
Di saat-saat terakhir, Izumi berhasil melesatkan serangan Ice-Ice No Gatling Hits dengan cukup telak kepada Hugo. Serangan tersebut membuat Hugo mengeluarkan banyak dari dari mulutnya, Hugo juga langsung terkapar begitu saja setelah mendapatkan serangan bertubi-tubi itu.
Hembusan angin cukup kencang kali ini, namun bukan berasal dari kekuatan Hugo. Izumi berjalan mendekat dan berdiri didepan Hugo yang terkapar. Izumi menatapnya.
"Kau sudah kalah.." ucap Izumi.
"Aku benar-benar membenci hal ini. Tapi faktanya kau telah menang dalam pertarungan ini. Bahkan seranganmu itu tidak bisa membuatku bangkit kembali.." ucap Hugo. Disaat yang bersamaan, Hugo pun batuk darah.
"Aku berhasil melindungi Paman Firehn dari ancaman darimu." ucap Izumi.
Beberapa saat kemudian, terlihat Killa, Yoshino, dan juga Firehn yang sedang berjalan mendekat ke arah Izumi.
"Ah, sepertinya pertarunganmu sudah selesai, Izumi. Padahal aku ingin sedikit melawan orang itu.." ucap Yoshino sembari tersenyum bersemangat.
"Ya, aku juga tak menyangka kau sudah mengalahkannya begitu saja, Izumi. Sekarang, Firehn-san, waktunya kita cari semua informasi yang dibutuhkan darinya.." ucap Killa.
"Ya. Mungkin hanya ini satu-satunya cara agar bisa mengetahuinya. Siapa dalang dibalik pembunuhan dan penculikan yang terjadi di seluruh penjuru Negara Grousse Kontinent.." ucap Firehn.
Kini Yoshino, Killa, dan Firehn pun sudah berdiri di dekat Izumi. Mereka melihat ke arah Hugo yang terkapar.
Hugo yang masih dalam kondisi sadar pun juga mengetahui bahwa Firehn akan mengulik semua informasi darinya, "Kalau kau ingin mencari informasi tentang dalang dibalik ini semua, aku takkan memberitahumu apapun. Aku akan bungkam. Meski aku harus mati sekaligus. Ini adalah prinsip dari seorang pembunuh.."
Sementara itu disisi lain Man City.
Terlihat kepulan asap yang cukup tebal menutupi area yang telah terjadi sebuah ledakan besar yang diakibatkan oleh bom bunuh diri dari Saito.
Flashback beberapa saat yang lalu, beberapa detik sebelum kejadian.
Kala itu Benn, Raiden, Paladino, Vika, dan Davidestorm pun terkejut dengan Saito yang kedapatan sebuah bom waktu yang menempel pada dadanya. Semua orang sangat panik dan hendak lari menjauh dari tempat itu.
Namun, Davidestorm yang merasa sudah tak sempat untuk berlari lagi pun langsung mengeluarkan kamera ajaibnya.
Flashback didalam flashback pun dimulai.
Dahulu sekali, saat Davidestorm masih tinggal di Photograper Iceland, Davidestorm sempat melihat seseorang dengan kekuatan Barrier yang bertarung dengan salah satu eksekutif Harley disana. Davidestorm yang melihat hal itu, secara tak sengaja memotret Barrier dari kekuatan seseorang tersebut.
Jadi, sampai saat ini, Davidestorm masih menyimpan memori foto tersebut. Ketidaksengajaan yang cukup membawa keberuntungan dan berguna di moment-moment saat ini, atau mungkin, Davidestorm baru kepikiran kalau dirinya sendiri pernah mempunyai foto tersebut.
Flashback didalam flashback pun berakhir.
Davidestorm mengingat hal itu di detik-detik terakhir sebelum Saito meledakkan diri. Tanpa basa-basi, Davidestorm pun langsung menciptakan bola Barrier dari kamera ajaibnya untuk melindungi dirinya, Vika, Raiden, Benn, dan Paladino.
Dan setelah itu, ledakan besar pun terjadi hingga terdengar ke seluruh penjuru wilayah Man City. Bahkan ledakan tersebut juga sempat mengeluarkan sebuah gelombang kejut yang cukup mengerikan.
