
Hristov yang muak dengan trauma ketakutan Alonso pun langsung menendang wajahnya hingga terpental dan membuat hidung Alonso mengalami mimisan. Pasalnya, dahulu, Alonso pernah berjanji kepada Hristov untuk menghilangkan trauma ketakutannya kepada kekuatan gempa miliknya sendiri. Oleh karena itu, Hristov pun mengangkat Alonso sebagai pasukan Elite terbaiknya yang bernama Eight Commander.
Setelah itu, Alonso pun bertekuk lutut di hadapan Hristov sambil melotot sembari salah satu tangannya yang meremas dadanya. Tampaknya, ia begitu kesal dengan dirinya sendiri yang takut pada kekuatan gempa miliknya sendiri.
"Sialan, aku tidak boleh mengecewakan tuan Hristov. Aku sudah berjanji akan melatih menghilangkan rasa takut pada kekuatanku sendiri." gumam Alonso.
Kemudian, Hristov yang menatap sinis Alonso pun langsung berkata sambil memegang kepala Alonso, "Sebaiknya kau renungkan kembali, kalau kau ingin menjadi pasukanku lagi, hilangkan rasa takutmu itu. Paham?"
Ketika Hristov berkata seperti itu, dengan spontan Alonso pun langsung mendongak dan menatap wajah Hristov. Lalu, ia pun mengangguk pelan.
Setelah itu, Hristov pun langsung melepaskan pegangannya terhadap kepala Alonso. Lalu, ia pun membalikkan badannya ke arah Rocky dan pasukan Angkatan Laut berada.
Hristov melihat pasukan Angkatan Laut yang cukup kerepotan karena menghindari retakan tanah yang menciptakan lubang cukup dalam. Sementara itu, terlihat Rocky dengan raut wajah paniknya sambil melihat pasukan Angkatan Laut yang mati karena terpelosok ke dalam lubang yang cukup dalam.
"Gempa yang mengguncang ini begitu gila, banyak dari pasukanku yang mati begitu saja. Sialan." ucap Rocky, setelah itu ia pun melirik ke arah Alonso yang ketakutan, "Huh? Kenapa dia ketakutan?" Setelah itu, sorot mata Rocky pun kembali tertuju kepada Hristov.
"Bagaimana? Kekuatan yang begitu mengerikan kan? Tapi sayang sekali, si pengguna kekuatan ini begitu penakut dan pengecut." ucap Hristov.
"Huh? Aku tidak peduli masalahmu dengan anak buahmu. Aku bukanlah seorang psikolog yang seharusnya membantu permasalahan seseorang. Mengerti, bajak laut sialan?" tanya Rocky sambil menatap tajam Hristov. Raut wajahnya yang awalnya cukup panik, kini Rocky pun memasang raut wajah yang cukup tenang.
Tak berselang lama, pasukan Angkatan Laut yang masih bertahan hidup dari serangan gempa tersebut pun kembali berdiri ke posisi barisan tepat dibelakang Rocky dan bersiap menunggu aba-abanya.
Melihat pasukan Angkatan Laut yang masih belum patah semangat, Hristov pun tersenyum menyeringai dan berkata, "Kalian masih belum menyerah juga ya? Baiklah, aku akan sedikit memberi kalian pelajaran yang berharga."
"Huh? Jangan berkata seolah-olah dirimu bisa mengalahkan kami pasukan Angkatan Laut dengan mudah. Ingatlah, kau hanya seorang Bajak Laut rendahan, Hristov..!!" tegas Rocky.
"Semangat boleh, tapi.. terlalu percaya diri dan meremehkan musuhmu itu terlalu fatal bagimu." ucap Hristov.
Tak berselang lama, Hristov pun langsung menarik pedang miliknya dari sarung pedangnya. Setelah itu, ia pun langsung menodongkan pedangnya ke arah Rocky dan pasukan Angkatan Laut.
