
Saat ini Sho si pengguna kekuatan angin berada di West Prison di dalam sel nya. Ia sangat dendam dengan apa yang dilakukan Giretto padanya.
"Kalau aku bebas, aku pasti akan menghajarmu, sialan!!!" geram Sho sambil menatap sinis Giretto yang berada di luar sel nya.
"Mau menghajarku? Jangan bermimpi angkatan laut sampah. Di West Prison aku mempunyai 1000 anak buah, sedangkan kau sendirian. Mana mungkin kau bisa mengalahkan kami hanya dengan kau sendiri?" ucap Giretto dengan tatapan wajah licik.
"Cih.." geram Sho sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
Disisi lain, tepatnya di East Prison dimana Futaba dan Mirabelle berada. Andorumedatto cukup puas setelah menggigit Mirabelle hingga sedikit mengeluarkan darah.
"Hmpppss~ Darahmu lumayan lezat, wanita ******.." ucap Andorumedatto sambil menjilati bibirnya, kemudian ia mengusap bibirnya karena ada bekas darah yang tersisa di mulutnya.
"Hosh.. hosh.. hosh..!!" Mirabelle sedikit ngos-ngosan setelah lehernya digigit oleh Andorumedatto.
"Itu baru hukuman yang kau terima karena mencoba untuk menyulut emosiku, paham?!! Aku bisa lebih kejam lagi dari ini kalau kalian mau!!" ucap Andorumedatto dengan tatapan wajah yang cukup menyeramkan.
"Gyahahaha!! Kau memang sangat menyeramkan, Andorumedatto!! Kau memang pantas menduduki posisi Eight Commander!! Gyahahaha!!!" ucap Tofutto yang memuji-muji Andorumedatto.
"Tentu saja aku cocok di posisi Eight Commander!! Suatu saat aku akan menjadi Eight Commander dan diakui oleh Tuan Hristov.." ucap Andorumedatto sambil tersenyum licik.
Tiba-tiba tembok penjara meledak karena suatu hal. Andorumedatto dan Tofutto terkejut karena ledakan yang secara tiba-tiba tersebut.
"Bagaimana bisa tembok penjara ini meledak?!! Siapa yang melakukan nya?!!" Andorumedatto menoleh ke arah tembok penjara yang meledak tersebut. Andorumedatto langsung memasang kuda-kuda bertarung.
"Apa lagi ini?! Kenapa tembok ini bisa meledak??" Tofutto juga kebingungan karena tembok penjara yang tiba-tiba meledak.
Tiba-tiba Izumi dan Rocky muncul dari lubang tembok yang barusan meledak itu. Mereka berdua kembali berdebat setelah bersaing di South Prison.
"Manusia kopi, sudah kubilang tunggu aku kan?! Jahat sekali kau meninggalkanku, manusia kopi!!" ucap Izumi dengan nada keras ke arah Rocky Whitecoffe.
Rocky langsung menoleh ke arah Izumi dan langsung membalas ucapan Izumi dengan nada kesal."Huh??! Memangnya aku peduli denganmu, bocah es?!! Dan jangan panggil aku dengan sebutan manusia kopi!! Namaku Rocky!!"
"Baiklah, manusia kopi.." ucap Izumi.
Rocky dan Izumi pun baru sadar bahwa di depan mereka ada Andorumedatto, Tofutto, Futaba dan Mirabelle.
Futaba dan Mirabelle sangat senang karena Rocky telah datang untuk menyelamatkan.
"Rocky, akhirnya kau datang juga!! Aku yakin kau pasti akan datang menyelamatkan kami!!" ucap Futaba.
"Futaba!! Mirabelle!! Jadi kalian dikurung disini ya!! Aku sudah mencari-cari kalian dan akhirnya aku menemukan kalian disini, apa kalian bersama dengan Sho?" tanya Rocky.
"Dia tidak bersama kami, aku tidak tahu ia dimana sekarang..!!" ucap Mirabelle.
