
Kembali ke rombongan Xia berada. Akhirnya mereka sampai tepat diujung Barat Man City setelah menempuh perjalanan selama satu jam setengah. Kereta kuda yang mereka tumpangi kini berhenti tepat beberapa meter didepan jalanan dataran tinggi yang menghubungkan ke Kastil Tua.
"Tuan dan Nona, kita sudah sampai di ujung Barat Man City. Bahkan ini sudah paling ujung. Dan yang kita temukan hanya sebuah dataran tinggi yang menghubungkan ke kastil Tua diatas sana.." ucap si Pengemudi kereta kuda.
"Ah, akhirnya ini dia!! Kita sudah hampir sampai!! Paman, sekarang kita langsung saja bergerak ke arah Kastil di puncak dataran tinggi itu!! Disana mereka semua sedang menunggu kalian!!" ucap Nekoniku dengan sangat bersemangat.
"Ke kastil Tua itu, apa kau yakin itu tempatnya?" tanya Xianfeng.
"Benar. Disana tempatnya. Ibu Aisah saat ini berada disana. Kita harus cepat!!" ucap Kenokinu.
Aisah yang sudah terbangun dari tidurnya dan mendengad pembicaraan Nekoniku dan Kenokinu pun cukup senang karena dia akan segera bertemu dengan ibunya.
"Kakak Xia, apa benar sebentar lagi aku akan bertemu dengan Mama?" tanya Aisah.
"Benar. Kamu akan bertemu dengan ibumu. Ibumu pasti sangat senang.." ucap Xia.
"Asyik!! Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Mama. Mama pasti akan terkejut karena aku tiba-tiba datang kepadanya.." ucap Aisah sembari tersenyum lebar.
"Laksanakan, kita akan segera menuju ke kastil itu." ucap si pengemudi kereta kuda.
Mereka pun akhirnya langsung menaiki dataran tinggi dengan kereta kuda. Dan beberapa menit kemudian, akhirnya mereka sudah sampai di puncak dataran tinggi itu. Setelah itu, mereka pun tak menyangka kastil itu sangat besar bila dilihat dari jarak dekat.
Sekilas, terlihat Nicole Antolyniescu yang sudah berdiri didepan kastil tersebut. Kemudian, Aisah yang melihat ibunya pun langsung turun ke kereta kuda dan berlari ke arah Nicole.
"Mama!!"
"Aisah!!!"
Aisah dan Nicole pun saling memeluk sama lain. Mereka berdua sudah cukup lama tidak bertemu, dan akhirnya kini mereka bertemu kembali untuk menghilangkan rasa rindu yang mereka pendam.
Sementara itu, Dapidson yang melihat Moment itu pun langsung meneteskan air matanya, "Aku terharu sekali!! Mereka seperti yang di film-film dengan kisah happy ending!!!" Dapidson pun mengelap air matanya dengan lengan baju Pilkington.
"Woy, jangan lap pakai bajuku lah, bajumu sendiri sana!!" bentak Pilkington.
Nekoniku dan Kenokinu pun turun dari Kereta kuda. Mereka berjalan kegirangan sembari tersenyum lebar ke arah Nicole.
"Aku sudah menyelesaikan misi untuk mengantarkan mereka kepadamu, Nona Nicole!!" ucap Nekoniku dengan nada bersemangat.
"Mereka juga sudah sampai dengan selamat!!!" ucap Kenokinu.
Kemudian, Xianfeng pun langsung turun dari Kereta kudanya dan langsung menyauti perkataan Nekoniku dan Kenokinu, "Heleh, kalian berdua menyesatkan Paman pengemudi itu dan memperlama saat menuju kesini."
"Oey, itukan hanya sebuah kesalahan teknis. Lagipula, itu kan masa lalu. Jadi masa lalu biarlah berlalu.." ucap Nekoniku.
"Benar-benar!! Masa lalu biarlah berlalu!!" ucap Kenokinu.
Lalu Xia, Dapidson, dan Pilkington pun turun dari kereta kuda. Sementara itu, Xianfeng masih penasaran dengan kastil Tua yang berada di puncak dataran tinggi ini.
"Setelah lama aku hidup dan tinggal di Grousse Kontinent, kenapa aku baru tahu kalau disini terdapat sebuah kastil Tua, ya?" tanya Xianfeng.
