Cosplay

Cosplay
Chapter 498 - Relieved.



Perjalanan menyusuri hutan belantara pun sedikit memakan banyak waktu. Meski mereka tidak mendapatkan sebuah serangan dari binatang-binatang buas disekitarnya, namun medan dari hutan ini lumayan cukup sulit. Jalanan yang tidak beraturan, semak-semak belukar serta tumbuhan-tumbuhan tajam, serta banyak hambatan lain didalamnya.


Hutan yang cukup luas ini juga salah satu hambatan yang harus mereka lewati bila ingin segera tiba di Redrion City. Melewati sungai di tengah-tengah hutan juga tak luput mereka lalui.


Dua jam mereka sudah lalui menyusuri hutan belantara ini. Dan, beberapa saat kemudian, Firehn dan yang lainnya melihat sebuah cahaya yang bersinar terang tepat ratusan meter dari hadapannya. Mereka pun langsung bergegas menuju ke arah cahaya terang itu berasal.


Setelah tiba di tempat cahaya itu berasal.Oh ternyata, kini mereka berada diluar hutan yang bertepatan di sebuah dataran tinggi. Kemudian, Firehn dan lainnya pun melihat kebawah. Lalu, sebuah pemandangan kota Redrion City pun terlihat begitu jelas.


"Kita akhirnya telah sampai di perbatasan Redrion City. Melewati jalur hutan memanglah sangat rumit, tapi hasil kerja keras kita semua sudah terpenuhi. Karena kita sudah sampai di Perbatasan Redrion City." ucap Firehn sembari tersenyum bersemangat.


"Huahhhhhh!!!" Raiden pun langsung tiduran di tanah. Dia merasa lega karena telah berhasil melewati perjalanan di hutan belantara, "Aku sangat capek sekali!!! Medan hutan ini sangatlah keras!!!" teriak Raiden dengan nada mengeluh. Dia juga sekilas ngos-ngosan karena terlalu capek. Staminanya juga sudah habis.


"Perjalanan melewati hutan belantara yang cukup merepotkan. Tapi, akhirnya kita sampai juga di perbatasan. Aku juga tak menyangka saat ini kita berada di dataran tinggi, jadi ternyata dari tadi kita berjalan menanjak terus dihutan tadi.." ucap Paladino.


"Ya, itu benar sekali. Dan lihat pemandangan Kota Redrion City dari atas sini. Kota itu terlihat cukup luar biasa. Akhirnya kita bisa berkumpul dengan yang lainnya.." ucap Benn yang juga ikut bersemangat. Usaha nya tidak mengkhianati hasil.


"Aye-aye!! Kenokinu akhirnya kita telah sampai di perbatasan Redrion City!!! Ini adalah perjalanan yang sangat hebat, bukan!!! Yahoo!!!" ucap Nekoniku yang berteriak senang kegirangan.


"Oh yeah!! Benar sekali, Nekoniku. Hari ini kita telah melalui banyak hal dan petualangan yang cukup keras!! Meski begitu, petualangan kali ini juga sangat menyenangkan!!" ucap Kenokinu yang juga berteriak kegirangan.


Nekoniku dan Kenokinu adalah saudara kembar yang cukup berisik. Bahkan Benn pun cukup kesal dengan tingkah laku mereka berdua.


"Oey, bocah. Apa kalian tidak bisa berisik satu hari saja? Kalian berdua membuat telingaku sedikit kesakitan." ucap Benn dengan raut wajah kesal.


Dontschew pun berjalan melewati Benn begitu saja, "Tenang saja, Benn. Lagipula mereka ini masih bocah yang belum tahu apa-apa. Benar, kan, Kenokinu? Nekoniku?" tanyanya.


"Tidak!!! Kami tidak bocah!!!" Nekoniku dan Kenokinu berteriak secara bersamaan.


"Hadeh, dasar anak jaman sekarang. Apa semua anak jaman sekarang sudah mempunyai bakat dalam hal berisik ya.." ucap Benn sembari menepuk jidatnya.


Sekilas, setelah melewati Benn, Dontschew pun langsung berdiri disamping Firehn.


"Kapten!!!" Sapa Raiden.


"Firehn-san, pasti saat ini mereka pasti sedang menunggu kedatangan kita." ucap Dontschew.


