Cosplay

Cosplay
Chapter 260 - Run.



"Watch Your Back...."


Cicirit-cicirit kecoak menari, mengisap rokok mendengar lagu regge.....


"Woi, itu narasi apaan, kau pikir kecoak bisa ngudud, kau pikir kecoak bisa nyanyi lagu regge? Dan apa-apaan dengan perhatikan belakangku? Kau itu takkan bisa menembus my defense of the wall Gravitywall yang absolutely super!!!"


"Tidak usah sok asik-asik gitu, cukup perhatikan belakangmu karena the world tidak akan sesuasi dengan ekspentasimu..." balas sang Lucia.


Lucian kemudian melihat kearah belakang, dan sudah entinitas unik yang terbang dengan keanggunan yang mengagumkan.


"S-sistem Call-ku bisa dilewati oleh K-kecoak????!!!!" Lucian terkejut melihat kecoak terbang pahlawan kita sudah berada di dekatnya, Kecoak itu hanya terbang sementara dan kemudian kembali terjatuh kelantai.


"Sistem Call itu adalah sistem buatanmu, sedangkan aku seperti Kirito, karena aku adalah orang yang akan melampaui sistem-mu..." balas Lucia, dia kemudian mengambil eksistensi aneh lagi dari sakunya. "Kau itu adalah Pria, dan aku adalah Perempuan, dan kebetulan kita terikat darah, kau pikir segala bentuk kelemahanmu tidak aku ingat? Apakah kau tahu Frog-kun ingin melompat.." sambungnya yang kini memperlihatkan kodok berwarna hijau.


"M-menjijikkan!!! S-sudah saatnya aku mengeluarkan Pion!!" ucap Lucian, dia mulai menekan konsol game-nya untuk melakukan Sistem Call.


"Sistem Call: Ericko!!!"


Setelah menyebut Sistem Call barusan, kini terciptalah eksistensi baru yang berwajah handsome dengan keberadaan yang sangat mewah, "Huh? Kodok? Jangankan Kodok, Roti isi apalah itupun gasskeun!!" ucap Ericko, Sistem Call yang nyeleneh.


Kodok yang melompat secara simetris sudah ditunggu oleh Ericko dengan dua potong roti yang siap menjadikan kodok tersebut sebagai eksistensi lauk-lauk-an biar sang Ericko seperti memakan burger.


Kwedek-kwedek-kwedek.


"Dengarkanlah rintihan, setiap keberadaan suara pilu, adalah kelezatan santapan yang akan ditelan tanpa sisa.." ucap Ericko yang memakan kodok dengan roti.


"Frog-san is dead, im sorry Frog-san, but your power watashi wa apresiasi youre desu wa!!" Lucia merasa kehilangan, dan kini dia juga harus melawan Sistem Call aneh.


"Ini Ericko, Yuthubers hendsomes yang aku keluarkan untuk gonna defeated you!!!"


"Oh ya????!!" si Lucia yang kehilangan Frog nampaknya tidak takut terhadap eksistensi sang Ericko, "Kau harusnya meminum Enerjen, itu makanan minuman bergizi, masa makan kodok hidup-hidup, sudah lapar ya?"


"What are you spik girls? i am not understand your spik!"


"Spik? Kamu kira ini spik kayak poli???°!!" Balas Lucia dengan nada membentak.


"Ericko, Kalahkan dia, kau adalah NPC yang akan become to hero jika berhasil mengalahkannya!!" Perintah Lucian.


"Yes My Lord...." ucap Ericko, dia mulai mengambil sepotong roti dikantungnya dan lalu mencabut bulu-bulu hidungnya menggunakan jari-jari tangan kirinya, "This is my power, Roti isi Bulu..."


Jika dia memakan roti itu, maka Ericko akan memiliki kemampuan memanipulasi roti, kemampuan sang NPC ada karena Lucian sang Gamemaster sudah mengatur sistemnya.


"This is food, and i am give you Bakery, Bakery of the shoes!!!" Ericko membaluti sepasang kakinya dengan sepatu yang terbuat dari roti, dan kemudian dia berlari kearah Lucia dengan cepat. Saat semakin dekat, dia melesatkan tendangan lewat kaki kanannya mengarah ke wajah Lucia. Lucia hanya tersenyum... "Sniper-Sniper of the dust...."


Tendangan sang Ericko mendadak terhenti, malahan si Lucia juga ga bisa perlihatkan seperti apa Sniper-Sniper of the dust.


