Cosplay

Cosplay
Chapter 513 - Putus Asa.



Chapter 513 - Putus Asa.


Peperangan antara Pasukan Revolusi dan Pasukan Pemerintah pun kini terjadi di halaman Istana Negara. Kedua belah pihak terus menyerang dan bertahan. Terlihat Izumi yang melesatkan kekuatan es nya, Yoshino dan Raiden yang melesatkan tebasan pedangnya. Serta Nekoniku dan Kenokinu yang melesatkan tembakan pistol. Benn yang masih terbang dengan mode elang nya pun masih mencoba untuk mencari keberadaan dari Filimonov.


Tak berselang lama kemudian, terlihat Firehn, Dontschew, Vukadinovic, Zhakarchenko, dan Ilie berlari memasuki wilayah Istana Negara sembari menebas pasukan Pemerintah yang mencoba menghalangi jalan mereka.


"..... Maafkan aku semua karena aku telah melakukan ini. Setelah perang ini berakhir, kami berjanji akan membuat negara tanpa ada kegelapan jadi semuanya ayo maju!!!" ucap Firehn.


Disisi lain, terlihat Filimonov yang menaiki tangga menuju atap Istana. Setelah sampai diatas Istana, Filimonov melihat pemandangan perang yang tampak begitu jelas. Dia melebarkan kedua tangannya. Tersenyum licik dengan tatapan sinis nya.


"Ini hebat. Dari sini pemandangan berdarah tampak begitu jelas. Mereka saling membunuh satu sama lain. Ini sangatlah luar biasa!!!" ucap Filimonov.


Disisi lain, Benn pun langsung saja mengetahui keberadaan dari Filimonov yang kini berada diatas atap Istana, "Disana!!" Benn terbang dengan cukup cepat ke arah Filimonov, "Filimonov!!! Kalau aku membunuhmu sekarang, maka perang ini sudah selesai!!!"


"Pasukan Revolusi, ya? Kalian ini benar-benar seperti tikus berkeliaran yang pantas kami basmi!!!" ucap Filimonov.


Tanpa basa-basi, Filimonov langsung melompat ke udara dan melesatkan pukulan kuat ke arah Benn yang hendak menyerangnya, "Jduakkk!!!"


Setelah terkena pukulan kuat itu. Benn pun terpental dan berubah kembali kedalam bentuk manusia normalnya. Kemudian langsung saja terjatuh ke bawah, ketempat Medan perang itu berada.


"Sangat naif sekali. Bahkan aku tidak perlu menggunakan kekuatan iblisku untuk mengalahkan kroco sepertimu." ucap Filimonov.


Disaat yang bersamaan, Izumi, Yoshino, Raiden, Nekoniku, Kenokinu melihat Benn yang terjatuh dari udara. Tanpa basa-basi, Nekoniku dan Kenokinu pun berubah menjadi serigala putih, kemudian mereka pun menangkap Benn dengan selamat. Mereka berdua kembali menjadi manusia normal kembali.


"Woy, Benn-san!!"


"Sadarlah, Benn-san!!"


"Akh.. Filimonov berada diatap Istana. Dia berhasil menyerangku hanya dengan satu kali pukulan.." ucap Benn. Dia pun mencoba untuk bangkit dan berdiri kembali.


Tak berselang lama, Firehn dan keempat petinggi pasukan Revolusi pun datang menemui Benn.


"Benn, apa kau tahu lokasi Filimonov berada?" tanya Firehn.


"Diatas." Benn menunjuk ke atap Istana Negara, "Disana. Dia sangat kuat. Bahkan berhasil membuatku seperti ini hanya dengan satu kali pukulan.."


"Baiklah kalau begitu, Benn. Kami akan langsung kesana dan juga mengalahkannya.." ucap Firehn.


Tiba-tiba saja, Filimonov yang kini berada diatap Istana langsung berteriak dengan sangat kencang.


"Kalian semua para orang-orang bodoh!!! Terutama pasukan Revolusi!! Kalian sedang mengincar diriku sekarang kan?!!"


Dalam sekejap semua orang yang bertarung langsung berhenti ketika mendengar suara Filimonov. Semua orang mengamati Filimonov.


"Kalau kalian langsung menghampiri dan bertarung denganku mungkin itu kurang seru. Karena.. kekalahan kalian akan terlalu cepat!!"


Seketika raut wajah dari Pasukan Revolusi pun langsung berubah menjadi sangat kesal dan murka.


"Bagaimana kalau kita bermain sebuah game?!"


"Game?!"


