Cosplay

Cosplay
Chapter 224 - Garnet Springbread, Sebuah Mahakarya Yang Luar Biasa!



Selang beberapa detik setelah saint Scorpion Ryu terjatuh ke dalam lubang yang cukup dalam sekaligus tertimbun oleh bebatuan besar yang tercipta dari tanah yang terbelah, seketika pasukan Aliansi yang tergeletak di tanah tepat di dekat Chu Kobayashi pun mulai siuman.


Dimana tangan mereka yang berwarna ungu karena disebabkan oleh racun milik Ryu, perlahan tangan mereka kembali normal kembali. Tangan mereka bisa bergerak leluasa seperti sedia kala tanpa ada rasa sakit yang begitu pedih.


Mereka pun langsung bangkit dan berdiri kembali. Setelah itu, mereka juga langsung menatap Kobayashi dan membungkuk, "Terima kasih, Chu Kobayashi-san..!!" Mereka berterima kasih kepada Kobayashi karena telah mengalahkan Ryu dan berhasil menyelamatkan nyawa mereka.


Melihat cukup banyak pasukan Aliansi yang berterimakasih pada Kobayashi, terlihat reaksi Kobayashi yang tersipu malu sembari mengelus-elus rambut belakangnya.


"Huehehe.. itu bukan apa-apa kok. Karena-" Tiba-tiba Kobayashi teringat oleh sesuatu, "Oh iya, aku harus segera menuju ke garis depan! Aku harus membantu Izumi dan Yoshino! Semuanya, berjuanglah!! Kita harus memenangkan perang ini..!!"


"Ya..!!"


Setelah itu, Kobayashi pun langsung bergegas menuju ke garis depan. Yang ia tuju saat ini adalah ke tempat Izumi dan Yoshino berada.


*****


Sementara itu, disisi lain medan perang. Terlihat salah satu orang yang cukup kuat dari kubu Bajak Laut Hristov, dimana tubuhnya yang bisa elastis layaknya sebuah springbread, walaupun kelemahannya ialah terhadap benda-benda tajam, namun dia tak gentar melawan pasukan Aliansi yang bersenjatakan sebuah pedang. Dia juga menghadapi musuh dengan trik-trik yang unik. Dia adalah Garnet Springbread.


"Swushh..!! Swushh..!! Swushh..!!"


Garnet berlari meliuk-liuk di kerumunan pasukan Aliansi sembari menghindari serangan benda tajam yang dilesatkan oleh pasukan Aliansi. Trik unik yang ia gunakan adalah memanfaatkan tubuh elastisnya tersebut. Karena tubuhnya yang begitu elastis, ia bisa bergerak dengan cepat untuk menghindari serangan musuh.


Setelah itu, karena saking elastisnya, Garnet bisa memantulkan lawannya hanya dengan menyentuhkan bagian tubuhnya seperti perut, pantat, dan kepalanya ke tubuh lawan.


"Bounce Springbread..!!"


Garnet berlari dari sela-sela kerumunan pasukan Aliansi, lalu memantulkan mereka dengan perutnya secara serentak hingga membuat mereka terpental cukup jauh.


"Uaghhh..!!"


"Kekuatan aneh apa yang dia miliki?!"


"Tubuhnya bisa membuat kita terpental bila menyentuhnya..!!"


"Hoi.. hoi.. hoi.. kalian tak usah heran begitu. Apakah kalian baru kali ini melihat kekuatan sepertiku ini? Dasar sampah.." ucap Garnet dengan nada provokasi.


"Apa katamu?!! Serang dia..!!"


Puluhan pasukan Aliansi pun langsung berlari ke arah Garnet dan mencoba untuk menyerangnya secara serentak. Namun, Garnet tidak panik sedikitpun, ia malah tersenyum menyeringai seolah-olah dia akan mengatasinya dengan mudah.


Setelah itu, Garnet pun menyentuhkan tangan kanannya ke tanah yang ia pijak. Lalu, ia pun memasang wajah yang begitu optimis.


"Sepertinya menggunakan kekuatan ini di medan perang adalah sesuatu yang tepat. Aku tidak bisa membiarkan pasukan Aliansi memenangkan peperangan ini." ucap Garnet.


Tak berselang lama, sebuah gelombang muncul dari tangan Garnet yang menyentuh ke tanah. Gelombang tersebut meluas lima meter disegala arah dengan Garnet yang menjadi titik pusatnya.