Sekilas, ketika kepulan asap tersebut perlahan mulai menghilang, terlihat Davidestorm, Vika, Raiden, Benn, dan Paladino berada didalam bola Barrier tersebut. Mereka benar-benar memasang raut wajah yang syok. Mereka, bahkan Davidestorm pun sendiri tak menyangka masih hidup setelah ledakan itu terjadi.
Bola Barrier yang melindungi mereka berlima pun menghilang begitu saja. Kemudian, selembar kertas foto dari Barrier tersebut pun langsung hancur menjadi abu begitu saja.
Mereka berlima langsung terjatuh dalam posisi terduduk. Mereka masih syok. Bahkan ketika melihat kesekitar mereka yang sudah hancur lebur, apalagi rumah besar yang Benn gunakan untuk interogasi Saito juga sudah hancur tak tersisa.
"Oh, Dewa. Aku benar-benar tak menyangka masih bisa hidup setelah ledakan itu terjadi. Kukira aku akan segera mati.." ucap Benn.
"Benar-benar buruk. Jadi, dia selama ini mencoba untuk menjebak kita semua, dan mencoba membunuh kita bersama dirinya. Orang itu benar-benar cocok disebut sebagai pembunuh. Bahkan, di detik-detik kematiannya, dia juga sempat berfikir untuk membunuh kita semua.." ucap Paladino.
"Syu-syukurlah, aku masih sempat untuk menciptakan Barrier dari kamera ajaibku. Kalau sedetik saja aku terlambat mungkin aku dan kalian semua akan terbunuh.." ucap Davidestorm. Dia tampak masih begitu syok.
"Dia benar-benar pembunuh gila. Bisa-bisanya dia punya sebuah pemikiran untuk melakukan bom bunuh diri dengan mengajak kita, hadeh. Aku tidak bisa membayangkan kalau aku mati saat ini juga, aku pasti akan merasa sedih karena belum menikah saat aku mati.." ucap Raiden.
"Dengan dia yang sudah mati karena meledakkan diri. Kini kita sudah tak tahu lagi tentang siapa dalang dibalik pembunuhan dan penculikan ini. Dia benar-benar memegang prinsipnya sampai akhir hayatnya.." ucap Vika.
"Yang terpenting, kita semua sudah selamat. Baiklah, ayo kita segera bergegas menuju markas. Mungkin yang lainnya juga sudah menunggu kedatangan kita. Dan juga, mungkin Kapten sudah berada disana.." ucap Benn.
Sementara itu disisi lain Man City, diatap gedung walikota.
Hugo yang masih terkapar pun sudah menegaskan bahwa dirinya takkan mengatakan informasi apapun kepada Firehn.
"Sebaiknya kau beritahu kami informasi yang kau tahu kepada kami. Ini masalah menyangkut dengan hak asasi manusia. Aku tak bisa membiarkan orang-orang tak bersalah yang masih hidup diluar sana akan mati seperti itu. Apa kau tidak memikirkan keluarga korban?" tanya Firehn.
"Tidak sama sekali. Aku hanya memikirkan misi. Karena dari misi, aku bisa mendapatkan banyak uang. Aku tidak peduli dengan mereka semua. Aku hanya peduli dengan diriku sendiri." ucap Hugo sembari tersenyum licik, meski berkali-kali dia memuntahkan banyak darah dari mulutnya.
"Cih, dia benar-benar sampah. Manusia yang sudah kehilangan akal dan hati nurani karena dibutakan oleh uang semata. Benar-benar sangat menjijikkan.." ucap Yoshino.
"Ya.." ucap Izumi.
"Firehn-san. Kalau dia tidak bisa memberitahu kita dengan mulutnya sendiri. Maka, aku masih punya cara lain.." ucap Killa.
"Cara lain apa, Killa?" tanya Firehn.
"Aku akan menggunakan teknik ilusiku untuk mencari semua informasi yang dia punya." jawab Killa, "Percuma kau akan bungkam, karena aku akan mencari semua informasi itu dengan ilusiku, jadi bersiaplah.." Killa memasang sorot mata yang tajam kepada Hugo.
"Si-sialan.."
B E R S A M B U N G
Jangan lupa like koment dan share serta kritik dan saran yang membangun agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti, see you next Chapter!!!