"Why????!!!!" Si Ericko malah terkaget-kaget, karena mendadak dia terlempar dengan sendirinya tanpa membuat tendangannya terkena kepada sang target. "M-master, apakah gadis itu memiliki kemampuan shield??? Kakiku retak karena tidak bisa menembus objeknya..."


Lucian malah wajahnya memerah, dia menahan malu, "A-aku lupa menghilangkan Gravitywall-nya.. T-e-h-e ><" Lucian malah sok imut dan berpose tehe kepada Ericko, "Dasar Master *****, kau ini beban!!!"


"Woi, Aku ini Mastermu, aku summon kamu sesuai kontrak televisi..." balas Lucian, dia kemudian memperlihatkan kontrak si Ericko agar bertahan selama banyak tahun di dalam dunia game-nya. "Haddeh, mentang-mentang subcriber-ku turun dan akhirnya bisa disuap pake duit..." ucap Ericko, dia menepuk jidatnya karena sudah tertipu tempoe doloe.


"Sitem Call: Gravitywall Zero...." si Lucian sudah men-non-aktifkan Gravitywall barusan dengan sistem callnya.


"Aku akan lari, karena kono bangumi wa nothing sponsor desu wa, Roti isi bulu itu gak enak, dia itu jorok banget astaga, cara yang tepat untuk menang adalah kabur..." ucap Lucia, dia mulai mempersiapkan komposisi cara berlari dengan benar.


"Meskipun Gravitywall dibagian depan sudah non-aktif, di belakang masih aktif, jalur memutar absolutely mustahil, karena kecoak-ku takkan bisa menerobos..." gumam Lucia, dia mulai berfikiran untuk kabur, sedangkan di depan sana ada sang karakter biadab yang bisa memanipulasi roti dan kemudian dicampur dengan bulu hidungnya.


"..... Bakery of the defense of the wall...." ucap Ericko, kini dia memasang dinding yang terbuat dari roti, "Dan kemudian dia akan bergerak kearahmu hingga engkau terpencet ke Gravitywall bagian belakang..." sambung Ericko.


Ericko tersenyum sadis, begitu juga dengan Lucian, "Ada tempe penyet, ada ayam penyet, dan sekarang ada manusia penyet..." ucap si Lucian.


"............ This is the end......"


Flashback.


"This is the end.... and i am go to died and go to skies... Cause I wanna fly, Fly me up so high, Take me to the skies... I won't get by.. If you can't believe me take me home..."


"Sampeyan nyanyi apaan? Aku tidak mengerti, tetapi jika kamu kedinginan, maukah kau memakai jaket wol milikku??" seorang pria berwajah konyol, dengan wajah yang sudah khas, orang ini adalah Shoba, seseorang yang dianggap sebagai pahlawan oleh Lucia.


"This is the end, aku akan berakhir kedinginan, karena bantuan tidak ada, dan orang-orang tidak memiliki empati, mereka hanya melihat dan membiarkanku berteriak untuk meminta bantuan, dimana Kakakku yang terluka akan membeku di tengah jatuhnya salju..."


"Jika kau meminta bantuan, bantuan itu tidak ada, berarti bantuan tidak ditakdirkan untukmu, karena aku, Shoba, orang yang akan menjadi pria terhebat di dunia sudah ditakdirkan untuk memberikanmu jaket wol..." ucap Shoba, "Jika kau dalam bahaya, kabur, jika kau menyerah, kau kalah, jika kau menangis, kau cengeng, Manusia selemah apapun, jika mereka kesulitan, ingatlah..."


"Kesulitan adalah bagian dari petualangan, dan rasa sakit adalah bagian dari ketakutan, jika kau akan mati hari ini, ending sudah begitu, tapi jika kau akan mencoba mati, itu kau yang menentukan, dimana saat serangan terakhir terarah, dan kau melihatnya tapi tidak bergerak, mungkin kau mati, tapi jika kau masih hidup dan bernafas, kau tidak mati, sebelum rasa sakit menghampirimu, gunakan hal yang lezat untuk menghilangkannya!!"


"Karena, Manusia berhak untuk hidup, tapi mereka juga harus mati, jika kau tidak ingin mati.... Lari!!!"


Flashback end.


"If you don't wanna die, Run!!!"


Tapi, kemana dia harus berlari?


B E R S A M B U N G