Cosplay

Cosplay
Chapter 397 - Bajak Laut Cosplay Menunjukkan Taringnya.



"Izumi.. Kenapa kau sangat kuat sekali? Mengalahkan Ragiru salah satu komplotan dari sampah-sampah pemerintah hanya dalam satu kali serang? Siapa dirimu sebenarnya.." Xia yang telah diselamatkan oleh Izumi pun bertanya-tanya kenapa si Izumi ini berhasil mengalahkan Ragiru dalam satu kali serang.


"Kita bereskan mereka terlebih dahulu, Xia. Setelah itu, kita akan bertukar informasi. Aku masih penasaran dengan apa yang terjadi pada Negara ini. Bagaimana?" tanya Izumi sembari tersenyum bersemangat.


"Baiklah kalau begitu. Saat ini sepertinya mereka sedang mengincarku dan berniat membunuhku karena telah membongkar kedok mereka. Tapi, aku takkan kalah begitu saja. Aku juga akan berjuang demi menjunjung keadilan!!" ucap dengan lantang.


Setelah itu terlihat Juliasu dan Stepyan yang bergerak ke arah Izumi dan Xia, mereka berdua mencoba untuk menyerang. Juliasu dengan kekuatan penciptaan batu bara langsung melesatkan beberapa serangan ke arah Izumi dan Xia.


"Batssss!!!" Yoshino berdiri didepan Xia dan Izumi lalu menebas beberapa batu bara tersebut menggunakan pedang Black Lotus nya, "Sepertinya kita butuh olahraga, Izumi. Apa aku boleh melawan mereka?"


"Ya. Habisi mereka, Yoshino!"


"Laksanakan, Kapten!!"


Yoshino melesat ke arah Juliasu dan Stepyan. Kemudian melakukan posisi kuda-kuda teknik satu pedangnya. Sekilas, kedua mata Yoshino mengeluarkan sinar cahaya berwarna merah yang cukup menyilaukan.


"Ichitoriyuu No Black Lotus!!!"


Yoshino melewati Juliasu dan Stepyan sembari menebasnya menggunakan teknik pedang Black Lotus nya, "Batssss!!!"


"Uaghhhh!!!!"


Juliasu dan Stepyan yang terkena serangan itu pun merintih kesakitan, lalu beberapa detik kemudian, mereka berdua pun terjatuh dan terkapar di lantai.


"Sesuai perintahmu, Kapten. Aku sudah mengalahkannya dengan mudah. Bahkan mereka berdua tak layak disebut sebagai pemanasan.." ucap Yoshino. Ia pun memasukkan pedang Black Lotus nya kedalam sarung pedang kembali.


Sementara itu, Killa dan Vika terlihat berhadapan dengan Emperu. Killa dan Vika memperlihatkan skill bertarungnya yang cukup baik. Bahkan pengalaman bertarung dari mereka berdua kini semakin hebat.


Dengan kekuatan Ilusi Killa, serta serangan langsung dari Vika, akhirnya Emperu pun berhasil dikalahkan hingga tak bisa berkutik sama sekali. Emperu juga pingsan di lantai.


"Disini juga sudah selesai." ucap Killa.


"Dia sangat mudah untuk dihadapi." ucap Vika.


Namun disaat yang bersamaan, beberapa kursi yang berada didalam ruangan tersebut pun meledak tanpa ada sebab yang pasti, "Duarr!! Duarr!!! Duarrr!!!" Beberapa orang yang berada didekat ledakan itu pun langsung terpental begitu saja.


Mereka tak mengetahui kenapa kursi itu bisa meledak begitu saja. Orang-orang yang berada didalam ruangan tersebut berpikir kalau terdapat sebuah bom didalam ruangan ini. Oleh karena itu, ini bisa menjadi sebuah alasan kenapa pintu gedung menuju keluar ditutup dan terkunci rapat.


"Gawat!! Jangan-jangan mereka memasang bom pada gedung ini, dan berniat meledakkan kita?! Kita harus segera keluar dari sini...!!" Xia tiba-tiba menjadi panik setelah melihat ada beberapa ledakan yang terjadi.


"Tenanglah, Xia Wakarimashita. Tidak ada bom disini." Terlihat Fischl yang berjalan santai mendekat ke arah Izumi dan Xia, "Sebenarnya ledakan itu terjadi karena kekuatan balonku."


"Kekuatan balon?" tanya Xia.


"Ya. Itu benar." Fischl pun menciptakan sebuah balon berbentuk kursi yang sama persis dengan kursi yang berada didalam ruangan persidangan. Dia meletakkan kursi balon ciptaannya itu disebelah nya lalu berjalan menjauh. Tak berselang lama kemudian balon berbentuk kursi itu pun langsung meledak, "Duarrr!!"


