Cosplay

Cosplay
Chapter 384 - Maaf, Buku Ini Aku Pinjam.



Persediaan yang menipis, terpaksa membuat kelompok Bajak Laut Shobasoap harus berlabuh ke sebuah pulau tak dikenal untuk mencari logistik yang akan mereka gunakan untuk melanjutkan perjalanannya kembali.


Tak berselang lama kemudian, Kapal Shobasoap sudah mendarat di pesisir pantai pulau tersebut. Disini, Shoba, Shishiwakamaru, Gyoshimaru, dan Shinmaru bertugas untuk mencari atau membeli persediaan-persediaan logistik yang akan dibutuhkan untuk kedepannya nanti. Sementara kru sisanya akan menetap dan menjaga kapal.


Lucia yang tampak bosan karena harus menunggu dikapal pun memutuskan untuk membaca beberapa buku yang berada di atas rak buku di salah satu ruangan kapal tersebut. Jika dilihat, Lucia membawa sekitar 5 - 6 buku tebal.


Membaca buku adalah kegiatan yang membosankan, tetapi menunggu adalah hal yang lebih membosankan daripada membaca buku, itulah prinsip dari seorang Lucia.


Buku tebal dengan cover berwarna merah, Lucia mulai membacanya, "Semoga saja aku terhibur dengan membaca buku disini." Lucia mulai membaca dengan fokus.


"Lucia-san. Alangkah baiknya bila membaca buku sembari menyeduh teh hangat. Pasti akan membuat suasan hatimu membaik.." Shion tersenyum, dia menaruh secangkir teh diatas meja tepat yang berada disebelah kanan Lucia.


"Ya. Makasih, Shion-chan. Kau sangat perhatian sekali."


"Haik!!!"


Disaat Lucia sibuk membaca buku, disisi lain terlihat Akamaru yang sedang bermain bola pingpong bersama dengan anjhingnya, Kibamaru. Entah kenapa, mereka sangat sengit bermain pingpong meski bertarung sebagai manusia dan hewan.


"Kibamaru, aku pasti akan memenangkan semua ronde!! Hyaaa!!" Akamaru melesatkan pukulan pingpong dengan cepat.


"Guk!! Gukk!! Gukk!!!" Ini adalah bahasa anjhing, yang berarti Takkan kubiarkan itu terjadi, Akamaru-san!!! Kibamaru langsung memukul balik bola pingpong tersebut dengan ekornya.


Akamaru dan Kibamaru saling melesatkan bola pingpong satu sama lain dengan begitu sengit, bahkan skor sementara pertandingan bola pingpong mereka adalah 0-0. Bila mereka berdua mengikuti lomba pingpong, mungkin mereka adalah kandidat yang akan menjadi juara.


Ushiwakamaru yang melihat Akamaru dan Kibamaru bermain pingpong dengan sengit satu sama lain pun terlihat sangat terheran-heran..


"Are.. Entah kenapa rasanya sangat aneh melihat mereka berdua bermain pingpong antara manusia dan hewan peliharaan. Akamaru mungkin sudah gila.. Ah, mungkin tidak! Kibamaru adalah anjhing yang cerdas." ucap Ushiwakamaru.


"Gukkkk!!!!" Yang berarti Yes, aku menang!! Kibamaru memenangkan ronde pertama pertandingan pingpong dengan Kibamaru.


Akamaru terjatuh dalam posisi bersujud, ia memukul lantai kapal beberapa kali karena mengalami kekalahan dalam ronde pertama, "Sial!! Kenapa aku bisa kalah!!! Baiklah, aku tak boleh patah semangat, karena masih ada sepuluh ronde lagi!!!"


Melihat hal itu, Ushiwakamaru pun langsung menaikkan salah satu alisnya, "Dia dikalahkan oleh seekor anjhing?! Kukira suhu ternyata cupu. Dia yang sebagai manusia bisa dikalahkan oleh hewan peliharaannya sendiri, aku yakin harga Kibamaru pasti sangatlah mahal.." Dia terheran-heran.


Ushiwakamaru melihat ke arah lain, dia melihat Lucia yang membaca buku tebal dengan beberapa buku tebal lainnya yang akan ia baca nanti.


"Lucia... Aku tak mengira dia adalah seorang kutu buku. Membaca buku setebal itu pasti akan membuat hatimu merasa bosan. Ya.. Tapi mending sih, daripada gak ngapa-ngapain. Sebaiknya aku mencari kegiatan lain sembari menunggu Kapten dan lainnya datang."


