Cosplay

Cosplay
Chapter 352 - Rencana Untuk Mundur.



Oblaudr pun tersenyum licik setelah melihat para Generasi Closer itu masih mampu berdiri setelah gelombang aura intimidasi dengan skala 10% yang ia lesatkan. Izumi, Hozuki, Shoba, serta Arata kebingungan dan dibuat panik oleh kekuatan tersebut. Bahkan aura intimidasi itu hampir membuat seorang Shion pingsan.


"..... Shion-chan, tetaplah dibelakangku. Aku akan menjagamu sebisaku, aku akan memastikan bahwa kau aman dari orang yang baru saja datang ini. Terlebih lagi, aku merasa dia sama sekali tak ada niat untuk mengincarmu.." ucap Shoba.


"Lalu, siapa yang mereka incar sebenarnya?" tanya Shion.


"Kemungkinan, kami, para Generasi Closer.." ucap Shoba.


Disaat yang bersamaan, Arata pun berjalan mendekat ke arah Izumi dan Hozuki. Ia pun mengatakan sesuatu hal, "Oey, kalian berdua," Arata mengambil sebuah alat komunikasi dari dalam saku celananya, "Kalau kalian berdua masih mencintai kru kalian, perintahkan kru kalian agar segera meninggalkan tempat ini segera.."


"Huh?"


Arata pun menghubungi salah satu kru nya yang saat ini sedang menghadapi Zero. Memang membutuhkan waktu lama untuk menghubungi kru-nya, akan tetapi, dengan penuh kesabaran, akhirnya telepon dari Arata diangkat oleh salah satu kru miliknya.


[ Yo, Kapten. Maafkan aku sedikit terlambat mengangkat telepon darimu. Kami sedang menghadapi si brengsek Zero ini ]


"Ya.. cukup sampai disini saja. Kalian semua cepatlah pergi segera menuju pelabuhan. Aku akan segera menyusul kalian.."


[ Mundur? Ada apa denganmu, Kapten? Jarang sekali kita bergerak mundur sebelum bisa mengalahkan musuh.. ]


"Tujuan si Shoba bodoh itu sudah tercapai, jadi sudah tidak ada lagi hal yang kita lakukan disini. Terlebih lagi, ada seseorang yang baru saja muncul, dia merupakan sosok yang sangat kuat."


[ Groombridge yang kau maksud? ]


"Tidak, ternyata Groombridge hanyalah sebuah boneka, dia bukan pemimpin sesungguhnya. Tapi sudahlah, aku akan jelaskan detailnya nanti, ikuti saja perintahku agar segera pergi menuju ke pelabuhan sekarang.. "


[ Baik, Kapten. ]


Arata menutup alat komunikasinya.


"Arata, apa kau berniat untuk mundur?" tanya Hozuki.


"Benar. Akan sangat berat menghadapi Organisasi dengan banyak pasukan seperti ini. Kalau memang ini adalah sebuah perang, maka tak usah tanggung-tanggung untuk memanggil banyak aliansi sekaligus." ucap Arata.


"Tak kusangka kau berpikir begitu, Arata." ucap Hozuki sembari tersenyum.


"Keselamatan kruku adalah yang paling utama. Aku tak ingin kelompok Bajak Laut ku berakhir di tempat ini. Aku masih punya banyak tujuan di lautan, terlebih lagi ini adalah wilayah musuh. Aku hanya berpikir realistis, karena sebuah plot armor tak selalu menyelimuti kita.." ucap Arata.


Beberapa saat kemudian, Vika dan Killa pun datang dari belakang Izumi. Mereka berdua terkejut dengan sosok Groombridge yang terkapar di tanah dengan luka berat dikepalanya.


"Izumi!! Ternyata Groombridge berhasil dikalahkan ya?!" tanya Killa.


"Eh? Killa? Vika?" Izumi terkejut dengan kedatangan Vika dan Killa yang secara tiba-tiba.


"Dan disana, Shion juga berhasil diselamatkan dan saat ini dia sedang bersama Shoba." ucap Vika.


"Killa.. Vika.. cepat hubungi semua rekan-rekan kita, suruh mereka agar segera bergegas menuju ke pelabuhan. Seperti yang dikatakan oleh Arata, tujuan dari semua permasalahan ini sudah tercapai! Jadi, waktunya untuk mundur!!" ucap Izumi.


"Mundur?? Apa yang kau pikirkan, Izu-" ucap Killa.


"Baiklah, Izumi! Kami akan segera menghubungi yang lainnya agar segera mundur dan menuju ke pelabuhan. Tapi apa yang kau lakukan?" tanya Vika.


