
Sudah berselang beberapa menit mereka Mobil McQueen milik Kazu dan Mobil Hotswill milik Takumi saling bersalip-salipan saat berada di udara.
Mobil McQueen Kazu yang terbang di udara menggunakan beberapa balon gas yang cukup besar, dan Mobil Hotswill mempunyai sayap pesawat yang bisa ia gunakan terbang di udara.
Tak berselang lama, mereka berdua akhirnya sampai di pos selatan yang jaraknya cukup jauh dari lokasi perang berada. Takumi dan Kazu mengemudikan mobil balapnya dengan kecepatan penuh.
Beberapa saat kemudian, Mobil McQueen milik Kazu menyalip Takumi dengan mulusnya di udara. Melihat hal itu, Takumi pun sedikit kesal dan berkata, "Cih, takkan kubiarkan di melewatiku begitu saja..!!"
Takumi pun langsung menekan beberapa tombol yang berada di dekat roda kemudinya. Lalu, terlihat tombol dengan logo peluru diantara tombol-tombol tersebut. Tanpa basa-basi, Takumi pun langsung menekan tombol tersebut.
"Rasakan ini..!!!"
Tiba-tiba beberapa mini roket muncul dari Mobil Hotswill dan langsung melesat kencang ke arah Mobil McQueen yang jaraknya cukup dekat di depan Takumi.
"Wushhh...!!!"
Kazu pun menyadari ada beberapa mini roket yang mengarah ke mobil McQueen setelah menengok ke arah spion yang berada di sebelahnya.
"Sialan, dia mencoba berbuat curang lagi ya..!! Takkan kubiarkan itu terjadi..!!" ucap Kazu.
Kazu pun langsung memutar-mutar analog pada remote kontrol untuk menghindari mini roket yang sedang melesat ke arahnya. Mobil McQueen pun menghindari mini roket dengan cukup gesit. Akan tetapi, Takumi sudah menyeting mini roket tersebut untuk balon gas yang menjadi targetnya.
"Duaarrrrr..!!" Beberapa mini roket langsung mengenai balon gas yang membuat Mobil McQueen milik Kazu bisa terbang di udara.
Kazu pun tak menyangka, ternyata targetnya bukanlah Mobil McQueennya, tapi balon gas yang membuat mobilnya bisa terbang di udara. Kazu pun menilai dirinya sudah salah perhitungan.
"Sialan..!! Aku salah perhitungan..!! Dia benar-benar licik karena mengincar balon gas agar mobilku tidak bisa terbang lagi..!!" ucap Kazu, ia terlihat sangat kesal.
Tak berselang lama, Mobil McQueen yang ditumpangi oleh Kazu pun langsung terjatuh ke tanah. Nampaknya, Takumi merasa sangat senang dan cukup lega karena mini roketnya berhasil mengenai balon gas yang membuat Mobil McQueen milik Kazu bisa terbang di udara.
Mobil Hotswill milik Takumi pun langsung menyalip Mobil McQueen milik Kazu yang sedang terjatuh ke tanah.
Takumi pun langsung berteriak kepada Kazu dengan nada mengejek, "Sampai jumpa lagi!! Akulah yang akan mencapai garis finish terlebih dahulu..!! Selamat tinggal pecundang!!"
Disaat Mobil McQueen nya terjatuh, Kazu pun tak tinggal diam dan mengeluarkan remote lainnya dari saku bajunya. Dalam remote yang baru saja ia keluarkan, terlihat beberapa tombol dengan logo kaki robot, Kazu pun langsung menekan tombol dengan logo kaki robot tersebut.
"Kau kira aku tak punya senjata rahasia di dalam mobil Lightning McQueen ku? Aku sudah berjaga-jaga untuk hal ini..!!" ucap Kazu sambil tersenyum menyeringai.
Setelah menekan tombol dengan logo kaki robot yang berada di remote kontrolnya, tiba-tiba dari muncul sepasang kaki robot dengan tinggi satu meter dari bawah mobilnya. Dan pada akhirnya, Mobil McQueen milik Kazu mendarat dengan selamat di tanah.
