
Saat ini, Kobayashi melihat dirinya sendiri sebagai penyelamat dunia yang disoraki oleh cewek-cewek cantik. Dalam imajinasinya, ia melihat Schamaucher yang berada di depannya seperti seekor monster raksasa.
Schamaucher pun kebingungan dengan teknik rahasia yang dimaksud oleh Kobayashi, ia pun bergumam, "Apa teknik rahasianya itu berimajinasi seperti orang bodoh?"
Schamaucher pun memasang kuda-kuda bertahan untuk mengantisipasi serangan yang akan dilesatkan oleh Kobayashi kepadanya. Ia sangat waspada dengan teknik rahasia milik Kobayashi.
Akan tetapi,
"Syattttssss....!!!!" Dengan sangat cepat diiringi hembusan angin yang cukup kuat, Kobayashi berhasil menebas dan melewati Schamaucher dengan cukup mudah.
"Uaghhh...!!!" Schamaucher merintih kesakitan karena tebasan Kobayashi yang sangat cepat, dadanya berdarah dengan luka tebasan horizontal.
"Cih..!! Serangan cepat macam apa itu..!!" ucap Schamaucher sambil melirik Kobayashi yang berada dibelakangnya.
Kobayashi pun membalikkan badannya mengarah ke Schamaucher lalu berkata sambil menyeringai, "Monster..!! Bagaimana rasanya terkena tebasanku?!"
Schamaucher pun langsung berdiri menghadap Kobayashi yang berada dibelakangnya, lalu ia berkata dalam hatinya, "Sialan, kalau begini, aku harus menggunakan teknik untuk membaca isi hatinya.."
"Monster..!! Aku akan mengalahkanmu sekarang juga..!!" ucap Kobayashi, lalu ia berlari dengan sangat cepat ke arah Schamaucher dan mencoba menebas-nebaskan pedangnya ke arahnya.
Schamaucher pun membaca isi hati Kobayashi, jadi ia tahu Kobayashi akan menebas ke arah mana. Oleh karena itu, Schamaucher berhasil menangkis tebasan bertubi-tubi yang dilesatkan oleh Kobayashi dengan kedua pedangnya.
"Tyengg..!! Tyengg..!! Tyengg..!!"
Dunia imajinasi yang dilihat oleh Kobayashi, membuat kemampuan dirinya meningkat beberapa kali lipat. Saat ini, Kobayashi saling beradu pedang dengan sangat sengitnya, "Tyengg..!! Tyengg..!! Tyengg..!!"
Tapi, saat mereka saling beradu pedang. Terlihat Schamaucher merasa terpojok, walaupun ia berhasil menangkis semua tebasan Kobayashi dengan kedua pedangnya, tapi tekanan dari pedang yang dilesatkan Kobayashi sangat kuat.
"Wuahhhsss..!!" Sampai akhirnya, salah satu dari pedang Schamaucher terlempar ke udara, Kobayashi pun langsung menebas pedang tersebut hingga terbelah menjadi dua. "Batss!!"
"Apa?!!" Schamaucher terkejut dengan gerakan cepat yang dilihatkan oleh Kobayashi.
"Rasakan ini..!!" ucap Kobayashi sambil mencoba untuk menebas Schamaucher dari jarak yang cukup dekat.
Walaupun Schamaucher berhasil mengetahui arah tebasan yang dilesatkan oleh Kobayashi. Namun, tebasan Kobayashi cukup cepat sehingga membuat Schamaucher tak bisa menghindarinya, "Batsss...!!!"
"Uaghhhh..!!! Sialan...!!" Schamaucher pun kembali terkena tebasan Kobayashi hingga membuat dadanya terluka menyilang hingga berdarah-darah.
Lalu, Kobayashi dengan sangat cepat langsung berlari memutar kebelakang Schamaucher dan mencoba untuk menebasnya, "Batsss..!!!"
Schamaucher pun memiringkan badannya untuk menghindari tebasan Kobayashi, lalu ia pun mencoba menebas balik Kobayashi dengan gerakan memutar, "Syaattsss..!!"
Namun, Kobayashi berhasil menahan tebasan Schamaucher dengan pedangnya, "Tinggs..!!"
Saat ini mereka berdua saling menahan tebasan satu sama lain dengan pedang mereka.
"Kobayashi, tak kusangka kau bisa menebasku..!!" ucap Schamaucher sambil tersenyum licik.
"Huh? Diamlah, Monster..!! Kau hanya Monster jelek..!!" ucap Kobayashi.
Lalu mereka berdua saling mendorong pedang mereka masing-masing, dan pada akhirnya pedang milik mereka berdua sama-sama terlempar ke udara.
Melihat pedangnya yang terlempar ke udara, Kobayashi dan Schamaucher pun saling melesatkan pukulannya masing-masing.