"Ya. Game kematian ini akan kuberi nama Death Zone!!!"


"Kalau kalian masih kebingungan. Akan lebih kuperjelas.." ucap Filimonov.


Kemudian, Filimonov pun memakai 5 persen kekuatan iblisnya. Dia menempelkan telapak tangannya ke lantai atap Istana. Dan beberapa detik kemudian terjadilah sebuah getaran hebat. Getaran hebat ini dirasakan semua orang yang berada di Ibukota. Bahkan Leonardo K. Davies, Stuart, dan Limit Company yang kini berada di perbatasan pun merasakannya. Getaran hebat ini layaknya seperti sebuah gempa.


Selama beberapa detik getaran itu terjadi, tiba-tiba saja tanah yang berada dibawah Istana Negara pun mengalami sebuah pergerakan. Tanah itu bergerak naik menjulang keatas dengan sangat tinggi bahkan membuat pasukan Revolusi dan Pasukan Pemerintah sendiri terkejut. Termasuk Izumi dan Yoshino.


Bagaimana mereka tidak terkejut, hanya dalam sekejap sebuah dataran tinggi tercipta begitu saja, dengan Istana Negara yang kini berada di atas puncak tertinggi dari dataran tinggi ini.


"Oey, kenapa dalam sekejap bisa tercipta dataran tinggi?!"


"Sial!! Apa yang sebenarnya terjadi?!!"


"Apa Filimonov berniat mempermainkan kita semua?!!"


Kemudian, Filimonov mengarahkan jari telunjuk dari tangan kanannya ke atas. Lalu sebuah cahaya berwarna merah muncul dari jari telunjuk tersebut dan bergerak ke udara. Kemudian cahaya merah tersebut meledak di udara dan menyebar ke seluruh area udara Ibukota Blues.


Lalu, Cahaya tersebut berubah menjadi sebuah Barrier penghalang yang mengurung seluruh area wilayah Ibukota Blues.


Bahkan, Leonardo, Stuart, dan Limit Company pun kebingungan dengan hal itu. Mereka kini berada di perbatasan Ibukota tetapi berada di wilayah Ibukota. Kemudian, Leonardo pun mencoba melempar sebuah batu ke arah penghalang tersebut, tiba-tiba saja batu tersebut terbakar. Melihat hal itu, Leonardo pun langsung memasang wajah panik.


"Sial, kita terjebak disini." ucap Leonardo.


"Apa yang sebenarnya terjadi, Captain?!" tanya Stuart dan Limit Company secara bersamaan.


"Sepertinya ini ulah dari Filimonov." ucap Leonardo dengan wajah kesal. Dia pun langsung melihat ke arah Monitor remot yang terhubung langsung dengan Drone yang mengintai jalannya peperangan.


Beberapa saat kemudian, terlihat Ibukota Blues yang dikelilingi oleh Penghalang berwarna merah darah. Penghalang ini mengurung seluruh wilayah Ibukota Blues dari udara sampai bawah tanah. Siapapun yang mencoba untuk melewati penghalang atau Zone ini maka mereka bisa mati terbakar hingga hangus.


"Yeah. Yang kalian lihat ini adalah Zone. Zone ini telah mengurung kalian semua di Ibukota Blues. Dan seiring berjalannya waktu Zone ini akan terus mengecil hingga melenyapkan kalian.."


Raut wajah dari Pasukan Revolusi dan Pasukan Pemerintah pun berubah menjadi sedikit ketakutan.


"Apa maksudmu, Tuan Filimonov?!! Kenapa Tuan juga malah mengorbankan kami?!!"


"Sialan, Filimonov itu benar-benar licik!! Jadi saat ini kita terkurung layaknya seekor burung yang berada dalam sebuah kurungan!!"


"Ada satu cara bila kalian ingin selamat.." Filimonov tersenyum, "Satu cara itu adalah dengan mengalahkan diriku. Kalau kalian tidak bisa mengalahkanku sampai Zone itu semakin mengecil, maka tamatlah Riwayat kalian semua!! Huahaha!!!"


"Sial.."


"Untuk bertarung dengan Filimonov saja kita harus menaiki dataran tinggi ini. Bahkan sangat tinggi sekali."


"Kalau begini, kita semua akan mati sia-sia.."


"Bahkan, sebelum perang mencapai akhir, aku sudah putus asa, sial!!!"


Puluhan Pasukan Revolusi dan Pasukan Pemerintah terlihat sangat putus asa dengan game yang diberikan oleh Filimonov.


B E R S A M B U N G