Cosplay

Cosplay
Chapter 401 - Sebuah Jawaban.



Izumi menceritakan dirinya yang merupakan Kapten dari Kelompok Bajak Laut Cosplay. Saat ini dia secara tak sengaja berlabuh di Negara Grousse Kontinent hanya untuk mencari persediaan logistik yang akan ia gunakan untuk melanjutkan perjalanannya nanti.


Izumi juga menceritakan kepada Xia tentang tujuannya menjadi Bajak Laut ialah untuk menjadi orang terkaya di lautan agar bisa memakan Pizza sepuas mungkin. Karena makan adalah hal yang wajib bagi setiap Manusia, apalagi makanan itu adalah makanan kesukaan kita. Kenikmatan apalagi yang kau dustakan..


Selain itu alasan Izumi mengajak Xia bergabung dengan kelompok Bajak Laut nya cukup simpel. Dimana, Izumi sangat tertarik dengan tekad dari sosok Xia yang berjuang menegakkan ketidakadilan. Meski Izumi merupakan seorang Bajak Laut, Izumi juga mempunyai prinsip yang sama dengan Xia, keadilan harus ditegakkan, ditambah bila mempunyai banyak Pizza, Izumi akan membagi rata kepada teman-temannya.


Izumi berfikir, bahwa serakah bukanlah hal segalanya. Berbagai pizza dengan teman, menikmatinya bersama-sama, ia merasa itu bukan ide yang buruk melainkan hal yang menyenangkan. Semua orang wajib menikmati kelezatan dari Pizza.


"Huh? Jadi alasan yang sebenarnya ini hanay demi sebuah Pizza? Bajak Laut yang menyukai makanan Pizza? Apa aku tidak salah dengar? Bajak Laut yang kutahu adalah mereka yang melakukan tindak kejahatan, menjarah, dan membunuh, Bajak Laut itu sangat keji! Jangan bergabung dengannya, Xia!!" Xianfeng mencoba untuk meyakinkan Xia bahwa Bajak Laut adalah sosok yang keji.


"..... Huh? Apa katamu, Feng?! Kami ini bukan Bajak Laut seperti yang kau bayangkan. Tapi memang ada benarnya, ada beberapa kelompok Bajak Laut yang sangat keji diluar sana. Tapi, aku tidak seperti mereka." ucap Izumi, "Jadi, apa jawabanmu, Xia?" tanya Izumi sembari mengulurkan salah satu trik tangannya ke Xia.


Xia tampak diam sejenak seolah-olah sedang berfikir. Akan tetapi, beberapa saat kemudian. Xia pun berdiri memasang wajah serius.


"Maaf, aku harus menolakmu. Karena aku masih banyak urusan di Negara ini. Aku masih mempunyai kewajiban untuk menegakkan keadilan di Negara ini, apapun yang terjadi, meski nyawa sebagai taruhannya." jawab Xia yang sudah membulatkan tekad.


"Ya!! Itu jawaban yang bagus, Xia!! Jangan sampai kau bergabung dengan Bajak Laut!! Mereka itu membunuh orang-orang yang tak bersalah!! Bahkan telah menjadi incaran Angkatan Laut!!" ucap Xianfeng yang merasa senang setelah mendengar jawaban Xia yang menolak ajakan Izumi untuk bergabung dengan kelompok Bajak Laut nya.


Akan tetapi, "Jawaban yang bagus, Xia! Tapi, Aku takkan berhenti untuk mengajakmu bergabung dengan kelompok Bajak Laut ku!! Aku takkan menyerah!!" Izumi tak menyerah, ia masih bersikukuh untuk mengajak Xia bergabung dalam kelompok Bajak Laut nya. Izumi akan terus berjuang.


"Woi!! Apa kau tidak paham jawaban Xia?! Dia itu sudah menolak ajakan mu, tapi kenapa kau masih saja mencoba untuk mengajaknya untuk bergabung?! Apa kau bodoh ya-" ucap Xianfeng.


"Oey, mulut besar yang banyak bicara. Kapten ku ini orangnya memang pantang menyerah loh. Dia orangnya memang begitu, oleh karena itu, aku sangat menyukai sosok Izumi ini, benar kan, Kapten?" tanya Yoshino melirik ke arah Izumi sembari tersenyum bersemangat.


