
Eikyou pun mulai bersemangat ketika membuka kedua matanya kembali, ia melihat dirinya sudah mengenakan armor Rangers seperti apa yang ada didalam imajinasinya. Dan, Eikyou juga baru sadar ketika melihat dua pistol laser yang berada disisi pinggulnya sama seperti yang ada dalam imajinasinya.
"Baiklah, semuanya..!!! Aku juga akan ikut membantu kalian mengalahkan dua wanita itu..!!" teriak Eikyou.
Setelah itu, Eikyou pun langsung berlari cepat ke arah Melody dan juga Ezeqia. Lalu, ia pun menarik satu pistol laser yang berada di pinggulnya. Kemudian, Eikyou pun mulai menembakkan pistol laser ke arah Ezeqia dan Melody.
"Cuwww..!! Cuwww..!! Cuwww..!!" ucap Eikyou yang menirukan suara dari tembakannya.
Dimata Eikyou, dirinya adalah seorang Rangers yang mengenakan armor dan mempunyai senjata pistol laser. Tapi, Eikyou terlihat seperti orang aneh dimata Ezeqia, Melody, dan rekan Tim Elite Number Two lainnya.
Antonin, Ovaltine, Kheel, Michael, Ezeqia, dan juga Melody memiringkan kepalanya karena cukup terheran-heran dengan apa yang dilakukan oleh Eikyou. Mereka semua melihat Eikyou yang memegang sebuah pisang di tangan kanannya dan menembakkan pisang itu ke arah Ezeqia dan Melody, seolah-olah pisang yang Eikyou pegang adalah pistol sungguhan.
"Huh? Teman kalian sudah gila ya? Dia menembak dengan pisang?" tanya Ezeqia sambil memiringkan kepalanya, ia menatap tajam Eikyou yang sedang melakukan hal gila.
Lalu, terlihat Antonin yang langsung menepuk jidatnya ketika melihat kebodohan dari rekannya, Eikyou. Lalu, ia pun berkata, "Astaga, dia kumat lagi. Lagi-lagi dia berimajinasi menjadi Power Rangers lagi."
Dan tak berselang lama, Eikyou pun mulai sadar dari imajinasinya. Lalu, ia cukup kebingungan ketika melihat orang-orang di sekelilingnya menatapnya seperti orang bodoh.
"Eh? Kenapa kalian menatapku seperti itu?" ucap Eikyou sambil memegang sebuah pisang di tangan kanannya.
"Kau bodoh ya..!!" teriak Kheel.
Melihat ada kesempatan, Melody pun langsung mengambil lonceng miliknya yang terjatuh ke tanah karena tendangan Kheel. Setelah mengambil lonceng tersebut, Melody pun langsung menggoyangkan lonceng itu.
"Cling.."
Setelah lonceng itu digoyangkan oleh Melody, lonceng tersebut pun menciptakan sebuah gelombang suara yang cukup kuat, dan membuat Eikyou terpental cukup jauh.
"Huaaaaaaa...!!!"
"Hadeh, kroco tetaplah kroco." ucap Melody sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Cih..!!! Bodoh sekali si Eikyou, kenapa dia bisa dikalahkan tanpa perlawanan sedikitpun?! Orang sepertinya tak layak untuk menjadi anggota Tim Elite Number Two!!" geram Antonin.
"Hei, Antonin. Biarkan saja dia, lebih baik kita fokus saja pada lawan kita yang ada didepan sana." ucap Ovaltine yang masih memegang raket nyamuk miliknya.
Tak berselang lama, Ovaltine pun kembali memukul bola kecil ke arah belakang menggunakan raket nyamuknya. Dan, arah bola kecil yang ia pukul tersebut langsung mengarah ke depan, tentu saja arah pukulannya akan berlawanan.
"Swofffftt..!!"
Bola tersebut melesat cepat ke arah Melody, bahkan saking cepatnya, bola tersebut bergesekan dengan udara sehingga menciptakan sedikit percikan api.
"Cling.."
Melody kembali menggoyangkan loncengnya dan kembali membuat gelombang suara yang cukup bising. Dan, pada akhirnya, gelombang suara tersebut berhasil mengahncurkan bola kecil yang melesat ke arahnya.
