Cosplay

Cosplay
Chapter 205 - Tekad Menjadi Seorang Pendekar Pedang Terhebat Di Dunia!



Yoshino pun tampak memasang raut wajah yang cukup serius ketika menatap Zach yang berdiri beberapa meter dihadapannya. Ya, kali ini dirinya berniat untuk mengalahkan Zach sesegera mungkin. Karena Yoshino juga sudah tak sabar untuk bertarung melawan Hristov.


Tak berselang lama, Yoshino pun langsung menarik pedang Sebastian dari sarung pedangnya. Kali ini, ia akan melawan Zach dengan menggunakan pedang Black Lotus dan juga pedang Sebastian.


Yoshino memasang posisi kuda-kuda bertarungnya. Ia menatap sinis Zach sambil tersenyum menyeringai. Lalu, Yoshino pun berkata, "Ya, aku tidak bisa terus bermain-main denganmu. Aku akan segera mengakhiri pertarungan ini secepat mungkin."


Mendengar perkataan Yoshino yang terlihat cukup angkuh, sontak Zach pun menjawab sembari tersenyum menyeringai, "Huh? Bermain-main katamu? Jadi selama ini kau hanya menganggapku bukan orang yang kuat ya?"


"Tentu saja. Dengan pedang Black Lotus dan juga pedang Sebastianku ini, aku akan mengalahkanmu dengan cepat." ucap Yoshino.


"Dua pedang? Masih ada sisa satu pedang lagi yang belum kau tarik, aku sarankan kau gunakan saja pedang ketigamu itu supaya tidak menyesal atas kekalahanmu kelak." ucap Zach.


"Tenang saja, untuk mengalahkanmu aku cukup menggunakan dua pedang saja. Jadi bersiaplah, bodoh." ucap Yoshino.


Setelah itu, terlihat Zach yang berjalan perlahan ke arah Yoshino. Dan tak berselang lama, Zach pun melesatkan tebasan pedangnya yang menciptakan sebuah sebuah pisau angin secara bertubi-tubi.


"Batss..!! Batss..!!"


Yoshino pun melakukan gerakan dengan menyodorkan kedua pedangnya ke depan. Setelah itu, ia pun langsung berlari ke arah Zach sambil menangkis semua serangan yang sedang melesat ke arahnya.


"Tyengg..!! Tyeng..!!"


Tak berselang lama, Yoshino pun langsung melompat ke udara hingga menutupi sinar matahari. Melihat hal itu, Zach pun langsung menyipitkan kedua matanya.


"Serangan apa yang akan ia gunakan." ucap Zach.


Setelah itu, Yoshino pun merentangkan kedua tangannya, sekilas ia mengeluarkan sebuah sinar cahaya berwarna merah dari kedua matanya. Tak berselang lama, Yoshino pun mulai memutar-mutar tubuhnya di udara dan terciptalah sebuah pusaran angin topan yang cukup besar dan melesat cepat ke arah Zach.


"Nitoryuu no Tatsumaki..!!"


"Apa?!!" Zach terkejut.


Zach terkejut ketika melihat pusaran angin topan yang cukup besar sedang melesat ke arahnya. Dengan sigap, Zach pun langsung berlari menjauh ke dalam medan perang.


Pusaran angin topan tersebut terus mengejarnya. Alhasil, sebagian pasukan Hristov yang berada di sekitar tersebut ikut terhempas dan terpontang-panting. Zach begitu kesal, ketika melihat pusaran angin topan tersebut masih terus mengikutinya.


"Cih..!!"


Zach pun berhenti dari larinya. Ia menghadap ke arah pusaran angin topan yang sedang menuju ke arahnya. Lalu, Zach pun mengangkat pedangnya ke atas. Setelah itu, tiba-tiba hembusan angin langsung menyelimuti tubuh Zach. Hembusan angin tersebut seperti sebuah energi yang berkumpul pada satu titik, yaitu pada pedang yang diangkat oleh Zach.


