
"Xia!!!!!" Xianfeng berteriak histeris dengan sangat keras setelah mengetahui ledakan yang terjadi itu pada bangunan pengadilan tinggi, dimana sebelumnya Xia sempat berpamitan kepada Xianfeng, bahwa dia akan pergi berjuang untuk menegakkan keadilan di pengadilan tinggi.
Xianfeng menangis. Air matanya membasahi seluruh wajahnya. Ia berada dalam posisi bertekuk lutut, semakin membungkuk, lalu memukul tanah berkali-kali hingga membuat kedua tangannya sediki terluka dan berdarah.
"Kau tak boleh mati, Xia!!!!!" Xianfeng bangkit. Dia langsung berlari dengan cepat ke arah ledakan itu.
Dalam perjalanan menuju ke tempat ledakan berada, sekilas Xianfeng melihat Fischl Konstantine yang terbang diatas sebuah balon raksasa dengan memasan senyuman licik.
Melihat hal itu, Xianfeng pun semakin kesal terhadap para pejabat-pejabat yang selalu main kotor dalam jalannya proses hukum. Setelah itu, Xianfeng melanjutkan larinya ke tempat ledakan berada.
Disekitar tempat lokasi kejadian sudah dipenuhi dengan ratusan orang yang ingin tahu tentang ledakan itu, ditambah beberapa mobil pemadam kebakaran yang sudah tiba untuk memadamkan api yang masih membakar bangunan yang terbuat dari balon tersebut.
Saat itu, Xianfeng masih menunggu para petugas pemadam kebakaran memadamkan api. Setelah semua berhasil dipadamkan, terlihat banyak sekali mayat yang tergeletak disana. Tanpa basa-basi, Xianfeng pun bergegas untuk mencari mayat Xia.
Meski begitu, dia berharap tidak menemukan mayat Xia, karena dia yakin bahwa Xia masih hidup dan berhasil lolos entah itu berkat sebuah keajaiban atau apapun.
"Semoga aku tidak menemukan mayat mu, Xia. Aku yakin kau berhasil lolos di detik-detik Terakhir. Kau adalah tokoh penting disini dan juga orang yang kusayang. Aku takkan bisa memaafkan diriku sendiri bila kau mati lebih cepat dari takdirmu.." ucap Xianfeng.
Xianfeng terus mencari dan mencari, akan tetapi dia tidak menemukan mayat Xia sama sekali. Mengetahui hal itu, Xianfeng pun sedikit lega, lalu dia secara tak sengaja melihat lubang sebesar empat sampai lima meter dengan kecuraman yang sangat dalam.
Xianfeng melihat ke arah lubang itu. Tapi lubang itu sangat gelap, bahkan dia tidak bisa melihat ujung dari lubang tersebut. Xianfeng pun merasa bahwa Xia telah memasuki lubang itu untuk kabur. Awalnya Xianfeng berniat untuk terjun kedalam lubang itu, namun dia mengurungkan niatnya, ia tak mengetahui apa yang ada didalam lubang ini.
Xianfeng berbalik dan hendak pergi. Dia juga masih berpikir apakah mengurungkan niatnya untuk terjun kedalam lubang itu adalah pilihan yang salah. Dia sedikit melirik-lirik ke arah lubang itu dan masih memberanikan diri.
"Sial. Sepertinya aku harus mencoba masuk kedalam sana!!! Ini demi diriku yang bertemu dengan Xia!!" ucap Xianfeng dengan lantang.
Dengan rasa takut sedikit keberanian, Xianfeng langsung saja melompat kedalam lubang tersebut, "Uwaaaaaa!!!! Aku takut ketinggian!!!"
Dan, "Byurrrrr!!!" Beruntung sekali, Xianfeng terjatuh dan tercebur kedalam air, dia selamat tanpa terluka.
Xianfeng naik ke pinggiran, dia tak menyangka bahwa didalam tanah terdapat tempat pembuangan air, "Eh, ini seperti terowongan bawah tanah. Sepertinya akan kucoba menelusuri tempat ini saja. Barangkali aku akan menemukan Xia.."
Xianfeng menelusuri tempat yang diduganya sebagai terowongan bawah tanah tempat pembuangan air. Ia telah menelusuri tempat itu cukup lama kira-kira satu jam, tapi masih belum menemukan jalan keluar. Akan tetapi, seratus meter didepannya, Xianfeng melihat sebuah tangga yang menuju keatas.
