
Terlihat Maki yang masih terjebat di dalam gelembung permen karet raksasa milik Matos bersama dengan Kai yang masih tertidur pulas. Kini, Maki masih berpikir cara agar bisa keluar dari gelembung permen karet tersebut. Sesekali, ia juga memukul-mukul gelembung permen karet dan mencoba untuk membuatnya pecah.
Namun, gelembung permen karet tersebut terlihat begitu keras walaupun sudah berkali dipukul-pukul oleh Maki dengan sekuat tenaga. Lalu, Maki pun semakin panik, kini dia mulai terlihat putus asa dengan apa yang menimpa dirinya.
"Gawat..!! Kalau begini terus, aku dan Kai akan diledakkan bersama dengan gelembung ini olehnya..!!" Maki masih mencoba memukuli gelembung permen karet tersebut agar dirinya bisa keluar.
Melihat Maki yang terus berusaha mencoba keluar dari gelembung permen karet miliknya, Matos pun terlihat memasang raut wajah senang ala-ala psikopat, ia merentangkan kedua tangannya sambil tersenyum menyeringai.
"Bagaimana?! Apa kau sudah putus asa, perempuan?! Bersiaplah menghadapi kematianmu sebentar lagi..!!" ucap Matos.
Tak berselang lama, Matos pun mulai membentuk segel pada kedua tangannya dan bersiap untuk meledakkan gelembung permen karet yang berhasil menjebak Maki dan Kai. Namun, tiba-tiba, Matos melihat Saint Louis yang berjalan di depannya.
Melihat kedatangan Louis, sontak membuat Matos cukup terkejut. Pasalnya, Louis telah berhasil dikalahkan oleh Kai. Ia tak menyangka, lalu Matos pun berkata dengan keheranan, "Louis-san!! Bukannya anda telah dikalahkan oleh mereka?!"
Louis pun langsung menatap ke arah Matos. Lalu, ia pun berkata, "Huh? Kalah? Apa maksudmu? Mana mungkin aku dikalahkan oleh mereka.."
"Syukurlah, Louis-san..!! Ternyata anda memang benar-benar hebat!! Dan, lihatlah disana!! Aku berhasil menangkap dua orang musuh!!" ucap Matos sambil menunjuk ke arah Maki dan Kai yang terjebak di dalam gelembung permen karetnya.
Louis pun langsung menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Matos, ia mengangkat salah satu alisnya dan berkata, "Kau cukup kuat ya, kau memang bisa diandalkan."
Louis pun langsung berjalan mendekat ke arah Matos. Disisi lain, Matos pun tersenyum bahagia ketika dipuji-puji oleh Louis. Tak berselang lama, Louis pun menarik pedangnya dan langsung menusuk perut Matos.
"Jrottt..!!!"
Matos pun terkejut ketika Louis menusuk perutnya dengan pedang. Ia bertanya-tanya dan keheranan dengan apa yang dilakukan oleh Louis. Matos sempat berpikir, bahwa, orang yang ia kagumi malah menyerangnya.
Tak berselang lama, Matos pun langsung memuntahkan banyak darah dari mulutnya. Lalu, ia pun tersungkur ke tanah dan berkata, "Kenapa? Louis-san?"
Seketika, wajah Louis pun berubah menjadi wajah seorang perempuan, ya dia adalah Miu Kobayashi. Miu Kobayashi menyamarkan wajahnya menyerupai Louis agar bisa menyerang Matos dari jarak dekat. Pada akhirnya, rencananya pun telah berhasil.
"Yo, sayang sekali. Rekanmu itu sudah kalah. Ya, aku hanya meniru wajah rekanmu dan berusaha menyerangmu. Agar, aku bisa menyelamatkan kedua temanku." ucap Miu.
"Sialan kau..!!" ucap Matos sambil memegangi perutnya yang baru saja tertusuk oleh pedang. Dan, ia pun kembali memuntahkan banyak darah dari mulutnya, "Huekk!!"
"Byerrr!!" Gelembung permen karet raksasa yang telah mengurung Maki dan Kai pun pecah. Maki pun terkejut dengan kedatangan Miu yang telah menyelamatkannya.
