Cosplay

Cosplay
Chapter 265 - Bocor.



"Na-nani?! Pampers dewasa..?!" Jeska terpengangah dengan pengakuan Lucia yang menggunakan Pampers dewasa sebagai trik untuk menahan rasa mulesnya.


"Hehey notbad, pasti you terkejut kans? Yakanss? Yakanss? Aku menemukan ide ini setelah bermain gim TTS Cak Lontong..!!" Sekali lagi, Lucia berlagak sombs meskipun dia harus menahan rasa malu karena memakai pampers dewasa.


"Memakai pampers dewasa itu sangat payah, seharusnya kau memakai pampers Mami Poko yang sudah teruji klinis dari laboratorium. Karena, Pampers itu sangat cocok denganmu, wahai tuan tanpa rasa malu.. " Jeska tersenyum licik, menatap Lucia dengan tatapan remeh, apalagi setelah Lucia membuat pengakuan, kini Jeska semakin meremehkan Lucia.


"Kau kira menggunakan Pampers Mami Poko cocok dengan orang dewasa sepertiku? Kau pasti mabuk yakans?"


"Begitu ya, maafkan aku karena melihatmu sebagai seorang bayi tak berdaya dan berkata.. " ucap Jeska, lalu ia pun memasang baby face dan berbicara ala-ala balita, "Mamah-mamah, aku berak dicelana.. begitu kan.. upss.. keceplosan.."


"Hmm.. hmm.. walaupun kata-katamu menusuk hati, tapi aku akan memaafkanmu karena kau Cantiks dan kawaii.." Lucia berpose sok keren.


Akan tetapi, ketika Lucia berpose sok keren dihadapan Jeska, ia mulai mencium aroma-aroma tak sedap. Secara spontan, Lucia pun mengendus-endus bau tak sedap tersebut. Karena saking tak sedapnya, ia pun langsung menutup hidungnya dengan jari jempol dan telunjuknya.


"Bau busuk apa ini? Aroma-aromanya seperti roti dari Jeska yang aku makan tadi. Its danger, mungkin aroma-aroma tak sedap ini adalah teknik rahasia Lucian si penakut."


Jeska keheranan dengan Lucia yang menutup hidungnya. Wajar saja, aroma bau tak sedap itu pun belum melewati hidung Jeska, "Kenapa kau menutup hidungmu? Apa kau merasakan bau-bau kekalahanmu? Sudah kubilang, tombol surender ada di pengaturan."


Akan tetapi, terlihat Lucian yang dari kejauhan mengintip dibalik tembok seolah-olah memberikan sebuah kode gerakan kepada Jeska sambil menunjuk-nunjuk sesuatu yang berada di dekat Lucia, "Hoi Jeska, My kawaii-chan, lihatlah kesana.."


"Kesana?"


"Iya, kesana.." Lucian menunjuk ke tempat Lucia berdiri.


Dan, alangkah terkejutnya, setelah mengamati cukup lama, Jeska pun sedikit terkejut dengan wajahnya yang memerah karena sesuatu hal yang ia lihat, "Na-nani kore?!! Itu sangat berbahaya Dattebayou..!!"


"Huh? Kau sedang melihat apa? Apa aku terlalu keren dimata nona muda yang pintars memasak sepertimu?" ucap Lucia.


Beberapa saat kemudian, Lucia secara tak sengaja merasakan basah pada celana bagian pantatnya. Ia pun memastikan dengan cara mencolek dengan jari telunjuk kirinya, lalu menciumnya dengan mendekatkan kehidungnya, "Hmm.. bau busuk, kenapa bau busuk itu muncul dari celanaku ya?"


Lalu, terdengar suara, "Tes.. tes.. tes.. " Sesuatu yang basah di celana bagian pantat dari Lucia akhirnya merembes dan sebuah cairan berwarna coklat menetes keluar. Berwarna coklat tapi bukan coklat melainkan sesuatu yang busuk, apakah dia?


"....... Jangan-jangan," Lucia menoleh ke kebelakang, kecelana bagian pantatnya, ia terkejut karena, "Oh my gaddsss!!! Kenapa bocor disaat-saat yang seperti ini..!! Is my life penuh bullshit!! Eh salah, itu kan lagu dari Ericko. Kenapa aku malah menyanyikannya..!!"


Memang benar, Lucia menggunakan trik jitu untuk menahan rasa mulesnya dengan menggunakan Pampers dewasa. Akan tetapi, Pampers dewasa yang dikenakan Lucia merupakan produk abal-abal tanpa merk yang jelas. Oleh karena itu, walaupun Lucia bisa makan, bertarung sambil berak disaat yang bersamaan. Tapi, Pampers dewasa tersebut tidak bisa menahan segumpalan poop yang dikeluarkan oleh Lucian.