Ketika Xianfeng berjalan mendekat ke arah tangga itu, dia melihat sedikit cahaya. Xianfeng semakin mendekatinya, lalu menaiki tangga secara perlahan.
Dan, ketika Xianfeng sampai diatas, dia pun terkejut ketika melihat sebuah pemukiman kecil yang dimana baru kali ini Xianfeng melihatnya.
"Huh? Tempat apa ini? Kenapa aku baru tahu kalau di Negara ini terdapat tempat seperti ini?" gumam Xianfeng.
"Xianfeng!!!" Tiba-tiba terdengar teriakan Xia dari belakang Xianfeng. Dan dengan spontan pun Xianfeng langsung menoleh kebelakang. Dan dia benar-benar tak menyangka bahwa orang yang berada dihadapannya adalah kekasihnya, Xia.
"Nanti saja penjelasannya. Sebuah keberuntungan aku bisa bertemu denganmu disini, Xianfeng!! Mari ikut aku, aku akan menjelaskan semuanya.."
Xianfeng pun mengikuti ke arah Xia berjalan. Tentu saja dia masih kebingungan dengan apa yang terjadi, Xia pun berjanji akan menceritakan kepadanya. Xianfeng dan Xia masih terus berjalan hingga mendapati sebuah rumah besar.
"Rumah?"
"Ya, kita akan masuk. Semuanya sudah menunggu didalam."
Ketika Xia dan Xianfeng masuk, dia melihat Izumi, Yoshino, Vika, Killa, Davidestorm serta Pilkington dan Dapidson yang mengenakan sebuah perban dibeberapa bagian tubuhnya karena terkena luka serangan dari sosok Ragiru.
"Dia siapa, Xia?" tanya Izumi.
"Dia adalah pacarku, namanya Xianfeng Yuan. Entah kenapa aku berfikir dia akan mencariku dan pasti sampai disini, dan ternyata dugaanku benar, dia telah mencariku sampai sini." ucap Xia.
"Eh, Xia, mereka-mereka ini siapa?" tanya Xianfeng.
"Mereka adalah korban-korban dari ketidakadilan pemerintah. Merekalah yang kumaksud saat ingin membantu. Meski begitu orang ini sangat kuat.." Xia menunjuk Izumi, "Dia bisa mengalahkan Ragiru hanya dalam satu kali serangan."
"Apa?!! Satu kali serangan?!!!" Xianfeng terkejut.
"Tidak hanya Izumi saja yang kuat. Teman-teman nya juga kuat dan cerdas bahkan menolongku, Pilkington, dan Dapidson hingga sampai disini. Tapi sayang sekali banyak orang yang didalam gedung itu belum terselamatkan." ucap Xia.
"Tunggu dulu. Xia, bisa ceritakan kronologi nya bagaimana kau bisa lolos dari ledakan itu hingga selamat bisa sampai kemari? Aku benar-benar penasaran. Dan juga, tempat apa ini?" tanya Xianfeng dengan raut wajah kebingungan.
Seperti yang diketahui, Xia masih selamat dari ledakan besar gedung pengadilan yang terbuat dari kekuatan balon Fischl itu hingga tersesat sampai ke tempat pemukiman misterius ini.
Xianfeng pun duduk dan mencari posisi nyamannya sebelum Xia menceritakan kronologi yang sebenarnya.
"Baiklah, Xianfeng! Aku akan menceritakan hal ini kepadamu, tapi jangan sampai terkejut ya! Aku bahkan sampai tak menyangka bahwa kelima orang ini sangatlah hebat ketika menolongku, Pilkington, dan juga Dapidson. Mereka mempunyai kekuatan seperti Fischl itu." ucap Xia dengan bersemangat.
"Benarkah?!! Cepat ceritakan Xia!! Aku sudah tak sabar untuk mendengarnya!! Entah kenapa aku sangat bersemangat seperti hendak akan diceritakan sebuah dongeng oleh nenekku sewaktu kecil dulu!!" ucap Xianfeng dengan sangat menggebu-gebu.
Flashback pun dimulai sekarang.
B E R S A M B U N G
Jangan lupa like koment dan follow agar bisa membaca update dari cerita cosplay untuk kedepannya nanti, serta jangan lupa kritik dan sarannya agar Cerita ini dapat lebih berkembang. Terima kasih.