"!!!!!" Xia terkejut akan hal itu. Tapi ini memang faktanya, ia merasa bahwa Fischl tidak berbohong sama sekali, "Jadi, selama ini barang-barang yang berada didalam ruangan ini adalah balon ciptaanmu semua? Dan tujuanmu sebenarnya mengurung kami disini untuk bertarung adalah meledakkan balonmu itu, kan?"


"Terserah apa katamu. Rasakan ini, Ice-Ice No Elephant Hits!!!" Tanpa basa-basi Izumi pun langsung melompat ke arah Fischl dan mencoba untuk menyerangnya menggunakan pukulan es raksasanya.


Akan tetapi, dengan sangat cepat, Fischl menciptakan balon raksasa tepat didepan Izumi, lalu Fischl pun mundur beberapa langkah sebelum balon yang ia ciptakan terpukul oleh Izumi.


Izumi memukul balon itu. Dan...


"Duarrr!!!!" Balon itu meledak. Izumi terpental kebelakang namun dia masih baik-baik saja tanpa mengalami luka sama sekali.


"Hebat juga kau tidak terluka dari ledakan balon yang kubuat. Namamu Izumi Hirosuke, kan? Sepertinya aku mengenal nama itu di suatu tempat. Tapi dimana ya?" ucap Fischl sembari tersenyum licik.


"Aku adalah Kapten dari kelompok Bajak Laut Cosplay. Aku akan menjadi orang terkaya dilautan!! Jadi mari kita bertarung dan selesaikan ini secepat mungkin!!!" ucap Izumi dengan bersemangat.


"Ada urusan apa kau terlibat dalam konflik di negara ini, Izumi? Bahkan, kau sama sekali bukan kenalan dari Xia Wakarimashita. Kalian baru saja saling kenal kan? Tapi kenapa kalian tampak begitu dekat-" ucap Fischl.


"Dorrr!! Dorrr!! Dorrr!!" Xia menembakkan tiga kali tembakan pistol ke arah Fischl. Namun Fischl berhasil menghindarinya dengan mudah.


Beberapa saat kemudian, tiba-tiba tubuh dari Ragiru, Juliasu, Stepyan, dan Emperu terikat oleh tali balon raksasa. Lalu balon raksasa itu pun langsung terbang tinggi ke atap bangunan.


Fischl menatap ke langit-langit ruangan. Dan tiba-tiba langit-langit ruangan itu terbuka otomatis begitu saja. Ragiru, Juliasu, Stepyan, dan Emperu terbang keluar dari bangunan pengadilan tinggi begitu saja.


Selang beberapa detik, tepat lantai yang diinjak Fischl pun mengembung dan terciptalah sebuah balon. Balon itu pun akhirnya terbang tinggi dengan Fischl yang duduk berada diatasnya.


"Sialan, apa kau mau kabur dari sini, dasar pengecut?!!" tanya Xia dengan nada sinis.


"Lebih baik menjadi pengecut daripada mati konyol disini, Xia." ucap Fischl sembari tersenyum licik.


"Mati konyol? Apa maksudmu?" tanya lagi Xia.


"Seharusnya aku mengatakan ini padamu dari awal, Xia. Sejak awal, aku berniat membunuhmu dan teman-teman bodohmu itu. Jadi, aku menyiapkan sebuah rencana besar. Bangunan pengadilan ini sebenarnya tercipta dari kekuatan balon milikku, dan bisa kuledakkan kapanpun aku mau, paham kan.." ucap Fischl.


"Apa?! Ja-jadi kau berniat membunuh semua orang yang berada didalam bangunan ini tanpa mengenal lawan maupun kawan? Kau memang benar-benar biadab!!!" teriak Xia.


Ketika Fischl sudah terbang tinggi keluar dari gedung pengadilan tinggi, ia pun, "Enyahlah kalian semua!!! Matilah!!"


"Duarrrrrrrr!!!!!!"


Ledakan hebat dari gedung bangunan itu terjadi dengan sangat luar biasa.


Sementara itu, terlihat satu kilometer dari jarak gedung pengadilan yang meledak itu terlihat sosok dari kekasih Xia yaitu Xianfeng Yuan. Dia syok ketika melihat gedung pengadilan tinggi itu meledak. Dia langsung terjatuh dalam posisi bertekuk lutut. Bagaimana dia tidak syok? Wajar saja kekasihnya berada didalam gedung yang meledak itu.


"XIA!!!!!!" teriak Xianfeng.


B E R S A M B U N G