Setelah itu, Zach pun langsung menebaskan pedang tersebut ke arah pusaran angin topan yang sedang menuju ke arahnya. Tebasan pedang Zach menciptakan pisau angin yang cukup besar dan menghantam pusaran angin topan begitu saja dan, "Blasshh..!!" Seketika pusaran angin topan tersebut lenyap ketika menghantam tebasan pedang yang dilesatkan oleh Zach.


Dan, terlihat Yoshino yang sudah berdiri beberapa meter dihadapan Zach sambil tersenyum menyeringai, "Yo, sepertinya kau cukup kerepotan dengan serangan yang barusan ya."


"Pendekar pedang bodoh? Hei, aku katakan padamu sekali lagi ya, sejak kecil aku sudah bertekad untuk menjadi seorang pendekar pedang terhebat di dunia." ucap Yoshino.


"Pendekar pedang terhebat di dunia? Yang benar saja. Diluar sana masih banyak pendekar-pendekar yang lebih hebat darimu." ucap Zach.


"Ya, untuk menjadi seorang pendekar pedang terhebat di dunia harus membutuhkan sebuah proses. Oleh karena itu, mengalahkanmu disini dan juga Hristov, merupakan sebuah proses bagiku untuk menjadi seorang pendekar pedang terhebat di dunia..!!"


Yoshino menjawab begitu bersemangat, ia tersenyum menyeringai, dan dirinya pun melakukan sebuah gerakan dari teknik dua pedangnya lagi. Kali ini, Yoshino berniat untuk melancarkan serangan teknik dua pedang miliknya kepada Zach.


Melihat Yoshino yang akan menyerangnya, Zach pun memasang posisi waspada dan bertahan. Kini dirinya sudah bersiap menghindari semua serangan yang akan dilesatkan oleh Yoshino.


"Nitoryuu.."


Ketika Yoshino berucap, tiba-tiba sebuah energi yang luar biasa langsung menyelimuti tubuhnya. Seperti biasa, ia mengeluarkan sebuah sinar cahaya berwarna merah dari kedua matanya. Setelah itu, Yoshino terlihat menggerakkan kakinya.


Energi yang menyelimuti tubuh Yoshino itu pun terpancar ke seluruh area yang berada di sekitarnya, dan Zach yang berada di dekatnya pun juga terkena dari pancaran energi tersebut.


Secara tiba-tiba, Zach tidak bisa menggerakkan seluruh anggota tubuhnya. Kini ia semakin panik dan terheran-heran, kenapa tubuhnya tidak bisa digerakkan, Apa yang sedang terjadi padaku, Pikirnya.


Zach mencoba untuk memberontak tapi semua usahanya itu hanya sia-sia. Dan, terlihat Yoshino yang semakin bersemangat untuk menyerang Zach dengan teknik dua pedangnya.


"Inemuri No Onigiri..!!!"


Yoshino pun langsung melesat cepat ke arah Zach dan menebas dadanya begitu saja, "Batss..!!" Dan tebasan dari Yoshino itu pun menimbulkan luka X pada dada Zach.


"Uaghhh..!!"


Zach langsung merintih kesakitan setelah terkena tebasan dari Yoshino. Tak berselang lama, ia pun langsung ambruk di tanah dan pingsan.


Setelah itu, Yoshino pun langsung melirik ke arah Zach yang pingsan di tanah beberapa meter dibelakang.


"Bagaimana serangan terkuatku itu? Kau tidak bisa bergerak karena sudah masuk ke dalam ruang lingkup seranganku." ucap Yoshino.


Setelah itu, Yoshino pun langsung memasukkan pedang Sebastian nya kedalam sarung pedang. Sementara itu, disisi lain, terlihat Shu Kobayashi dan Espener yang saling menatap tajam satu sama lain.


"Aku akan mengalahkanmu disini sekarang juga." ucap Espener.


"Seharusnya aku yang berkata begitu kepadamu." jawab Shu.


BERSAMBUNG