"Aku masih ada urusan disini. Jadi kalian pergilah terlebih dahulu, aku akan menyusul kalian!!" ucap Izumi.


"Huahahaha!!! Kalau begitu sampaikan pada kru ku juga ya!! Aku tidak membawa alat komunikasi untuk memberitahu mereka!!" ucap Hozuki tertawa terbahak-bahak.


"Aku sependapat dengan Arata. Organisasi Serikat Lunarian ini mempunyai banyak pasukan yang sangat kuat. Kita mungkin bisa mengalahkan sebagian dari mereka, tapi ketika kita sudah kehabisan stamina, mereka semua pasti akan menyerbu kita.." ucap Hozuki, "Lagipula, aku juga tidak ingin kelompok Bajak Laut ku berakhir ditempat ini." lanjutnya.


"Cih, padahal dulu kita saling bermusuhan. Tapi sekarang kau malah setuju dengan pendapatku." ucap Arata sembari tersenyum licik.


"Kita bisa menjadi musuh dilain hari, sementara untuk saat ini, kita sedang menghadapi musuh yang sama." ucap Hozuki.


"Astaga, ini mengingatkan kita pada saat berada di Photographer Iceland, yang pada saat itu kita harus kabur dari kejaran Angkatan Laut, tapi itu sudah lama sekali.." ucap Izumi, "Aku jadi sangat bersemangat!!"


"Pastikan kalian bisa meninggalkan tempat ini sebelum merasa senang." ucap Arata.


Vika dan Killa pun langsung berlari melewati Obaludr dan menuju ke arah Shoba serta Shion. Terlihat Oblaudr yang hanya diam sambil mengamati mereka semua. Obaludr membiarkan Vika dan Killa begitu saja.


"Kalian berdua. Bawalah Shion, karena disini terlalu berbahaya untuknya. Aku akan menjemputnya setelah berhasil mengalahkan orang itu.." ucap Shoba.


"Ya, aku mengerti. Shion, ayo kita segera pergi dari sini." ucap Vika.


"Tapi, Shoba-kun?"


"Aku akan baik-baik saja, Shion!! Aku akan menyusulmu nanti!!" ucap Shoba.


Killa, Vika, dan Shion pun akhirnya meninggalkan lokasi tersebut, dan segera menuju ke pelabuhan yang berada di Victoria Town.


~


Beberapa saat kemudian, Oblaudr tersenyum licik sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, "Apakah urusan kalian sudah beres? Aku tak ingin menganggu urusan pribadi kalian agar bisa melawan kalian berempat."


"Huh? Jangan sombong begitu, sialan. Apa kau tidak peduli kalau kami bisa berhasil kabur dari tempat ini?" tanya Arata sembari tersenyum licik.


"Kabur katamu? Sudah tak ada jalan untuk kabur bagi kalian. Karena, seluruh pasukan Serikat Lunarian sudah menjaga ketat jalan keluar dari pulau Lunar." ucap Oblaudr.


"Apa?!!"


"Meski bisa kabur, mungkin hanya rekan-rekan mu saja yang akan berhasil kabur. Dan kemungkinan, kalian tidak akan bisa kabur karena akan mati ditanganku hari ini juga.." ucap Oblaudr sembari memasang sorot mata yang tajam.


~


Sementara itu, ditempat kru dari Arata berada. Terlihat mereka semua cukup sengit bertarung dengan Zero, tapi seorang Zimbermann yang baru saja mendapatkan telepon dari Arata pun langsung memberitahukannya kepada rekan-rekan lainnya.


"Oey, Zimbermann!! Ditengah-tengah pertarungan begini, siapa yang menghubungimu?!" tanya Nikoalenko.


"Kapten menghubungiku, kita diperintah untuk segera mundur." ucap Zimbermann.


"Yang benar saja kalian mau mundur? Aku takkan membiarkannya begitu saja!! Seenaknya saja kalian pergi meninggalkan pertarungan ini begitu saja!!" ucap Zero.


"Ya.. ini akan cukup sulit dari yang diperkirakan. Tapi apapun yang terjadi, kita tak boleh membuang-buang waktu. Kapten sedang menghadapi sosok yang kuat bahkan melebih Groombridge." ucap Zimbermann.


"Melebihi Groombridge?! Siapa dia?!" tanya Yu.


Zero mendengar pembicaraan mereka tentang sosok yang kuat melebihi Groombridge. Ia pun sontak kebingungan sembari menaikkan salah satu alisnya, "Sosok yang kuat melebihi tuan Groombridge? Jangan-jangan.."


B E R S A M B U N G