Ketika para pasukan Aliansi mulai menginjakkan kaki ke tanah tepat lima meter dari jarak Garnet berdiri. Tiba-tiba para pasukan Aliansi dikejutkan dengan tanah yang mereka injak begitu elastis.


"Apa?!!"


Puluhan pasukan Aliansi itu pun langsung terpental cukup jauh setelah menginjakkan kaki mereka ke tanah yang tiba-tiba berubah dari tanah yang keras menjadi tanah yang elastis.


"Guahahahaha..!!" Garnet tertawa terbahak-bahak dengan begitu puasnya setelah melihat puluhan pasukan Aliansi yang terpental.


Alasan kenapa tanah yang keras menjadi tanah yang elastis, itu disebabkan oleh kekuatan Awakening dari Garnet. Kekuatan Awakeningnya ialah ketika Garnet bisa membuat benda yang ia sentuh menjadi elastis layaknya sebuah springbread. Namun, kekuatan Awakening milik Garnet tidak berlaku pada makhluk hidup.


"Sebuah mahakarya yang cukup hebat, bukan?! Dengan ini, kalian takkan bisa menyerangku dengan mudah. Dan, ini adalah pertahanan yang solid, seseorang tidak akan bisa menembus pertahananku ini..!!" ucap Garnet.


"Sialan..!!"


"Lagi-lagi dia mengeluarkan kekuatan yang aneh?!" Pasukan Aliansi cukup kerepotan dengan kekuatan Springbread milik Garnet.


"Ya, kemarilah. Akan kubuat kalian terpental cukup jauh hingga tak bisa kembali kesini lagi. Hal itu cukup menyenangkan bagi kalian kan?" ucap Garnet sambil tersenyum menyeringai.


Namun, beberapa detik kemudian, suhu udara disekitar Garnet pun menjadi begitu dingin, menyadari ada sebuah keanehan, Garnet pun sedikit waspada terhadap sekitar.


Tak berselang lama, suhu udara yang berada di sekitar Garnet pun menjadi super dingin. Garnet pun langsung melompat salto beberapa langkah kebelakang, dan seketika tanah yang dipijak Garnet sebelum melompat pun langsung membeku, "Frzzz..!!"


"Huh? Apa yang sebenarnya terjadi? Untung aku tidak merasakan suhu dingin ini karena kekuatanku Springbread." ucap Garnet.


Setelah itu, terlihat seorang pria yang keluar dari kerumunan pasukan Aliansi. Pria tersebut tanpa ada rasa ragu, langsung berjalan mendekat ke arah Garnet begitu saja sembari memasukkan kedua telapak tangannya ke dalam saku celananya. Pria itu adalah Lost Heaven.


"Astaga, sepertinya aku melihat ada sedikit kekacauan disini. Hanya demi kemari, aku meninggalkan dua wanita disana. Semoga musuhku disini tidak membuatku kecewa." ucap Heaven.


"Itukan?!"


"Dia Lost Heaven..!!"


"Dia berasal dari Asosiasi Money Hunter..!!"


"Kita tertolong, dia dari kubu pasukan Aliansi..!!" Pasukan Aliansi yang cukup kerepotan dengan kekuatan Garnet pun menjadi sedikit lega ketika melihat kedatangan Heaven.


"Kalian semua, menjauhlah. Serahkan saja dia padaku. Biarkan aku bertarung sendirian melawannya, atau kalian semua akan menjadi beban." ucap Heaven.


Puluhan pasukan Aliansi yang berada di sekitar Heaven pun langsung berjalan menjauh sesuai perintah dari Heaven.


Namun, Garnet pun merasa kesal, ketika Heaven memerintahkan pasukan Aliansi untuk menjauh dan membiarkan Heaven bertarung sendirian.


"Hey, apa kau begitu kuat hingga percaya diri melawanku sendirian tanpa bantuan pasukan lemahmu itu?" tanya Garnet sembari tersenyum menyeringai.


"Mereka hanya akan menjadi beban kalau ikut campur. Sekarang, akulah yang akan menjadi lawanmu. Kuharap kau tidak terlalu mengecewakanku." ucap Heaven dengan nada dingin.


"Lagi-lagi kau berlagak sok, akan kubungkam mulutmu dengan kekuatan mahakaryaku ini. Jadi bersiaplah.." ucap Garnet.


BERSAMBUNG