Cosplay

Cosplay
Chapter 416 - Waktunya Menyerang Balik.




Ini adalah tampilan Yoshino Aizawa (Sebelah Kiri) bersama Xia Wakarimashita (Kanan)


Info Karakter.


Nama: Yoshino Aizawa


Umur: 22 Tahun


Tempat Lahir: Unknowns City


Debut: Cosplay Chapter 4


Hal Yang Disukai: Menantang Pendekar Pedang


Yang Tidak Ia Sukai: Ocehan Perempuan.


Nama: Xia Wakarimashita


Umur: 25 Tahun


Tempat Lahir: Working Cities


Debut: Cosplay Chapter 375


Hal Yang Disukai: Demo


Yang Tidak Ia Sukai: Pejabat Pemerintah


~


Lima bayang-bayang yang tengah berdiri diatas gerbang keadilan adalah mereka, anggota dari kelompok Bajak Laut Cosplay yaitu Izumi, Yoshino, Killa, Vika, dan Davidestorm. Sementara mini rudal yang melesat itu berasal dari bazooka yang kini telah dipegang oleh Davidestorm.


"Berani-beraninya kalian menyentuh Xia!! Dia adalah kru baruku!! Dia adalah anggota dari Kelompok Bajak Laut Cosplay!!!" teriak Izumi. Suara teriakannya itu menggelegar hingga penjuru pulau.


Xia yang mendengar hal itu sekaligus melihat kedatangan Izumi dan kawan-kawan pun sedikit merasa lega. Meski terlambat, mereka sedikit tepat waktu, karena bila mereka tidak datang, mungkin Xianfeng telah mati dibunuh oleh Babenko.


Bahkan Konstantine bersaudara dan para pejabat yang mendengar teriakan Izumi itu tampak sangat terkejut ketika Xia adalah Kelompok dari sebuah Bajak Laut.


"Apa?! Xia Wakarimashita adalah seorang Bajak Laut?! Sejak kapan?! Kukira dia hanyalah seorang aktivis biasa." ucap Diamitris.


Sekilas, terlihat Babenko yang bangkit dan berdiri kembali. Ia memasang raut wajah kesal saat menatap Izumi dan yang lainnya.


"Sialan kalian, dasar Bajak Laut!!! Kenapa kalian bisa menemukan tempat ini?!" tanya Babenko.


Konstantine bersaudara dan para pejabat belum menyadari sesuatu hal. Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka menyadari hal itu. Mereka melihat Ragiru yang babak belur sedang berada dalam genggaman Yoshino. Mereka lagi-lagi dibuat terkejut.


"Si-sialan kau.. Bajak Laut breng.. sek.. tak kusangka yang waktu itu adalah dirimu.." ucap Ragiru dengan nada lemas. Tak berselang lama ia pun langsung pingsan.


"Oey, kalian semua!! Apa kalian mengenal orang ini? Dialah yang telah memberitahu lokasi ini padaku!!" teriak Yoshino sembari tersenyum licik menyeringai. Yoshino pun meletakkan Ragiru di pijakan. Kemudian ia pun langsung menarik pedang Black Lotus nya, "Sudah lama aku tidak bermain pedang."


"Cih. Mereka kan orang-orang yang dibela Xia waktu dipersidangan. Tak kusangka mereka akan membantu Xia sampai sejauh ini." ucap Fischl. Ia pun langsung berjalan ke sisi panggung, "Ballon of bird.." Fischl pun menciptakan beberapa burung kecil dari kekuatan balon nya.


Burung-burung itu langsung melesat cepat ke arah Izumi dan kawan-kawan. Disaat yang bersamaan, Yoshino pun langsung melesatkan satu tebasan ke arah beberapa burung yang melesat ke arah mereka itu, "Batss!!!"


"Bummm!!!" Burung-burung itu meledak di udara lalu mengeluarkan sebuah gas beracun, "Wuoshhh!!!"


Babenko sangat kesal. Karena sebelumnya mini rudal itu dapat menyerangnya. Akan tetapi, Babenko takkan mengulangi kesalahan yang sama, "Zone Lego.." Babenko menciptakan energi kecil di salah satu tangannya yang merupakan zona lego. Kemudian Babenko pun melesatkan Zone Lego itu ke arah mini rudal yang melesat ke arahnya.


Alhasil mini rudal itu berubah menjadi mainan Lego dalam sekejap.


