Cosplay

Cosplay
Chapter 478 - Ignorance.



Amber merasa sedikit terhina karena Yoshino tidak menggunakan tiga pedang saat bertarung melawannya. Amber pun semakin kesal. Setelah itu, Amber mengeluarkan sebuah aura panas yang berasal dari kekuatan fisiknya yang terus-menerus meningkat.


"Hoi, sepertinya aku harus waspada kali ini karena kau sedang berada dalam mode super serius, ya? Apa boleh buat.." ucap Yoshino. Lalu, ia pun menarik pedang Victorie nya, "Apa dengan menggunakan dua pedang, kau cukup senang? Aku sudah sedikit mulai serius loh.."


"Wush!!" Amber melesat cepat ke arah Yoshino. Amber juga langsung melesatkan pukulan kuatnya ke arah Yoshino, "Huooo!!!"


Namun, Yoshino menahan pukulan tersebut dengan kedua pedangnya posisi menyilang. Awalnya Yoshino cukup berhasil menahannya, akan tetapi, selang beberapa detik kemudian, tiba-tiba Yoshino terdorong kebelakang secara perlahan.


"Lumayan untuk seorang wanita sepertimu. Aku akui kau kuat, tapi.." Yoshino pun mendorong balik Amber dengan kedua pedangnya, "Tapi, akulah yang lebih kuat.. Nitoriyuu, Blade Sword!!!" Yoshino mendorong kuat Amber sekaligus melesatkan tebasan dari kedua pedangnya, "Batsss!!!"


Amber sedikit terpental beberapa meter kebelakang. Meskipun juga dia sudah terkena tebasan dari Yoshino, Amber sama sekali tak terluka, bahkan tidak terlihat goresan sama sekali.


"Apa kau terkejut, tebasanmu tidak berhasil melukaiku?" tanya Amber.


"Ya, aku sangat terkejut.." ucap Yoshino.


"Aku sudah meningkatkan kekuatan fisikku dengan maksimal. Jadi, tebasan seperti itu takkan mempan terhadapku." ucap Amber.


"Yare-yare. Kalau begitu.." Yoshino pun langsung menarik pedang Sabastiannya lalu menggigitnya di mulut. Setelah itu, Yoshino memasang posisi kuda-kuda teknik tiga pedangnya.


"Wah-wah, tak kusangka kau akan menggunakan tiga pedangmu untuk melawanku. Apa kau merasa sangat kesulitan saat ini?" tanya Amber sembari tersenyum licik.


"Ya, aku sangat kesulitan. Tapi, jangan salahkan aku kalau kau akan kalah dalam satu kali serangan. Aku tidak main-main kali ini, loh.." ucap Yoshino.


"Huh? Aku juga tidak main-main, loh. Aku juga akan melampaui kekuatanku sendiri. Bisa jadi ini adalah serangan terkuatku.." ucap Amber.


Setelah itu, Amber pun langsung berlari ke arah Yoshino. Kali ini, Amber akan melesatkan pukulan yang jauh lebih kuat dari pukulan-pukulan nya sebelumnya. Karena, Amber telah melampaui batas kekuatannya.


"Aku akan membunuhmu dengan serangan ini!! Destroy All Punch!!!!"


"Santoriyuu.. " Yoshino langsung melesat cepat ke arah Amber, "Saizen No Isekai!!!"


"Batsss!!!" Dalam sekejap Yoshino berhasil melewati Amber dan berhasil menebasnya begitu saja.


"Uaghhhh!!!" Kala itu Amber benar-benar tak menyangka bahwa pergerakan Yoshino itu sangatlah cepat sehingga berhasil melewatinya serta mendaratkan tebasan pedang pada tubuhnya.


"Sayang sekali. Kau sudah kalah begitu saja. Kau terlalu meremehkan teknik tiga pedangku ini.." ucap Yoshino.


Setelah itu, Amber yang terluka parah karena tebasan Yoshino pun langsung ambruk terkapar pingsan lantai.


Yoshino pun memasukkan ketiga pedangnya kedalam sarung pedang secara bergantian. Yoshino melirik ke arah Amber, "Pertarungan ini sudah selesai, ya. Tak kusangka aku harus menggunakan teknik tiga pedangku untuk melawan seseorang sepertinya.."