"Huh?? Jadi ada musuh lagi ya!! Tenanglah, Mirabelle!! Futaba!! Aku akan menyelamatkan kalian berdua!! Aku akan mengalahkan dua orang brengsek ini!!" ucap Rocky sambil memasang kuda-kuda bertarung.
Izumi langsung melompat ke udara lalu melesat kan pukulannya ke arah Andorumedatto dan Tofutto."Rasakan ini, Ice-ice no Elephant Hits!!!"
Namun Andorumedatto dan Tofutto berhasil menghindari pukulan es milik Izumi. disisi lain, Rocky marah karena Izumi mendahuluinya menyerang musuh.
"Woi, bocah es!! Kau pergi lah!! Dua orang ini menjadi urusanku!! Jangan ikut campur, mengerti?!!" bentak Rocky.
"Kau lamban, manusia kopi!! Mangkanya aku menyerang duluan..!! Anggap saja ini latihan sebelum melawan Hristov!!" ucap Izumi sambil tersenyum.
"Wah-wah, aku akan melaporkan kalian berdua kepada tuan Kyu. Setelah tuan Kyu datang maka tamatlah riwayat kalian.." ucap Tofutto sambil tersenyum licik.
"Oh maksudmu Kyu yang katanya pemimpin kalian itu ya? Kami berdua sudah mengalahkannya.." ucap Izumi.
"A-A-A-A-APA?!!! KALIAN BERDUA TELAH MENGALAHKANNYA??!!" teriak Andorumedatto dan Tofutto. Mereka berdua terkejut setelah mendengar kekalahan Kyu dari mulut Izumi.
Disisi lain, tepatnya di North Prison. Terlihat Davidestrom dan Schuikhov Scherbyakov sedang berjalan mencari jalan keluar dari North Prison.
"Izumi, dimana kau sekarang. Aku sudah mencarimu 1 jam lebih, tapi aku belum menemukan mu sama sekali.." ucap Davidestrom yang terus berjalan menyusuri lorong.
"Kawan, dari tadi kita hanya berjalan berputar di North Prison. Mangkanya kau tidak menemukan teman mu yang bernama Izumi, aku yakin dia berada di blok penjara yang lain.." ucap Schuikhov yang berjalan di samping Davidestrom dan memberitahukan kepada Davidestrom bahwa selama ini dia berjalan memutar di North Prison.
Davidestrom pun terkejut saat mendengar kata-kata Schuikhov,"Apa?!! Kenapa kau tidak bilang kepada ku kalau dari tadi kita berjalan berputar di North Prison!!" bentak Davidestrom.
"Kukira kau sedang mengajakku jalan-jalan mengelilingi North Prison, kawan. Hehehe maafkan aku yang salah paham ini.." ucap Schuikhov sambil tertawa polos.
"Haddeh, dia sedikit bodoh ternyata. Aku kira walaupun dia kuat, ia juga lumayan pintar tapi malah sebaliknya.." batin Davidestrom."Apa kau tahu jalannya, paman?" lanjutnya.
"Tentu saja aku tahu, kawan. Aku sudah berada dipenjara ini selama bertahun-tahun dan aku juga sering dipindah-pindah penjara hehe.." ucap Schuikhov sambil tersenyum lebar.
"Bilang dong kalau tahu, jangan hanya diam. Kukira kau tak tahu jalannya.." ucap Davidestrom yang merasa kesal dengan kelakuan Schuikhov yang sangat bodoh.
Kemudian Davidestrom pun berjalan dibelakang Schuikhov Scherbyakov karena Schuikhov Scherbyakov lah yang tahu jalan keluar dari North Prison.
Disisi lain lagi, tepatnya di East Prison. Saat ini Rocky dan Izumi sedang berhadapan dengan Andorumedatto dan Tofutto.
"Manusia kopi, ayo kita kalahkan mereka juga, okey?" ucap Izumi sambil melakukan pemanasan.
"Siapa yang kau panggil manusia kopi, dasar bocah es!!" ucap Rocky dengan nada kesal kepada Izumi.
BERSAMBUNG