
"... Yoshino-kun kau itu jangan galak-galak, aku adalah Izumi, yang akan menjadi orang paling kaya di dunia, nanti aku jadi kaya dan banyak uang, kamu pasti akan ngemis meminta duit sama aku..." ucap Izumi sedikit mengejek Yoshino.
"Orang kaya mati, Orang miskin mati, Raja-Raja mati, Rakyat biasa mati..." balas Yoshino.
"Ya, kau kan orang biasa, jadi kau bakalan mati duluan nanti, kalau aku akan jadi legenda!!! Orang kaya dengan duit banyak dan coperation yang akan absolutelly banyak!!!"
"Cih... dia mulai mengkhayal, tapi begini saja, aku takkan mati sebelum petualangan ini berakhir, karena aku tidak ditakdirkan untuk mati, aku ditakdirkan untuk menjadi pendekar pedang terhebat di dunia..." ucap Yoshino.
"Kalau aku akan menjadi penjual Pizza terkenal seantero dunia!!" Sambung Mayonaka yang bersemangat.
"Segitu doang keinginan kalian? kalau aku ingin berjalan di Runaway sembari memakai gaun indah, dan akan menjadi model cantik tercantik sepanjang sejarah.." ucap Vika, "Dan dengan kecantikanku, aku akan menggoda orang-orang kaya dan morotin uang mereka..." sambung Vika.
Daviderstorm nampak kebingungan mengikuti arah obrolan mereka, karena dia memiliki cita-cita paling anti-mainstream dari mereka semua... "K-kalau aku..." kata-katanya sedikit terhenti, Kemudian dia mencoba menarik nafasnya perlahan untuk mengeluarkan kata-kata selanjutnya.. "Akan menjadi orang paling tampan di dunia, punya banyak istri dan cewek-cewek cans dan kemudian harta dimana-mana, kemudian ada mobil mewah, semuanya aku ingin, aku ingin menjadi seperti itu....." ucap Daviderstorm dengan super cepat.
"Dan tentunya aku akan mendapatkan hal itu tanpa berusaha.... pasti bisa..."
"????????????"
"Mimpi....." ucap mereka semua yang mengatakan impian Daviderstorm adalah mimpi, "Jika kau ingin berada di posisi itu, kau harus berada di genre fantasy yang bertemakan isekai, kalau disini bukan tema Isekai-Isekai-an, inimah tema bajak laut kayak wan pish..." sambung Yoshino.
"Sou desu ne..." sambung Izumi.
"Ketika mimpimu, tak pernah terwujud, yasudahlah..."
Daripada mencoba membuat Daviderstorm terinspirasi dan semangat untuk terbang lebih tinggi, mereka hanya membuat mental Daviderstorm down dengan nyanyian yasudahlah.
"....... huekkkkkkkkÄ·kkkkkkkkkkk!!!" setelah mendapatkan balasan itu, sebetulnya Daviderstorm bicara barusan sambil menahan muntahnya, dan akhirnya ia melepaskan semua muntahannya tepat kewajah Yoshino.
"???????????????????!!!!!"
"Ampun... huek huek huek huek huek......" masih belum habis muntahannya, wajah Izumi mendapatkan sisa-sisa dari muntahan si Daviderstorm, dan membuat wajah Izumi dan wajah Yoshino menjadi penuh muntahan yang menjijikkan dari si Daviderstorm.
"B-biadab!! Aku belum menghabiskan Pizza-nya, yang lain mubazir!!!" Teriak Izumi.
Sementara itu si Mayonaka yang memakan kue-kue, ikutan muntah-muntah karena melihat muntahan si Daviderstorm yang menjijikkan.
Entah mengapa setelah beberapa jam kemudian, nampak Kapal mereka mulai berjalan perlahan, nampaknya ada eksistensi keanehan yang menghalangi jalan mereka.
"Izumi-kun, di depan ada kapal Departemen Perlindungan Satwa!!" Teriak si Mayonaka, Mayonaka selain bisa masak ternyata dia adalah sang pengemudi kapal disini, karena Mayonaka sangat bisa di andalkan, dan bahkan dia memberitahukan sesuatu yang mencurigakan begitu cepat.
"Yo...." di depan sana, Kapten Hirn nampak melambaikan tangan kanannya kepada sang Mayonaka, "Apakah kalian Bajak Laut Kurama, apakah disitu ada Hozuki si Pemain Air???" Tanya sang Hirn, meskipun terlihat sedikit ramah, tapi suaranya terdengar seperti nada membentak.
"Tidak, kami adalah Persatuan Asosiasi Meja Bundar, Kami sedang menuju kepasar malam..." balas si Mayonaka dengan sedikit cemas.
"Whut?"
