Cosplay

Cosplay
Chapter 133 - Giretto Pemimpin Pasukan Rendahan Volume 2!



Setelah Davidestrom berhasil menyerang Schuikhov Scherbyakov dengan palu raksasanya. Schuikhov pun terkapar dan pingsan setelah terkena palu raksasa milik Davidestrom.


Davidestrom langsung berjalan ke arah Schuikhov untuk melihat kondisinya setelah ia terkena palu raksasa milik Davidestrom.


"A-akhirnya aku berhasil membuatnya pingsan, dia sangat berbahaya kalau lagi tidur. Nyawa seseorang menjadi taruhannya, bahkan musuh tak berkutik saat melawannya.." ucap Davidestrom sambil menatap Schuikhov yang terkapar pingsan.


Kemudian Davidestrom duduk di sebelah Schuikhov sambil duduk bersandar di tembok penjara. Davidestrom sudah kehabisan tenaga karena efek dari kejar-kejaran dengan Schuikhov.


Keringat Davidestrom sudah membasahi tubuhnya, ia ngos-ngosan. Tenaganya sudah terkuras habis."Osh.. osh.. osh.. Si.. a.. lan.. aku.. capek.. sekali.."


"Hoahmmm!!!" Tiba-tiba Schuikhov terbangun dari pingsannya setelah terkena serangan palu raksasa milik Davidestrom.


Davidestrom pun terkejut karena Schuikhov Scherbyakov sudah bangun."Apa!!! Jangan sampai aku kejar-kejaran lagi!!"


"Huh? Kau bicara apa kawan? Kejar-kejaran? Apa maksudmu? Siapa yang mengejarmu..?" tanya Schuikhov sambil mengucek-ngucek kedua matanya.


Davidestrom merasa lega karena Schuikhov sudah kembali sadar dan bisa mengontrol dirinya sendiri."S-syukurlah, kau sudah sadar paman..! Tidurmu itu membahayakan nyawa seseorang, sialan!!"


"Huh? Iyakah? Aku hanya tidur siang sebentar. Tapi aku sempat bermimpi sedang mengejar seseorang, tapi siapa ya.." ucap Schuikhov, dia mencoba untuk mengingat-ingat tentang mimpinya.


"Kau tidak bermimpi, sialan!! Kau mengejarku dan hampir membunuhku!! Memang benar, kau telah menyelamatkanku, tapi kau juga mau membunuhku..!!!" bentak Davidestrom yang merasa kesal dengan Schuikhov Scherbyakov.


"Membunuhmu? Ah, mana mungkin. Kau pasti bercanda kan haha.." ucap Schuikhov yang menanggapi kata-kata Davidestrom sebagai candaan belaka.


Davidestrom memegang pundak Schuikhov, kemudian Davidestrom menyuruh Schuikhov untuk menatap wajahnya yang berkeringat, jelek dan bau."Woi paman sialan, coba liat wajahku, apa menurutmu aku ini sedang bercanda sehingga kau tertawa??"


"E-eh?" Schuikhov kebingungan dengan kata-kata Davidestrom. Kemudian Schuikhov melihat ada upil di dekat hidung Davidestrom,"Kawan, ada upil di dekat hidungmu.."


"Bodoh amat, paman sialan!! Kau kira aku peduli ada upil di dekat hidung?!!" bentak Davidestrom.


Kita pindah ke sisi lain, tepatnya di blok tengah tempat ruangan pengintai berada..


Terlihat Peppusodento terkejut saat melihat South Prison dari cctv yang berada di layar komputer nya.


"A-apa?!! Komandan Vietto dan Tuan Kyu telah dikalahkan oleh para tahanan itu?!! Bagaimana bisa?!! Kalau para atasan sudah berhasil dikalahkan, maka sudah tak ada harapan lagi berada di penjara ini!!" ucap Peppusodento, ia sangat terkejut setelah melihat kelahan Vietto dan Kyu Sakakibara karena dikalahkan oleh Izumi dan Rocky Whitecoffe.


Kemudian Peppusodento mengganti cctv yang berada di North Prison, ia juga terkejut saat melihat Risotto dan Remutto berhasil dikalahkan oleh Schuikhov Scherbyakov.