Kemudian, terlihat sebuah tombol di remote kontrolnya yang mempunyai logo kilat, Kazu pun langsung menelan tombol tersebut. Tiba-tiba sepasang kaki Mobil McQueen mengeluarkan aliran listrik dan berlari dengan sangat cepat menyusul Mobil Hotswill milik Takumi yang sudah cukup jauh berada didepannya.
"Bzztsss...!!!!" Mobil McQueen milik Kazu berlari dengan kecepatan luar biasa untuk menyusul Mobil Hotswill milik Takumi.
Beberapa saat kemudian, terlihat Takumi yang mengemudikan Mobil Hotswill nya dengan santai di udara. Ia merasa kalau Kazu takkan bisa menyalipnya dan menganggap Kazu sudah tak bisa melanjutkan balapannya kembali.
"La la la la la.. Si bodoh itu pasti sekarang sedang memperbaiki mesin mobil sampahnya yang mengalami kerusakan karena terjatuh dari udara.." ucap Takumi.
Tetapi sekilas ia terkejut saat menengok ke spionnya, ia melihat Mobil McQueen milik Kazu yang berlari dengan sepasang kaki robot dengan dialiri listrik yang berlari dengan sangat cepat dibelakang tepat dibawahnya.
"Apa..!!! Bagaimana mobil balapnya bisa mengeluarkan kaki!!! Sialan, bahkan kecepatannya sangat luar biasa..!!" teriak Takumi yang melotot saat melihat kejadian tersebut.
Dengan sangat cepat, Mobil McQueen milik Kazu langsung melewati Mobil Hotswill milik Takumi yang berada di udara begitu saja.
Kazu pun langsung mendongak ke udara tepat ke arah Takumi yang berada di dalam mobil Hotswill nya. Kazu pun berteriak dengan nada mengejek, "Hei..!! Kau kira seranganmu itu bisa membuatku kalah?! Jangan bermimpi ferguso..!!'
Setelah itu, Mobil McQueen milik Kazu pun berlari dengan sangat kencang meninggalkan Takumi bersama mobil Hotswill nya begitu saja, "Bzzttssss..!!!"
"Sialan kau..!!! Mobil macam apa itu yang mempunyai sepasang kaki robot?! Kau jangan main curang sialan..!!" teriak Takumi yang merasa cukup kesal setelah melihat mobil balap milik Kazu yang bisa mengeluarkan sepasang kaki robot.
Sementara itu, disisi lain medan perang. Terlihat Jou yang sedang menghadapi salah satu dari Guardian Six yaitu Saint Anterwep An. Nampaknya Jou masih kesulitan untuk memukul Anterwep karena beberapa kali ia mencoba memukulnya tapi dengan cepat Anterwep menghilang di depannya.
"Sialan..!! Kenapa kau menghilang lagi!! Kalau berani jangan gunakan teknik menghilangmu, brengsek..!!" ucap Jou, nampaknya ia mulai kualahan karena pukulannya sama sekali tidak mengenai Anterwep.
Tiba-tiba Anterwep sudah berada dibelakang Jou begitu saja. Anterwep pun menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata sambil tersenyum menyeringai, "Sudah kubilang kan, aku tidak punya teknik menghilang, dasar keras kepala..!!"
Jou pun langsung membalikkan badannya dan mencoba untuk memukul wajah Anterwep yang berada dibelakangnya.
"Kena kau..!!!"
Tiba-tiba Anterwep kembali menghilang dari hadapan Jou. Jou pun merasa kesal dengan teknik aneh milik Anterwep yang membuat dirinya kerepotan.
"Woi..!! Kau niat bertarung gak sih?! Jangan jadi pengecut sialan..!!" ucap Jou dengan nada kesal. Saking kesalnya, urat-uratnya mulai terlihat di dahinya.
BERSAMBUNG