Cosplay

Cosplay
Chapter 484 - Jumlah Kata Disarankan 1000-2000 Kata.



Apa yang coba kau ingin lihat dalam pertempuran yang rumit ini, kedua Manusia, ah tidak-tidak, ini ada Kenichi, Ilmari, dan Tenkyuu, di kejauhan sang Fubuki yang sibuk internetan.


Atau beberapa pasang mata dari jarak jauh yang sudah bisa ditebak, Sesosok Wanita yang tak asing, "Apakah aku harus beraksi juga?" Gumamnya, ini adalah Helena yang bergabung dengan bajak laut pimpinan Kenichi.


Bahkan disampingnya sosok yang tak asing juga memperlihatkan wujudnya, "Sudah kuduga si Tenkyuu itu yang mengganggu burung camarku , pantes saja beberapa berita malah out dari konteks pembahasan.." ucap Harley.


Harley dan Helena, mereka mengintai dari kejauhan, tak ada aba-aba dari sang Kenichi untuk membuat mereka beraksi, akhirnya mereka hanya menjadi penonton aksi sang Kenichi melawan si Manusia aneh dengan kemampuan nyelenehnya.


"Aku, harus bagaimana, apakah aksiku bisa mencapai kosakata hingga dua ribu? Agar aku bisa cemerlang saat melakukan debut pertamaku di cerita ini? Aku tidak bisa memberikan spoiler kepada pembaca, karena cerita ini nantinya malah makin aneh.." ucap Lappalainen.


Lappalainen akan mengeluarkan apalagi, apakah sejenis senjata yang bisa berguna untuk mengalahkan sang Kenichi?


Fubuki kemudian terlihat turun dari tempat tinggi yang Ia hinggapi, lantas berjalan mendekat kearah si Camar, maksudnya Tenkyuu.


"Beberapa teman kita sudah kusuruh terlebih dahulu untuk pergi ke tempat tujuan, mungkin mereka sudah berada di tempat yang dijaga si Aneh itu , atau si Maniak kencing sembarangan, maksudku si Hyandsome, kurasa..." Fubuki memberitahukan hal ini kepada sang Tenkyuu, meskipun ucapan sang Fubuki sedikit aneh.


"Pantes sudah tak terlihat, apakah ini penyebab sang Ilmari berdarah-darah, kah?" nada bertanya Ia lontarkan kepada sang Kapten, karena Tenkyuu agak penasaran dengan kejadian ini.


"Begitulah, dia datang-datang gajelas, kayak dari udara dan kaboom! Langsung menggetarkan tanah, percikan listriknya langsung duarr! Kaget aku dong, mereka pun kalang kabut; dasar Kenichi, udah om-om bukannya sadar umur malah masih kayak bocil butuh belaian kasih sayang.." Fubuki berceloteh panjang lebar.


"Kapten Fubuki, lihatlah aksiku, bagaimana kehebatanku dalam menggunakan kemampuan anehku yang cemerlang ini.." dengan pose oke, sembari tersenyum sang Ilmari Lappalainen, dia akan bersemangat untuk mengalahkan sang Kenichi yang dipenuhi plot armor.


"Hati-hati, di sekitaran sini aku juga merasakan pergerakan aneh, seperti dua sosok mengintai dari kejauhan , bahkan aku tidak pernah tahu nama mereka siapa, apakah Lesley atau Hanabi, apakah Clint atau Layla, atau mungkin Harley atau bahkan bukan.." Intuisi yang dipenuhi intrik, insting yang merasakan hal-hal aneh, atribut yang dibutuhkan sang pemimpin guna mengatur kru-kru-nya.


Kenichi nampak bosan, karena baru serangan aneh, dan kini Ia kembali menunggu untuk mendapatkan giliran, sang Kamera memang hobi pilih kasih, lebih mengekspos obrolan dibandingkan menghadirkan aksi lebih sering.


"Ayolah, Badut Lappalainen, jangan hobi bersembunyi dibanyaknya kata-kata narasi, pembaca bakalan bosan membaca obrolan yang terlalu sering, aku bahkan ingin tidur sekarang, apakah kamu sebagai Manusia tidak ditakdirkan untuk melesatkan serangan terlebih dahulu? Atau kamu malah kepengen pansos dengan bacotan biar aku gampang ke trigered??!!!" Sudah kesal Ia, lantas melesat Ia dengan cepat, seperti kecepatan listrik.