Melihat Hristov yang sudah menarik pedangnya dan menodongkannya ke arahnya, Rocky pun kembali mengangkat salah satu tangannya dan bersiap memberi aba-aba kepada pasukan Angkatan Laut yang berdiri dibelakangnya.
"Semuanya, siapkan hati kalian. Walaupun dia orang yang kuat, tapi tetap saja, dia adalah Bajak Laut rendahan, Angkatan Laut pasti yang akan memenangkan pertarungan ini." ucap Rocky.
"Ya..!!!" teriak pasukan Angkatan Laut yang berdiri dibelakang Rocky secara serentak.
*****
Disaat yang sama, terlihat Izumi yang secara tak sengaja melihat Rocky dan pasukan Angkatan Laut akan bertarung melawan Hristov. Tekad Izumi yang ingin sekali melawan Hristov kembali berapi-api. Setelah itu, Izumi pun mencoba untuk berlari ke tempat Hristov berada.
Akan tetapi, Marc pun tak membiarkan Izumi begitu saja. Dengan sigap, Marc pun kembali mengendalikan monster bangunan raksasa miliknya untuk menyerang Izumi dengan cara memukulnya, "Swosssshh..!!"
"Sialan..!! Ternyata kau masih bersikeras tidak membiarkanku lewat begitu saja ya." ucap Izumi dengan nada sinis. Ia pun menatap tajam Marc yang berdiri di atas monster bangunan raksasa.
"Sudah kubilang, bocah ingusan sepertimu belum pantas untuk melawan tuan Hristov. Kalau kau ingin sekali pergi kesana. Cobalah untuk mengalahkanku terlebih dahulu." ucap Marc sambil tersenyum menyeringai.
"Apa katamu..!!" geram Izumi.
Setelah itu, dengan cepat, Schamaucher pun langsung berlari ke hadapan Izumi dan mencoba untuk menebasnya, "Jangan lupakan aku juga..!! Kau takkan kubiarkan pergi ke tempat tuan Hristov berada!! Rasakan ini..!!"
"Tyengg...!!"
Dengan cepat, Yoshino pun langsung bergerak di depan Izumi dan menangkis tebasan dari Schamaucher.
"Hoi-hoi, kau pikir kau itu pantas melawan kaptenku? Bahkan, kau sudah beberapa kali kalah melawan Kobayashi." ucap Yoshino sambil tersenyum menyeringai, ia mencoba untuk memprovokasi Schamaucher.
Setelah itu, Yoshino pun mencoba untuk menyerang Schamaucher dengan melesatkan sebuah tebasan ke arah Schamaucher, "Batss..!!"
"Tyengg..!!"
Schamaucher dengan mudahnya menangkis tebasan yang dilesatkan Yoshino, "Huh? Dulu ya dulu, sekarang ya sekarang. Saat ini, aku sudah menjadi cukup kuat untuk mengalahkan kalian berdua..!!"
Tak berselang lama, terlihat Izumi dari udara yang mencoba untuk menyerang Schamaucher dengan pukulan es nya, "Rasakan ini..!!"
Schamaucher terkejut, dia hanya melotot melihat pukulan es Izumi yang melesat ke arahnya. Dirinya tak sempat untuk menghindari pukulan es tersebut. Akan tetapi, Jeff dengan kecepatan larinya setara dengan kecepatan kereta api listrik, karena saking cepatnya, Jeff pun bisa berlari di udara dan langsung menendang Izumi.
"Kick Of The Train..!!"
"Buaghh..!!"
Izumi pun langsung terpental dan menabrak ke tanah. Melihat hal tersebut, Yoshino pun langsung berteriak, "Izumi..!!"
Kembali lagi disisi Hristov.
Hristov yang menodongkan pedangnya ke arah Rocky dan pasukan Angkatan Laut pun tersenyum menyeringai dan berkata, "Enyahlah kalian semua..!!"
Tak berselang lama, Rocky yang masih mengangkat salah satu tangannya pun langsung berteriak memberi aba-aba.
"Semuanya..!! Serang Hristov..!!"
BERSAMBUNG