"Ya!! Dan juga kalian kru ku sangatlah luar biasa karena telah menemaniku berpetualang sejauh ini!!!" teriak Izumi dengan sangat bersemangat.


Namanya juga Main Charakter, sifatnya selalu naif dan terkadang akan memperjuangkan sesuatu sampai hal itu berhasil ia dapatkan.


Sementara itu, Pilkington dan Dapidson yang daritadi hanya menyimak pun tampak sedang sibuk sendiri dengan luka yang baru saja mereka dapatkan dari serangan Ragiru.


Kemudian, Dapidson pun berdiri dari posisi duduknya.


"Maaf menganggu kalian berbicara serius seperti ini. Aku minta izin keluar sebentar kebelet pipis.." Dapidson meminta izin kepada Xia dan lainnya.


Setelah itu, Dapidson pun keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke ke kamar mandi. Tampak dia menuju ke kamar mandi dengan berlari karena saking kebeletnya.


Pipis adalah keperluan setiap manusia. Karena dengan menahan pipis, itu bisa menimbulkan sebuah penyakit yang cukup berbahaya bahkan bisa menyebabkan kematian. Jadi kalau kebelet pipis jangan ditahan ya anak-anak..


Sementara itu, terlihat sebuah bayangan yang bergerak dari lorong ke lorong ruangan yang saat ini ditempati Xia. Bayang-bayang itu bergerak dengan cepat bagaikan ninja, mengamati setiap sudut. Entah dia kawan atau lawan, semua itu belum pasti, dan masih menjadi misteri.


"Nananana~" Terdengar suara nyanyian Dapidson yang masih pipis di dalam kamar mandi. Sepertinya dia sangat menikmati proses pipisnya itu, bahkan Dapidson sampai bernyanyi, itu menandakan bahwa mengeluarkan pipis setelah menahannya itu adalah sebuah kenikmatan yang unik.


Setelah pipis, Dapidson pun mencuci tangannya. Tapi dia sedikit mendengar suara-suara aneh seperti suara orang yang bergerak berlari dengan cepat.


"Huh? Siapa? Apa Pilkington mencoba untuk menakut-nakutiku? Apa dia bodoh? Kalau aku ini tidak takut dengan hantu.." ucap Dapidson. Dia menempelkan telinga kirinya ke pintu agar suara itu terdengar semakin jelas, "Hmm.. Pilkington?"


Suara hentakan kaki itu semakin dekat, dan berhenti tepat didepan pintu kamar mandi Dapidson. Dapidson menelan ludahnya, dan bersiap-siap untuk membuka pintu tersebut.


"Gass ajalah, paling cuma si Pilkington yang iseng." ucap Dapidson.


Dapidson pun membuka pintu kamar mandi dan, "!!!!!!" Dapidson terkejut akan sesuatu yang dilihatnya, apakah itu?


Beberapa saat kemudian, terlihat Dapidson yang kembali masuk kedalam ruangan yang terdapat Xia, Izumi, dan yang lainnya berada. Dapidson terlihat berkeringat, seperti seseorang yang sedang panik akan sesuatu. Dia juga sedikit ngos-ngosan seperti sedang dikejar oleh seseorang.


"Huh? Ada apa denganmu, Dapidson?" tanya Pilkington dengan raut wajah keheranan.


"Aku melihat hantu!! Seram sekali!! Mangkanya aku langsung berlari kesini!! Untung saja aku tidak kesurupan karenanya!!" ucap Dapidson yang masih dalam kondisi panik. Akan tetapi, setelah ia mengelap keringat yang membasahi wajahnya, tiba-tiba Dapidson pun bersikap tenang.


"Eh? Kemana sikapmu yang panik tadi? Kok tiba-tiba jadi tenang begitu, dasar Dapidson yang aneh.." ucap Pilkington.


"Hehehe. Aku tidak boleh terus-terusan takut karena hal sepele itu. Bahkan Pemerintah sendiri itu lebih menyeramkan dibanding hantu, jadi ngapain takut sama hantu huahahaha!!!" ucap Dapidson sembari tertawa terbahak-bahak.


Entah apa yang dilihat oleh Dapidson tadi, apa memang dia beneran melihat hantu ya? Bahkan author sendiri juga masih penasaran dengan yang dia lihat. Tiba-tiba panik, tiba-tiba tenang, tiba-tiba Dapidson menjadi orang yang cukup aneh.


B E R S A M B U N G