
"Bruakkkk!!!!!" Pukulan sabun Shoba hanya membentur tanah setelah Himawari melompat ke udara dengan cukup tinggi sembari membawa kurungan berisi Shion.
"Tch!!" Shoba merasa kesal karena serangannya berhasil dihindari dengan mudah oleh Himawari. Ia tak menyangka Himawari cepat tanggap dalam membaca pergerakannya, "Sialan!!! Kau hebat juga, Himawari!!"
Tak berselang lama, Himawari pun kembali mendarat ke tanah sembari tertawa kecil licik. Tatapan wajahnya seolah-olah meremehkan seorang Shoba, "Ara-ara~ Shoba Sekken, belum saatnya bagimu untuk mengalahkanku. Perbedaan kekuatan kita sangatlah jauh."
"..... Berisik." ucap Shoba,"Bicaralah seperti itu setelah kau berhasil mengalahkanku." lanjut Shoba, ia memasang tatapan dingin.
Ichiichi pun melesatkan beberapa anak panah ke arah Shoba dari belakang, "Wutss!! Wuts!!!" Namun, beberapa anak panah milik Alice melesat hingga berhasil mengenai anak panah milik Ichiichi.
"Menganggu saja." ucap Ichiichi.
"Akulah lawanmu, kita buktikan siapa yang menjadi pemanah terbaik diantara kita." ucap Alice sembari tersenyum bersemangat.
"Mau bertanding kah? Boleh saja.." ucap Ichiichi.
"Aurora No Arrow!!!" Ichiichi melesatkan puluhan anak panah sekaligus yang dilapisi oleh es ke arah Alice. Anak panah tersebut melesat begitu cepat. Akan tetapi, "Barrier No Arrow!!" Alice melesatkan satu anak panah, lalu anak panah itu menciptakan sebuah dinding Barrier yang cukup besar hingga dapat melindunginya dari serangan anak panah milik Ichiichi.
"Kau cukup merepotkan juga, ya. Baiklah, aku takkan segan-segan untuk menghadapimu. Akan kugunakan kekuatan penuhku untuk mengalahkanmu sekarang juga..!!!" ucap Ichiichi.
Ichiichi pun mengarahkan busur panahnya ke arah Alice. Kemudian sebuah energi berwarna merah mengalir dan menyelimuti anak panah Ichiichi, "Bztss!!" Sekilas muncul sebuah kilat berwarna merah kehitaman disekitar Ichiichi, nampaknya kilat itu adalah efek dari kekuatan penuh yang dikeluarkannya.
Ichiichi menarik anak panahnya, "Demon Hunter : Thunderbolt!!!" Ichiichi melepas anak panahnya dan, "Wuzzzshhhhh!!!" Anak panah itu melesat cepat dengan kecepatan kilat ke arah Alice.
Akan tetapi, Alice hanya tersenyum sembari menarik anak panahnya dari busur panahnya, "White Alice Mode.." White Alice adalah salah satu mode Alice yang mengubah penampilan wujudnya seperti sesosok Dewi Archer dengan jubah putih yang tiba-tiba muncul menyelimuti tubuhnya, "Holy White : Unlimited Arrow.." Alice melepas anak panahnya.
Anak panah Alice terlihat diselimuti oleh energi berwarna putih yang berkobar-kobar layaknya sebuah api putih. Disisi lain, anak panah Ichiichi diselimuti oleh energi hitam yang juga berkobar-kobar layaknya api hitam.
Kedua anak panah itu akhirnya saling bertabrakan satu sama lain hingga menimbulkan gelombang kejut yang luar biasa. Bahkan efek dari gelombang kejut ini membuat puluhan kroco pingsan seketika. Bentrokan dua kekuatan yang luar biasa.
Himawari yang melihat bentrokan antar anak panah itu pun sedikit terkagum-kagum, "Indah sekali. Kekuatan yang luar biasa!!!" ucapnya.
Tak berselang lama, terlihat Vika yang berlari secepat kucing pencuri melewati beberapa kroco hingga akhirnya sampai di depan kurungan yang mengurung Shion berada.
Melihat Himawari yang belum menyadarinya, tanpa basa-basi Vika pun langsung menebas akar yang masih terhubung dengan tubuh Himawari, "Batssss!!!"
Seketika Himawari baru menyadari kedatangan Vika dan membuatnya sedikit merasa muak. Himawari membalikkan badannya lalu mencoba untuk menyerang Vika. Namun Vika menundukkan kepalanya untuk menghindari serangan Himawari. Vika mencoba merebut kurungan yang berisi Shion itu, tetapi dengan sigap Himawari berhasil menjauhkan Vika menggukan akar-akar bunga matahari yang tajam.
