
Masih di atas puncak kastil tua. Firehn dan Nicole juga masih tampak sedang berdiri untuk melihat pemandangan luas. Karena mereka berdua cukup lama berdiri, akhirnya Firehn dan Nicole pun memutuskan untuk duduk.
Kala itu Firehn pun tak sengaja mengingat tentang Pasukan Revolusi dari daerah lain belum juga datang di kastil. Karena Firehn ingin membahas tentang pergerakan Pasukan Revolusi dalam penyerangan Pemerintah.
Informasi tentang dalang dibalik pembunuhan dan Penculikan sudah diketahui oleh Firehn. Namun Firehn belum memberitahu kepada mereka semua tentang alasan Filimonov melakukan hal itu juga untuk menumbalkan manusia-manusia kepada iblis demi mendapatkan kekuatan besar.
"Ini sudah satu Minggu lebih. Tapi mereka juga tak kunjung datang kesini. Apa mereka semua mengalami hambatan untuk datang ke kastil tua ini, ya?" gumam Firehn.
"Kemungkinan. Lagipula mereka berasal dari Utara, Timur, dan Barat, mungkin ada beberapa hambatan saat sedang menuju kesini." ucap Nicole.
"Ya, aku yakin mereka akan segera datang. Jadi kita tunggu saja. Disini, aku sedikit mengkhawatirkan tentang tempat ini. Meskipun kastil tua ini tidak diketahui oleh pihak Pemerintah, namun suatu saat tempat ini pasti akan segera diketahui juga. Setiap yang tersembunyi pasti akan segera terbongkar juga." ucap Firehn.
"Benar juga, ya. Kemungkinan yang terburuk ialah Pemerintah pasti sedang menyelidiki hal ini. Kalau Pemerintah menyerang kastil ini duluan sebelum kita menyerang, ini mungkin akan menjadi sebuah akhir. Kita tidak boleh membiarkan hal itu.." ucap Nicole.
Firehn pun berdiri dari duduknya. Dia berbalik lalu berjalan ke arah anak tangga, "Aku harus mengantisipasi kemungkinan hal yang terburuk. Aku akan mencoba menghubungi para Kapten lainnya untuk mencari lokasi baru. Sudah cukup lama kita berada disini, dan aku juga tiba-tiba ragu kalau tempat ini telah diketahui Pemerintah.."
"Kalau begitu aku juga akan memberitahu hal ini kepada semua orang yang berada di kastil. Kita akan segera pindah dari tempat ini untuk mengantisipasi hal yang terburuk." ucap Nicole. Dia juga berdiri dari duduknya. Dia berjalan beberapa meter dibelakang Firehn.
Disisi lain, terlihat Aisah dan Vika yang masih tampak sedang bersama sembari bermain dengan beraneka macam bunga. Setelah itu, seorang perempuan dengan pakaian Maid pun datang menghampiri mereka berdua.
"Aisah-chan. Ayo kita masuk. Sekarang waktunya bagimu untuk makan siang." Perempuan berpakaian Maid ini bernama Felice Valentine. Dia adalah pelayan setia yang bekerja di kastil tua ini. Meski dia pelayan, namun kekuatan bertarungnya juga tidak bisa diragukan lagi.
"Felice-Oneesan!!! Yaps!! Aisah sudah lapar!! Ayo makan!!" ucap Aisah sembari tersenyum bersemangat.
"Maaf ya, Vika-chan. Aku harus mengantarkan Aisah untuk makan siang." ucap Felice tersenyum.
"Ya, tidak apa-apa." Vika tersenyum balik.
Felice dan Aisah pun berjalan bergandengan tangan masuk kedalam Kastil. Karena ini adalah waktu jam makan siang, Aisah harus segera makan.
Setelah itu, Vika pun langsung berjalan ke arah Dapidson dan Pilkington yang masih duduk bersama sembari menikmati pemandangan halaman kastil.
"Dapidson, Pilkington. Apa kalian tidak sadar, kalau pasukan Revolusi dari tempat lain belum juga datang. Kalau mereka tidak segera datang dan berkumpul. Penyerangan akan semakin lama." ucap Vika.
Dapidson dan Pilkington pun berdiri dari duduk nya.