"Kastil Tua ini ada kisah tersendiri? Dan, kenapa Kau berada disini?" tanya lagi Xianfeng.
"Tapi sebelum aku menjawab kenapa diriku bisa di Kastil ini, aku akan menceritakan sejarah dari kastil ini sebentar.." ucap Nicole.
Dahulu kala. Tepat beberapa dekade sebelum berdirinya Negara Grousse Kontinent. Ada seorang pemuda berumur tujuh belas tahun yang kala itu sedang berjalan tak tau arah tujuan entah kemana setelah dia pergi dari tanah kelahirannya yang telah dihancurkan oleh musuh.
Pemuda itu telah kehilangan keluarga dan teman-temannya. Pemuda itu sangat bersedih. Bahkan hampir melakukan percobaan bunuh diri karena tak kuat untuk merasakan kesepian yang menyelimutinya.
Pada akhirnya, pemuda itu secara tak sengaja tiba di depan kastil yang megah. Saat itu, kondisi cuaca sedang hujan lebat disertai petir. Pemuda itu terjatuh terkapar di tanah karena kelaparan.
Namun, seorang perempuan yang diduga putri seorang bangsawan berjalan mendekat ke Pemuda yang terkapar itu dengan membawa sebuah payung. Perempuan itu meraih tangan pemuda itu, dan mengajaknya masuk ke dalam kastil.
Diduga perempuan tersebut diasingkan ke kastil ini karena mempunyai sebuah kutukan aneh yang belum diketahui sampai sekarang. Akhirnya pemuda itu pun tinggal bersama dengan perempuan itu.
Mereka berdua semakin akrab saat tinggal bersama. Dan menikah saat usia mereka sama-sama mencapai diatas dua puluh tahun. Namun, saat umur pernikahan mereka berdua baru seumur jagung, pembunuh bayaran dari pihak keluarga perempuan pun datang.
Pembunuh bayaran itu membunuh si Perempuan tepat didepan pemuda tersebut. Pemuda itu menyesal karena tak bisa menyelamatkan istrinya dan tak bisa melindungi istrinya. Karena pemuda itu yang sudah mencapai titik stress, akhirnya pemuda itu pun memutuskan untuk bunuh diri.
"Dan, begitulah ceritanya. Mereka berdua akhirnya sama-sama mati.." ucao Nicole.
Sekilas terlihat Nekoniku, Kenokinu, dan Dapidson yang meneteskan air matanya setelah mendengarkan cerita dari Nicole.
"Tidak!! Mereka berdua bersama sehidup semati!! Aku sangat terharu huaa!!" Nekoniku menangis.
"Benar, kenapa mereka berdua harus berada dalam ending yang menyedihkan!!" Kenokinu juga menangis.
"Ce-cerita yang menyedihkan.." Dapidson menahan untuk tidak menangis seperti Nekoniku dan Kenokinu.
"Nicole-san, apa benar itu cerita dibalik kastil Tua ini?" tanya Xia.
"Tentu saja tidak. Itu hanya sebuah dongeng yang pernah aku baca sewaktu kecil. Hehe maaf-maaf.." Ternyata yang dijelaskan panjang lebar oleh Nicole bukanlah cerita asli dibalik kastil tersebut. Nicole nge prank.
"Haddeh.. padahal sudah menangis begini ternyata cuma cerita bohongan." ucap Nekoniku. Nekoniku dan Kenokinu pun langsung pundung dipojokan.
"Astaga, kau benar-benar pandai dalam berbohong.." ucap Xianfeng sembari menepuk jidatnya.
"Untung aku tidak menyimak apa yang dia katakan.." ucap Pilkington dengan nada pelan.
"Sebenarnya aku berada disini karena suatu alasan. Dan, kalian akan mengerti bila masuk kedalam kastil.." ucap Nicole.
Pada akhirnya Nicole yang saat ini menggandeng tangan Aisah pun langsung mengajak Nekoniku, Kenokinu, Xianfeng, Xia, Pilkington, dan Dapidson untuk masuk kedalam kastil Tua tersebut.
B E R S A M B U N G
Jangan lupa like koment dan share serta kritik dan saran yang membangun agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya, nanti see you next Chapter!!