
Pedang yang menancap pada perut Hozuki membuat Groombridge berpikir bahwa ia telah berhasil mengalahkannya. Groombridge tidak menyadari bahwa perut Hozuki yang terkena tusukan pedangnya sama sekali tidak mengeluarkan darah.
"It's Prank!!" ucap Hozuki sembari memasang wajah konyol. Lalu, ia pun membuat sekujur tubuhnya mencair dan hal itu membuat Groombridge sangat terkejut.
"A-apa?!" Dengan spontan Groombridge pun langsung mundur beberapa langkah kebelakang untuk mencegah sebelum Hozuki melesatkan serangannya.
Selang beberapa detik, tubuh Hozuki kembali dalam bentuk manusia normalnya, dan terlihat benda milik Groombridge sudah tidak menempel di tubuhnya. Hozuki sudah menetralisirkan semuanya ketika tubuhnya menjadi sebuah air.
"Groombridge, ya serangan seperti itu takkan mempan terhadapku. Karena aku adalah manusia air. Hanya serangan tertentu saja yang bisa membuatku terluka.." Hozuki tersenyum bersemangat.
"Manusia air katamu? Jadi kau memang seorang monster ya-" Ketika Groombridge berbicara, tiba-tiba Shoba datang dan langsung memukul pipi Groombridge dengan pukulan kuat berlapis kekuatan sabunnya.
"Buaghhhh!!!"
"Yeah. Kau kira aku akan kalah hanya dengan serangan itu. Kurasa kau itu sangat kuat, tapi tidak sekuat krumu, entah aku yang merasa aneh atau bagaimana.." ucap Shoba.
Groombridge terpental hingga menghantam tanah, "Sialan!!!-" Lagi-lagi Groombridge melihat sosok Izumi yang sudah berada diatasnya sembari bersiap-siap melesatkan pukulan es raksasanya.
"Oey, Groombridge!!! Apa kau sudah lupa? Yang kau lawan saat ini ada empat orang, jadi jangan sampai lengah!!!" teriak Izumi, "Ice-Ice No Giant Elephant Hits!!!!!"
"Bruakkkk!!!"
Groombridge berhasil bangkit dan menghindar sebelum serangan pukulan es raksasa milik Izumi mengenainya. Lalu, ia pun langsung berlari ke arah Izumi dan mencoba untuk melesatkan beberapa serangan pergerakan dari beladiri cepatnya.
Izumi berhasil menghindari serangan beladiri dari Groombridge, meski tidak semuanya. Karena serangan Groombridge sangat cepat hingga membuat Izumi tak bisa menghindari semua serangannya.
"Ya, rasakan ini-"
Ketika Groombridge hendak melesatkan pukulan terkuatnya kepada Izumi, tiba-tiba sebuah mobil kembali melesat ke arah Groombridge dan menabraknya, "Brakkk!!" Groombridge terseret beberapa meter oleh mobil yang digerakkan oleh Arata.
"Sialan!!!" Groombridge berusaha untuk menahan mobil yang menyeretnya saat ini. Bahkan ia berjuang sekuat tenaga sampai semua otot-otot lengannya mulai terlihat dan, "Bruakkk!!!" Groombridge menghancurkan mobil itu hanya dengan satu kali pukulan teknik beladirinya.
"Groombridge, kau terlalu meremehkan seorang Bajak Laut." ucap Arata sembari tersenyum licik.
Beberapa saat kemudian, Arata pun berlari cepat ke arah Groombridge, lalu melompat dan bersiap melesatkan tendangannya, "Hyaaa!!!"
"Duak!!" Groombridge menyilangkan kedua tangannya untuk menahan tendangan dari Arata.
Lalu dari belakang Groombridge, terlihat Hozuki yang melesatkan pistol air atau Mizu Pistol nya ke arah Groombridge yang baru saja menahan tendangan Arata, "Dorrr!!! Dorrr!!!"
Groombridge pun berguling-guling di tanah untuk menghindari semua peluru air yang melesat ke arahnya. Lalu, dia bangkit dan berdiri kembali kemudian berlari ke arah Hozuki. Ia juga bersiap untuk melesatkan Shuriken miliknya ke arah Hozuki.
"Sialan. Generasi Closer memang benar-benar mereportkan!! Akan Kubungkam mulut kalian setelah ini!!!" teriak Groombridge, "Fire Shuriken!!!" Shuriken yang dilesatkan oleh Groombridge muncul sebuah api kecil.
"Ice.." Kekuatan Es Izumi merambat ke arah Shuriken api itu lalu membekukannya, "Jangan konyol menyerang kami dengan serangan lemah seperti itu." ucap Izumi.
