Cosplay

Cosplay
Chapter 315 - Serangan Kejutan.



Disisi para kroco yang saat ini tepat berada didepan ruangan yang telah dimasuki Davidestorm, namun pintu yang baru saja dibuka Davidestorm kini tertutup begitu rapat.


Puluhan kroco sudah mengepung didepan pintu tersebut sembari menggedor-gedor dan sempat mengatakan sesuatu kepada Davidestorm dengan nada mengancam.


"Davidestorm!! Menyerah atau kami akan membunuhmu dan menyiksamu disini sekarang juga!! Kau paham situasinya kan?! Saat ini kau sudah tersudutkan dan tak bisa kemana-mana lagi!!" teriak salah satu kroco.


"Kalau kau ingin menangkapku, cobalah untuk membuka pintu ini woy!!" teriak Davidestorm dari dalam ruangan.


"Cih.." Para kroco sangat kesal dan merasa mereka semua telah diremehkan oleh Davidestorm. Mereka semua mengerahkan senjatanya masing-masing ke arah pintu. Sementara kroco yang lain bersiap untuk mendobraknya.


"Setelah pintu ini terbuka, siapkan senjata kalian untuk menyergapnya. Bunuh dan penggal kepalanya, nanti mayatnya kita pamerkan didepan semua orang. Agar mereka mengerti inilah akibatnya bila menantang Serikat Lunarian.."


"Ya.. itu yang kuharapkan. Kemudian kita bisa dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi huahahaha!!"


"Woy!! Sampai kapan kalian akan ngebacot diluar sana?! Tinggal masuk aja susahnya minta ampun hadeh!!" teriak lagi Davidestorm dari dalam ruangan.


Para kroco itu pun mengerutkan dahinya setelah ke trigerred oleh ucapan Davidestorm yang seolah-olah memancing amarah mereka semua.


"Anjhing kau!! Didiemin malah ngelunjak!! Nanti ketangkap nangis!!"


Tanpa basa-basi para kroco itu langsung mendobrak-dobrak pintu, "Brakk!! Brakk!! Brakk!!" Cukup sulit untuk membukanya meskipun mereka telah mendobraknya. Akan tetapi, setelah mereka mengambil ancang-ancang yang cukup panjang dan mendobrak sekali lagi, "Brakkkk!!!" Akhirnya pintu tersebut akhirnya terbuka lebar.


.....


"!!!!!" Para kroco tersebut karena melihat Davidestorm, Gyoshimaru, dan Lucia sudah memegang sebuah bom berbentuk lilin berwarna merah. Mereka bertiga pun langsung melesatkan bom itu kepada para kroco dan, "Buammmmm!!!"


Ledakan tersebut tak bisa dihindarkan lagi. Terlihat Davidestorm, Gyoshimaru, dan Lucia yang tiarap ketika bom tersebut meledak. Bahkan efek dari ledakan itu membuat beberapa puing hampir mengenai Lucia. Namun Lucia berhasil menghindarinya dengan mudah.


Setelah situasi cukup kondusif, Davidestorm, Gyoshimaru, dan Lucia berdiri dari posisi tiarapnya lalu keluar pintu. Dan mereka bertiga pun melihat puluhan kroco yang mengepungnya telah terkapar dengan bersimbah darah dan banyak luka disekujur tubuhnya.


"..... Davidestorm, sementara kita berteman dulu. Setelah masalah di Lunarian ini selesai, kita kembali menjadi musuh." ucap Lucia.


"Tentu. Siapa juga yang mengharapkan beraliansi dengan bajak laut seperti kalian. Bajak laut yang pernah kami kalahkan.." ucap Davidestorm dengan nada menyindir.


"Cih, asal kau tahu saja. Sejak kekalahan itu, kami terus berlatih agar semakin kuat. Kalau bajak laut kita bertarung kembali, tentu bajak laut Shobasoap lah yang akan menang.." ucap Gyoshimaru.


"Terserah seperti apa yang kau katakan. Karena sejarah sudah menentukannya." ucap Davidestorm.


Mereka bertiga pun menaiki tangga yang cukup panjang dan berliku-liku. Setelah itu mereka pun mencapai lorong dan dihadapkan dengan puluhan kroco yang sudah mengepungnya lagi.