"Miu..!! Syukurlah, kau datang untuk menyelamatkan kami..!!" ucap Maki yang merasa cukup lega sambil merangkul Kai.
"Cih..!! Ter-ternyata kau bermain licik ya!! Sialan~" ucap Matos, lalu ia pun kehilangan kesadarannya dan pingsan karena terlalu banyak darah yang keluar dari perut bekas tusukan pedang.
Setelah itu, Miu pun kembali memasukkan pedangnya kedalam sarung pedangnya. Lalu, ia pun langsung berjalan ke arah Maki dan Kai yang sedang tertidur berada.
"Bagaimana dengan kalian? Apa tidak apa-apa?" tanya Miu.
"Ya, kalau begitu, kita akan membawanya ke tempat yang cukup aman, yang berada di baris belakang." ucap Miu.
Tak berselang lama, Miu dan Maki pun membawa Kai pergi dengan cara merangkulnya. Mereka pun langsung berjalan bergegas pergi menuju garis belakang.
*****
Sementara itu, disisi lain, tepatnya di garis depan. Terlihat Izumi dan Yoshino yang berhasil mengalahkan cukup banyak pasukan kroco milik Hristov.
Dan, saat ini, Izumi dan Yoshino berdiri beberapa meter dihadapan Espener, Zach, Elen, Alonso, dan Marc yang merupakan bagian dari pasukan elite, Eight Commander. Dan juga, di dekat Eight Commander juga terlihat Hristov yang merupakan kapten Bajak Laut Hristov.
Kemudian, terlihat Marc yang masih berdiri diatas monster bangunan raksasa yang ia ciptakan dari reruntuhan markas Bajak Laut Hristov yang telah runtuh.
"Kalian berdua sudah terlalu banyak mengalahkan pasukan kami. Sebaiknya, aku akan membereskan kalian berdua sesegera mungkin..!!" ucap Marc.
"Ya, terserah apa katamu, sialan. Karena, aku akan menebasmu." ucap Yoshino sambil tersenyum menyeringai sembari menatap tajam Marc.
Lalu, terlihat Elen dengan mode manusia kupu-kupu nya terbang melayang di dekat Marc. Lalu, Elen pun berkata, "Kalian berdua memang bisa mengalahkan pasukan kroco kami, tapi kalian belum tentu bisa mengalahkan kami."
"Hoi..!! Kupu-kupu jelek!! Aku akan menghajarmu dan kalian semua..!! Lalu, aku akan mengalahkanmu, Hristov..!!" teriak Izumi dengan begitu bersemangat.
"Huh? Kau mencoba untuk mengalahkanku? Jangan bermimpi, bocah..!! Apa kau tidak ingat saat kau aku kalahkan dengan telak?" ucap Hristov sambil tersenyum menyeringai.
Tak berselang lama, terlihat Shu Kobayashi yang berlari ke arah Izumi dan Yoshino sambil menebas-nebaskan pedangnya ke arah Pasukan kroco Hristov yang mencoba untuk mengahalanginya.
"Batss..!! Batss..!!"
Izumi dan Yoshino pun langsung menoleh ke arah Shu yang berada dibelakangnya yang sedang berlari ke arahnya. Lalu, mereka berdua pun tersenyum bersemangat dan berteriak secara bersamaan, "Shu..!!"
"Izumi-dono! Yoshino-dono! Maafkan aku karena telat untuk datang membantumu di garis depan, karena banyak musuh yang mencoba menghalangiku kemari." ucap Shu.
"Ya, tidak apa-apa, Shu. Sekarang, kita kalahkan mereka semua.." ucap Yoshino sambil memegang pedang Black Lotus dan pedang Sebastian miliknya.
"Baiklah, kalau kita bisa mengalahkan Hristov disini. Maka, perang ini akan segera berakhir..!!" ucap Izumi.
Saat ini, Izumi, Yoshino, dan Shu pun berdiri bersampingan sambil menatap tajam Eight Commander dan Hristov yang berdiri beberapa meter di depannya. Kini, mereka bertiga sudah bersiap untuk bertarung melawan mereka semua.
BERSAMBUNG.
Jangan lupa like, koment, vote dan rate lima ya hehe