Sementara itu, terlihat Michael yang langsung berlari ke arah Melody dan mencoba untuk menyerangnya menggunalan double sticknya.
"Hiyaa..!! Rasakan ini..!!"
Dengan cepat, Ezeqia pun langsung menangkis serangan double stick yang dilesatkan oleh Michael dengan pedangnya. Ezeqia takkan membiarkan Michael menyentuh Melody.
"Kau mau menyerang siapa?" tanya Ezeqia sambil tersenyum menyeringai.
Dan, Ezeqia pun langsung memasang posisi kuda-kuda Teknik berpedangnya. Saat ini, jarak antara Michael dan Ezeqia hanya berkisar setengah meter. Sekilas, kedua mata Ezeqia mengeluarkan cahaya berwarna merah yang menyilaukan.
Tiba-tiba Michael pun tidak bisa menggerakkan tubuhnya setelah melihat tatapan tajam dari Ezeqia. Kini, dirinya begitu panik ketika sadar bahwa Ezeqia akan melesatkan sebuah tebasan ke arahnya.
"Gawat..!! Kenapa aku tidak bisa bergerak??!"
Setelah itu, terlihat Ezeqia yang tersenyum menyeringai sambil melihat Michael yang cukup panik, "Bersiaplah.."
"Sword No Sora..!!"
Dengan gerakan yang cukup cepat, Ezeqia pun langsung menebas dada Michael hingga menyebabkan luka tebasan yang membentuk X di dadanya, "Batss..!!" Setelah itu, Michael pun langsung ambruk di tanah setelah terkena tebasan dari Ezeqia, "Gubrakk..!!"
Antonin, Ovaltine, dan Kheel pun terkejut ketika melihat Michael berhasil dikalahkan. Kini, mereka bertiga pun semakin geram terhadap Ezeqia dan Melody.
"Cih..!! Kenapa si Michael juga berhasil dikalahkankan olehnya??!!" Antonin semakin kesal.
Tak berselang lama, Antonin pun langsung menembakkan pistolnya ke arah Melody dan juga Ezeqia, "Dorr..!! Dorr..!!"
Seperti biasa, peluru dari pistol tersebut langsung menghilang alias tak terlihat ketika hampir dekat dengan Melody dan Ezeqia.
Akan tetapi, Melody kembali menggoyangkan loncengnya dan menciptakan sebuah gelombang suara yang mengakibatkan peluru yang melesat ke arahnya dan juga ke arah Ezeqia pun langsung meledak, "Duarr..!!"
Setelah itu, Kheel pun langsung berlari ke arah Melody dan Ezeqia. Lalu, ia pun melesatkan tendangan ke arah Melody dan juga Ezeqia.
"Rasakan ini Wings Shoot..!!"
Melody dan Ezeqia pun berhasil menghindari tendangan dari Kheel. Kini, Melody tampak lebih sigap dibanding dengan saat-saat sebelumnya.
Melihat bola kecilnya sudah habis, kini Ovaltine sudah tidak ada pilihan lagi selain menyerang Melody dan juga Ezeqia menggunakan raket nyamuknya secara langsung. Setelah itu, Ovaltine pun langsung berlari ke arah Ezeqia dan Melody dan mencoba memukulnya menggunakan raket nyamuknya.
"Hiyaaaaa...!!" teriak Ovaltine.
Dengan sigap, Melody dan Ezeqia pun menghindarinya dengan cukup mudah. Setelah itu, Melody pun langsung meletakkan lonceng miliknya ke tanah. Lalu, ia pun membentuk sebuah segel pada tangannya.
"Bofff..!!"
Secara ajaib, lonceng tersebut berubah menjadi raksasa dan membuat Kheel, Antonin, dan juga Ovaltine sedikit terkejut.
"Apa?! Lonceng raksasa?!!" teriak Ovaltine.
"Bersiaplah kalian bertiga..!! Aku akan menghabisi kalian dengan satu kali serangan..!! Jangan sampai telinga kalian tuli setelah mendengarkan gelombang suara yang akan kuciptakan ini ya..!!" ucap Melody sambil tersenyum menyeringai, ia begitu bersemangat dan bersiap-siap membunyikan lonceng raksasa miliknya.
BERSAMBUNG