"Haddeh. Lagi-lagi ada orang yang mengepung kita lagi. Mereka benar-benar tak ada habisnya. Kalau begitu apa boleh buat.."


"Ini adalah alat modern yang digunakan oleh Dorazeimon diabad 21. Aku bisa menciptakan alat ini walau tidak sempurna setelah menonton serial filmnya yang sudah mencapai seribu episode lebih!!! Ini adalah senter pengecil tubuh!!" teriak Davidestorm.


"A-apa?!! Alat pengecil tubuh!??? Senjata macam apa itu?!!"


"Rasakan ini!!!"


Davidestorm menyalakan senter itu dan mengarahkan ke arah puluhan kroco yang mengepungnya. Tak berselang lama tubuh dari kroco-kroco tersebut mengecil sekecil semut, "Uwaaaa!!!"


Setelah itu, Davidestorm, Gyoshimaru, dan Lucia menatap tajam puluhan kroco yang tubuhnya sudah diubah menjadi sekecil semut. Mereka bertiga terlihat memasang wajah mengerikan.


"Mereka terlihat imut ketika menjadi sekecil ini. Bagaimana kalau kita jadikan sup rebus kroco. Kita tambahkan Mashakho agar menambah cita rasa.." ucap Davidestorm.


"Kenapa kita tidak buat mereka sate kroco saja? Kita tambahi bumbu kacang kecap. Lalu kita jual dengan harga mahal!!" ucap Lucia.


"Kalian berdua keliru. Lebih baik kita jadikan mereka ini sebagai boneka-boneka peraga. Kan lumayan dibuat pertunjukan wayang hehe.." ucap Gyoshimaru.


"Masa bodoh!! Menyingkirlah dari jalanku!!" Tanpa basa-basi Davidestorm pun langsung menendang semua kroco hingga terpental dimana-man. Setelah itu Davidestorm, Lucia, dan Gyoshimaru berlari menyusuri lorong dan akhirnya mereka bertiga berhasil keluar dari gedung tua tersebut.


Sebelum itu, Davidestorm mengenakan sebuah jubah dan memberikan jubah lainnya kepada Lucia dan Gyoshimaru yang bertujuan sebagai penyamaran. Penyamaran yang sederhana ini mungkin hanya berlaku mengelabuhi para kroco, tidak bagi para pemimpinnya.


~


Sementara itu, ditempat Izumi dan Hozuki berada. Tampak mereka berdua yang baru saja keluar dari Rose Town pun harus dihadapkan dengan hutan belantara yang cukup luas. Izumi dan Hozuki terpaksa harus melewati hutan tersebut agar bisa mencapai Foxwoods Town, setelah itu mereka harus melewati Mighty Town lalu sampai ke tujuan mereka saat ini, yaitu ke New Vegas Town.


Namun dari kejauhan Haaland yang tampak mengikuti Izumi dan Hozuki secara perlahan. Ia masih penasaran kemanakah mereka berdua akan pergi. Bahkan sampai sekarang Izumi dan Hozuki masih belum menyadari kalau Haaland telah mengikutinya sejauh ini.


"Tampaknya mereka akan pergi ke tempat yang cukup jauh? Tapi kemana ya? Ikuti saja sampai mana mereka akan pergi." ucap Haaland dengan nada pelan, saat ini ia bersembunyi dibalik pohon dengan mengintai Izumi dan Hozuki yang berdiri dua puluh meter dihadapannya.


~


Disisi lain.


Terlihat Kenzou dalam mode burung Phoenix nya masih terbang dihutan belantara. Dan kini ia akan benar-benar memasuki hutan kegelapan, hutan yang membuat Kenkomura dan Ushiwakamaru cukup kerepotan.


Dari udara, Kenzou melihat perbedaan dua hutan yang sangat berbeda. Hutan yang ia singgahi saat ini terlihat sangat cerah, sementara hutan yang berada dihadapannya terlihat sangat gelap.


"Hutan kegelapan. Bahkan cahaya matahari saja enggan memasuki hutan tersebut." ucap Kenzou


B E R S A M B U N G