"Ah, iya juga ya. Kalau mereka tidak segera datang dan berkumpul disini. Penyerangan akan terus tertunda." ucap Pilkington.
"Apa mungkin mereka sedang tersesat, ya? Apa mereka tidak tahu jalan ke arah kastil ini?" Dapidson bertanya-tanya.
"Mana mungkinlah mereka tersesat begitu saja. Lagipula mereka juga sudah hidup lama di Negeri ini, tak mungkin mereka tersesat." ucap Pilkington.
"Tapi, saat dulu kita datang kesini. Kita juga tak tahu dengan lokasi ini, bahkan Nekoniku Kenokinu bersaudara lah yang telah mengantarkan kita sampai disini." ucap Dapidson.
Sementara itu, tepat dibawah dataran tinggi. Terlihat seorang pria berjubah yang berdiri dibalik sebuah pohon besar.
"Hoi, tak kusangka kastil tua di ujung barat Man City benar-benar ada. Kukira hanya sebatas rumor belaka."
Pria berjubah itu bernama Fedor Novikovas. Navikovas adalah salah satu petinggi dari Pemerintah pusat, sekaligus orang kepercayaan dari Filimonov. Tanpa basa-basi, Navikovas pun mengeluarkan alat komunikasi nya dan langsung menghubungi Filimonov.
"Tuan Filimonov, tak kusangka kastil tua ini ternyata benar-benar ada di ujung Barat Man City."
[ Sesuai prediksiku. Apa benar kastil Tua ini menjadi tempat bagi pasukan Revolusi? ]
"Entahlah, kalau itu aku belum tahu. Tapi, tunggu sebentar. Aku akan segera mengeceknya." ucap Navikovas.
Dengan alat komunikasi nya yang masih terhubung. Navikovas pun berjalan menaiki anak tangga secara berhati-hati. Dia menoleh kesana-kemari untuk melihat dirinya tidak diketahui oleh seseorang.
Dan beberapa saat kemudian, Navikovas pun sudah naik di anak tangga yang terakhir. Kala itu Navikovas melihat Vika, Pilkington, dan Dapidson yang sedang berbicara satu sama lain. Navikovas melihat mereka bertiga di depan kastil tua.
"Kurasa benar. Kastil ini menjadi tempat bagi Pasukan Revolusi. Aku juga melihat ada dua orang disana, yaitu Pilkington dan Dapidson. Sepertinya mereka berdua juga mempunyai hubungan dengan Pasukan Revolusi."
[ Bagus, Navikovas. Sekarang kembali lah. Kalau kau terlalu lama disana, kau akan segera ketahuan. Kemungkinan terburuk kau juga akan ditangkap oleh mereka. ]
"Ya, aku juga tak ingin ditangkap oleh mereka." ucap Navikovas. Lalu, ia pun berjalan menuruni anak tangga kembali, "Jadi, apakah kita akan segera menyerang terlebih dahulu?"
[ Akulah yang akan menyerangnya langsung. Aku juga yang akan menghancurkan kastil itu dengan tanganku sendiri. ]
"Baiklah, anda sangat menyeramkan sekali. Diam tak menampakkan diri ke publik, sekali bergerak langsung menghancurkan kastil tua, bukan maen.." ucap Navikovas.
[ Kalau begitu, aku akan mempersiapkan diri untuk pergi kesana. Dan, untuk dirimu sendiri, cepatlah kembali sebelum terbunuh. Kau adalah kekuatan tempur yang sangat penting bagi pemerintah. Jangan sampai terbunuh sia-sia. ]
"Baik, Tuan Filimonov."
Sementara itu, jauh di udara. Terlihat Benn yang berada dalam mode burung Elang Martial pun sedang mengawasi Navikovas.
"Huh? Siapa dia? Kenapa gerak-gerik nya sangat mencurigakan? Apa orang itu adalah mata-mata dari pihak Pemerintah?" gumam Benn.
Setelah itu, Benn pun langsung terbang kembali menuju ke arah kastil. Orang yang mencurigan terlihat sedang mengamati area kastil. Jadi, Benn akan segera memberitahukan hal ini kepada yang lainnya.
B E R S A M B U N G
Jangan lupa like koment dan share serta kritik dan saran yang membangun agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti, see next Chapter!!!