Brushhh!!


Hanya dalam 3 detik Ia sudah berada di hadapan sang Ilmari yang masih mematung, kemudian melesatkan pukulan tangan kanannya yang dialiri oleh listrik.


Namun, masih tak bergeming sang Ilmari, seperti menyiapkan trik kejatuhan paling berbahaya yang pernah ada.


"Smoke Come to Me: Oven Barbeque!!"


Entah datang darimana sang oven, yang datang tak ketahuan, menjadi penghalang tinjuan yang dilesatkan oleh sang Kenichi.


Brakkkk!!


Meskipun oven itu berantakan terkena pukulan, tetapi sang Lappalainen tak terkena pukulan sang Kenichi.


"Teknik pengecut yang menahan gepalan pukulan dengan barang aneh!" Seru sang Kenichi.


"Kau boleh berucap begitu, karena teknikmu cukup sederhana untuk dijelaskan , sedangkan kemampuan anehku, Author harus mendapatkan ide untuk mengkreasikannya seunik mungkin, bahkan saat Ia mengetik ini; kuyakin dia sedang kebingungan akan memberikan jurus seperti apa kepadaku, karena referensinya sangat aneh-aneh, alhasil kadang dia ngestuk..." ucap Lappalainen.


"Itusih deritamu, aku gak ngurus, intinya kamu akan kalah, soalnya kamu kemampuannya culun, apakah kau bisa mengeluarkan hal greget yang lain selain oven? Soalnya ini gak berdamage sob, bahkan nama Raiski lebih berdamage, kayak di konten TokTok ituloh, yang Rawwrrr.." balas Kenichi.


Mereka lebih banyak bicara dibandingkan beraksi, bahkan kemampuan mereka baru sedikit yang diperlihatkan, entah menunggu moment untuk menciptakan epic comeback, atau apapun itu, atau tentang mati lampu dan ngaku menang dalam livestream.


Apakah mungkin, Lappalainen dan Kenichi adalah pribadi yang malas untuk berjuang lebih jauh? Adu mekanik tanpa spell vampire, atau apapun tentang ini dan itu.


Lebih tertarik untuk diserang daripada menyerang, ini adalah gaya yang selalu dilakukan oleh Author saat mengetik adegan beranteman.


"Tcih, harus aku lagi yang menyerang?!" Meskipun terbesit kata tak ingin menyerang, tapi mau tak mau harus beraksi kembali, karena sang lawan enggan untuk menyerang.


Wushh...


Melesat kembali Ia dengan kecepatan seperti biasa, dengan pukulan yang kembali dialiri oleh listrik , kali ini tangan kanan, tangan dominan yang mantap untuk mengeluarkan tenaga penuh hingga membuat lawan bisa merasakan damage yang teramat mantap.


Si Pangeran Asap hanya seperti biasanya, menurutmu apa yang bisa membahayakan listrik? Seperti misalnya kakimu basah menginjak kabel, kamu akan kesetrum, atau sang Kenichi yang melesat dengan kecepatam yang tak bisa terbendung bisa mengantisipasi setruman dirinya sendiri?


Hal aneh apalagi yang ada dalam pikiran sang Ilmari Lappalainen yang hobi berdiam diri menyambut serangan lawannya?


Dan trik apalagi yang akan digunakan sang Kenichi agar pukulannya terkena telak ke wajah sang target?


"Kau tahu, hal apa yang bisa membuatmu terkejut kemudian? Atau bahkan tersengat oleh aliran listrikmu berikutnya? Ah, aku terlalu banyak bertanya kan? Benar sekali, ehehe aku tersenyum, karena aku akan terkena pukulanmu kali ini, namu-" Terhempas sudah Ia terkena telak, bahkan tak bisa melanjutkan kata-katanya.


"??!!!!" Tenkyuu terkejut sang Ilmari terkena pululan yang gampang untuk dihindari.