"A-apa?!! Bagaimana bisa mereka berdua dikalahkan oleh para tahanan juga!! Kalau begini tak ada harapan untuk bertahan di penjara ini!!" ucap Peppusodento yang semakin putus asa karena dikalahkannya atasan mereka.


Peppusodento pun langsung bersembunyi dibawah meja sambil memeluk lututnya, ia sangat ketakutan bila ada para tahanan yang akan menyerangnya.


"G-gawat!! S-sebentar lagi seluruh penjara pasti akan dikuasai oleh para tahanan!! Mungkin mereka akan menghajar ku setelah itu.." ucap Peppusodento, tubuhnya gemetaran karena saking ketakutannya.


Andorumedatto memegang dagu Futaba dan Mirabelle dan mengancam akan menyiksa mereka berdua lebih kejam setelah Risotto dan Remutto datang.


"Sebentar lagi, setelah mereka berdua kembali, aku akan akan menyiksa kalian berdua dengan kejam sampai kalian berdua menjerit-jerit untuk meminta ampun padaku.." ucap Andorumedatto dengan nada mengancam.


"K-kau pasti akan kalah, Hristov dan anak buahnya termasuk dirimu pasti akan kami tangkap!!!" bentak Futaba dimana leher dan tubuhnya masih terikat rantai milik Andorumedatto.


"Ouh, begitu ya.." ucap Andorumedatto dengan wajah datar. Kemudian Andorumedatto langsung menampar Futaba hingga sedikit terpental."Plakkk!!"


"Ughhh!!" Futaba terpental hingga wajahnya mencium tanah.


Andorumedatto berjalan menghampiri Futaba lalu menjambak rambutnya dan sedikit mengangkatnya."Wanita ******, bicaramu naif sekali, seolah-olah kau akan bebas nantinya.."


"Hei kau!! Kalau berani jangan sakiti Futaba!! Sini lawan aku, wanita murahan!!" bentak Mirabelle yang mencoba untuk menyulut emosi Andorumedatto.


"Wanita murahan?" Dengan wajah menyeramkan, Andorumedatto langsung berjalan menghampiri Mirabelle.


"Gyahahaha!!! Andorumedatto, jangan terpancing emosi oleh mereka berdua sampah rendahan. Mereka hanya ingin memancing emosinya saja, mereka berdua juga sudah tidak berkutik lagi.." ucap Tofutto sambil tertawa terbahak-bahak saat melihat Andorumedatto sedikit terpancing emosinya.


"Diamlah, Tofutto!! Aku harus memberi dua wanita angkatan laut rendahan ini agar bisa menjaga lisannya.." ucap Andorumedatto, kemudian ia langsung menggigit leher Mirabelle."Gttcccchh!!"


"Kyaaaa!!! S-sakit!!!" Mirabelle merintih kesakitan saat lehernya digigit oleh Andorumedatto hingga sedikit mengeluarkan darah.


Disisi lain, tepatnya di West Prison yang belum terjadi masalah apapun. Disini tempat Sho dari angkatan laut ditahan.


Terlihat kedua tangan Sho terikat oleh rantai dengan batu pemberat yang lumayan cukup besar. Saat ini Sho sedang berada di dalam sel nya dengan kondisi yang luka parah.


"S-sialan.. Tak kusangka aku akan berakhir di tempat menyedihkan seperti ini. Aku ingin segera menghubungi markas untuk meminta bantuan, tapi apa daya kondisiku seperti ini.." ucap Sho yang terluka parah dan wajahnya sedikit babak belur.


Kemudian Giretto datang untuk melihat Sho yang sedang terkurung di dalam sel nya dalam kondisi terluka parah.


"Hai angkatan laut, bagaimana rasakan kami siksa? Menyakitkan bukan? Mungkin rekan-rekan mu yang lain juga merasakan hal yang sama.." ucap Giretto sambil tersenyum licik.


Giretto ialah pemimpin pasukan rendahan volume 2. Ia memilih anak buah dengan kemampuan beladiri yang cukup hebat.


"Brengsek kau ya..! Aku akan selalu mengingat mu, aku pasti akan membalas apa yang kau perbuat, brengsek!!!" ucap Sho, ia sangat dendam kepada Giretto karena telah menyiksanya.


"Selama kau memakai rantai itu, kau takkan bisa mengeluarkan kekuatanmu, huahahahahah!!!!" ucap Giretto sambil tertawa terbahak-bahak.


BERSAMBUNG