"Oey, Izumi. Padahal aku ingin mengatasi Shuriken api itu sendiri kenapa kau malah membekukannya menjadi es!!" teriak Hozuki.
"Huehehehehe!! Maaf-maaf, aku spontan melakukannya!!" ucap Izumi sembari tertawa terbahak-bahak.
"Cuih.." Groombridge kesal, karena serangan Shuriken apinya berhasil dibekukan dengan sangat mudah, "Aku cukup kesulitan memasangkan benda milikku kepada mereka semua, ya setidaknya aku takkan menyerahkan Shion kepada mereka.." ucap Groombridge dengan nada pelan.
"..... Izumi, Arata, Hozuki. Kalian mundurlah, biar aku yang menghajarnya sendiri demi Shion. Awal mulu hal ini adalah urusan pribadiku sendiri, dan bukan urusan kalian. Jadi, beri aku kesempatan untuk mengakhirinya dengan tanganku sendiri!!" tegas Shoba.
"Tentu saja aku tidak mau, Shoba!!! Jangan seenaknya kau melarang kami berpesta bersamamu!!!" teriak Izumi.
"Cih, keras kepala sekali." ucap Shoba.
Selang beberapa detik, Shoba pun kembali berlari ke arah Groombridge, disusul dengan Izumi, Arata, serta Hozuki yang berlari dibelakangnya.
"Bubble Soap!!!" Shoba menciptakan beberapa gelembung sabun dan melesatkannya ke arah Groombridge.
"Gelembung sabun?" gumam Groombridge.
Groombridge belum menyadari bahwa gelembung sabun yang diciptakan Shoba bisa, "Duarrr!!! Duarrrrr!!! Duarrr!!!" Meledak cukup kencang, hingga membuat Groombridge sendiri terpental beberapa meter kebelakang.
"Rasakan itu, sialan!!" ucap Shoba.
Beberapa saat kemudian, Groombridge berhenti dari pentalannya, ia terkejut bahwa gelembung sabun tersebut bisa menciptakan ledakan yang cukup besar. Lalu, dengan cepat, Izumi pun meluncur ke arah Groombridge dengan kekuatan es nya, merentangkan kedua tangannya dan..
"Bomber Ice!!!" Izumi meluncurkan dua buah balok es ke arah Groombridge.
"Pyarrr!!!" Akan tetapi, Groombridge berhasil menghancurkan dua balok es tersebut hanya dengan satu kali pukulan kuatnya. Dan setelah itu ia juga dikejutkan dengan datangnya Arata yang melesat ke arahnya dengan membawa sebuah pedang, "A-"
"Batsss!!!" Dada Groombridge terkena tebasan pedang dari Arata hingga berdarah-darah, "Uaghh!!!" Meski begitu, Groombridge masih belum terjatuh, dan masih bisa melanjutkan pertarungan.
Disaat yang bersamaan, Hozuki datang sembari melesatkan pukulan air nya tepat mengenai wajah Groombridge hingga mimisan, "Buaghhhh!!!!" Sekali lagi, Groombridge kembali terpental, namun tidak terlalu jauh.
Groombridge kembali bangkit dan berdiri kembali sembari mengusap darah yang keluar dari hidungnya, "Padahal tadi mereka begitu lemah, kenapa tiba-tiba mereka menjadi sekuat ini..!! Ya, wajar mereka main keroyokan.." ucap Groombridge merasa kesal.
Groombridge pun mengepalkan telapak tangan kanannya, mengumpulkan energi alam di sekitarnya. Lalu, Shoba juga datang ke arah Groombridge, ia tampak memasang ekspresi wajah marah, dan juga mengepalkan tangan kanannya.
Beberapa balok sabun mulai menyelimuti tangan kanan Shoba, sementara itu disisi lain terlihat tangan kanan Groombridge mengeluarkan sebuah asap tipis dan sedikit berwarna memerah.
"Enyahlah kau, Groombridge!!!"
"Diamlah, Bajak Laut bodoh!! Setelah mengalahkanmu, aku akan menjadikanmu sebagai budakku!!!"
"Itu kalau kau bisa mengalahkanku!!!"
"Soap-Soap No Elephant Soap!!!"
"Meteorid Knock!!!"
"Eh? Perasaan itu nama jurusku, kenapa Shoba malah memakainya juga?" Izumi memiringkan kepalanya karena kebingunan.
~
Shoba dan Groombridge saling melesatkan pukulan kuatnya. Dua pukulan kuat saling bentrokan satu sama lain hingga menciptakan efek yang luar biasa disekitar area, seperti hembusan angin yang sangat kencang. Selang beberapa detik, efek yang diakibatkan dari bentrokan pukulan kuat itu menciptakan sebuah ledakan hebat.
"Duaarrr!!!!"
B E R S A M B U N G