
Dalang dari penculikan dan pembunuhan yang terjadi di seluruh penjuru Negara Grousse pun masih belum terungkap karena Benn dan yang lainnya gagal membuat Saito untuk mengatakan semua informasi yang ia tahu.
Hari sudah memasuki waktu malam. Jalanan juga perlahan mulai sepi. Orang-orang menghentikan aktivitasnya dan memilih untuk tidur dengan tujuan mengistirahatkan otak mereka dari pekerjaan berat yang telah dilalui.
Bagi manusia biasa yang kenal akan rasa lelah mungkin akan memilih untuk istirahat. Kecuali bagi mereka berdua yang merupakan pembunuh bayaran, yaitu Hugo dan Amber.
Kini Hugo dan Amber terlihat sedang duduk diatas atap rumah besar milik Piatkowski dengan menatap ke arah bulan purnama yang terlihat begitu jelas.
"Amber-chan. Entah kenapa, aku sangat bersemangat sekali. Tidak seperti biasanya. Seolah-olah kalau aku berhasil membunuh Konstantine Firehn, aku akan mendapatkan sebuah prestasi yang luar biasa." ucap Hugo.
"Ya. Begitulah, Hugo-kun." ucap Amber.
"Selagi kita bersama. Takkan ada yang bisa mengalahkan kita berdua. Karena kekuatan kombinasi dari kita berdua itu tak terkalahkan." ucap Hugo sembari tersenyum licik.
"Kekuatan tak terkalahkan. Kombinasi terkuat kita akan terlihat dalam rapat pertemuan walikota itu. Menjadi yang terkuat adalah hal yang mutlak. Karena yang terlemah akan selalu ditindas oleh yang terkuat.." ucap Hugo sembari tersenyum licik menyeringai.
Keesokan harinya pun tiba. Tak terasa hari sudah memasuki waktu pagi begitu saja. Dan pertemuan antar Walikota yang diadakan di Man City pun akan diselenggarakan hari besok.
Bahkan sebagian informasi yang diterima, seluruh walikota akan didampingi oleh sebuah pengawal atau bodyguard untuk melindungi walikota dari masing-masing daerah bila ada hal yang tak diinginkan.
Hari ini, tepat di Man City. Sudah dua hari sejak Saito tertangkap oleh Benn, tidak ada sama sekali kasus penculikan dan pembunuhan karena kedua rekannya yaitu Hugo dan Amber sudah bersiap-siap untuk melakukan aksi pembunuhan terhadap Konstantine Firehn pada saat rapat pertemuan antar Walikota.
Sementara itu, Xia, Dapidson, Pilkington, dan Xianfeng yang berada di kastil tua yang juga merupakan markas besar dari pasukan Revolusi cabang selatan Negara Grousse Kontinent pun terlihat seperti tak mengalami sebuah masalah apapun.
Xia dan Xianfeng yang terlibat dalam rapat penting pasukan Revolusi untuk membahas kebusukan-kebusukan dari pemerintah pusat. Serta menyelidiki kasus penculikan dan pembunuhan yang bisa dianggap sebagai sebuah tragedi besar dan kelam dalam sejarah Negara Grousse Kontinent.
Disisi lain, Dapidson dan Pilkington tampak duduk didepan pintu kastil tua sembari menikmati pemandangan dataran tinggi. Mereka berdua pun berjalan kepinggir dataran tinggi dan melihat perkotaan luas dari Man City.
Memang pemandangan perkotaan itu sangat indah. Namun, Pilkington dan Dapidson mempunyai sebuah kekhawatiran sendiri.
"Dapidson. Aku tidak bisa membayangkan kalau kota yang indah ini hancur karena Peperarangan. Apa kau pernah berada dalam situasi perang, Dapidson?" tanya Pilkington.
"Tidak. Seumur hidup aku belum pernah merasakan dalam kondisi perang. Aku juga tidak bisa membayangkan kalau kota ini hancur. Penurunan ekonomi pasti akan terjadi, dan kelaparan karena konflik pun akan menjadi pemandangan biasa yang akan kita lihat." jawab Dapidson.