Berbicara soal mencari kegiatan.. hal yang terlihat gampang, namun begitu sulit. Ushiwakamaru terlentang dilantai kapal sembari menatap langit. Sudah beberapa menit berlalu, namun dia tidak bisa mencari kegiatan yang pas untuknya.


"Aku bosan!!!! Aku ingin mati saja dari kehidupan yang membosankan ini--" teriak Ushiwakamaru.


"BERISIK!!!!" teriak Lucia yang merasa terganggu karena teriakan Ushiwakamaru.


~


Ushiwakamaru pun masuk ke dalam ruangan kapal. Ia duduk di sebuah sofa, sembari mencermati isi dari ruangan yang kotor dan kumuh. Bahkan seorang Shion pun rela melakukan bersih-bersih untuk ruangan bajak laut kumuh seperti ini.


"Shion-chan, istirahatlah, biarkan yang lainnya saja yang membereskan ruangan ini. Kotor dan kumuh juga karena ulah Kapten dan yang lainnya.." ucap Ushiwakamaru.


"Tidak apa-apa kok, Ushiwakamaru-san. Ini lebih baik daripada tidak ada kegiatan sama sekali." ucap Shion yang melanjutkan kegiatan bersih-bersih nya.


"Ah, kau benar juga, Shion-chan. Itu lebih baik daripada tidak ngapa-ngapain sepertiku. Tidak punya kegiatan memang benar-benar sangat kebosanan.. Eh?" Tiba-tiba Ushiwakamaru mengingat sesuatu hal.


Ushiwakamaru melihat ke sisi pintu ruangan yang terbuka, dia melihat Lucia yang sibuk membaca serta Kibamaru dan Akamaru yang sibuk bermain pingpongnya.


"Sip. Mereka berdua sedang sibuk." Ushiwakamaru melihat ke arah Shion, "Lagipula Shion adalah anggota baru, dia juga masih polos, jadi tidak takkan curiga kalau aku akan melihat itu.." Entah apa yang dibicarakan Ushiwakamaru, gerak-gerik nya terlihat sangat aneh.


Ushiwakamaru berjalan ke arah lemari untuk mencari sesuatu yang menurutnya penting baginya. Di lemari tidak ada yang dia cari, ia melanjutkan ke sisi lain, Ushiwakamaru mencari diatas sebuah rak buku.


"..... Hmm, dimana ya benda itu. Perasaan aku taruh diatas buku. Diatas buku, atau mungkin didalam buku ya. Aku sudah lama tidak dikapal ini, jadi aku sedikit lupa. Semoga saja yang lain tidak mengetahui harta Karun rahasiaku ini." ucap Ushiwakamaru. Author juga penasaran dengan harta karun rahasianya ini.


"Ushiwakamaru-san, apa kau sedang mencari sesuatu? Mungkin aku bisa membantumu sedikit. Barang apa yang kau cari?" tanya Shion.


"Ah, tidak, Shion-chan. Selama bersih-bersih apa kau tidak menemukan selembar kertas atau semacam kertas foto?" tanya Ushiwakamaru.


"..... Hmm." Shion melihat ke atas sembari memikirkan sesuatu, "Hmm... Sepertinya tidak. Aku tidak menemukan benda seperti apa yang kau maksud, Ushiwakamaru-san." jawab Shion.


"Baiklah, mungkin benda itu menyelip di sebuah rak, lemari, atau buku..-" Ushiwakamaru mulai teringat sesuatu, "Gawat!!!" Ushiwakamaru mengintip keluar pintu ke arah Lucia, "Jangan-jangan benda itu ada berada di salah satu buku yang dibaca Lucia?! Ah, ini gawat kalau dia sampai mengetahui nya!!"


"Kok tidak ada ya?"


"Lah iya, kok tidak ada ya?!


"Apa jangan-jangan ada yang mencurinya?!"


"Ah, tidak!!! Harta karunku!!!"


Ushiwakamaru ngomong tidak jelas dihadapan Lucia. Hal itu membuat Lucia mencurigai sesuatu terhadap Ushiwakamaru.


"Hah? Bisakah kau menjauh dariku? Apa kau tidak lihat aku sedang membaca buku disini? Kalau kau berisik, konsentrasiku akan sangat terganggu, Ushiwakamaru.." Lucia memasang tatapan tajam.


"Tidak.. Pasti benda itu ada berada didalam buku yang dibaca Lucia." ucap Ushiwakamaru dengan nada pelan, "Lucia.. Buku itu-"


"Maaf. Tapi buku ini aku pinjam. Aku harus menyelesaikan buku ini baru kau bisa pinjam." jawab Lucia.


