Cosplay

Cosplay
Chapter 458 - Impian.



Perjalanan selama tujuh jam harus mereka lalui agar bisa sampai ke Man City. Dalam beberapa hari kedepan, Firehn akan menghadiri rapat pertemuan dengan beberapa Walikota untuk membahas hal-hal yang terjadi di Negara Grousse Kontinent, seperti topik yang sedang hangat, yaitu penculikan dan pembunuhan secara misterius.


Disisi lain, di Man City, di sebuah halaman rumah besar yang diduga milik orang kaya. Terlihat Hugo yang duduk diatas beberapa tumpukan mayat. Sementara itu, beberapa meter dihadapannya terlihat pria paruh baya yang terjatuh dalam posisi terduduk. Pria paruh baya itu sangat ketakutan.


"Hoi, tak ada seorang pun yang akan datang meski kau berteriak. Para bodyguard mu juga sudah kubunuh tanpa tersisa, kini hanya tinggal dirimu saja.." ucap Hugo, "Kalau ingin tahu kenapa alasan tidak akan ada orang yang menolongmu, itu karena kedua rekanku sudah berjaga disana, dan akan membunuh siapapun yang mencoba menolongmu." lanjutnya.


"Si-sialan!! Apa maumu?! Ku-kumohon jangan bunuh aku!! Aku akan memberikan uang sebanyak yang kau mau!!" Pria paruh baya itu tampak sangat ketakutan.


"Astaga. Bahkan, aku sudah menerima uang dengan jumlah yang fantastis dibanding uang yang kau tawarkan." ucap Hugo.


Pria paruh baya itu langsung mengambil sebuah pisau yang tergeletak di dekatnya, lalu ia berlari ke arah Hugo dan mencoba untuk menusuknya, "Kalau begitu, aku tidak tahan lagi!! Aku akan membunuhmu Sekarang!!"


Dengan sangat cepat, Hugo bergerak dan langsung menendang wajah pria paruh baya itu dengan sangat kuat hingga terpental beberapa meter kebelakang, "Duakkk!!!"


"Uaghhh!!!"


Hugo melompat ke arah pria paruh baya itu. Kemudian, ia pun langsung melesatkan dan menancapkan pisau ke tanah tepat disebelah leher Pria paruh baya tersebut.


"Sudah tak ada jalan untuk selamat lagi, bagimu." ucap Hugo.


Pria paruh baya tersebut sangat ketakutan, kemudian ia pun langsung pingsan. Hugo yang melihat hal itu pun langsung tersenyum, "Nice, aku tak perlu membiusnya atau semacamnya agar dia diam tak memberontak. Karena aku diberi tugas untuk menculiknya secara hidup-hidup.."


Setelah itu, Amber dan Saito pun datang menghampiri Hugo.


"Hugo-san, hari ini kita sudah menculik dua belas orang persis yang tertulis dalam buku bingo. Tak biasanya kita mendapatkan mangsa sebanyak ini.." ucap Saito.


"Hugo-kun, apa burung elang itu tidak sedang mengikuti kita?" tanya Amber.


"Tidak, Amber-chan. Sepertinya burung elang itu sudah menyerah untuk mengejar kita. Aku tak tahu siapa mereka sebenarnya, yang pasti ada satu pihak yang mencoba untuk menangkap kita.." ucap Hugo.


"Sepertinya hari ini sudah cukup sampai disini saja, Hugo-san. Kita sudah mendapatkan banyak orang hari ini. Ditambah lagi, kita harus pergi ke Working City besok, karena ada suatu masalah disana.." ucap Saito.


"Masalah tentang Konstantine bersaudara yang berhasil dikalahkan, ya?" tanya Amber.


"Benar. Kekalahan dari Konstantine bersaudara sedikit membuatku syok. Kenapa orang kuat seperti mereka bertiga berhasil dikalahkan." ucap Saito.


"Oey, Saito. Siapa yang akan menjadi target kita besok..?" tanya Hugo.


Saito pun mengeluarkan buku Bingo nya dari dalam saku celanan, lalu ia membukanya. Dan sekilas, terlihat foto Xia, Xianfeng, Pilkington, dan Dapidson.


"Ini dia.." Saito menunjukkan foto-foto tersebut kepada Hugo.