"Mungkin itu adalah efek dari perang saudara bila itu terjadi untuk sementara waktu. Namun efek yang paling parah adalah ketika...-" ucap Pilkington, tiba-tiba dia diam tak melanjutkan kata-katanya. Pilkington seperti teringat oleh sesuatu hal saat dulu Xianfeng berkata sesuatu ketika pikirannya dikuasai oleh Insting Negatif.
"Kenapa, Pilkington?"
"Dapidson, apa kau percaya dengan teori-teori?"
"Antara percaya dan tidak percaya. Kita harus mencari bukti-bukti yang mendekati agar teori itu benar-benar tidak bisa dianggap sebagai omong kosong."
"Ah, yasudalah kalau begitu.."
~
Sementara itu di tempat Davidestorm berada.
Terlihat Benn dan Paladino yang terlihat sedang berdiri di depan pintu gudang yang digunakan untuk mengurung Saito. Mereka berdua melihat keadaan Saito dari sela-sela pintu yang berlubang.
Sekilas, Saito yang masih terikat memasang ekspresi wajah dengan tatapan kosong. Dia juga tampak lemas karena belum makan sama sekali selama dua hari terakhir semenjak dia ditangkap oleh Benn.
"Benn, tampaknya dia masih belum menyerah. Kita tinggalkan lagi saja, kita akan mulai mencari informasi darinya besok. Susah atau tidak, kita harus berhasil untuk mendapatkan informasi darinya.." ucap Paladino.
"Ya. Kalau dia masih keras kepala. Aku akan menyiksanya dengan lebih menyakitkan. Aku ini kalau berhadapan dengan penjahat itu tak main-main. Aku bisa lebih sadis dari penjahat tersebut.." ucap Benn.
"Kita masih belum tahu siapa dalang yang menyuruh para pembunuh bayaran ini untuk melakukan aksi kejam seperti itu. Kalau memang Pemerintah ada hubungannya dengan ini, berarti.." ucap Paladino.
"Gendang peperangan sudah tidak bisa dihindari lagi. Pasukan Revolusi akan bergerak untuk menyerang Pemerintah." ucap Benn dengan tatapan tajam.
Saito adalah salah satu sumber informasi yang mereka berdua gali untuk mengatahui dalang yang sebenarnya.
Sementara itu, dipenginapan tempat Firehn, Izumi, Yoshino, dan Killa tinggal untuk sementara waktu. Kini terlihat mereka berempat membahas sesuatu hal tentang rapat pertemuan antar Walikota besok.
"Semua walikota yang hadir besok akan membawa pengawal kuat mereka. Aku yakin, sebagian dari mereka juga berencana untuk membunuhku karena telah mengambil ahli pemerintahan dari saudaraku, Babenko. Dan prinsip setiap walikota juga tidak sama. Ada yang seperti Babenko, dan ada yang menjalin prinsip keadilan sepertiku.." ucap Firehn.
"Kalau kau hendak dibunuh oleh mereka. Tenang saja, aku pasti akan menebas orang-orang itu. Kami sebagai Bajak Laut sudah cukup berpengalaman melawan Bajak Laut-Bajak Laut kuat yang lainnya, benar kan, Kapten?" tanya Yoshino sembari melirik ke arah Izumi.
"Benar, Yoshino. Untuk kedepannya pasti banyak Bajak Laut yang sedang mengincar kita karena insiden-insiden di petualang sebelumnya.." jawab Izumi.
"Itu karena kita selalu ikut campur urusan Bajak Laut lain. Hadeh.." ucap Killa sembari menepuk jidatnya.
"Baiklah. Untuk hari ini kalian beristirahatlah sampai tenaga kalian penuh kembali. Kemungkinan rapat itu tidak akan berjalan mulus, jadi aku mohon bantuan dengan kalian bertiga.." ucap Firehn. Ia berdiri lalu membungkuk.
"Tentu saja. Aku tidak bisa membiarkan orang yang telah memberiku Pizza terbunuh begitu saja. Aku berhutang budi padamu, Paman.." ucap Izumi.
Hari ini adalah malam sebelum pertemuan rapat antar Walikota dimulai. Firehn, Izumi, Yohsino, dan Killa sudah akan segera bersiap-siap untuk menyiapkan barang-barang mereka yang akan ia bawa pada rapat antar Walikota besok.
B E R S A M B U N G
Jangan lupa like koment dan share serta kritik dan saran yang membangun agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti see you next Chapter