"Hahaha..." Fubuki bahkan tak terkejut dengan aksi sang Ilmari yang menerima serangan Kenichi dengan cuma-cuma.


"Tenkyuu, ketika Pria dalam keadaan kalah, mereka akan menerima pukulan sang lawan, tapi, Ilmari tidak menunjukan keinginannya untuk kalah, karena dia memiliki trik yang akan membuatmu terkesima.." sambung Fubuki.


"Ughhh...." Lappalainen yang terkapar, nampak mulai berusaha kembali bangkit , pukulan sang Kenichi sangat kuat, bahkan membuat Lappalainen kembali berdarah-darah.


Tubuh Kenichi nampak aneh , seperti mendapatkan korslet listrik yang mendadak, bahkan sekarang Fubuki tersenyum, dan kemudian sang Tenkyuu terkejut.


"T-tubuhku???!!!" Aliran listrik yang terganggu, apakah ini ulah sesuatu yang ribet, atau soal hal-hal yang lebih rumit dari fisika?


"Listrik akan konslet, bukankah itu ada dalam dunia kelistrikan??!!"


Penyebab korsleting listrik paling umum adalah akibat terlalu banyak memasang colokan pada kontak T atau sejenisnya. Jika terlalu banyak terpasang, dapat menimbulkan suhu panas yang berasal dari aliran listrik.


Apa yang Ia munculkan, hal apa yang bisa berasap untuk menciptakan korsleting?


"Benar, aku mensummon stopkontak atau terminal yang sedang korslet, seperti kabelnya yang berasap hangus, dan saat hangus, dia sedikit menciptakan percikan api, listrik saat korslet.... Maka.... akan berbahaya???!!" Seru sang Lappalainen.


Benar saja, aliran listrik di tubuh sang Kenichi seperti korslet, akibat terpapar stopkontak yang berasap, menciptakan percikan api, dan perlahan-lahan membuat pergerakan tubuh sang Kenichi menjadi aneh.


"Lappalainen, meskipun Ia mengeluh, atau bahkan berkata kemampuannya gak bisa dia gunakan, dia tetap bisa memikirkan cara untuk mengkreasikan seperti apa taktiknya.." ucap Fubuki.


"Njir, si Asap itu gak bisa diremehin cuy, boss bahkan sampe korsleting..." ucap Harley.


"Njiir, sejak kapan kau berbahasa aneh gitu, Harley??!!" Bentak Helena.


"Diam!" Balas Harley yang gak mau disebut aneh.


Aliran listrik yang terganggu akibat gangguan, membuat sang Kenichi gak bisa ngegunain kemampuannya untuk sementara, "Ternyata, buruanku emang kuat; aku suka yang beginian? bahkan kroco pun bisa membuatku terkesima.." ucap Kenichi, dia mengakui kehebatan sang Ilmari Lappalainen.


"Ah, Fubuki, apakah Izumi adalah keluargamu?" sambung Kenichi mengajukan pertanyaan.


"Izumi yang mana nih? Izumi Uchiha? Izumi Shinichi? Izumi-Izumi-an, atau Izumi Ichihara??!!" Fubuki malah balas bertanya kepada sang Kenichi.


"Izumi Hirosuke...." Balas Kenichi dengan wajah yang datar.


"Kok tau?"


"Aku bertanya??!! Mengapa kau balasnya kok tau? Harusnya 'benar' ini malah kok tau? Apakah kau diajarkan olah-kata yang benar di sekolahmu??!!" Bentak Kenichi.


"Ini zaman bajak laut gak ada sekolahan; kau ini terlalu ngawur, pasti otakmu ikutan korslet mengikuti arus listrikmu ya?!!" Fubuki tak mau kalah untuk berdebat.


"Aku tak habis pikir, mengapa kamu punya kru kuat, yang bahkan bisa seimbang melawan kemampuanku yang sederhana, kemampuannya terlalu rumit, namun dia pantai mengaplukasikan kemampuan.." Kenichi memuji, dan bahkan sedikit sopan sekarang, mungkinkah ini alibi untuk membuat dia bisa mengeluarkan kekuatannya kembali yang lagi terganggu akibat korslet barusan?


