Cosplay

Cosplay
Chapter 313 - Hutan Kegelapan.



Meski hari ini masih tampak pagi, namun dihutan yang disinggahi Kenkomura dan Ushiwakamaru ini tampak sedikit gelap dan terlihat mendung karena cahaya matahari tidak bisa masuk kedalam hutan besar ini.


Ditambah lagi mereka berdua kebingungan karena sudah sepanjang malam ia berjalan tapi merasa seolah-olah tetap berjalan ditempat yang sama, Ilusi? Mungkin saja Kenkomura dan Ushiwakamaru terjebak dalam ilusi, tapi siapa pelakunya?


Setelah suara burung gagak yang terdengar di telinga mereka telah berhenti, Kenkomura dan Ushiwakamaru pun mengamati sekitar dan hanya melihat pohon besar nan tinggi, sedikit layu. Tak berselang lama Kenkomura dan Ushiwakamaru melihat kabut-kabut tipis berada 10 meter dihadapan mereka.


"Oey, Ushikonoyarou-kun, jangan menjauh dariku. Akan sangat berbahaya bila kita berdua terpisah disini-"


"Sudah kubilang jangan panggil aku seperti manusia robot itu, sialan!!"


Secara terpaksa akhirnya Kenkomura dan Ushiwakamaru harus berjalan melewati kabut tipis itu sembari berhati-hati dan mengamati sekitar bila ada yang menyerangnya.


Beberapa saat ketika mereka berdua berhasil melewati kabut tipis itu. Ushiwakamaru dikejutkan dengan kaki kirinya yang tidak bisa digerakkan sama sekali seolah-olah ada seseorang yang memeganginya.


"Hiiii!!!" Tubuh Ushiwakamaru merinding, bahkan ia tak berani untuk menoleh kebelakang, "Woi, Kenko. Apa kau lihat siapa yang memegangi kakiku?"


"Huh?" Mendengar ocehan Ushiwakamaru, mata Kenkomura pun langsung menatap ke arah bawah, tepat ke kaki Ushiwakamaru. Namun Kenkomura sedikit keheranan pasalnya kaki Ushiwakamaru dililit oleh akar tua kira-kira sudah berumur ratusan tahun, "Lihat tuh, kakimu dililit oleh akar. Jangan jadi penakut begitu, bodoh. Cepat keluarkan kakimu dari situ atau kutinggalkan di hutan yang menyeramkan ini.."


Tanpa pikir panjang Kenkomura pun melanjutkan jalannya, disisi lain Ushiwakamaru yang terlihat berusaha keras untuk mengeluarkan kaki kirinya dari lilitan akar tersebut. Entah kenapa Ushiwakamaru benar-benar kesulitan.


"Sialan..!!! Sulit sekali mengeluarkan kakiku dari akar ini!! Sebenarnya akar apa ini!! Seperti hama saja!!" ucap Ushiwakamaru dengan nada kesal.


Akan tetapi, beberapa batang pohon yang cukup besar tiba-tiba bergerak mendekat ke arah Ushiwakamaru yang masih sibuk mengeluarkan kaki kirinya dari akar yang melilitnya. Batang pohon itu terlihat rapuh dan bisa bergerak, seolah-olah batang pohon tersebut telah hidup.


Beberapa saat kemudian Ushiwakamaru bingung ketika beberapa embun air menetes dan menjatuhi kepalanya berkali-kali. Sontak Ushiwakamaru yang suasana hatinya sudah kesal pun kini semakin kesal lalu mendongak keatas dan berkata, "Woi!! Kuhajar kau kalau berani-berani mempermainkanku, siala- Eh~" Ekspresi wajah kesal yang ditunjukkan Ushiwakamaru tiba-tiba berubah menjadi panik. Apa yang ia lihat?


Tentu saja Ushiwakamaru panik setelah melihat batang pohon itu mengepungnya dan mempunyai sosok wajah yang cukup menyeramkan. Ia tak tahu apa yang harus dilakukan pasalnya kaki kirinya masih terjebak dalam lilitan akar tua.


"Sialan, batang pohon yang mempunyai wajah menyeramkan? Apa aku salah lihat? Apa-apaan hutan ini dan seisinya juga. Apakah aku akan mati ditempat gak jelas seperti ini.." ucap Ushiwakamaru.