"Buaghhhh...!!!" Kobayashi berhasil memukul pipi Schamaucher, begitu pula dengan Schamaucher yang berhasil memukul pipi Kobayashi. Mereka berdua pun saling terpental satu sama lain hingga menabrak beberapa pasukan yang sedang bertarung.
"Brakk..!! Brakk..!! Brakk..!!"
Beberapa saat kemudian, nampaknya Kobayashi mulai sadar dari dunia imajinasinya, ia pun mulai mencoba untuk bangkit dan berdiri.
Seketika, terlihat Schamaucher yang berjalan mendekat ke arah Kobayashi dengan banyak luka tebasan di tubuhnya sama seperti Kobayashi.
"Kobayashi..!! Pertarungan ini belum berakhir..!! Jadi ayo kita lanjutkan pertarungan ini..!!" teriak Schamaucher kepada Kobayashi.
Beberapa saat kemudian, Kobayashi dan Schamaucher pun bertarung dengan tangan kosong tanpa menggunakan senjata pedangnya.
"Bughhh..!!!" Kobayashi berhasil memukul perut Schamaucher hingga batuk darah, lalu Schamaucher pun langsung memukul dagu Kobayashi hingga sedikit terpental, tapi Kobayashi berhasil menahan pentalannya.
"Huooooo..!!" Kobayashi pun langsung menendang lengan Schamaucher hingga menabrak tanah, "Buakkk..!!!"
Lalu Kobayashi duduk diatas tubuh Schamaucher sambil memukul wajah Schamaucher bertubi-tubi, "Bughhh..!! Bughh..!! Bughh..!!"
Wajah Schamaucher terkena pukulan Kobayashi sehingga membuat wajahnya cukup babak belur. Setelah itu, Schamaucher pun menendang Kobayashi dari atas tubuhnya.
Schamaucher pun membalas Kobayashi dengan memukul wajahnya bertubi-tubi hingga membuat Kobayashi mimisan, "Buaghhh..!! Buaghh..!! Buaghh..!!
"Osh.. Osh.. Osh.. Kobayashi, akulah yang berhak menyandang gelar Knight.." ucap Schamaucher sambil ngos-ngosan, nampaknya ia mulai kehabisan tenaga.
"Jangan bermimpi..!!!" Kobayashi pun langsung memukul wajah Schamaucher dengan cukup telak, sehingga membuat Schamaucher terpental dan mencium tanah.
"Sruokkkk...!!!"
Begitu juga dengan Kobayashi, nampaknya ia sudah kehabisan tenaga untuk bertarung, walaupun begitu ia masih memaksakan dirinya untuk bertarung.
Kobayashi pun berjalan menghampiri Schamaucher yang mencoba bangkit untuk berdiri setelah terkena pukulan Kobayashi.
"Schamaucher..!! Kau masih bisa melanjutkan pertarungan kan?!!" ucap Kobayashi sambil menyeringai.
"Haaa...!! Wajahmu sangat jelek sekali, lihat wajahmu babak belur..!!" Schamaucher pun membalas ucapan Kobayashi sambil menyeringai.
"Apa kau tidak mengaca pada dirimu sendiri, Schamaucher?!! Kau juga babak belur, bahkan lebih jelek dariku.." ucap Kobayashi.
"Kalau begitu, kita akhiri saja pertarungan ini, Schamaucher..!! Aku akan memenangkan pertarungan ini..!!" ucap Kobayashi.
"Jangan sombong dulu, sialan..!!" ucap Schamaucher.
Sejenak mereka saling menatap tajam satu sama lain. Lalu, mereka berdua mengepalkan kedua tangannya. Setelah itu, mereka pun saling berlari dan mencoba untuk melesatkan pukulannya masing-masing.
"Schamaucher...!!!"
"Kobayashi....!!!!!"
"Hyaaaaaaa....!!!!!"
Kobayashi berhasil memukul wajah Schamaucher. Sedangkan, Schamaucher berhasil memukul perut Kobayashi, "Buaghh..!!!"
Setelah itu, datanglah hembusan angin yang cukup kuat ketika mereka saling melesatkan pukulan, "Wushhh..!!!"
Sejenak mereka berdua masih berdiri seakan-akan tak mengalami efek apapun. Tapi, beberapa saat kemudian, tiba-tiba Schamaucher pun langsung ambruk ke tanah dan pingsan, "Brakkk..!!"
"Hosh..!! Hosh..!! Hosh..!!" Terlihat Kobayashi yang masih berdiri sambil ngos-ngosan, nampaknya ia sudah kehabisan tenaganya. Lalu, Kobayashi pun mengangkat salah satu tangannya dan berteriak,
"AKU MENANG..!!!"
BERSAMBUNG