"Mereka Bajak Laut tersebut tidak beradab, setelah melakukan pembunuhan kepada satwa dilindungi, mereka juga memakan dagingnya, dan kemudian mereka lari dari hukuman meskipun sudah kuberitahu berhentilah atas nama hukum..." ucap si Hirn, "Jika aku menangkap mereka, aku akan menyuruh pengadilan menghukum mereka seumur hidup.."
"Ano.. maaf bapak, kami ini sedang buru-buru, soalnya lagi dikejar waktu, mau borong di pasar malam dengan harga diskon, kalau di cegat seperti ini, nanti kami bakalan telat, jangan menganggu jalan orang dong pak..."
"Hah??? Kalian merasa terganggu??? Hah??? Kalian ini generasi sampah, otak dangkal, dimana-mana kalian harusnya merasa itu tidak patut dibiarkan, karena ini satwa terlindungi, kalau gak dilindungi nantinya punah???!!! Aku hanya ingin bertanya dan ingin meminta bantuan untuk mencari mereka????!! Kalian ingin bakuhantam dengan kami?????!!!" Hirn naik pitam, sampai-sampai ngamuk gak jelas.
Daviderstorm mendadak muncul dan berdiri disebelah sang Mayonaka, dia kemudian mulai ingin berbicara.
"............." meskipun ingin berbicara namun dia terdiam, terdiam seperti jurus sang Hirn sebelumnya, malahan kini dia menatap Hirn dengan sedikit sayu-sayu-an, itu membuktikan kalau Daviderstorm lagi mabuk laut... "..... M-mau merasakan...."
"???"
"Muntah-Muntah?"
Daviderstorm membuka mulutnya begitu lebar dan kemudian... "Huek-huek-huek-huek..." Dia memuntahkan muntahnya yang banyak tepat kewajah sang Kapten Hirn, seolah-olah itu tanda untuk mengusir penganggu.
"???????!!!"
"A-aku lagi mabuk laut, aku ingin cepat sampai ketempat tujuan, tolong jangan menganggu, enak rasanya dimuntahin? Dan kau pikir aku senang menahan muntahku? Dan kau pikir aku senang memuntahkan wajahmu? Aku memuntahkan itu kewajahmu karena aku kesal, sampai kedaratan malah makin terganggu karena kamu, this is not your sea, this is all of the sea, my english leanguage not sinkron, tetapi, muntahku akan selalu sinkron dengan wajahmu..." ucap si Daviderstorm.
"Orang itu berani muntah ke wajah kapten Hirn, ini sudah tidak bisa dibiarkan!!!" Teriak Sinderella, dia mulai mengambil sepatu kacanya di kaki kiri dan bersiap-siap untuk lemparin ke wajah Daviderstorm.
"Betul, aku akan menusuk matanya dengan hidungku yang memanjang.." sambung Pinoccio.
"This is war? Come on I am Join to the party..." sambung Sofia.
"War is not game, my friends..." balas sang Hirn, "Kumpulan kita sebenarnya yang salah karena mendadak mencegat mereka, baiklah maafkan atas gangguan kami, kami akan membiarkan kalian lewat..."
"Sankyuu, Pak!!" seru Izumi yang datang mendadak sembari memakan Pizza, dan tangan kirinya membawa satu paket pizza, "Ini sebagai salam pertemuan Pak!!" sambungnya yang kemudian memberikan sekotak Pizza tersebut kepada Hirn.
"Eh??" Hirn nampak terkejut, tetapi dia tak menyia-nyiakan pemberian free barusan, dia mengambil sekotak Pizza tersebut, sembari memperlihatkan senyuman, "Terima Kasih, Sampai Berjumpa Lagi....." sambung Hirn.
Setelah insiden barusan, akhirnya Kapal Bajak Laut Cosplay kembali berlayar, dan disamping itu...
"Itu Izumi Hirosuke si cosplayers, mereka kira aku kudet soal berita, apalagi dizaman yang canggih ini, Internet sudah maju..." ucap Hirn, "Mereka pura-pura tidak kenal Bajak Laut Kurama, padahal di Tribyunnews, Khumpharan, hingga Big News sudah memberitakan Aliansi Hozuki dan Izumi dan Angkatan Laut harus berhati-hati dengan aliansi ini..."
"Kita akan mengikuti mereka ya? Kapten??!!"
"Tentu saja, mungkin mereka akan bertemu dengan Bajak Laut Kurama... Hozuki adalah Buronan, kita harus mencebloskan anggota BAJAK LAUT KURAMA kepenjara...." ucap Hirn dengan serius, dia tersenyum karena dia akan menangkap pelaku kriminal pembunuh satwa yang dilindungi.
B E R S A M B U N G