"Takkan kubiarkan kau mendapatkan Shion-" ucap Himawari.
"Tecnique BasketBall : Super Dribbling!!"
Shinmaru kembali bangkit dan menggunakan salah satu teknik basketnya. Ia bergerak meliuk-liuk bagaikan seorang pemain pro basket yang sedang menggocek pemain musuh. Lalu Shinmaru pun berhasil merebut kurungan itu dengan cukup mudah.
"Shoba Taicho!!! Aku mendapatkannya!!!" ucap Shinmaru yang dahinya terlihat sedikit mengeluarkan darah.
"Bagus, Shinmaru!!!"
"Sialan!!! Kenapa dia bisa bangkit dan mengambil kurungan itu begitu saja?!" Himawari terkejut.
Shinmaru yang keheranan mencoba untuk melepaskan kalung itu dari lehernya. Tapi sebelum itu terdengar sebuah suara yang membuat pergerakan Shinmaru berhenti, "Diamlah.."
"!!!!!"
"Kenapa aku tidak bisa bergerak?!"
Secara mengejutkan Frederick Groombridge datang dan berjalan mendekat ke arah Shinmaru, "Tamatlah riwayatmu.." Groombridge pun memegang kepala Shinmaru lalu menghantamkannya ke tanah dengan sangat kuat, "Bruakk!!!!!"
"Uaghhhh!!!!!"
"Shinmaru!!!" teriak Shoba dari kejauhan.
Beberapa orang seperti Himawari, Tsubaki, Tsuki, Suiryu, serta Ichiichi pun mentalnya semakin naik setelah melihat kedatangan Groombridge, sang pemimpin Serikat Lunarian, dan berhasil mengentikan Shinmaru yang berniat membawa kabur Shion.
"Takkan kubiarkan kalian semua pergi dari wilayah Lunar!!!" tegas Groombridge, "Rencanaku benar-benar berjalan dengan lancar, akhirnya aku bisa menangkap semua bajak laut disini!!!" lanjutnya.
"..... S-sialan!!!" Shoba yang murka pun mencoba berlari ke arah Groombridge dan berniat untuk menyerangnya. Namun Himawari kembali menciptakan akar bunga matahari dan mengikat tubuh Shoba begitu saja, "Arghh!!"
"Kau mau kemana, Shoba Sekken?" tanya Himawari sembari tersenyum menyeringai.
"Lepaskan aku, woey!!!" teriak Shoba.
"Aku akan membawa Shion. Kalau kau ingin menemuinya, kalahkan dulu seluruh anak buahku, huahahaha!!!" ucap Groombridge, ia pun tertawa terbahak-bahak melihat Shoba yang sedang kesal.
"Groombridge sialan-" ucap Shoba.
Selang beberapa detik, tiba-tiba Izumi meluncur ke area tanah yang sudah ia bekukan dengan kekuatan esnya, ia meluncur seperti seseorang yang sedang bermain ski diatas dataran tinggi yang diselimuti salju tebal.
"Oh, jadi kau pemimpin Serikat Lunarian, ya?!!" ucap Izumi.
"Huh?"
Izumi pun langsung melompat ke arah Groombridge lalu, "Ice-Ice No Gigant Hits!!! Izumi mencoba melesatkan pukulan dari tangan es raksasanya ke arah Groombridge.
Akan tetapi Groombridge berhasil menghindari serangan Izumi dengan cukup mudah. Sembari membawa kurungan yang berisi Shion, Groombridge pun berlari dengan cepat kehadapan Izumi lalu, "Baxia Stain Kick!!!" Groombridge menendang dagu Izumi menggunakan dengkulnya, "Buaghhhh!!!"
"Bocah sepertimu takkan bisa mengalahkanku sendirian.." ucap Groombridge.
"Ukh.." Izumi mencoba untuk bangkit sembari mengusap darah yang keluar dari pinggir bibirnya, "Pergerakan serta serangannya begitu cepat, tapi.." Akhirnya Izumi berdiri kembali.
"Padahal aku berniat pergi lagi secepatnya, tapi kau menggangguku sekali, bocah. Baiklah, aku akan memberimu sedikit pelajaran terlebih dahulu.." ucap Groombridge sembari tersenyum licik.
B E R S A M B U N G
Numpang Baca : Jangan lupa like, koment, serta vote untuk mendukung agar Author lebih semangat update cerita kedepannya nanti!! Arigatou Minna-san!!!