"Ta-tapi sebentar saja kok, Lucia. Tidak sampai satu menit, boleh ya boleh ya.."


Ushiwakamaru terus mencoba merayu Lucia agar dia memberikan buku yang ia baca kepadanya. Meski begitu, Lucia tak mempan terhadap rayuan murahan oleh Ushiwakamaru.


Ushiwakamaru sudah menyerah untuk merayu Lucia. Ia pun terpaksa memakai cara yang tegas, "Baiklah, Lucia!! Aku tidak ingin basa-basi lagi!! Cepat berikan buku itu padaku!! Apa kau tahu akibatnya bila aku marah, kan?!!"


"Huh? Memangnya kenapa kalau kau marah, Ushibakamaru? Aku tidak takut dengan ancamanmu.." ucap Lucia dengan nada ejek.


"Namaku Ushiwakamaru woy!! Bukan Ushibakamaru!!"


Tak berselang lama kemudian, Lucia membalikkan halamannya, tiba-tiba sebuah foto terjatuh ke lantai dari halaman buku tersebut. Ushiwakamaru yang menyadari hal itu pun langsung bergerak cepat untuk mengambilnya. Akan tetapi, Lucia berhasil mendapatkan foto tersebut terlebih dahulu.


"Hooo.. Jadi benda ini yang selama ini kau cari-cari ya, Ushibakamaru? Aku penasaran foto seperti apa yang membuatmu sampai menganggu aktivitas membacaku.." ucap Lucia.


"Tidak, Lucia!! Jangan lihat itu!!!"


Lucia melihatnya, tiba-tiba dia menaikkan salah satu alisnya, dia juga memasang raut wajah yang aneh dan jijik, "Ushibakamaru, tak kusangka kau adalah orang yang sangat mesum.." Lucia memperlihatkan foto tersebut kepada Ushiwakamaru.


Itu adalah foto dari Eimi-chan yang sedang memakai pakaian bikini. Eimi-chan adalah model dari majalah dewasa, sekaligus aktris dari industri film dewasa.


Ushiwakamaru pun langsung merebut foto tersebut dari Lucia dan berkata, "I-itu tidak seperti yang kau bayangkan, Lucia!! A-aku tidak sengaja menyimpan ini.."


"Bacot, Ushibakamaru. Kau adalah pria mesum. Sepertinya aku harus menjaga jarak denganmu mulai saat ini.. Tcih, dasar Hentaimaru!!" ejek Lucia.


"Siapa yang kau sebut Hentaimaru woy!!! Aku gak hentai dasar bedebah!!! Eimi-chan adalah idola wanitaku!! Suatu saat, aku berharap bisa bertemu dengannya!! Bahkan, aku sudah melihat semua series film dewasa yang Eimi-chan miliki!!! Eh~"


"Goblok, Hentaimaru!!!"


"Namaku Ushibakamaru- Eh Ushiwakamaru woy!! Pria melihat hal seperti ini kan memang normal!! Lagi pula kau juga tak pernah pakai bikini-"


"Bacot!!!!" Lucia langsung memukul wajah Ushiwakamaru hingga terpental kebelakang, dan membuat hidungnya mimisan.


"Uaghhh!!!"


"Oey, Kibamaru. Kenapa mereka berdua ribut-ribut sih.. Mereka menganggu kegiatan pertandingan pingpong kita saja.." ucap Akamaru.


"Guk!! Gukk!!!" Kibamaru mengatakan Benar!! Mereka berdua benar-benar berisik!!


"Kalau kau memikirkan hal-hal mesum padaku, aku akan terus menghajarmu tanpa ampun, Hentaimaru!!!"


"A-ampun, Lucia!!!!"


Ya.. itulah kegitan masing-masing kru yang sedang bertugas menjaga kapal. Kegiatan yang membosankan saja bisa berujung perselisihan. Meski mereka sering bertengkar, tetapi mereka adalah sahabat sejati yang sebenarnya.


Beberapa jam kemudian. Suasana kapal terlihat mulai kondusif kembali. Lucia yang melanjutkan membaca bukunya, Akamaru dan Kibamaru yang tertidur pulas dilantai kapal, Shion yang akhirnya bisa beristirahat setelah melakukan bersih-bersih, ditambah Ushiwakamaru yang tertidur di dalam ruangan, tepat diatas sofa sembari memegang foto Eimi-chan. Wajahnya juga terlihat bonyok.


B E R S A M B U N G


See you next chapter, Okey!!