
Bagaikan seorang rival, kini Izumi dan Hozuki saling bersaing satu sama lain demi kemenangan terbanyak melawan anggota divisi Elite yang saat ini mengepung mereka berdua. Selang beberapa detik, Izumi dan Hozuki pun berpencar..
"Ice Age.." Dengan cepat, Izumi mencoba untuk membekukan jalanan dengan kekuatan es nya. Namun, dengan reflek, para anggota divisi Elite tersebut pun langsung melompat dan mundur beberapa langkah, "Kalian sigap juga ya xixixi.." Izumi tersenyum bersemangat.
Setelah itu, sebuah robot yang menyerupai seekor burung merpati pun langsung meluncur ke arah Izumi sembari melesatkan beberapa tembakan laser ke arahnya, "Ciuw.. ciuw.. ciuw.." Siapa lagi yang mengendalikan robot itu kalau bukan Ruben The Maniac Robots.
Izumi pun langsung meluncur ke jalanan yang sudah ia bekukan bagaikan seseorang yang sedang bermain ski pada musim salju. Ia sangat menikmati hal itu sampai-sampai berteriak kegirangan, "Yuhuu..!! Tak kusangka bermain ski di arena buatan seperti ini begitu mengasyikkan..!!"
"..... Cih, padahal dia lagi disituasi terdesak, kenapa masih sempat-sempatnya bermain ski di jalanan es yang ia ciptakan.." Ruben sedikit kesal dengan apa yang dilakukan oleh Izumi. Lalu, Ruben pun langsung menekan beberapa tombol pada remot kontrolnya.
Tak berselang lama, robot burung merpati miliknya itu pun melesatkan beberapa jarum bening seolah-olah tak terlihat menuju ke arah Izumi.
Izumi yang masih bermain ski pun berhasil menghindari jarum tersebut dengan bergerak meliuk-liuk bagaikan seorang pemain atlet ski yang sangat pro. Lalu, Izumi pun langsung bergerak ke arah Ruben lalu melompat, "Hiyaa..!!"
"A-apa?!!"
"Ice-Ice No Elephant Hits!!!"
"Bruakkkk..!!!"
Sekali lagi, dengan teknik andalannya, Izumi berhasil mengalahkan satu musuhnya dengan mudah, yaitu Ruben. Ia berhasil memukul dan menghantamkan Ruben hingga menabrak jalanan sampai mengalami keretakan yang cukup parah.
"Uaghh!!" Dengan begini, Ruben The Maniac Robots pun berhasil dikalahkan dengan cukup mudah oleh Izumi.
Disisi lain, terlihat Sandwich Sarah dan juga Lifebuoy datang dari dua arah berlawanan untuk menyerang Izumi. Sarah yang melesatkan beberapa Sandwich yang mengandung racun, dan juga Lifebuoy yang melesatkan beberapa balok sabun.
Seketika Izumi berpijak ke jalanan kembali lalu berlari zig-zag untuk menghindari semua serangan dari Sarah dan juga Lifebuoy, ia mencoba untuk mengoceknya, "Serangan payah, bahkan aku bisa menghindarinya sambil memakan pizza huehehe.."
"Jangan senang dulu!! Rasakan ini, The Black Sandwich..!!" Sarah yang kesal karena Izumi berhasil menghindarinya cukup mudah pun langsung melesatkan kembali beberapa Sandwich berwarna hitam yang diduga tercampur dengan zat-zat berbahaya.
Izumi melompat-lompat untuk menghindari semua serangan yang dilesatkan oleh Sarah. Sesekali ia juga melompat dan berpijak ke dinding gerbang perbatasan. Namun, sebuah Black Sandwich kembali melesat ke arah Izumi.
Izumi langsung berguling-guling di jalanan untuk menghindari Black Sandwich itu, dan otomatis Black Sandwich tersebut mengenai dinding perbatasan.
Namun, ada hal yang membuat Izumi sedikit terkejut. Hal tersebut ialah, dinding gerbang perbatasan yang terkena Black Sandwich itu langsung hangus dan meleleh.
"Waduh menyeramkan sekali." Izumi berpura-pura memasang raut wajah yang untuk mengejek Sarah.