"Sudah kubilang, kau harusnya memakai Pampers Mami Poko, jadi bocorkan?!!" Jeska mulai menutup hidungnya sembari menatap poop Lucia yang berceceran di lantai.


"...Sialan, kalau begini, dunia gameku akan diselimuti oleh bau-bau busuk menyengat yang timbul dari poop Lucia.." Lucian kembali pundung dipojokan.


Lucia mulai panik ketika Pampers dewasanya bocor karena tak bisa menahan poop mengerikan yang ia keluarkan, keringat dinginnya mulai bercucuran deras. Bagaimana tidak? Kecepirit disaat bertarung merupakan hal konyol...


Lucia mulai menenangkan diri, mencoba untuk kembali fokus kedalam pertarungannya melawan Jeska. Ia berpikir tak perlu panik, karena..


"Ya, aku kecepirit karena telah kusengaja..!! Karena, ini adalah teknik rahasia yang aku pelajari dari gunung mabyoku!! Teknik rahasia cebong, kecepirit is here..!!"


"Ke-ke-ke-ke-ke-ke-kecepirit?!!!" Jeska terkejut, "Aku tidak sudi menodai makananku dengan cairan kecepiritmu itu..!! Aku harus mencari cara lain, hoey Lord Lucian, bagaimana cara untuk mengalahkannya nich?!!"


"Lakukan saja sesukamu, kau ada my pion, harusnya kau bisa membuktikan bahwa pion yang lebih kuat dari pion sampah seperti sebelumnya!!" teriak Lucian.


"Hadeuh, katanya punya kekuatan game master, tapi kok bhuego banget."


"Hehey..!!" Tiba-tiba Lucia sudah berada satu meter dihadapan Jeska. Ia melakukan pose jongkok dan bersiap-siap untuk melompat.


"!!!!!" Jeska terkejut, bagaimana bisa dia tidak merasakan hawa kehadiran Lucia yang tiba-tiba sudah berada dihadapannya, "Kenapa kau sudah berada di depanku?! Kau citer ya?!"


"Hehey Notbad.. menerjang untuk kebebasan, rasakan ini, Teknik Rahasia dari gunung Myaboku, Kecepirit the cebong here..!!"


Lucia melompat dan berputar-putar di udara seperti sebuah gasing yang telah diputar oleh penggunanya. Alhasil, cairan poop yang merembes keluar dari celana Lucia itu pun langsung menciprati beberapa bagian tubuh dari Jeska dan..


"Kyaaa... aku ternodai..!! aku tidak bisa menerima ini!! Kenapa aku dikalahkan dengan cipratan poop seperti ini!! Kyaaaa!!" Jeska berteriak histeris penuh dengan rasa jijik yang meluap pada wajahnya, bahkan, aroma-aroma tak sedap dari cairan poop yang menempel pada tubuh Jeska ini pun mulai menyelimutinya.


"Hehey sudah kubilang kan, ini adalah teknik rahasiaku. Teknik kecepirit..!! Ini adalah teknik yang akan kugunakan disaat yang terdesak!! Sekali lagi, kau kalah karena membuatku mules, dan cipratan dari poopku adalah takdir kekalahanmu zehahaha..!!"


"Kyaaaa~"


Jeska pun pingsan karena tidak bisa menahan aroma bau busuk yang menyengat. Dengan ini Kemenangan berturut-turut bagi Lucia.


"Si-sialan, kenapa Lucia bisa mempunyai teknik mengerikan seperti itu. Untung saja bukan aku yang mengahadapi teknik rahasianya itu, hadeuh.." ucap Lucian yang masih bersembunyi dibalik tembok.


"Hehey, Lucian Aka Russian, bolehkah aku meminjam kamar mandimu sekali lagi untuk membersihkan sisa-sisa poopku ini?" Lucia menunjuk ke arah Lucian yang mengintip dibalik tembok.


"Sesukamu lah!! Dan juga, jangan lupa bersihkan poopmu yang berceceran di lantai itu juga!! Aku tidak ingin dunia gameku ini dikotori oleh cairan poop busukmu itu!!"


"Hehey notbad.."


"Kenapa tiba-tiba kau menggunakan kata-kata mutiara dari Alufeed?!!" teriak Lucian.


"Ya, karena sebenarnya aku adalah user Alukard!! Ketika Aluku melompat, maka ratalah kalian semua..!! Hehey notbad.."


B E R S A M B U N G