"Kalau kau kira bisa menyerangku untuk yang kedua kalinya, itu semua salah. Karena aku takkan membiarkan diriku sendiri mengulangi kesalahan yang sama, apa kau paham..?" tanya Babenko kepada Davidestorm.


"Ya. Aku paham!! Aku hanya sedang melakukan sebuah pemanasan saja!!" ucap Davidestorm dengan sangat bersemangat.


"Oey, Kapten! Apakah kita bisa langsung turun untuk mengalahkan mereka? Aku sudah tak sabar nih. Apalagi melawan Konstantine bersaudara yang dianggap sangat kuat.." ucap Yoshino tersenyum menyeringai.


"Ya. Lakukan apa yang ingin kau lakukan, Yoshino. Mari kita bertempur. Kalahkan musuh dan selamatkan Xia, Xianfeng, Pilkington, dan Dapidson!! Mereka adalah teman kita!!" perintah Izumi sembari tersenyum bersemangat.


"Siap, laksanakan Kapten.."


Kemudian Davidestorm pun menciptakan beberapa drone yang akan digunakan mereka sebagai pijakan menuju ke arah pulau. Mereka berlima pun menaiki drone tersebut, terbang ke arah pulau lalu mendarat.


Melihat Izumi dan yang lainnya sudah mendarat ke pulau, Diamitris, Ziad, Mykyta, Cayetano, Emperu, Ribas, Stepyan, dan Juliasu pun langsung berjalan menghadang mereka.


"Kalau kalian ingin melawan Boss kami. Kalahkan kami terlebih dahulu." ucap Diamitris.


"Baiklah, kalau itu mau kalian. Aku akan meladeni kalian dengan cepat." ucap Yoshino.


Tanpa basa-basi, Yoshino pun berlari cepat ke arah barisan Diamitris dan kawan-kawan nya. Tatapan Yoshino begitu buas, bagaikan seekor predator yang haus akan memangsa buruannya.


Diamitris tampak maju beberapa langkah kedepan. Ia mencoba menggunakan kekuatannya yaitu 'Steal Weapon' Dimana ia bisa mencuri senjata musuh dengan mudah. Akan tetapi, ketika Diamitris menggunakan kekuatannya itu, ia merasakan sedikit keanehan. Dimana kekuatannya tidak mempunyai efek sama sekali sementara Yoshino semakin dekat ke arah nya.


"Eh? Kenapa tidak terjadi apa-apa?!" Diamitris tampak kebingungan. Ketika ia melihat ke arah Yoshino, tiba-tiba ia merasakan aura yang mengerikan dari Yoshino. Dia pun tak bisa bergerak sama sekali.


"Batsss!!!" Yoshino melesatkan tebasan menyilang ke dada Diamitris.


"Uaghh!!!" Diamitris merintih kesakitan. Lagi-lagi dia one hit oleh Yoshino. Kemudian, Diamitris pun ambruk dan pingsan.


Ziad yang melihat kekasihnya telah dikalahkan oleh Yoshino pun langsung memasang raut wajah marah. Ia meluncur menggunakan sepatu es nya ke arah Yoshino. Bergerak mengitari Yoshino guna untuk mengelabuhinya.


"Oey, apa kalian tidak tahu tentangku sama sekali? Aku ini sudah sering berhadapan dengan orang-orang yang lebih kuat dari kalian loh. Apa kalian pernah melihat pertarungan antar Bajak Laut?" tanya Yoshino.


"Pertarungan omong kosong! Kami lah yang terkuat!!" ucap Ziad.


"Ichitoriyuu.. Fire No Firefox!!" Yoshino melesatkan tebasan rubah api ke arah Ziad yang saat ini masih bergerak mengitari Yoshino.


"Uaghh!!! Panas!!!" Ziad terkena serangan tebasan itu. Zia merintih kesakitan serta kepanasan dari api yang membakar tubuhnya.


Emperu dan yang lainnya terkejut ketika Yoshino berhasil mengalahkan Diamitris dan Ziad dengan sangat mudah.


"Sialan. Seperti waktu di pengadilan waktu itu. Mereka itu sangat kuat." ucap Emperu.


Tak berselang lama, api yang membakar tubuh Ziad pun padam. Ziad tak mengalami luka bakar meski telah terbakar selama beberapa detik. Ziad pun terkapar di tanah dan pingsan.


"Kalau kalian mau, aku bisa meratakan kalian semua sendirian loh. Bahkan aku belum menggunakan kedua pedangku yang lainnya.." ucap Yoshino.


"Pendekar tiga pedang?!!" Juliasu terkejut.


B E R S A M B U N G