Kemudian Yoshino pun langsung berjalan menuju tangga. Ia akan naik ke lantai atas untuk menemui Killa dan Firehn, dan juga melihat pertarungan antara Izumi melawan Hugo.


Sementara itu, di atas atap.


"Huh? Fakta apa?"


"Sebenarnya, kekuatanku bukanlah petir Sajam Melainkan kekuatanku ada lima dasar elemen alam, yaitu api, air, udara, tanah, dan petir.." ucap Hugo dengan senyum licik.


"Apa?!!" Izumi terkejut ketika mengetahui kekuatan Hugo adalah lima dasar elemen alam, "Woi, kenapa kau bisa punya power sebanyak itu!! Curang woi!!" teriak Izumi.


"Orang ini memang sangat bodoh.." ucap Hugo dengan nada pelan.


Hugo. Kekuatannya adalah bisa mempunyai kekuatan seperti apa yang dipikirkan lawannya atau yang dipercayai lawannya. Bila lawan percaya kalau kekuatan Hugo adalah api, maka Hugo akan mempunyai kekuatan api. Bila lawan percaya Hugo mempunyai kekuatan air maka Hugo akan mempunyai kekuatan air.


Dan disini Izumi terlalu bodoh karena terlalu percaya dengan kekuatan yang telah dikatakan Hugo. Hugo mengatakan dia mempunyai kekuatan lima dasar elemen alam, dan Izumi mempercayainya begitu saja. Oleh karena itu, kini Hugo bisa mengeluarkan kekuatan-kekuatan tersebut.


Hugo menciptakan beberapa bola api di udara, "Es melawan api. Mari kita buktikan siapa yang akan menang.." Hugo pun langsung melesatkan beberapa bola api itu ke arah Izumi.


"Api?!" Izumi pun langsung berlari untuk menghindari beberapa bola api yang sedang melesat ke arahnya. Kemudian, Izumi pun mencoba untuk melesatkan es-es tajam ke arah Hugo.


Akan tetapi, sebuah dinding tanah muncul dihadapan Hugo untuk melindungi dirinya dari serangan Izumi. Selang beberapa detik, Hugo pun langsung naik ke atas dinding tanah yang baru saja ia ciptakan.


"Entah kenapa pertarungan ini menjadi sangat seru, bukan? Kekuatan es mu melawan kekuatan lima elemen alam ku. Semoga kau beruntung.." ucap Hugo.


Tanpa basa-basi. Hugo menciptakan satu bola api dan satu bola petir di udara lalu melesatkannya ke arah Izumi.


Izumi pun menciptakan dinding es. Akan tetapi, dinding es yang ia ciptakan hancur begitu saja karena serangan bola api sekaligus bola petir milik Hugo. Izumi terpental beberapa meter kebelakang. Namun, dia masih berdiri meski satu meter dibelakangnya adalah sisi dari atap gedung.


Izumi melirik kebelakang, "Bisa bahaya kalau aku terjatuh dari sini. Gedung ini tinggi sekali dan cukup menakutkan.." ucap Izumi.


"Ini masih permulaan. Aku akan menyerangmu secara beruntun agar kau tidak bisa menyerang balik.." ucap Hugo. Dia pun menciptakan seekor burung raksasa dari kekuatan api nya dan langsung melesatkannya ke arah Izumi.


Disini Izumi juga tak mau kalah, dia menciptakan seekor burung dari kekuatan es nya dan langsung melesatkannya ke arah burung api tersebut.


"Dumm!!!" Terjadi ledakan kecil di udara karena dua kekuatan saling menabrak satu sama lain.


"Aku juga akan melesatkan serangan beruntun agar kau tidak bisa menyerang balik." ucap Izumi.


"Wuih, apakah ini jadi saling melesatkan serangan bertubi-tubi satu sama lain? Ayo kita lakukan, saling menyerang satu sama lain, sampai ada yang mati diantara kita.." ucap Hugo.


Pertarungan antara Izumi melawan Hugo pun akan memasuki the next level. Pertarungan yang sudah mencapai puncaknya, sekaligus pertarungan antara hidup dan mati. Apakah Izumi berhasil mengalahkan Hugo yang kini telah mendapatkan kekuatan lima elemen alam karena kebodohannya Izumi sendiri?


Akhir dari masalah akan segera terlihat. Dan, rahasia yang masih menyimpan misteri pun akan segera terkuak.


B E R S A M B U N G