Lalu, Lifebuoy datang secara tak terduga dan kembali melesatkan beberapa balok sabun ke arah Izumi. Namun seperti biasa, Izumi kembali menghindarinya dengan cukup mudah, "Hadeh, serangan gak berfaedah macam tu tetap saja dipakai, dasar beban.."
Selang beberapa detik, Izumi pun melapisi kaki kanannya dengan es. Dan, ia pun langsung melesat ke arah Lifebuoy dan mencoba untuk menendangnya, "Rasakan ini, Ice No Headshoot..!!"
"Uaghh!!" Tendangan es Izumi berhasil menghantam perut Lifebuoy dan membuatnya terpental hingga menabrak dinding gerbang perbatasan, "Brakk..!!" Dengan ini, Lifebuoy berhasil dikalahkan oleh Izumi.
"..... Si-sialan, tak kusangka dia sekuat ini. Aku harus mencari cara untuk mengalahkan si bocah bandel ini." ucap Sarah. Ia terdesak dan mencoba berfikir untuk mencari cara mengalahkan Izumi. Akan tetapi..
"Jduakk.." Dengan cepat, Izumi bergerak dan sudah berada dibelakang Sarah begitu saja. Lalu, ia pun memukul tengkuk Sarah dan langsung membuatnya pingsan dan tergelak di jalanan.
"Ezz sekali.." ucap Izumi.
Sementara itu, disisi lain, terlihat Hozuki juga tak mau kalah dengan Izumi. Ia juga sedang menghadapi beberapa anggota dari divisi Elite.
"Rasakan ini, kisama..!!" Toxicu berlari dan mencoba untuk menampol Hozuki dengan buku catatan pajak miliknya.
Hozuki memiringkan badannya untuk menghindari serangan Toxicu. Lalu, ia pun menjegal kaki Toxicu hingga terjatuh dan kepalanya terbentur kejalanan, "Duakk!!" Seketika, Toxicu pun pingsan. Satu musuh berhasil dikalahkan oleh Hozuki.
"..... Hadeh, baru dijegal saja sudah pingsan, memang benar-benar seorang kroco. Nampaknya cukup seru kalau aku sedikit bermain-main dengan mereka.." ucap Hozuki.
"Jangan sombs kau ya." ucap Antimagic Yuuki, ia berdiri tepat dibelakang Hozuki. Entah kenapa Yuuki mulai kesal ketika Toxicu berhasil dikalahkan oleh Hozuki dengan cukup mudah, "Sok-sokan bilang kroco, tapi kau juga seorang kroco. Kalian semua, cepat lawan dia dan kalahkan..!!" Antimagic Yuuki pun mulai menunjukkan keahliannya, yaitu si tukang suruh-suruh.
"Tapi aku malas, Boss. Bagaimana ini?" tanya Arcepilago.
"Bodoh!! Kau jangan malas mangkanya!!" bentak Yuuki.
"Rasakan ini, Mizu No Pistol!!" Hozuki pun langsung menembakkan pistol air ke arah Arcepilago, "Dorr!! Dorr!! Dorr!!"
"Ah tidak~" Dengan sengaja, Arcepilago membuat dirinya agar terkena pistol air milik Hozuki. Ia pun langsung tergeletak di jalanan, enggan bangkit kembali, dan memilih untuk memejamkan kedua matanya dan tidur, karena Arcepilago begitu sangat malas, "Ah, aku mending tidur.." Dengan ini, Hozuki berhasil mengalahkan satu musuhnya kembali.
"Si jingan ini, malah disengajain terkena serangannya. Bodoh sekali, gak punya otak sama sekali. Malas saja pekerjaannya tuh, sampai makan gaji buta." Yuuki mulai kesal dengan apa yang dilakukan oleh Arcepilago.
"..... Bagaimana, kroco? Apa kalian tidak ingin menyerah saja? Tenangs, aku bakals mengampuni kalian koks.." ucap Hozuki.
"Woi, jangan kira semua anak buahku itu bodoh seperti mereka berdua yang telah kau kalahkan ya..!! Aku masih punya anak buah yang lain, mereka pasti bisa mengalahkanmu!!" ucap Yuuki dengan tegas.
"Siap bang jago.."
B E R S A M B U N G