"Terutama Xia Wakarimashita. Bila kita berhasil menculiknya, maka dia akan memberikan kita bonus lebih dari uang bayaran yang kita terima." ucap Saito.


"Yosh. Kita bawa orang ini dulu ke tempat itu. Lalu, pergi beristirahat dan bersiap-siap untuk besok. Kita tak boleh menyia-nyiakan uang." ucap Hugo.


Sementara itu, Stuart dan Company yang tak sengaja lewat di depan rumah orang kaya itu, mereka berdua melihat Hugo, Amber, dan Saito yang telah membunuh beberapa orang. Stuart dan Company tak sengaja lewat bertepatan dengan Amber dan Saito yang masuk kedalam rumah itu untuk menghampiri Hugo.


Stuart dan Company melihat kejadian itu dari sela-sela pagar. Mereka berdua sangat terkejut melihat hal itu. Ini adalah informasi yang sangat penting, oleh karena itu Stuart dan Company pun langsung meninggalkan tempat tersebut untuk mengantisipasi agar tidak ketahuan oleh Hugo dan yang lainnya.


"Ayo, Company. Kita harus segera menjauh dari sini. Kita tak boleh terlibat dalam pertarungan atau yang membuat kita terluka atau terbunuh, karena ini adalah informasi yang sangat penting, dan wajib kita sampaikan kepada Leonardo-san.." ucap Stuart.


"Bahkan aku tak menyangka. Aku baru saja melihat sebuah pembunuhan didepan mataku sendiri, ya walaupun hanya mengintip dari sela-sela pagar." ucap Company.


Mereka berdua langsung bergegas pergi menjauh untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.


~


Sementara itu, disisi lain, yaitu ditempat Izumi dan kawan-kawan yang saat ini sedang melakukan perjalanan menuju Man City. Tak terasa dua jam sudah berlalu begitu saja, serta dua desa sudah mereka lewati.


Sekilas, Xia pun mulai terpikirkan oleh sesuatu hal yang harus ia tanyakan kepada Firehn.


"Firehn-san, sebenarnya aku ingin menanyakan hal ini padamu sejak kemarin, tapi aku selalu lupa." ucap Xia.


"Ingin menanyakan tentang apa? Aku akan berusaha menjawab sebisaku." ucap Firehn.


"Apa kau tahu tentang Pasukan Revolusi?" tanya Xia.


"Kenapa kau tiba-tiba menanyakan tentang Pasukan Revolusi?"


"Karena, waktu itu kami secara tak sengaja pergi ke pemukiman bernama Feuer City. Disana dihuni oleh banyak orang yang mengatasnamakan Pasukan Revolusi. Namun, Feuer City sudah hancur karena diserang oleh Fischl dan pasukan-pasukannya kala itu. Jadi apa kau tahu tentang Pasukan Revolusi?"


"Pasukan Revolusi, ya? Baru kali ini aku mendengarkan tentang Pasukan Revolusi darimu. Tapi menurutku, sepertinya mereka adalah sekumpulan orang-orang baik yang berniat untuk menegakkan keadilan di Negeri ini." jelas Firehn.


"Apa menurutmu masih ada pasukan-pasukan Revolusi diluar sana? Kalau pasukan Revolusi hanya berada di Feuer City, itu berarti sudah tak ada harapan lagi. Ditambah, ketika saat itu aku bertanya tentang siapa yang telah mendirikan Pasukan Revolusi, ternyata jawaban mereka adalah tidak tahu sama sekali.." ucap Xia.


"Pasukan Revolusi kesannya sangat misterius sekali. Mungkin mereka akan melakukan pergerakan ketika pada saat waktunya tiba. Kita hanya tinggal mengikuti alur saja, tidak perlu banyak yang harus dipikirkan." ucap Firehn.


"Ah, aku sangat ingin sekali bertemu dengan Pasukan Revolusi. Aku ingin bergabung dan menegakkan keadilan bersama mereka. Aku pasti akan sangat berjuang demi keadilan di Negeri ini. Aku ingin menghancurkan ketidakadilan yang menyelimuti Negeri ini. Karena, itulah impianku.." ucap Xia dengan nada bersemangat.


B E R S A M B U N G