"Perselisihan emang sedikit tidak baik; tapi lebih menarik kalau kita bertemu kembali di event pertempuran yang lebih dahsyat, dan kurasa Izumi bakalan ke tempatku, dan aku sedikit terkejut seorang Kakak Manis nyasar di sini, dan bahkan waspada menyuruh kru lainnya untuk ke kota Hartepool yang ada si Hyandsome itu, padahal aku cuma ingin menyapa kakak seorang musuhku.."


"Sudahlah, Kenichi kalau kamu kepengen caper memuji kecantikanku, puji saja sekarang, inikok banyak alibi yang memutar-balik-an fakta..." balas Fubuki pede.


"Haddeh, meskipun kamu tampak manis, dan namamu Fubuki juga, sayangnya kamu adalah 3 dimensi, aku lebih tertarik kepada Fubuki di anime One Punch Man, karena 2 Dimensi lebih menarik!" Balas Kenichi.


"Oi, kau udah om-om, masih ajah suka karakter fiksi, dasar..." Balas Fubuki.


"Intinya kita tidak bisa membuat chapter kali ini dua ribu kata, karena chapter ini akan bersambung, dan mungkin aku lagi malas untuk mengeluarkan kekuatanku lebih menyeluruh , karena aku cuma ngetes bagaimana kemampuan anakbuahmu, mungkin kelak kita akan bertemu di event bakuhantam, oh ya, kalian sedang berada di kota United; sedikit jauh kedepan sana, kau mungkin akan berjumpa dengan Izumi, karena di sana mereka lagi terlibat bentrok sama Konstantine Bersaudara, tapi kurasa Trio itu gak terlalu berbahaya, sepertinya Filiminov akan menggetarkan , bahkan bisa saja adikmu kalah, biar dia tak kalah, kau harus membantunya, karena kalau dia kalah, di event besar nanti dia takkan menghadapiku, karena dia sudah mati nantinya.."


Kenichi ini digambarkan sebagai sosok musuh, tetapi terkadang Ia memberikan kosakata yang mengarah ke hal-hal bahwa Ia adalah pengagum Izumi, bahkan sekarang dengan sukarela memberitahukan tentang Izumi kepada sang Fubuki.


"Karena aku yang akan mengalahkan dirinya, jangan mengecewakanku, Fubuki!"


"Heh? Kau siapa? Merintah gitu, bahkan tanpa perintahmu aku akan menolong adikku melawan Filiminov itu!" Seru sang Fubuki.


"Baiklah, kita akan berjumpa lagi, calon musuh berat yang akan kuhancurkan di masa depan nanti..." Kenichi melambaikan tangan, dan perlahan-lahan menghilang dari hadapan Fubuki, Tenkyuu, dan Lappalainen.


Sementara itu di tempat lain, yang tidak ada kaitannya dengan pertempuran.


"Firasat memberitahukan, bahwa kedepannya aku akan menghadapi beberapa musuh? Nampaknya menarik?" Hyandsome yang berada di Hartepool nampak tersenyum, mungkin Ia merasakan gairah dalam pertempuran nanti, tidak-tidak, bahkan wajahnya berekspresi aneh sekarang.


Desiran air bahkan jatuh membasahi tanah, "Ya, aku sedang kencing sekarang, apakah penting memperlihatkan diriku ke Kamera saat sedang kencing?!! Kemana saja kalian daritadi? Dasar kameramen sampah??!?!" Dia memarahi narasi yang baru mengeskpos dirinya, padahal sedaritadi Ia ingin mendapatkan giliran.


Sementara itu di tempat lainnya lagi, seperti dalam suasana malam , dengan kedua tangan yang berfokusan pada hape, sesekali jari-jemarinya bergerak menekan-nekan layar, sepertinya mengetik.


"Bahkan Ia menulis sembari menonton anime Mach Go Go Go, tapi, sepertinya Ia sedang bosan.." ucap Narasi.


"Benar, karena Empeeru Pandora akhir-akhir ini gak live game!!" Jawab si Pengetik.


Mengapa begitu? Sudah pasti karena Empeeru Pandora tak bisa live karena bakuhantam di area Working.


B E R S A M B U N G