"Benar. Apalagi ini adalah Moment langkah. Dimana semua Kapten Pasukan Revolusi akan segera berkumpul dalam satu tempat yang sama." ucap Firehn.


Sementara itu dibelakang sana. Terlihat Izumi yang terlihat sangat begitu kehausan. Bahkan raut wajahnya juga tampak begitu lemas.


"Ha.. us.." ucap Izumi dengan nada lemas.


Izumi mengambil botol berisi air tersebut lalu meminumnya sampai habis, "Hah!!" Izumi merasa cukup lega karena telah minum air disaat dia hampir mati karena kehausan, "Terimakasih, Killa. Kau telah menyelamatkan nyawaku. Sial, aku tidak ingin merasakan rasa haus lagi." lanjutnya.


"Bagaimana mungkin kau bisa kehausan, Izumi?" tanya Killa.


"Entahlah. Tiba-tiba saja aku merasa sangat haus. Mungkin karena perjalanan panjang menyusuri hutan.." ucap Izumi yang sedikit mengeluh.


Disisi lain, Pilkington dan Dapidson tampak berjalan bersebelahan. Mereka berdua yang menyadari bahwa telah sampai di perbatasan juga merasa sedikit merasa lega.


"Setelah tiba di Redrion City, kita akan ngapain nih, Pilkington?" tanya Dapidson dengan raut wajah polos.


"Tentu saja kita akan bertemu dengan Pasukan Revolusi dari wilayah lainnya. Semua cabang pasukan Revolusi akan berkumpul di satu tempat untuk membahas sebuah strategi untuk menyerang Pemerintah." jawab Pilkington.


"Astaga, setelah ini kita akan perang. Semoga saja aku masih diberi kesempatan hidup lebih lama, karena aku ingin melihat masa depan dadi Negara Grousse Kontinent serta generasi penerus kita.." ucap Dapidson.


Beberapa saat kemudian, Firehn dan seluruh pasukan Revolusi yang berada dibelakang nya pun berjalan menuruni dataran tinggi. Berselang beberapa menit kemudian, akhirnya mereka pun berhasil memasuki kota Redrion City.


Firehn dan yang lainnya pun berjalan menuju ke tempat kediaman Jedrzejczyk berada. Karena seluruh pasukan Revolusi dari berbagai tempat sudah berkumpul disana. Disaat Firehn dan yang lainnya berjalan seperti sebuah rombongan, masyarakat-masyarakat yang berada disekitar pun cukup kebingungan.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Firehn dan semua orang yang ikut dengannya pun akhirnya tiba didepan rumah kediaman dari Jedrzejczyk. Disini terlihat rumah kediaman Jedrzejczyk seperti sebuah istana yang besar nan mewah.


Lalu, Legolas yang merupakan pengawal pribadi dari Jedrzejczyk datang untuk membukakan gerbang. Legolas tersenyum dan menyambut kedatangan Firehn dan yang lainnya.


"Selamat datang di kediaman Tuan Jedrzejczyk, semua orang telah menunggu kedatangan anda didalam sana." ucap Legolas sembari bungkuk memberi hormat kepada Firehn.


"Ya, aku telah berterimakasih kepadamu dan juga Jedrzejczyk karena mau membuat kediaman rumahnya menjadi markas besar Pasukan Revolusi untuk sementara waktu." ucap Firehn.


Disisi lain, terlihat Xia dan Xianfeng yang sedikit terpukau dengan rumah mewah milik Jedrzejczyk.


"Gilaa, rumahnya besar. Bahkan aku menyebut tempat ini bukan sebagai rumah, tapi sebagai istana besar. Kira-kira berapa gajinya dalam sebulan ya? Apa sebulan dia mendapatkan gaji UMR Redrion City?" tanya Xianfeng kepada Xia.


"Mana kutahu. Aku saja tidak pernah bekerja sebagai pejabat. Dan mana mungkin gajinya UMR Redrion City, mungkin bisa lebih. Semoga saja hasil rumah mewah ini tidak dari korupsi." ucap Xia yang sedikit mencurigai Jedrzejczyk.


Akhirnya Firehn dan rombongannya telah sampai di kediaman rumah mewah milik Jedrzejczyk. Rapat strategi akan segera dimulai.


B E R S A M B U N G


Jangan lupa like koment dan share serta kritik dan saran yang membangun agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti, see you next Chapter!!!