasil dikalahkan dalam sekejap oleh serangan rantai milik Shishiwakamaru.
"..... Ya, maaf telah membuatmu menunggu terlalu lama. Aku sedikit kerepotan tadi karena harus menghadapi beberapa Ninja yang berada disana." ucap Shishiwakamaru.
"Cih.. bajak laut sialan!! Berani-beraninya kalian!!" ucap seorang Ninja yang berdiri diatas katak.
Tak berselang lama, seorang Kunoichi bergerak maju mendahului beberapa Ninja yang berada dibelakangnya. Kunoichi itu merapalkan jari-jarinya dan..
"Ninpo : Shuriken Bunshin No Jutsu!!!"
Tanpa kompromi Kunoichi tersebut langsung melesatkan ratusan Shuriken ke arah Akamaru, Shishiwakamaru, dan Shion.
"Oey!! Oey!! Kau kira aku tak punya teknik Ninja? Kalian salah besar!! ucap Shishiwakamaru, "Rasakan ini, jurus seribu langkah no jutsu!!!" Shishiwakamaru pun melesatkan bom asap sebelum ratusan Shuriken itu mengenainya, "Bofff!!"
Bom asap cukup mempengaruhi pandangan gang itu. Beberapa saat setelah asap sudah mulai menghilang, para Ninja dan satu Kunoichi terkejut karena Shishiwakamaru, Akamaru, dan Shion sudah menghilang entah kemana.
"..... Sialan, bagaimana caranya mereka kabur? Bukannya ini gang buntu? Seharusnya mereka sudah terpojok dan tak ada jalan untuk kabur lagi-" ucap Kunoichi.
"Kecuali mereka kabur lewat udara, hanya itu saja kemungkinannya. Tapi bagaimana lagi, mereka berhasil kabur, kita harus segera melaporkannya pada pusat.." ucap salah satunya Ninja.
~
Sementara terlihat Akamaru, Shion, dan Kibamaru yang perutnya terikat oleh rantai yang tersambung langsung dengan Shishiwakamaru. Tampaknya mereka semua kabur dengan cara terbang di udara berkat kemampuan rantai milik Shishiwakamaru yang bisa menjadi sebuah sayap.
Setelah cukup jauh mereka kabur, akhirnya mereka tiba di salah satu atap rumah dan mendarat. Kemudian rantai yang mengikat Akamaru, Kibamaru, dan Shion lepas dengan sendirinya.
"Jarak perbatasan Mighty Town masih cukup jauh. Sebaiknya kita harus bergerak sembari menyamar. Untuk Sekarang ayo kita temui Shinmaru dan bergegas menuju ke Rose Town, aku yakin Kapten Shoba sudah menunggu kita disana setelah kemarin ada berita tentang Kapten Shoba yang berhasil melarikan diri.." ucap Shishiwakamaru.
"Bagaimana dengan Lucia dan Gyoshimaru?" tanya Akamaru.
"Untuk keberadaan mereka masih tidak cukup jelas. Yang terpenting kita harus bertemu dengan Kapten Shoba terlebih dahulu." ucap Shishiwakamaru.
"Gukk!! Gukk!! Gukk!!"
Tak terasa malam panjang dipenuhi dengan beberapa kekacauan di Lunarian pun sudah berakhir. Kini angin segar mulai terasa dengan kehadiran sang fajar yang akan muncul menyinari dunia. Lalu bagaimana nasib Shoba, Arata, Hozuki, dan Izumi? Setelah empat orang berasal dari generasi closer ini membuat kekacauan yang menyulut kemarahan Groombride.
B E R S A M B U N G
Jangan lupa like dan koment untuk mendukung author agar lebih berkembang dan rajin-rajin updatenya.