Tak berselang lama terdengar suara teriakan Kenkomura dari kejauhan, "Ushiwakamaru, menundukklah!!!" Sontak terikan tersebut sedikit mengagetkan Ushiwakamaru dan dengan spontan menunduk seperti apa yang dikatakan Kenkomura.


"Batsss!!! Batsss!! Batsss!!!"


Kenkomura melesatkan tebasan pedang dari jarak jauh dan membuat beberapa batang pohon yang mengepung Ushiwakamaru terbelah menjadi dua. Selang beberapa detik, Kenkomura berlari ke arah Ushiwakamaru dan memotong akar yang melilit kakinya dengan pedang miliknya, "Batss!!"


"Oey, kakimu sudah bebas. Cepat ikuti aku jangan sampai tertinggal. Kita harus benar-benar keluar dari hutan aneh ini!!"


"Cih, jangan memerintahku, sialan!! Aku juga paham!!"


Kenkomura dan Ushiwakamaru pun bergegas pergi meninggalkan lokasi tersebut lalu kembali mencoba untuk mencari jalan keluar dari hutan yang cukup merepotkan mereka berdua ini.


Hutan kegelapan juga disebut sebagai hutan terkutuk karena cahaya matahari kesulitan untuk memasuki hutan tersebut ditambah lagi banyak sekali makhluk aneh yang berkeliaran disana. Bahkan penduduk Lunarian sendiri pun enggan untuk memasuki hutan tersebut. Menurut rumor yang beredar juga, barang siapa yang memasuki hutan tersebut, maka tidak ada jalan untuk pulang kembali.


~


Sementara itu kelompok A yang diisi oleh Yoshino, Alice, dan Franksboy yang bertugas untuk mencari informasi keberadaan Izumi dan Hozuki di Lunarian. Kini mereka bertiga telah sampai di New Vegas Town dengan meneganakan jubah sebagai penyamaran.


Mereka bertiga sangat terheran-heran ketika melihat ada beberapa bekas kekacauan disekitarnya.


"Apa yang terjadi dengan tempat ini? Apa kemarin terjadi pertarungan besar di New Vegas Town?" tanya Alice.


"Kemungkinan Izumi dan Hozuki berada disini. Aku yakin mereka berdua suka sekali terlibat dalam kekacauan besar seperti ini. Bisa saja salah, tapi ini hanya sekedar asumsiku saja.." ucap Yoshino.


"Pertarungan? Mungkin aku juga bisa ikut serta dalam pertarungan itu. Aku juga ingin menguji apakah aku masih sekuat dulu atau-" ucap Franksboy.


"Duakk!!"


Tanpa pikir panjang Alice pun langsung memukul kepala Franksboy hingga mengalami benjolan yang cukup besar.


"Kau bodoh ya!! Kita tak boleh membuat keributan atau menarik perhatian sebelum bertemu dengan Izumi dan Hozuki!!" ucap Alice dengan nada marah.


Selang beberapa saat, Yoshino, Alice, dan Franksboy tak sengaja melihat sebuah koran yang tergeletak dijalan tepat didepannya. Yoshino pun mengambil koran itu karena penasaran dan mulai membacanya.


..........


"Ternyata kekacauan ini karena ulah dari Arata Kobayakawa. Aku cukup terkejut karena dia berhasil mengacaukan New Vegas Town sendirian. Nampaknya dia juga sudah tertangkap. Dan juga ada informasi tentang Shoba juga.." ucap Yoshino.


"Shoba kaptennya Ushiwakamaru kan?" tanya Alice.


"Benar. Kemarin malam juga dia membuat kekacauan di Rose Town. Dua orang itu sekarang telah menjadi pusat perhatian. Aku juga tak boleh kalah dengannya.." Tiba-tiba Yoshino tersenyum menyeringai bersemangat.


"Apa maksudmu ingin menjadi seperti mereka berdua?! Jangan-jangan kau berniat membuat kekacauan dan menarik perhatian banyak musuh?! Bodoh!!" Alice langsung memukul kepala Yoshino hingga benjol.


"Uaghhhh!!!!"


B E R S A M B U N G


Jangan lupa like koment dan share agar novel ini semakin berkembang untuk kedepannya. Dan juga agar novel ini rajin update kedepannya. Mungkin ada saran dan kritik bisa berkomentar di kolom komentar..